Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaKepulauan RiauBatamSebulan Air Tak Jalan, BP Batam Tebar Janji, Berikut Keterangannya

Sebulan Air Tak Jalan, BP Batam Tebar Janji, Berikut Keterangannya

Batam, GK.com – Krisis air bersih kembali menghantui warga Batam selama lebih dari sebulan terakhir, masyarakat di kawasan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah pun terpaksa hidup tanpa aliran air bersih yang memadai.

Kondisi ini tentunya berbanding terbalik dengan janji manis Amsakar Achmad selaku Kepala BP Batam yang menyatakan bahwa air bersih menjadi fokus utama nya jika memimpin Batam.

Sebagaimana diketahui, saat kampanye diajang pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar-Li Claudia bahkan gencar menegaskan jika ketersediaan air bersih menjadi salah satu program prioritas nya.

Bahkan, beberapa hari lalu, di dampingi Wakil nya, Amsakar, seolah ingin meyakini masyarakat dengan menegaskan lagi, jika air bersih yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak bisa di tawar, menjanjikan akan memenuhi kebutuhan tersebut secara merata.

“Pemerintah harus hadir dan memastikan kebutuhan dasar warga agar terpenuhi dengan baik dan berkeadilan. Pemerintah melalui BP Batam juga telah menambah kapasitas jaringan pipa berkapasitas 370 liter per detik (lps) di Waduk Muka Kuning. Upaya ini dilakukan untuk mengakomodasi peningkatan pelanggan dari 280 ribu pada 2021 menjadi 317 ribu pelanggan hingga Juni 2024,” terang Amsakar Achmad, di kutib dari rilis BP Batam dan Mensos.

“Pemerintah juga terus bekerja keras menyeimbangkan kebutuhan dan ketersediaan air. Salah satunya melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 500 lps di Waduk Duriangkang, dan 230 lps di Waduk Tembesi. Pekerjaan tersebut telah rampung pada akhir 2024. Dengan tambahan kapasitas itu, Kota Batam kini diproyeksikan surplus air hingga 230 lps setidaknya sampai akhir 2025,” tambah Amsakar Achmad, meyakinkan.

“Sudah hampir satu bulan air tidak mengalir sama sekali. Kami terpaksa beli air galon untuk mandi dan mencuci. Sementara tagihan air tetap datang setiap bulan. Ini tidak adil. Pemerintah dan BP Batam jangan hanya berjanji, tapi tunjukkan kerja nyata untuk rakyat,” ujar Roni, salah satu warga Batam dengan nada kesal.

“Kami kecewa terhadap pelayanan air bersih yang dinilai lamban dalam penanganannya. Masyarakat butuh kerja nyata, bukan hanya janji-janji,” ungkapnya saat diwawancara dirumahnya, Selasa (28/10/2025) Pukul 11.00 WIB.

“Kami sudah sering dengar janji perbaikan sejak tahun lalu. Tapi buktinya, setiap musim panas atau saat pipa bocor, kami lagi-lagi yang jadi korban. Tolonglah, kami hanya ingin air mengalir normal seperti janji yang selalu disampaikan,” tambah Roni.

Hal senada juga disampaikan oleh warga Batam lainnya, Nuraini, ibu rumah tangga di kawasan Batu Merah ini menilai, dengan kondisi saat ini yang sangat berat, harusnya Pemerintah hadir dengan segera mencari jalan keluar atas krisis air.

“Kondisi saat ini semakin berat pak, butuh berapa lama lagi kami (masyarakat) harus mengerti keadaan kalian (Pemerintah), sementara, kalian seolah pura-pura pekak dan tak melihat. Sudah lebih dari sebulan kami hidup tanpa tetesan air, kenapa belum ada solusi yang benar-benar terasa?,” ucap Nuraini saat diwawancara di komplek perumahannya, Selasa (28/10/2025) Pukul 10.00 WIB.

“Bagaimana bagi keluarga yang memiliki anak kecil dan lansia. Kami di rumah benar-benar kesulitan. Mau masak, mencuci, bahkan mandi pun susah. Air itu kebutuhan dasar, bukan kemewahan. Harusnya bapak-bapak yang duduk di kursi empuk disana mengerti dan mendengar jeritan masyarakat, bukan datang ketempat kami bermanis bibir ketika membutuhkan suara saja,” tegas Nuraini

Menanggapi keluhan warga, Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas, dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana menjelaskan bahwa saat ini terdapat 18 titik stress area di Batam yang menjadi prioritas penyelesaian. Untuk mengatasi masalah tersebut, BP Batam telah menyiapkan dua langkah besar, yaitu program jangka pendek dan jangka panjang, hasil dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak terkait.

