Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 896

Sebelum Pulang ke Rumah, 115 TKI Dari Malaysia Asal Bengkalis Hadapi Karantina di Gedung LAMR

Bengkalis, GK.com – Warga Negara Indonesia (WNI) Asal Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau yang selama ini mengadu nasib di Negara Malaysia, kini sudah berangsur pulang ke tanah air. Sebanyak 115 warga Kabupaten Bengkalis tersebut, langsung dikarantina di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis, di Jalan Panglima Minal, Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, untuk mencegah penyebaran Virus Corona.

Sebelumnya, kepulangan mereka ke Bengkalis melalui beberapa titik, yakni 104 orang dari Tanjung Balai Karimun menggunakan KM Dumai Line dan KM Dumai Expres. Sedangkan 6 orang lagi menggunakan Speedboad Keritang, dan 5 orang dari Pelabuhan Kudap, Kabupaten Meranti.

Setibanya di Pelabuhan Bandar Sri Laksamana (BSL) Bengkalis, sesuai prosedur, seluruh TKI asal Malaysia ini langsung disemprot dengan disinfektan oleh Petugas Kesehatan Pelabuhan. Setelah disemprot, 115 TKI yang terdiri dari 9 wanita dan 106 laki-laki itu langsung naik ke Bus untuk dibawa ke gedung LAMR Bengkalis, yang kemudian dilanjutkan dengan makan siang yang telah disiapkan oleh Dinas Sosial melalui dapur umum yang disiagakan sejak proses karantina Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona Virus Disease (Covid-19).

Kedatangan 115 warga Bengkalis yang masuk kategori ODP itu, disambut oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan H Heri Indra Putra, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Hj Umi Kalsum, Kapolres Bengkalis AKBP Sigit Adiwuryanto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis Ersan Saputra TH, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis Tajul Mudarris, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Hermanto Baran, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis Djoko Edy Imhar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Arman, Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik H Adi Sutrisno, dan Kapolsek Bengkalis AKP Meitertika.

Dikesempatan itu, Kapolres Bengkalis, AKPB Sigit Adiwuryanto mengajak 115 warga Bengkalis agar mau bekerja sama mendukung upaya memutus proses karantina selama 14 hari.

Menurutnya, langkah ini diambil sebagai prosedur yang harus dilalui, sebagai upaya untuk memutus penyebaran Covid-19 dimanapun.

“Kami memberikan apresiasi atas kesediaan Bapak dan Ibu untuk mau dikarantina, karena ini merupakan langkah bersama dalam mencegah penyebaran Covid-19 di daerah ini. Untuk kebaikan kita, keluarga kita dan seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis”. ucap Kapolres Bengkalis, Kamis (26/3).

Selama proses karantina berlangsung, para ODP tersebut akan dipantau oleh tim kesehatan, dilayani dengan baik, diberikan makan minum tiga kali sehari lengkap dengan cemilan. (Hms/Red).

Editor : Febri

Selebaran Maklumat Kapolri Disebar Dit Samapta Polda Kepri Dalam Penanganan Covid-19 Seligi 2020

Batam, GK.com – Bergerak perlahan menuju Pasar Mega legenda Kota Batam, Dit Samapta Polda Kepri yang tergabung dalam Satgas Pencegahan Operasi Terpusat Aman Nusa II penanganan Covid-19 Seligi 2020 memberikan himbauan serta menyampaikan maklumat Kapolri tentang Penanganan penyebaran Covid-19 kepada masyarakat.

Dipimpin oleh AKBP. Heryanto, SE, tim memberikan himbauan untuk tidak panik dan tetap meningkatkan kebersihan di lingkungan masing-masing.

Sembari menyebarkan selebaran maklumat Kapolri dalam penanganan penyebaran Covid-19 di Pasar Orchard  Park pada Kamis (26/3) itu, AKBP. Heryanto juga meminta agar masyarakat tidak melakukan pembelian atau menimbun bahan pokok maupun kebutuhan lainya secara berlebihan.

