Beranda Hukrim Salah Menuduh, Diduga Kades Bukit Padi Lakukan Pemukulan Terhadap Wartawan

Salah Menuduh, Diduga Kades Bukit Padi Lakukan Pemukulan Terhadap Wartawan

527
0

Anambas, GK.com – Kepala Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, M. Yamin diduga melakukan tindak kekerasan kepada seorang Jurnalis dari Media Samuderakepri.co.id, Riandi pada Jum’at (17/4) sekitar pukul 01.30 Wib.

Pemukulan terhadap Riandi tersebut terjadi dikarenakan M. Yamin menganggap bahwa Riandi telah melaporkan dirinya kepada pihak yang berwajib atas permasalahan pekerjaan penimbunan lapangan di Daerah Desa Bukit Padi Kabupaten Kepulauan Anambas yang diduga telah terjadi mark up.

Kepada Media ini, sekitar pukul 18.20 Wib, M. Yamin saat dikonfirmasi melalui via Hanphon untuk ditanyai atas kebenaran kabar yang kurang mengenakkan menimpa dirinya, M. Yamin menepis tentang adanya kabar pemukulan tersebut.

“Saat itu saya memang memanggil Riandi melalui Pak RW, saat berjumpa dengan Riandi awalnya saya ingin menanyakan tentang uang saya yang dipinjam beberapa waktu lalu oleh Riandi. Memang sempat terjadi cekcok antara saya dan Riandi saat itu, namun saya pastikan tidak ada terjadinya pemungkulan,” terang M. Yamin.

“Intinya jika memang adanya terjadi pemukulan antara saya dengan Riandi, silahkan di visum, saya siap bertanggungjawab jika memang saya salah,” tegas M. Yamin.

Saat disinggung oleh Media ini terkait adanya permasalah proyek penimbunan yang diduga telah terjadi mark up, M. Yamin menjawabnya dengan nada santai, sembari tertawa, “ tidak ada sangkut pautnya urusan ini dengan masalah proyek, kalau soal itu kan sudah ada BPK dan BPKP yang mengauditnya, sejauh ini kita cukup tertib kok dalam bekerja. Bahkan kita juga sudah pernah didatangkan sama BPK dan BPKP, bukti suratnya juga kita ada kok,” jelasnya.

“Intinya hal ini tidak ada sangkut pautnya dengan urusan proyek, ini murni berkaitan tentang hutang-piutang,” tegasnya lagi.

Sabtu (18/4) sore, Riandi, Wartawan dari Samuderakepri.co.id, yang diduga telah dipukul oleh Kades Bukit Padi, M. Yamin tersebut, kepada Media ini menjelaskan kronologi atas kejadian yang menimpa dirinya.

“Saat itu saya sedang berjaga, saya termasuk bagian dari Gugus Tugas Covid-19 di daerah tersebut. Saat Pak Kades datang kelokasi tempat saya berjaga, saya kebetulan lagi berada di kamar kecil, lalu Pak Kades menitipkan pesan sama Pak RW, bahwasannya Pak Kades mau berjumpa dengan saya,” ungkap Riandi.

“Tak lama kemudian, saya langsung  menghampiri Pak Kades di depan Sekertariat, lalu tanpa ada basa-basi, beliau langsung memarahi saya, awalnya nenagih hutang yang dipinjam oleh orang tua saya sewaktu berobat ke Tanjungpinang. Dan sudah di bayar 1 juta, masih sisa 5 ratus ribu lagi, itulah awal alasannya. Namun saya sungguh tak menyangka, seorang Kades bisa memperlakukan warganya seperti itu,” terang Riandi kepada Media ini melalui via Handphone

“Setelah selesai membahas tentang hutang, ujung-ujungnya Pak Kades malah merembet menuduh saya yang mengadukan masalah penimbunan lapangan yang diduga telah terjadi grafikasi dan mark up. Kemudian beliau memcoba memukul saya, saat itu saya reflek (mengelak), akhirnya pukulan tersebut mengenai topi saya hingga membuat topi saya terjatuh,” keluh Riandi. 

Usai mendengarkan keterangan dari kedua belah pihak tersebut, lantas Media ini mencoba mengkonfirmasi Kanit Reskrim Polsek Jemaja guna mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang.

“Benar bahwa Rekan kita R sudah melaporkan kejadian tersebut, saat ini masih dalam proses penyelidikan, hari Senin kita akan melakukan pemanggilan kembali kepada saudara Rian”.  jelas Iptu Doni. (Mis)

Editor : Milla