Minggu, Mei 10, 2026
Beranda blog Halaman 63

SRIKANDI Bina 37 OPD di Karimun

Arsiparis Terampil, Muhammad Iqbal Fazarullah. (Foto GK/Dwi)

Karimun, GK.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karimun terus memperkuat pembinaan terhadap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam upaya meningkatkan tata kelola kearsipan.

Tahun ini, dinas telah melakukan pembinaan kepada 37 OPD terkait tata naskah dinas, penggunaan aplikasi SRIKANDI, hingga pemahaman tentang klasifikasi dan jadwal retensi arsip.

Muhammad Iqbal Fazarullah, Arsiparis Terampil menjelaskan, Kabupaten Karimun saat ini sudah mulai banyak menerapkan arsip elektronik dalam proses surat-menyurat antar OPD. Melalui aplikasi SRIKANDI, seluruh proses pengelolaan surat dilakukan secara digital dan dilengkapi barcode.

“Untuk tata naskah dinas kita sudah ada, dan tahun ini kami sudah turun ke 37 OPD untuk pembinaan terkait SRIKANDI dan tata naskah dinas. SRIKANDI sendiri merupakan arsip elektronik yang digunakan Pemerintah Kabupaten Karimun,” jelasnya di Loby Perpustakaan, Jumat (12/11/2025).

Dalam setiap pembinaan, dinas juga menekankan pentingnya penggunaan klasifikasi arsip yang spesifik sesuai jenis kegiatan dan isi surat. Hal ini menjadi keharusan, karena sistem SRIKANDI tidak dapat memproses surat jika klasifikasi arsip tidak diisi oleh pengguna. Setiap turun ke lapangan kami selalu tekankan penggunaan klasifikasi arsip. Jika tidak dimasukkan, SRIKANDI tidak bisa mengeluarkan surat.

Terkait Jadwal Retensi Arsip (JRA), pihaknya telah merevisi Peraturan Bupati mengenai JRA di Kabupaten Karimun. Namun, hingga saat ini belum ada OPD yang melakukan pemusnahan arsip karena prosesnya yang cukup panjang.

“Pemusnahan arsip harus melalui pembentukan SK tim penilai arsip. Mungkin tahun-tahun ke depan akan mulai kami dorong,” katanya Pukul 15.45 WIB.

Meski tidak memiliki sistem pemantauan khusus untuk menilai kepatuhan OPD, pemantauan tetap dapat dilakukan melalui aplikasi SRIKANDI. Melalui aplikasi tersebut, dinas dapat melihat jumlah surat masuk dan keluar dari setiap OPD secara real-time.

Sebagai lembaga kearsipan daerah tingkat Kabupaten, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berkomitmen melanjutkan pembinaan secara menyeluruh. Setelah menyelesaikan 37 OPD pada tahun ini, pihaknya menargetkan pendampingan kepada 45 OPD pada tahun 2026.

“Kami akan tetap melakukan pembinaan ke seluruh OPD. Tahun ini 37 OPD sudah kami bina, dan tahun depan kami lanjutkan ke 45 OPD lainnya”. tegasnya. (DS)

Pariwisata Karimun Makin Geger! Event Internasional, Kolaborasi UMKM, Sampe Mini Zoo Dipromosikan

Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Karimun, Ahadian Zulseptriadi S.Sn MM. (Foto GK/Tasya)

Karimun, GK.com – Berbagai promosi baik di tingkat Nasional maupun ke tingkat Internasional dilakukan Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun guna memperkenalkan Pariwisata yang ada di daerah tersebut.

Dengan mengeluarkan Discovering Cultural Diversity on the Western Indonesia atau buku yang menjelaskan tentang Wisata dan Event yang pernah dijalani di Karimun, pengunjung bisa mengetahui, event-event apa saja yang telah dilakukan Dinas di sepanjang tahun 2025.

“Video tentang Wisata Karimun dan Kuliner Event di Karimun juga ada,” ujar Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Karimun, Ahadian Zulseptriadi S.Sn MM.

“Kegiatan General event yang rencananya akan dilaksanakan di tahun depan, diharapkan juga mampu merangkul pihak swasta, serta para UMKM dengan melakukan promosi melalui Media Sosia atau Website, dan lain-lain. Nanti kita juga akan bantu kirim ke Provinsi agar dapat dipromosikan semua event yang ada di Karimun, temasuk MINI ZOO yang ada di Karimun,” terangnya Pukul 10.08 WIB.