Pada maklumat tersebut, disampaikan juga bahwa untuk tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik ditempat umum maupun di lingkungan sendiri, serta tidak ikut menyebarkan informasi-informasi yang tidak jelas sumbernya yang dapat menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.(Hms/Red).

Editor : Febri

Persakmi Jeneponto Lakukan Sosialisasi Pemutusan Penularan Covid 19

Jeneponto, GK.com – Pandemik Corona yang mendunia, tentunya spontan membuat hampir seluruh masyarakat di segala penjuru bumi ini  meningkatkan kewaspadaan dengan  rasa kepeduliannyadengan melakukan berbagai kegiatan-kegiatan positif demi memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

Tidak hanya ingin berdiam diri menghadapi peperangan antara manusia dengan Virus ini, Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Cabang Jeneponto merasa terpanggil untuk menggelar Bakti Sosial.

“Demi dan untuk kepentingan kita semua, kami menggelar Baksos ini dengan berbagai kegiatan yang kita lakukan di setiap persimpangan lampu merah, diantaranya membagikan masker, sanitizer, sabun, Vitacimin dan memasang media informasi tentang pencegahan penularan Covid-19,” ungkap Ketua DPC Persakmi Kabupaten Jeneponto, Kamal saat dikonfirmasi Media ini lewat telekonfrensi, Kamis (26/03) malam.

“Kita berharap masyarakat di Butta Turatea Jeneponto dapat terhindar dan tetap terjaga dari Covid-19, dan ini sebagai bentuk edukasi ke masyarakat, sehingga dapat terbebas dari Covid-19.Mari kita lawan Corona dengan berdiam diri dirumah dan budayakan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)”. pungkasnya. (Chepy).

Editor : Febri

Handsanitizer Langka, Dinkesdalduk Dan KB Tanjungpinang Racik Sendiri

Tanjungpinang, GK.com – Handsanitizer yang saat ini sangat sulit dijumpai di Apotek-Apotek kebanyakan, membuat pihak Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bahagian (Dinkesdalduk dan KB) Kota Tanjungpinang berinisiatif untuk meraciknya sendiri.

Kepala Dinkesdalduk dan KB Kota Tanjungpinang,  Rustam menjelaskan bahwa, pihaknya mencoba membuat Handsanitizer sendiri untuk digunakan sementara oleh pihak Dinas Kesehatan dan belum diedarkan ke masyarakat.

“Karena kelangkaan Handsanitizer, kita buat sendiri sekarang, tapi masih untuk dipakai sendiri saja, karena keterbatasan jumlah, saya rasa kalau untuk disebarluaskan kemasyarakat tidak cukup”. ujar Rustam kepada Media ini saat di temui di Kantornya, Kamis (26/3) sore.

Hingga saat ini, untuk Kota Tanjungpinang tidak hanya Dinkesdalduk dan KB saja yang berinisiatif membuat Handsanitizer sendiri, akan tetapi juga diikuti oleh Mahasiswa di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang. (Mis).

Editor : Febri

Kebersamaan di Jeneponto yang selalu Siaga Mengantisipasi Covid-19

Jeneponto, GK.com – Bertempat di Kantor Bupati Kabupaten Jeneponto, dilangsungkan telekonfren dengan Gubernur Sulses HM. Nurdin Abdullah bersama para Muspida sebagai tindak lanjut dalam kebersamaan Pemerintah dan masyarakan dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

“Berbagai langkah dan upaya pencegahan Virus Corona telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten hingga ke Pemerintah Desa,”kata Sekda Jeneponto, Dr. Syafruddin Nurdin kepada Media ini di Ruang Kerjanya, Kamis (26/3).

Lanjut Syafruddin, sejalan dengan himbauan dari Presiden Joko Widodo, Pemkab Jeneponto  telah membentuk Gugus Tugas, yang mana Sekda selaku Ketua Tim, dilapangan ada tim gerak cepat dari Diskes, ada layanan hot line untuk masyarakat, serta dana taktis sebesar Rp 1 miliar yang dipersiapkan  untuk memback up semua operasional kegiatan tim.

