Batam, GK.com — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam terus berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkoba. Berbagai strategi diterapkan secara preventif, edukatif, dan kolaboratif untuk meningkatkan kesadaran pegawai terhadap bahaya narkoba.
Langkah yang dilakukan antara lain melalui sosialisasi dan pembinaan mental, serta penguatan nilai-nilai integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai bagian penting dalam membentuk perilaku aparatur yang berintegritas dan bebas dari pengaruh narkoba.
Kasi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Kharisma Rukmana menuturkan, dalam pelaksanaannya, Imigrasi Batam menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) serta instansi terkait lainnya. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan tes urine, pemeriksaan kesehatan berkala, dan sosialisasi yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran, serta komitmen pegawai terhadap bahaya narkoba.
“Secara umum, tingkat kesadaran dan pemahaman pegawai terhadap bahaya narkoba sudah baik. Namun, upaya peningkatan terus dilakukan seiring dengan penegakan disiplin, penerapan kode etik, hingga pemberian sanksi bagi yang melanggar”. ujarnya saat dihubungi, Rabu (29/10/2025) Pukul 14.00 WIB.
Kharisma menambahkan, upaya tersebut akan dijalankan secara berkelanjutan, agar seluruh pegawai memiliki ketahanan pribadi dan moral yang kuat terhadap pengaruh negatif narkoba.
Selain itu, Kantor Imigrasi Batam juga mendukung kebijakan pembentukan satuan atau tim kerja yang berfungsi melakukan edukasi dan pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan kantor. Fokus utama diarahkan pada pencegahan, pendeteksian dini, serta tindak lanjut cepat jika ditemukan indikasi penyalahgunaan.
Dengan menerapkan prinsip “zero tolerance” terhadap narkoba, Imigrasi Batam menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas dan profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Upaya tersebut diwujudkan melalui penegakan disiplin secara tegas, pelaksanaan tes narkoba rutin, internalisasi nilai-nilai antinarkoba, serta pengawasan melekat oleh atasan langsung. (DS)
Imigrasi Batam Perkuat Edukasi Bahaya Narkoba di Lingkungan Internal
Ratusan Masyarakat Datangi Kantor Wali Kota Batam Menagih Janji
Batam, GK.com – Suara rakyat kembali menggema di depan Kantor Wali Kota Batam pada Kamis (30/10/2025). Ratusan massa dari Koalisi Rakyat Batam turun ke jalan menuntut keadilan bagi buruh. Dipimpin oleh orator Gusti dari atas mobil komando, pekik perjuangan mengguncang Halaman Kantor Pemerintah Kota Batam yang selama ini dinilai lebih sering “mendengar investor dari pada penderitaan rakyat pekerja”.
“Perjuangan buruh bukan sekadar soal perut, tapi soal harga diri Bangsa. Upah yang layak bukan hadiah, melainkan hak yang sudah terlalu lama ditunda,” teriak Gusti lantang, disambut gemuruh teriakan massa yang hadir.
Pada aksi tersebut, menyorot tajam ketimpangan yang dirasakan buruh di Batam sebagai Kota Industri yang selama ini disebut-sebut “Wajah Kemajuan Ekonomi Nasional”, namun mirisnya masih menyisakan kenyataan pahit, “upah tak sebanding dengan beban hidup”.
Para buruh menilai kebijakan Pemerintah Daerah semakin kehilangan arah. Mereka menolak keras kenaikan upah minimum 2026 yang hanya berada di kisaran 8,5 hingga 10,5 persen, angka yang dinilai tidak realistis dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok di Batam.
“Kami datang bukan untuk anarkis, tapi untuk menagih janji yang bertahun-tahun dibiarkan menggantung,” tegas salah satu orator.
“Buruh bukan mesin, dan kami lelah diperas dengan alasan pertumbuhan ekonomi!” ujarnya.
