Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 877

Pemko Tanjungpinang Siap Distribusikan 6.000 Paket Sembako Murah yang Akan Dibagikan Secara Bertahap

Tanjungpinang, GK.com – Hanya dengan membayar Rp 40.000,- saja, masyarakat Tanjungpinang bisa mendapatkan paket sembako murah tahap pertama untuk masyarakat yang terdampak Covid-19.

Untuk meresmikan adanya sembako tersebut, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, H. Rahma, S.IP melakukan penyerahan secara simbolis sembako murah tersebut kepada masyarakat yang ada di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Rabu (22/4).

Dikesempatan itu, Rahma menyampaikan, Pemerintah Kota Tanjungpinang sudah menyediakan sekitar 6.000 paket sembako murah untuk dibagikan ke masyarakat yang terdampak Covid-19, namun untuk tahap pertama hanya 3.000 paket sembako dahulu yang diberikan kepada 3.000 Kepala Keluarga (KK).

“Pembagian sembako ini dicover langsung oleh tiga Dinas, yaitu Dinas perhubungan untuk para Sopir Angkot, Sopir Taxi, Tukang Ojek dan Tukang Parkir, selanjutnya dari Dinas Tenaga Kerja untuk para Karyawan yang di PHK dan yang dirumahkan, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang yang melingkup para Pedagang UMKM yang terdampak Covid-19,” terang Rahma.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani menyampaikan, “adapun paket sembako murah itu berisi 10 kg beras, 4 kg gula pasir, 2 kg minyak goreng, 2 kg tepung, 30 butir telur dan mie instan 1 dus.

“Total harga per paket yang sebenarnya adalah sebesar Rp 366.000,- namun karena adanya subsidi sebesar Rp 326.000,- sehingga masyarakat hanya perlu menebus per paketnya sebesar Rp 40.000,- saja”. pungkas Ahmad Yani. (RD).

Editor : Febri

Salah Menuduh, Diduga Kades Bukit Padi Lakukan Pemukulan Terhadap Wartawan

Anambas, GK.com – Kepala Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, M. Yamin diduga melakukan tindak kekerasan kepada seorang Jurnalis dari Media Samuderakepri.co.id, Riandi pada Jum’at (17/4) sekitar pukul 01.30 Wib.

Pemukulan terhadap Riandi tersebut terjadi dikarenakan M. Yamin menganggap bahwa Riandi telah melaporkan dirinya kepada pihak yang berwajib atas permasalahan pekerjaan penimbunan lapangan di Daerah Desa Bukit Padi Kabupaten Kepulauan Anambas yang diduga telah terjadi mark up.

Kepada Media ini, sekitar pukul 18.20 Wib, M. Yamin saat dikonfirmasi melalui via Hanphon untuk ditanyai atas kebenaran kabar yang kurang mengenakkan menimpa dirinya, M. Yamin menepis tentang adanya kabar pemukulan tersebut.

“Saat itu saya memang memanggil Riandi melalui Pak RW, saat berjumpa dengan Riandi awalnya saya ingin menanyakan tentang uang saya yang dipinjam beberapa waktu lalu oleh Riandi. Memang sempat terjadi cekcok antara saya dan Riandi saat itu, namun saya pastikan tidak ada terjadinya pemungkulan,” terang M. Yamin.

“Intinya jika memang adanya terjadi pemukulan antara saya dengan Riandi, silahkan di visum, saya siap bertanggungjawab jika memang saya salah,” tegas M. Yamin.

Saat disinggung oleh Media ini terkait adanya permasalah proyek penimbunan yang diduga telah terjadi mark up, M. Yamin menjawabnya dengan nada santai, sembari tertawa, “ tidak ada sangkut pautnya urusan ini dengan masalah proyek, kalau soal itu kan sudah ada BPK dan BPKP yang mengauditnya, sejauh ini kita cukup tertib kok dalam bekerja. Bahkan kita juga sudah pernah didatangkan sama BPK dan BPKP, bukti suratnya juga kita ada kok,” jelasnya.

“Intinya hal ini tidak ada sangkut pautnya dengan urusan proyek, ini murni berkaitan tentang hutang-piutang,” tegasnya lagi.