“Kalau untuk Objek Wisata dan Destinasi Wisata, kami tetap mempromosikan dalam bentuk video, dan juga di bantu dengan tim media untuk mempromosikan Wisata dan Event di Karimun,” tambahnya.

“Event yang menjadi daya tarik Internasional itu ada di Event Pelangi Budaya Nusantara, karena Pelangi Budaya Nusantara melibatkan peserta dari Luar Daerah, dan juga melibatkan peserta dari Luar Negeri. Event lainnya yang menarik adalah Festival Sampan Layar, Jelajah Wisata Karimun, Fun Walk, dan Kuliner Nusantara” ungkapnya, Jumat (12/12/2025) di Ruang Kerja.

“Kolaborasi Dinas Pariwisata Karimun dan UMKM salah satunya di Bidang Kreatif pasti kita bantu promosi, dan kita membatu membuat hak cipta mereka jadi resmi terdaftar. Kalau ada Event, kita selalu melibatkan para UMKM bukan hanya di Karimun, termasuk juga di luar Karimun yang mengadakan pameran akan kita info ke para UMKM,” katanya.

“Kita terus mempromosikan Objek Wisata dan Event yang ada di Karimun. Bantuan dari teman-teman media ini sangat berpengaruh untuk mempromosikan event-event yang ada di Karimun, termasuk dari Media gerbangkepri.com. Terkait hal ini, saya sangat mengapresiasi terhadap teman-teman Media. (TAP)

Optimalisasi Program Perikanan: Budidaya Jadi Fokus

Plt Kepala Dinas Perikanan, Sapridin, S.Pi. (Foto GK/Dian)

Karimun, GK.com – Tahun anggaran berjalan 2025 ini, Dinas Perikanan Kabupaten Karimun prioritaskan penyelesaian program-program yang tertunda di tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan kegiatan pada APBD murni belum dapat optimal, sehingga realisasi hanya berlangsung pada sektor budidaya.

“Dari tiga sektor utama, perikanan tangkap, budidaya, dan pengolahan untuk APBD murni hanya mampu mendukung tiga kegiatan budidaya, yaitu pengembangan budidaya rumput laut di Sugie Besar, serta penguatan Balai Benih Ikan di Teluk Lekup,” ujar Plt Kepala Dinas Perikanan, Sapridin, S.Pi.

“Sementara itu, dari APBD murni hingga APBDP, Dinas Perikanan baru berhasil merealisasikan 17 paket kegiatan. Yaitu, 15 paket dialokasikan untuk sektor perikanan tangkap berupa penyediaan sarana dan prasarana penangkapan ikan yang tersebar di Wilayah Kabupaten Karimun. Lalu, 2 paket lainnya merupakan pengembangan usaha budidaya ikan lele. Seluruh kegiatan tersebut telah berhasil dilaksanakan 100 persen,” terangnya.

“Di sektor pengolahan, Dinas Perikanan juga melaksanakan sosialisasi “Gemar makan ikan” dalam rangka peringatan Hari Ikan Nasional yang jatuh di 21 November. Kegiatan tersebut dihadiri dan didukung langsung oleh Siti Rojiah sebagai bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam mendorong peningkatan konsumsi ikan, sekaligus mendukung upaya penanganan stunting”. paparnya, di Ruang Kerja, Kamis (11/12/2025) Pukul 15.00 WIB.

Pada sosialisasi yang digelar di Desa Pongkar dan di Sungai Asam, Kecamatan Belat itu, Dinas Perikanan mengimbau nelayan untuk tidak hanya bergantung pada penangkapan ikan, tetapi juga mulai mengembangkan usaha budidaya dan pengolahan. Banyak ikan hasil tangkapan yang selama ini terbuang, yang sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan atau diolah kembali, sehingga memberikan nilai tambah. (DP)

PPDB Sekolah Maha Bodhi Akan di Buka, Berikut Tanggal Pendaftarannya

Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Agusmaniar Leni. (Foto GK/Tasya)

Karimun, GK.com – Sekolah Vihara Budha Maha Bodhi resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2026/2027 untuk jenjang KB, TK, SD, SMP, dan SMA.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Agusmaniar Leni menyampaikan, pendaftaran PPDB telah dibuka untuk Gelombang I pada tanggal 17–18 Desember 2025, dan akan dilanjutkan pada Gelombang II tanggal 22–23 Januari 2026.

Menurutnya, proses penerimaan siswa baru di lembaga pendidikan tersebut tetap mengikuti mekanisme yang sudah berjalan selama ini di bawah naungan Yayasan.