“Dalam program jangka panjang, pasokan air untuk wilayah Tanjung Sengkuang dan Batu Merah bersumber dari Tangki Bukit Senyum yang mendapat suplai dari Tangki Ozon. Tangki Bukit Senyum memiliki kapasitas 1.000 meter kubik, sedangkan Tangki Ozon terdiri dari dua unit berkapasitas 6.000 meter kubik. Namun, selama ini, kedua tangki tersebut belum terisi penuh, hanya sekitar 1,7 meter, sehingga distribusi air ke Bukit Senyum belum maksimal. BP Batam telah merencanakan proyek peningkatan kapasitas tangki dan jaringan distribusi air yang akan dimulai pada Januari 2026, dan ditargetkan selesai Juni 2026 dengan total anggaran sekitar Rp 171 miliar,” terang Iyus Rusmana.

“Proyek ini sudah direncanakan sejak 2023, dan kini mulai terealisasi. Kami berharap setelah pekerjaan selesai, aliran air di wilayah tersebut bisa 24 jam penuh,” tambah Iyus Rusmana.

“Sembari menunggu proyek besar berjalan, BP Batam juga menjalankan program jangka pendek. Beberapa langkah di antaranya adalah memasang tandon air berkapasitas 5 meter kubik di sejumlah titik stress area seperti di Perumahan Pertiwi dan sekitarnya. Tandon ditempatkan di area dengan elevasi tinggi untuk membantu pendistribusian air. Selain itu, BP Batam juga menyalurkan empat mobil tangki air per hari ke wilayah Batu Merah dan Sengkuang, serta lima tangki ke wilayah Parit untuk mengisi tandon secara rutin. Langkah lain yang dilakukan yaitu rekayasa jaringan distribusi air guna meningkatkan tekanan. Hasilnya, beberapa wilayah yang sebelumnya hanya mendapatkan air tiga jam, kini bisa mencapai hingga delapan jam per hari,” papar Iyus Rusmana di Ruang Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas, Lingkungan BP Batam.

“BP Batam juga tengah menangani kebocoran dan penyumbatan pipa lama yang sebagian besar telah digunakan sejak tahun 1995. Untuk mengatasinya, BP Batam menggunakan alat logger guna memantau tekanan air di setiap titik. Jika ditemukan tekanan rendah, tim teknis segera turun ke lapangan untuk memperbaiki. Hingga kini, sudah ada sekitar 10 titik penyumbatan yang berhasil diperbaiki,” terang Iyus Rusmana, Selasa (28/10/2025) Pukul 17.00 WIB.

“Selain itu, penerapan interkoneksi jaringan baru juga mulai menunjukkan hasil positif, salah satunya di Perumahan Prabayu yang kini telah kembali menikmati suplai air bersih setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan. BP Batam menegaskan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga setiap keluhan warga akan segera ditindaklanjuti. Jika dalam waktu dua hingga empat jam air tidak mengalir, BP Batam siap mengirimkan air bersih menggunakan mobil tangki,” tutur Iyus Rusmana.

“Warga juga dapat menyampaikan keluhan melalui kontak resmi BP Batam di +62 812-7008-3566, yang aktif 24 jam setiap hari. Semakin banyak laporan yang masuk, bukan berarti masalah bertambah, tetapi justru menunjukkan masyarakat peduli, dan kami bisa merespons lebih cepat,” ujar Iyus Rusmana.

Pada kesempatan itu, ia mengimbau warga di wilayah Batu Ampar Sengkuang, Batu Merah, dan sekitarnya agar tetap optimis dan menjaga komunikasi baik dengan pihak BP Batam.

“Jika ada kendala air, sampaikan langsung. Kami akan segera menindaklanjuti, bahkan siap mengirimkan air ke lokasi bila dibutuhkan,” tegas Iyus Rusmana.

“Kami terus berupaya maksimal agar pelayanan air bersih di Batam, khususnya Sengkuang dan Batu Merah, bisa normal 24 jam penuh pada pertengahan tahun 2026”. tegas Iyus Rusmana lagi.

Terkait polemik air ini, warga berharap Pemerintah Kota Batam maupun BP Batam tidak saling melempar tanggung jawab. Mereka menuntut tindakan cepat, bukan sekadar pertemuan dan janji perbaikan tanpa hasil nyata.

Sementara, hingga berita ini ditayangkan, Kepala BP Batam Amsakar Achmad belum bisa dimintai keterangannya oleh media ini. (DS/KF)

Berita Terkait

Berita Populer