Di antara teriakan yel-yel perjuangan dan deru mesin pengeras suara, tampak spanduk bertuliskan “Cabut PP 35 Tahun 2021, Hapus Sistem Outsourcing” berkibar di antara lautan massa.
Mereka menilai, aturan Pemerintah justru memperlemah posisi buruh, dan memberi ruang terlalu besar bagi Perusahaan untuk menekan hak-hak pekerja.
Ironisnya, kebijakan yang diklaim “pro-investasi” justru menjadikan buruh korban dari ekonomi yang timpang.
Koalisi juga menuntut reformasi pajak perburuhan agar lebih adil, termasuk penghapusan pajak atas THR, pesangon, dan Jaminan Hari Tua (JHT).
Selain itu, mereka mendesak agar PTKP dinaikkan menjadi Rp 7,5 juta, serta Pemerintah Daerah membentuk Tim Investigasi K3 Kota Batam untuk menjamin keselamatan kerja yang selama ini sering diabaikan.
“Batam bukan sekadar etalase investasi, tapi juga rumah bagi para pekerja yang menggerakkan mesin ekonominya. Kalau buruh terus ditekan, ekonomi pun akan lumpuh”. seru Sandi salah satu perwakilan massa di tengah orasi, Kamis (30/10/2025), Pukul 10.00 WIB.
Sementara, Wali Kota Batam Amsakar Ahmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra maupun pejabat lainnya yang ada di Pemko Batam, hingga orasi tersebut berakhir, tidak ada satu pun dari mereka yang berani menemui pengunjuk rasa.
Sikap bungkam ini tentunya dinilai sebagai bentuk ketidakberanian dan ketidakhadiran moral Pemerintah dihadapan rakyatnya sendiri.
Pemerintah seolah hanya berani berbicara di Ruang Rapat berpendingin udara, tapi tidak punya nyali berdiri dibawah terik matahari bersama rakyat.
Mirisnya lagi, kejadian ini jiga bukan kali pertama dilakukan oleh Pemko Batam yang seolah menutup diri dari aspirasi masyarakat.
Alih-alih menemui masyarakat, setiap kali rakyat turun menuntut keadilan, pintu Kantor Pemerintahan Kota Batam justru tertutup rapat, seakan jeritan rakyat dianggap hanya angin lalu.
Publik pun bertanya, “Kemanakah Wali Kota Amsakar Achmad yang katanya peduli akan nasib rakyat tersebut?”. (DS/KF)
Imigrasi Batam Hadirkan Beragam Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Digital Dan Humanis di Tahun 2025
Batam, GK.com – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, inovatif, dan berintegritas. Memasuki tahun 2025, berbagai program unggulan diluncurkan untuk semakin mendekatkan layanan ke masyarakat, serta mendukung transformasi digital di bidang keimigrasian.
Kasi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Kharisma Rukmana menyampaikan, sejumlah inovasi layanan telah berjalan dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satunya adalah program “Immicare Izin Tinggal Reach-Out” (Jemput Bola), yakni layanan izin tinggal yang dilakukan langsung ke kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kota Batam. Melalui program ini, petugas Imigrasi mendatangi lokasi perusahaan untuk memproses perpanjangan izin tinggal tanpa harus menunggu pemohon datang ke Kantor Imigrasi.
Selain itu, ada pula layanan Immicare bagi pasien rumah sakit yang membutuhkan pelayanan keimigrasian untuk berobat ke luar negeri. Program ini menjadi solusi cepat bagi pasien dengan kondisi darurat atau penyakit kronis yang memerlukan rujukan ke Singapura atau Malaysia. Keluarga pasien cukup mengajukan permohonan pembuatan paspor melalui Rumah Sakit yang telah bekerja sama dengan Imigrasi Batam, sehingga pelayanan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien.
