Anambas, GK.com – Kepala
Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, M. Yamin
diduga melakukan tindak kekerasan kepada seorang Jurnalis dari Media
Samuderakepri.co.id, Riandi pada Jum’at (17/4) sekitar pukul 01.30 Wib.
Pemukulan terhadap Riandi tersebut
terjadi dikarenakan M. Yamin menganggap bahwa Riandi telah melaporkan dirinya
kepada pihak yang berwajib atas permasalahan pekerjaan penimbunan lapangan di
Daerah Desa Bukit Padi Kabupaten Kepulauan Anambas yang diduga telah terjadi
mark up.
Kepada
Media ini, sekitar pukul 18.20 Wib, M. Yamin saat dikonfirmasi melalui via
Hanphon untuk ditanyai atas kebenaran kabar yang kurang mengenakkan menimpa
dirinya, M. Yamin menepis tentang adanya kabar pemukulan tersebut.
“Saat
itu saya memang memanggil Riandi melalui Pak RW, saat berjumpa dengan Riandi
awalnya saya ingin menanyakan tentang uang saya yang dipinjam beberapa waktu
lalu oleh Riandi. Memang sempat terjadi cekcok antara saya dan Riandi saat itu,
namun saya pastikan tidak ada terjadinya pemungkulan,” terang M. Yamin.
“Intinya
jika memang adanya terjadi pemukulan antara saya dengan Riandi, silahkan di
visum, saya siap bertanggungjawab jika memang saya salah,” tegas M. Yamin.
Saat
disinggung oleh Media ini terkait adanya permasalah proyek penimbunan yang
diduga telah terjadi mark up, M. Yamin menjawabnya dengan nada santai, sembari
tertawa, “ tidak ada sangkut pautnya urusan ini dengan masalah proyek, kalau
soal itu kan sudah ada BPK dan BPKP yang mengauditnya, sejauh ini kita cukup
tertib kok dalam bekerja. Bahkan kita juga sudah pernah didatangkan sama BPK
dan BPKP, bukti suratnya juga kita ada kok,” jelasnya.
“Intinya
hal ini tidak ada sangkut pautnya dengan urusan proyek, ini murni berkaitan
tentang hutang-piutang,” tegasnya lagi.
Sabtu
(18/4) sore, Riandi, Wartawan dari Samuderakepri.co.id, yang diduga telah
dipukul oleh Kades Bukit Padi, M. Yamin tersebut, kepada Media ini menjelaskan
kronologi atas kejadian yang menimpa dirinya.
“Saat
itu saya sedang berjaga, saya termasuk bagian dari Gugus Tugas Covid-19 di
daerah tersebut. Saat Pak Kades datang kelokasi tempat saya berjaga, saya
kebetulan lagi berada di kamar kecil, lalu Pak Kades menitipkan pesan sama Pak
RW, bahwasannya Pak Kades mau berjumpa dengan saya,” ungkap Riandi.
“Tak
lama kemudian, saya langsung menghampiri Pak Kades di depan Sekertariat,
lalu tanpa ada basa-basi, beliau langsung memarahi saya, awalnya nenagih hutang
yang dipinjam oleh orang tua saya sewaktu berobat ke Tanjungpinang. Dan sudah
di bayar 1 juta, masih sisa 5 ratus ribu lagi, itulah awal alasannya. Namun
saya sungguh tak menyangka, seorang Kades bisa memperlakukan warganya seperti
itu,” terang Riandi kepada Media ini melalui via Handphone
“Setelah selesai membahas tentang hutang,
ujung-ujungnya Pak Kades malah merembet menuduh saya yang mengadukan masalah
penimbunan lapangan yang diduga telah terjadi grafikasi dan mark up. Kemudian
beliau memcoba memukul saya, saat itu saya reflek (mengelak), akhirnya pukulan
tersebut mengenai topi saya hingga membuat topi saya terjatuh,” keluh
Riandi.
Usai
mendengarkan keterangan dari kedua belah pihak tersebut, lantas Media ini mencoba
mengkonfirmasi Kanit Reskrim Polsek Jemaja guna mendapatkan informasi yang
akurat dan berimbang.
“Benar bahwa Rekan kita R sudah melaporkan kejadian tersebut, saat ini masih dalam proses penyelidikan, hari Senin kita akan melakukan pemanggilan kembali kepada saudara Rian”. jelas Iptu Doni. (Mis).
Editor : Milla