Sabtu (18/4) sore, Riandi, Wartawan dari Samuderakepri.co.id, yang diduga telah dipukul oleh Kades Bukit Padi, M. Yamin tersebut, kepada Media ini menjelaskan kronologi atas kejadian yang menimpa dirinya.

“Saat itu saya sedang berjaga, saya termasuk bagian dari Gugus Tugas Covid-19 di daerah tersebut. Saat Pak Kades datang kelokasi tempat saya berjaga, saya kebetulan lagi berada di kamar kecil, lalu Pak Kades menitipkan pesan sama Pak RW, bahwasannya Pak Kades mau berjumpa dengan saya,” ungkap Riandi.

“Tak lama kemudian, saya langsung  menghampiri Pak Kades di depan Sekertariat, lalu tanpa ada basa-basi, beliau langsung memarahi saya, awalnya nenagih hutang yang dipinjam oleh orang tua saya sewaktu berobat ke Tanjungpinang. Dan sudah di bayar 1 juta, masih sisa 5 ratus ribu lagi, itulah awal alasannya. Namun saya sungguh tak menyangka, seorang Kades bisa memperlakukan warganya seperti itu,” terang Riandi kepada Media ini melalui via Handphone

“Setelah selesai membahas tentang hutang, ujung-ujungnya Pak Kades malah merembet menuduh saya yang mengadukan masalah penimbunan lapangan yang diduga telah terjadi grafikasi dan mark up. Kemudian beliau memcoba memukul saya, saat itu saya reflek (mengelak), akhirnya pukulan tersebut mengenai topi saya hingga membuat topi saya terjatuh,” keluh Riandi. 

Usai mendengarkan keterangan dari kedua belah pihak tersebut, lantas Media ini mencoba mengkonfirmasi Kanit Reskrim Polsek Jemaja guna mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang.

“Benar bahwa Rekan kita R sudah melaporkan kejadian tersebut, saat ini masih dalam proses penyelidikan, hari Senin kita akan melakukan pemanggilan kembali kepada saudara Rian”.  jelas Iptu Doni. (Mis)

Editor : Milla

Update Perkembangan Covid-19 di Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang, GK.com – Ketua Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Tanjungpinang, Drs. Teguh Ahmad Syafari, M.Si melalui pesan Whatsapp, kepada Media ini menyampaikan Update Perkembangan Covid-19 di Kota Tanjungpinang.

Adapun data terbaru diantaranya adalah, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 179 orang dengan jumlah pasien Selesai Pemantauan 158 orang dan dalam Proses Pemantauan 21 orang.

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 51 orang, dengan PDP meninggal 3 orang yakni 1 orang bukan Covid (karena stroke + penyakit jantung) dan 2 terkonfirmasi Covid-19.

Konfirmasi PCR/Positif sebanyak 21 orang, yang terdiri dari PDP konfirmasi sebanyak 11 orang, ODP konfirmasi 3 orang dan OTG konfirmasi PCR 7 orang.

Kondisi kasus konfirmasi saat ini, jumlah pasien Sembuh meningkat menjadi 6 orang, Meninggal 2 orang, sedang menjalani Rawat di Rumah Sakit sebanyak 2 orang, di Rumah singgah 8 orang, dan di Rumah 3 orang.

Laboratorium/spesimen on proses sebanyak 48 orang (11 PDP dan 37 OTG), Rapid Test Antibody diperiksa 548 hasil, Reaktif 10 (6 OTG, 1 ODP, 3 PDP).

Demikian informasi terbaru terkait perkembangan Covid-19 di Kota Tanjungpinang per tanggal 21 April 2020. (*).

Editor : Febri

Atmadinata : Kegiatan Belajar di Rumah Diperpanjang, Keputusan Selanjutnya Setelah Hari Raya Idul Fitri

Tanjungpinang, GK.com – Ditengah wabah Covid-19 yang semakin memburuk, Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Pendidikan memutuskan untuk memperpanjang kegiatan belajar-mengajar dirumah hingga tanggal 25 Mei 2020 mendatang.