Tak hanya fokus pada kecepatan layanan, Imigrasi Batam juga menanamkan nilai kepedulian melalui program IM-pression (Immigration Presents Love and Compassion in Every Service). Program ini diwujudkan lewat pembagian Lembar Pembatas Paspor Tematik berisi pesan inspiratif dan edukatif mengenai pentingnya menjaga paspor dan dokumen perjalanan. Langkah sederhana, namun bermakna ini menjadi simbol pelayanan Imigrasi Batam yang humanis dan penuh empati.
Dari sisi digitalisasi, Imigrasi Batam kini telah menerapkan layanan paperless atau permohonan paspor tanpa kertas. Masyarakat tidak lagi perlu membawa tumpukan fotokopi dokumen, karena seluruh proses dilakukan secara digital — mulai dari pendaftaran, pengunggahan dokumen, hingga verifikasi. Layanan ini melengkapi transformasi digital lain seperti penggunaan autogate di Tempat Pemeriksaan Imigrasi serta e-clearance untuk alat angkut kargo. Dengan inovasi tersebut, seluruh layanan Imigrasi Batam kini telah berorientasi pada kemudahan, efisiensi, dan transparansi.
Tidak hanya berinovasi dalam layanan publik, Imigrasi Batam juga memperkuat nilai nasionalisme dan integritas di kalangan pegawai, terutama generasi muda ASN. Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, berbagai kegiatan pembinaan dan internalisasi nilai-nilai kebangsaan digelar, seperti upacara, pelatihan disiplin, hingga sosialisasi Pancasila dan wawasan kebangsaan.
Kharisma menambahkan, pembinaan terhadap ASN muda juga terus dilakukan melalui program coaching, mentoring, serta pelatihan peningkatan kompetensi teknis dan karakter. Tujuannya agar para ASN tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki integritas dan semangat inovatif dalam melayani masyarakat.
Komitmen Imigrasi Batam terhadap penerapan prinsip good governance dan clean government juga menjadi fokus utama di tahun 2025. Setiap program dan kegiatan dirancang dengan mengedepankan transparansi, pengawasan berlapis, serta keterbukaan informasi publik. Penguatan integritas pegawai dilakukan melalui pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM, pengendalian gratifikasi, dan sistem pengaduan masyarakat yang mudah diakses.
“Dengan seluruh upaya ini, kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Imigrasi Batam semakin meningkat. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Imigrasi hadir bukan hanya sebagai lembaga pelayanan, tetapi juga mitra yang peduli dan siap membantu”. tutup Kharisma Rabu 29/10/2025 pukul 16.00 WIB melalui sambungan telepon. (KF)
51 Ribu Tenaga Kerja Baru, Investasi Batam Capai Rp 33,66 Triliun
Batam, GK.com – Realisasi investasi Kota Batam dari triwulan I hingga triwulan III tahun 2025 terus menunjukkan tren positif. Hingga akhir triwulan III, nilai investasi yang masuk meroket, tercatat mencapai Rp 33,66 triliun, atau 91 persen dari target tahunan sebesar Rp 36,9 triliun.
Capaian tersebut meningkat 74,94 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 19,24 triliun. Lonjakan ini didorong oleh peningkatan signifikan pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA), masing-masing mencapai Rp 15,03 triliun, dengan pertumbuhan hingga 150,96 persen.
Adapun lima sektor penyumbang terbesar realisasi investasi di Batam antara lain: Jasa lainnya sebesar Rp 7,09 triliun atau 30,52 persen, kemudian Listrik, air, dan gas sebesar Rp 5,12 triliun atau 22,06 persen.

Selanjutnya, Industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, dan lainnya sebesar Rp 4,57 triliun atau 19,69 persen. Selain itu, Perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp 3,39 triliun atau 14,59 persen. Dan terakhir, Perdagangan dan reparasi sebesar Rp 3,05 triliun atau 13,14 persen.
Selain peningkatan nilai investasi, Batam juga mencatat penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 51.939 orang pada periode Juli–September 2025, ini menunjukkan kontribusi nyata investasi terhadap kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan investasi menjadi bukti kuat bahwa kepercayaan investor terhadap Batam semakin tinggi dan solid.