“Kuota PPDB SMA Maha Bodhi Tahun Ajaran 2026/2027 ada sekitar 124 siswa. Untuk pembayaran pendaftaran dilakukan langsung melalui koperasi Sekolah atau Yayasan. Tidak ada sesi khusus dalam penerimaan siswa. Namun, khusus bagi calon siswa beragama Islam, tidak diperkenankan memakai kerudung, karena Sekolah ini merupakan Yayasan pendidikan Buddha,” jelasnya saat ditemui di Ruang Kelas, Kamis (11/12/2025) pukul 10.24 WIB.

Agusmaniar juga mengatakan bahwa, pendidikan di Sekolah Maha Bodhi tidak hanya fokus pada bidang Akademik saja, tetapi juga unggul di bidang Non-Akademik. Beberapa prestasi siswa yang telah di raih Sekolah ini diantaranya, cabang basket, renang, serta olimpiade ekonomi yang meliputi matematika dan biologi, baik di tingkat Nasional maupun Internasional.

“Sekolah juga menyediakan fasilitas lengkap, ditambah dukungan dari orang tua siswa. Terkait sistem akreditasi dan pembentukan karakter siswa, Sekolah telah menerapkan ujian berbasis online. Untuk membentuk karakter siswa, guru memberikan pendampingan melalui Wali Kelas, guru bidang studi, bimbingan konseling, kesiswaan, serta Kepala Sekolah,” ungkap Agusmaniar.

“Untuk kegiatan ekstrakurikuler, minat dan bakat siswa difasilitasi melalui berbagai pilihan, di antaranya ada Jurnalistik, Basket, Renang, Palang Merah Remaja (PMR), Tata Boga, dan Musik. Evaluasi rutin juga dilakukan untuk terus meningkatkan pengembangan minat dan bakat siswa,” ujar Agusmaniar.

“Sekolah Maha Bodhi terus melakukan diskusi internal guna meningkatkan kualitas sistem pembelajaran agar semakin relevan dan unggul”. tutup Agusmaniar. (TAP)

Fluktuasi Harga Cabai Bawang Hingga Alami Kelangkaan, Berikut Jadwal Pasar Pangan

Kabid Perdagangan, Suhaimi Simbolon. (Foto GK/Dwi)

Karimun, GK.com – Terkait kenaikan beberapa harga barang di Karimun, terutama pada cabai dan bawang, hingga sempat mengalami kelangkaan di pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Karimun melalui Kabid Perdagangan, Suhaimi Simbolon menuturkan harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Karimun masih mengalami fluktuasi akibat gangguan pasokan dari berbagai Daerah pemasok, serta kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Hal ini juga disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda pada Senin lalu, bahwa harga cabai yang sebelumnya sempat menyentuh Rp 96.000 per kilogram kini mulai turun menjadi Rp 91.000. Namun, meski turun, pasokan cabai tetap terbatas. Penyebabnya adalah cuaca hujan beberapa waktu lalu,” ujar Suhaimi.

“Selama ini pasokan cabai untuk Karimun banyak bergantung dari Medan dan Padang, namun kedua daerah tersebut sedang mengalami musibah bencana yang menghambat distribusi. Pasar Puan Maimun saat ini hanya mendapatkan suplai cabai dari Sulawesi, yang kebetulan sedang memasuki masa panen raya. Tapi pasokan dari Sulawesi pun harus dibagi ke banyak daerah lain,” jelas Suhaimi di Ruang Kerja, Kamis (11/12/2025).

Dinas berharap kuota pengiriman dari Sulawesi dapat ditambah. Upaya membantu masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) pun sedang dipersiapkan melalui rencana bazar pangan murah sebagai salah satu langkah untuk membantu masyarakat yang akan merayakan Nataru.

“Masalah serupa juga terjadi pada komoditas bawang, yang umumnya dipasok dari Medan, Padang, serta Jawa Tengah. Musibah banjir di Brebes selama sepekan membuat proses penjemuran bawang terhambat, sehingga banyak yang membusuk. Di Karimun memang ada bawang lokal, tapi jumlahnya sangat sedikit, untuk 10 KK pun tidak cukup. Karena kondisi ini, Karimun sebagai daerah pasar pemasaran sangat terdampak. Kalau dari daerah asal macet, ya kita di sini juga terdampak, terutama stok dan harga,” paparnya.

Dalam rapat Forkopimda, dijelaskan pula bahwa selama ini Karimun turut menikmati kemudahan pasokan dari Batam. Namun, kini Pemerintah Pusat melarang Batam melakukan impor beras dan sayur-sayuran dari Singapura maupun Malaysia. Dampaknya, suplai bagi Karimun ikut berkurang.