“Seperti edaran Wali Kota kemaren, kegiatan belajar dirumah sebelumnya kita laksanakan hingga tanggal (21/4), kini diperpanjang lagi, tetapi tanggal 22-25 libur menyambut Ramadhan dan kembali belajar dirumah pada tanggal (27/4). Kegiatan belajar dimulai kembali namun dengan materi pesantren Ramadhan hingga (30/4),” ungkap Kepala Dinas Pendidikan, Drs. Atmadinata, M.Pd kepada Awak Media ini, Selasa (21/4) sekitar pukul 14.30 Wib.

Disampaikan Atma, langkah ini diambil mengingat wabah Covid-19 belum mereda, sementara itu, selama kegiatan belajar dirumah disarankan untuk mengikuti kegiatan belajar melalui siaran TVRI.

“Mulai tanggal 2-20 Mei, pelaksanaan belajar dirumah dengan mengikuti kegiatan belajar melalui siaran TVRI, yang sudah bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sedangkan pada tanggal 22-25 Mei akan libur hari Raya Idul Fitri”. tuturnya.

Ditambahkan Atma saat itu, untuk ketentuan selanjutnya akan diputuskan setelah Hari Raya Idul Fitri, apakah proses belajar dirumah ini nantinya akan diperpanjang lagi atau tidak kedepannya. (Mis).

Editor : Febri

Pekan Ini Rencananya Sembako Untuk Masyarakat Tanjungpinang Akan Segera Didistribusikan

Tanjungpinang, GK.com – Bantuan sembako dari Pemerintah Kota Tanjunginang kepada masyarakat terdampak Covid-19 direncanakan akan didistribusikan pekan ini. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Amrialis saat ditemui Media ini Selasa (21/4), di Kantornya.

“Rencananya kami akan mendistribusikan bantuan sembako pada Kamis ini,hanya saja kita belum menerima keputusan dari Plh. Wali Kota, sehingga pendistribusian ini diundur hingga keluarnya Perwako untuk pelaksanaannya,” ungkap Amrialis.

Dalam penyelenggaraan distribusi ini, lanjut Amrialis menjelaskan, Pemerintah melalui Dinsos Tanjungpinang menyediakan anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk 18.958 Kartu Keluarga (KK) yang terdaftar di Kelurahan se- Kota Tanjungpinang, yang mana data tersebut diperoleh berdasarkan data Indonesia yaitu Data Terpadu Kegiatan Sosial (DTKS).

“Masyarakat Kota Tanjungpinang yang sudah terdata akan menerima bantuan sebesar Rp 300 ribu per KK, yang diberikan dalam bentuk sembako berupa beras, minyak, gula, susu, mie instan dan telur yang nantinya saat penyerahan tersebut akan didampingi langsung oleh pihak Kepolisian dan Kejaksaan Tanjungpinang”. pungkasnya. (RD).

Editor : Febri

DPRD Kepri Minta BUMN Dan BUMD Turut Merealisasikan Bantuan Covid-19

Tanjungpinang, GK.com – Pandemik wabah Covid-19 kini semakin membuat krisis Ekonomi meningkat, sehingga banyak Perusahaan yang merumahkan, bahkan memutuskan kontrak kerja dengan Karyawannya.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin yang mengetahui hal itu meminta kepada pemilik Perusahaan agar dapat membayar hak bagi para pekerja.

“Kepada para pemilik Perusahaan agar bijak dalam menyikapi hal ini, dirumahkan boleh, tetapi hendaknya hak-hak Pegawai yang dirumahkan dapat dibayarkan, dan jika nanti kembali normal agar dapat dipekerjakan kembali. Jadi tidak merekrut karyawan yang baru,” ujar Wahyu kepada Media ini melalui via Handphone, Selasa (21/4) sekitar pukul  11.30 Wib.

Selain itu, Ia juga meminta agar Pemerintah Daerah dapat bekerja sama dengan pihak BUMN dan BUMD dalam merealisasikan bantuan Covid-19.

“Kami juga meminta kepada BUMN dan BUMD serta pihak Swasta untuk dapat membantu dalam merealisasikan bantuan Sembako kepada masyarakat”. pungkasnya.

Adapun untuk jumlah bantuan tersebut nantinya seharga Rp 300.000 per Kartu Keluarga (KK). (Mis).

Editor : Milla