“Kepercayaan pelaku usaha terhadap Batam semakin kokoh dan meningkat. Capaian realisasi investasi hingga triwulan III tahun 2025 ini merupakan hasil kerja kolektif antara Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam, serta dukungan dunia usaha,” ujar Amsakar, Selasa (28/10/2025).
Amsakar menjelaskan, sejumlah program prioritas seperti pengembangan infrastruktur, digitalisasi layanan perizinan, serta penataan kawasan industri berdaya saing tinggi menjadi pondasi utama dalam menarik minat investor.
“Capaian ini tidak hanya mencerminkan kinerja ekonomi yang kuat, tetapi juga menjadi indikator meningkatnya kepercayaan terhadap arah pembangunan Batam,” katanya.
Dutegaskan Amsakar, komitmen Pemerintah dalam menjaga konsistensi pelayanan publik dan kepastian berusaha di Kota Batam.
“Setiap kebijakan diarahkan untuk memberi dampak langsung bagi dunia usaha dan masyarakat. Kami ingin memastikan Batam terus menjadi magnet investasi nasional. Dengan sinergi antara Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Batam akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan”. harap Amsakar. (Rizka)
Sebulan Air Tak Jalan, BP Batam Tebar Janji, Berikut Keterangannya
Batam, GK.com – Krisis air bersih kembali menghantui warga Batam selama lebih dari sebulan terakhir, masyarakat di kawasan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah pun terpaksa hidup tanpa aliran air bersih yang memadai.
Kondisi ini tentunya berbanding terbalik dengan janji manis Amsakar Achmad selaku Kepala BP Batam yang menyatakan bahwa air bersih menjadi fokus utama nya jika memimpin Batam.
Sebagaimana diketahui, saat kampanye diajang pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar-Li Claudia bahkan gencar menegaskan jika ketersediaan air bersih menjadi salah satu program prioritas nya.
Bahkan, beberapa hari lalu, di dampingi Wakil nya, Amsakar, seolah ingin meyakini masyarakat dengan menegaskan lagi, jika air bersih yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak bisa di tawar, menjanjikan akan memenuhi kebutuhan tersebut secara merata.
“Pemerintah harus hadir dan memastikan kebutuhan dasar warga agar terpenuhi dengan baik dan berkeadilan. Pemerintah melalui BP Batam juga telah menambah kapasitas jaringan pipa berkapasitas 370 liter per detik (lps) di Waduk Muka Kuning. Upaya ini dilakukan untuk mengakomodasi peningkatan pelanggan dari 280 ribu pada 2021 menjadi 317 ribu pelanggan hingga Juni 2024,” terang Amsakar Achmad, di kutib dari rilis BP Batam dan Mensos.
“Pemerintah juga terus bekerja keras menyeimbangkan kebutuhan dan ketersediaan air. Salah satunya melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 500 lps di Waduk Duriangkang, dan 230 lps di Waduk Tembesi. Pekerjaan tersebut telah rampung pada akhir 2024. Dengan tambahan kapasitas itu, Kota Batam kini diproyeksikan surplus air hingga 230 lps setidaknya sampai akhir 2025,” tambah Amsakar Achmad, meyakinkan.
“Sudah hampir satu bulan air tidak mengalir sama sekali. Kami terpaksa beli air galon untuk mandi dan mencuci. Sementara tagihan air tetap datang setiap bulan. Ini tidak adil. Pemerintah dan BP Batam jangan hanya berjanji, tapi tunjukkan kerja nyata untuk rakyat,” ujar Roni, salah satu warga Batam dengan nada kesal.
“Kami kecewa terhadap pelayanan air bersih yang dinilai lamban dalam penanganannya. Masyarakat butuh kerja nyata, bukan hanya janji-janji,” ungkapnya saat diwawancara dirumahnya, Selasa (28/10/2025) Pukul 11.00 WIB.