“Kita akhirnya harus mengandalkan daerah lain, tetapi kemampuan teknis pasokan mereka terbatas. Kami berharap ada kemudahan dari distributor untuk melakukan pemesanan langsung,” katanya Pukul 14.00 WIB.

“Gangguan pasokan juga terjadi pada telur. Telur berukuran besar dari Medan kini terhambat karena diprioritaskan untuk daerah terdampak bencana. Informasi ini diterima dari pihak penanggulangan bencana. Minggu lalu, Dinas Perdagangan telah melakukan rapat bersama Kepala Dinas Pangan. Salah satu terobosannya adalah meminta pedagang di Pasar Puan Maimun melakukan pesanan lebih banyak, serta meminta agar pasokan dari Kundur tidak dialihkan ke Batam atau Tanjungpinang, melainkan difokuskan ke Karimun,” ungkapnya.

“Bahkan secara umum, Pemerintah Karimun juga sudah memiliki MOU dengan daerah pemasok seperti Jawa Tengah, Padang, Medan, dan Sulawesi. Namun, dikarenakan cuaca buruk dan bencana alam membuat pasokan tidak bisa maksimal. Yang biasanya bisa dapat 1 ton, sekarang diminta di kurangi, kita tetap menerima. Untuk bawang, pengaturannya lebih rumit dibanding cabe, karena sumbernya lebih terbatas,” terang Suhaimi.

Pemerintah Karimun menjadwalkan Operasi Pasar Pangan pada 13–17 Desember 2025, dengan lokasi masing-masing hari:

– 14 Desember: Kampung Harapan
– 16 Desember: Halaman Kantor Camat Meral
– 17 Desember: Kolong

“Agenda ini merupakan kegiatan rutin menjelang Nataru, melibatkan kerja sama dengan distributor. Selain masyarakat umum, kegiatan ini juga ditujukan untuk membantu warga yang merayakan Natal. Untuk komoditas beras, cabe, dan bawang, Karimun masih bergantung 98% pada pasokan luar daerah. Kondisi semakin berat, karena larangan impor melalui Batam, serta pasokan dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau yang turut terdampak cuaca. Kalau pasokan benar-benar macet, mungkin kita bisa sampai makan ubi kayu”. katanya.

Untuk diketahui, pengecekan harga komoditas dilakukan setiap hari di Pasar Puan Maimun dan Pasar Meral melalui aplikasi SP2KP milik Kementerian Perdagangan. Ada sekitar 42 item yang dipantau, dan hasilnya dibandingkan dengan harga toko sekitar pasar. Selain itu, Dinas Pangan juga melakukan pengecekan harian yang langsung terhubung ke Badan Pangan Nasional. (DS)

Imigrasi Batam Gelar Sosialisasi Standar Pelayanan Paspor Haji Dan Umroh, Berikut Manfaatnya

Imigrasi Batam saat gelar Sosialisasi Standar Pelayanan Paspor Haji dan Umroh. (Foto Imigrasi Batam)

Batam, GK.com – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam merangkul agen Travel Haji dan Umroh Wilayah Kota Batam dengan menggelar sosialisasi standar pelayanan paspor haji dan umroh. Tak hanya dihadiri para perwakilan agen Travel Haji dan Umroh sebagai peserta, turut hadir juga sebagai narasumber Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Batam, H. Syahbudi serta Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam, Sri Miranthy Adisthy.

Kegiatan yang dilaksanakan di Wyndham Hotel Panbil itu diawali dengan pemaparan materi mengenai dokumen perjalanan serta layanan paspor haji dan umrah oleh Imigrasi Batam. Materi kemudian dilanjutkan oleh perwakilan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batam serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam yang membahas terkait persyaratan dokumen bagi jemaah haji dan umrah, disertai sesi tanya jawab bersama peserta. Selain itu, Imigrasi Batam turut memberikan materi penutup terkait pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sebagai bentuk edukasi dan kewaspadaan bagi seluruh peserta.

“Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, antara lain melalui pemanfaatan teknologi informasi, penyempurnaan standar operasional prosedur, serta penguatan integritas petugas”. tegas Kepala Bidang Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal, Nanang Saiful Isra Rusli.

Hal ini sejalan dengan program akselerasi yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto terkait penguatan layanan Keimigrasian dengan pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan dapat terwujud sinergi dan kesamaan pemahaman mengenai standar layanan serta persyaratan dokumen ibadah haji dan umrah di antara seluruh pihak terkait. (Rd)