“Saat ini sebanyak 56 Orang Dalam Pantauan (ODP) di Jeneponto dan 4 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) telah dipulangkan ke rumahnya dan hasilnya Negatif dari Virus Corona, namun tetap dalam pengawasan,”ketusnya.

Sementara itu,Kepala Desa Camba-Camba, Sikki  Segani, saat ditemui disela-sela dirinya melakukan sosialisasi dan pemantauan di masyarakat, kepada Media ini menyampaikan bahwasalah satu inovasi Desa bidang kesehatan yang berkaitan dengan pencegahan Covid-19, pihaknya telah merencanakan pelatihan sebanyak 35 kader Desa.

“Kami Kepala Desa bersama Aparat, Kepala Dusun dan para tokoh masyarakat  tetap siaga di tengah pandemik Covid-19 ini, berbagai langkah dan upaya guna mengantipasi penyaluran Virus Corona telah kita lakukan, karena kami sebagai Kepala Desa adalah ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, dan senantiasa menyikapi arahan Bapak Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar”. tutupnya. (Chepy).

Editor : Febri

Hamid Rizal Serahkan Gajinya Kepada Satgas Untuk Tekan Angka Penyebaran Covid-19 di Natuna

Natuna, GK.com – Berdasarkan skala Nasional, pada kasus Covid-19 telah menginfeksi sebanyak 893 orang, terhitung hingga tanggal 26 Maret 2020. Tentunya hal ini merupakan kejadian sangat serius yang ditanggapi serius pula oleh Bupati Natuna,H Abdul Hamid Rizal.

Menurutnya, kondisi ini telah berimbas merugikan ke berbagai sektordan berdampak kepada menurunnya kesejahteraan masyarakat. Maka, Abdul Hamid Rizal memerintahkan seluruh jajaran di Kabupaten Natuna agar membantu kinerja Satgas Covid-19 Kabupaten Natuna semaksimal mungkin agar Natuna bersih dari Corona dengan berbagai upaya.

Tidak tanggung-tanggung, selain menyediakan anggaran sebesar Rp15 miliar yang dialokasikan sebesar-besarnya untuk kegiatan pencegahan dan penanganan Covid-19, Bupati Hamid Rizal  juga menyerahkan gajinya kepada Satgas untuk dipergunakan sebagai intensif dan bantuan kebutuhan pokok bagi tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan wabah tersebut..

Sikap lebih tegas juga ditunjukkan oleh Bupati Natuna dengan meminta agar siapapun yang memasuki Kabupaten Natuna, baik melalui laut maupun udara, untuk dapat diperiksa kesehatannya dengan melalui sanitasi oleh Petugas tanpa kecuali, termasuk juga melakukan karantina mandiri selama 14 hari untuk mengantisipasi adanya penyebaran Virus yang terbawa dari luar Natuna.

“Kepada masyarakat luas diharapkan kesadarannya untuk menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan, cucilah tangan sesering mungkin dengan menggunakan sabun, menjaga jarak aman, tidak berkerumun, selalu memakai masker bagi yang menderita batuk, pilek, atau sedang tidak enak badan”. ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (26/3).

Kebijakan untuk bekerja dari rumah bagi ASN, belajar di rumah bagi para Pelajar, membatasi diri untuk tidak bepergian jika tidak sangat penting juga turut diterapkannya, termasuk juga meniadakan acara-acara yang sifatnya mengumpulkan massa, dan berkoordinasi dengan unsur pimpinan lainnya di Natuna adalah juga sebagai bentuk upaya pencegahan yang diharapkan bisa efektif.

Menurut Hamid Rizal, Natuna diuntungkan dengan adanya posisi geografisnya yang terpisah jauh dengan wilayah Indonesia lainnya. Sehingga, tidak sulit melakukan kontrol terhadap lalu lintas manusia dan barang yang dicurigai akan membawa Virus Corona masuk ke Natuna.Namun, hal ini hanya bisa dilakukan dengan baik jika seluruh unsur Pemerintah dan masyarakat memiliki kesadaran yang baik. (*).

Editor : Febri