“Kami sudah sering dengar janji perbaikan sejak tahun lalu. Tapi buktinya, setiap musim panas atau saat pipa bocor, kami lagi-lagi yang jadi korban. Tolonglah, kami hanya ingin air mengalir normal seperti janji yang selalu disampaikan,” tambah Roni.
Hal senada juga disampaikan oleh warga Batam lainnya, Nuraini, ibu rumah tangga di kawasan Batu Merah ini menilai, dengan kondisi saat ini yang sangat berat, harusnya Pemerintah hadir dengan segera mencari jalan keluar atas krisis air.
“Kondisi saat ini semakin berat pak, butuh berapa lama lagi kami (masyarakat) harus mengerti keadaan kalian (Pemerintah), sementara, kalian seolah pura-pura pekak dan tak melihat. Sudah lebih dari sebulan kami hidup tanpa tetesan air, kenapa belum ada solusi yang benar-benar terasa?,” ucap Nuraini saat diwawancara di komplek perumahannya, Selasa (28/10/2025) Pukul 10.00 WIB.
“Bagaimana bagi keluarga yang memiliki anak kecil dan lansia. Kami di rumah benar-benar kesulitan. Mau masak, mencuci, bahkan mandi pun susah. Air itu kebutuhan dasar, bukan kemewahan. Harusnya bapak-bapak yang duduk di kursi empuk disana mengerti dan mendengar jeritan masyarakat, bukan datang ketempat kami bermanis bibir ketika membutuhkan suara saja,” tegas Nuraini
Menanggapi keluhan warga, Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas, dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana menjelaskan bahwa saat ini terdapat 18 titik stress area di Batam yang menjadi prioritas penyelesaian. Untuk mengatasi masalah tersebut, BP Batam telah menyiapkan dua langkah besar, yaitu program jangka pendek dan jangka panjang, hasil dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak terkait.
“Dalam program jangka panjang, pasokan air untuk wilayah Tanjung Sengkuang dan Batu Merah bersumber dari Tangki Bukit Senyum yang mendapat suplai dari Tangki Ozon. Tangki Bukit Senyum memiliki kapasitas 1.000 meter kubik, sedangkan Tangki Ozon terdiri dari dua unit berkapasitas 6.000 meter kubik. Namun, selama ini, kedua tangki tersebut belum terisi penuh, hanya sekitar 1,7 meter, sehingga distribusi air ke Bukit Senyum belum maksimal. BP Batam telah merencanakan proyek peningkatan kapasitas tangki dan jaringan distribusi air yang akan dimulai pada Januari 2026, dan ditargetkan selesai Juni 2026 dengan total anggaran sekitar Rp 171 miliar,” terang Iyus Rusmana.
“Proyek ini sudah direncanakan sejak 2023, dan kini mulai terealisasi. Kami berharap setelah pekerjaan selesai, aliran air di wilayah tersebut bisa 24 jam penuh,” tambah Iyus Rusmana.
“Sembari menunggu proyek besar berjalan, BP Batam juga menjalankan program jangka pendek. Beberapa langkah di antaranya adalah memasang tandon air berkapasitas 5 meter kubik di sejumlah titik stress area seperti di Perumahan Pertiwi dan sekitarnya. Tandon ditempatkan di area dengan elevasi tinggi untuk membantu pendistribusian air. Selain itu, BP Batam juga menyalurkan empat mobil tangki air per hari ke wilayah Batu Merah dan Sengkuang, serta lima tangki ke wilayah Parit untuk mengisi tandon secara rutin. Langkah lain yang dilakukan yaitu rekayasa jaringan distribusi air guna meningkatkan tekanan. Hasilnya, beberapa wilayah yang sebelumnya hanya mendapatkan air tiga jam, kini bisa mencapai hingga delapan jam per hari,” papar Iyus Rusmana di Ruang Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas, Lingkungan BP Batam.
“BP Batam juga tengah menangani kebocoran dan penyumbatan pipa lama yang sebagian besar telah digunakan sejak tahun 1995. Untuk mengatasinya, BP Batam menggunakan alat logger guna memantau tekanan air di setiap titik. Jika ditemukan tekanan rendah, tim teknis segera turun ke lapangan untuk memperbaiki. Hingga kini, sudah ada sekitar 10 titik penyumbatan yang berhasil diperbaiki,” terang Iyus Rusmana, Selasa (28/10/2025) Pukul 17.00 WIB.
“Selain itu, penerapan interkoneksi jaringan baru juga mulai menunjukkan hasil positif, salah satunya di Perumahan Prabayu yang kini telah kembali menikmati suplai air bersih setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan. BP Batam menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga setiap keluhan warga akan segera ditindaklanjuti. Jika dalam waktu dua hingga empat jam air tidak mengalir, BP Batam siap mengirimkan air bersih menggunakan mobil tangki,” tutur Iyus Rusmana.
“Warga juga dapat menyampaikan keluhan melalui kontak resmi BP Batam di +62 812-7008-3566, yang aktif 24 jam setiap hari. Semakin banyak laporan yang masuk, bukan berarti masalah bertambah, tetapi justru menunjukkan masyarakat peduli, dan kami bisa merespons lebih cepat,” ujar Iyus Rusmana.
Pada kesempatan itu, ia mengimbau warga di wilayah Batu Ampar Sengkuang, Batu Merah, dan sekitarnya agar tetap optimis dan menjaga komunikasi baik dengan pihak BP Batam.
“Jika ada kendala air, sampaikan langsung. Kami akan segera menindaklanjuti, bahkan siap mengirimkan air ke lokasi bila dibutuhkan,” tegas Iyus Rusmana.
“Kami terus berupaya maksimal agar pelayanan air bersih di Batam, khususnya Sengkuang dan Batu Merah, bisa normal 24 jam penuh pada pertengahan tahun 2026”. tegas Iyus Rusmana lagi.
Terkait polemik air ini, warga berharap Pemerintah Kota Batam maupun BP Batam tidak saling melempar tanggung jawab. Mereka menuntut tindakan cepat, bukan sekadar pertemuan dan janji perbaikan tanpa hasil nyata.
Sementara, hingga berita ini ditayangkan, Kepala BP Batam Amsakar Achmad belum bisa dimintai keterangannya oleh media ini. (DS/KF)
Yusril Ihza Mahendra: Indonesia Harus Berdiri Tegak Dan Tidak Boleh Kalah

Lingga, GK.com – Menteri Koordinator Bidang Hukum Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Permasyarakatan (MENKO KUMHAM IMIPAS) Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke- 97 di Kabupaten Lingga. Hal ini tentunya menjadi sesuatu yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Bertempat di lapangan Astaka MTQ Kabupaten Lingga, Selasa (28/10/2025) suasana terlihat khidmat dan meriah dengan kehadiran para tamu undangan yang memakai beragam kostum warna warni budaya melayu.
Turut hadir pada momen itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, S.E, M.M beserta Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris, Bupati Lingga M. Nizar, S. Sos beserta OPD Lingga.
Bertindak sebagai komandan upacara Wakil Bupati Lingga Novrizal dengan gagah memakai baju kurung Melayu beserta tanjak dan songket. Dengan langkah tegap dan suara lantang, Novrizal memimpin barisan peserta upacara di hadapan MENKO KUMHAM IMIPAS.
MENKO KUMHAM IMIPAS, Yusril Ihza Mahendra di momen itu mengingatkan perjuangan pemuda masa kini yang tidak lagi mengangkat bambu runcing, melainkan ilmu, kerja keras, dan kejujuran.
“Namun semangatnya tetap sama, Indonesia harus berdiri tegak dan tidak boleh kalah”. ujarnya. (Man)






