Karimun, GK.com – Pemuda memiliki peran strategis sebagai penggerak pembangunan daerah. Di Kabupaten Karimun, potensi generasi muda terus didorong melalui berbagai program pembinaan di bidang pendidikan, kewirausahaan, dan kepemimpinan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi serta daya saing pemuda dalam mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Rahimah, SE, Kabid Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda menjelaskan, Dari sisi pendidikan, pemuda Karimun telah memiliki akses yang cukup baik terhadap pendidikan formal, mulai dari tingkat SMA hingga perguruan tinggi setempat. Meski demikian, tantangan masih dihadapi dalam peningkatan kualitas kompetensi dan keterampilan agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja. Perkembangan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dari tahun ke tahun menunjukkan adanya perbaikan kualitas pembangunan pemuda tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga partisipasi sosial, ekonomi, dan kepemimpinan.
“Di bidang kewirausahaan, minat pemuda Karimun untuk berwirausaha terus meningkat. Hal ini didorong oleh berbagai pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan Dispora Karimun, dengan fokus pada pengembangan usaha berbasis keunggulan lokal, serta pemanfaatan teknologi digital. Selain itu, komunitas pemuda juga aktif menciptakan inisiatif kreatif, seperti penyelenggaraan turnamen memancing yang berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata baru, sekaligus membuka ruang ekonomi kreatif,” ujarnya melalui sambungan telepon, Sabtu (20/12/2025).
Sementara itu, semangat kepemimpinan pemuda Karimun terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, dan organisasi kepemudaan. Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda serta partisipasi dalam organisasi lokal menjadi bukti nyata tingginya kepedulian generasi muda terhadap pembangunan masyarakat. Potensi ini dinilai akan semakin optimal jika terus didukung dengan pelatihan kepemimpinan, akses pendidikan yang relevan, serta ruang partisipasi yang lebih luas.
“Dispora Karimun sendiri telah menjalankan sejumlah program nyata untuk meningkatkan kapasitas pemuda, salah satunya melalui Pelatihan Kewirausahaan Pemuda yang diikuti puluhan hingga ratusan pemuda dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Pelatihan ini melatih pada pembentukan jiwa wirausaha, pengelolaan usaha, pemanfaatan peluang bisnis lokal, hingga pemasaran digital dan penguatan jaringan usaha. Selain itu, Dispora juga aktif dalam kegiatan olahraga dan kepemudaan yang melibatkan komunitas pemuda melalui berbagai agenda dan media sosial,” ungkap Rahimah Pukul 14.15 WIB.
Dalam mendorong partisipasi aktif pemuda, Dispora Karimun menjalin kolaborasi dengan organisasi kepemudaan dan Pemerintah daerah. Pemuda dilibatkan dalam berbagai kegiatan resmi, termasuk peringatan Hari Sumpah Pemuda, serta didorong untuk berperan dalam kegiatan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat. Program-program Dispora juga membuka ruang bagi pemuda untuk bersosialisasi, belajar, membangun jejaring, dan berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah.
Sebagai catatan, sejumlah tantangan masih dihadapi pemuda Karimun, di antaranya pengangguran pemuda dan kebutuhan akan keterampilan tambahan agar mampu bersaing di pasar kerja. Oleh karena itu, Dispora Karimun menyiapkan sejumlah strategi ke depan, seperti pengembangan pelatihan soft skill dan kepemimpinan, kerja sama dengan institusi pendidikan dan sektor swasta untuk magang dan sertifikasi, penguatan platform wirausaha berkelanjutan, serta pemberdayaan organisasi pemuda lokal. Pemantauan dan evaluasi program juga akan terus dilakukan melalui indikator pembangunan pemuda agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran dan berbasis data.
“Secara keseluruhan, pemuda Kabupaten Karimun dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi generasi yang produktif dan berdaya saing. Dengan dukungan program yang berkelanjutan, kolaborasi multipihak, serta ruang partisipasi yang inklusif, Dispora Karimun optimistis peran pemuda dalam pembangunan daerah akan semakin nyata dan berdampak luas”. tutupnya. (DS/DP)
Dispora Karimun Dorong Pemuda Berdaya Saing Melalui Pendidikan, Kewirausahaan, Dan Kepemimpinan

Harga Pangan di Tanjungpinang Berfluktuasi, Bawang Dan Ayam Potong Kian Mahal
Tanjungpinang, GK.com — Fluktuasi harga kebutuhan pokok kembali dirasakan masyarakat di Kota Tanjungpinang. Pasar Bintan Center sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi warga mencerminkan dinamika tersebut, dimana sejumlah komoditas mengalami perubahan harga dalam beberapa waktu terakhir. Setelah sempat melonjak tajam, harga cabai kini mulai menunjukkan tren penurunan. Namun kondisi ini belum sepenuhnya melegakan, karena beberapa bahan pokok lainnya justru mengalami kenaikan.
Kenaikan harga bawang dan ayam potong menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat. Selain berdampak pada pedagang, kondisi ini juga memengaruhi daya beli warga yang harus menyesuaikan pengeluaran belanja harian. Fluktuasi harga ini menambah kekhawatiran akan stabilitas kebutuhan pokok, sehingga masyarakat berharap adanya pengawasan dan langkah konkret dari pihak terkait untuk menjaga ketersediaan, serta kestabilan harga di pasaran.
Salah seorang pedagang cabai, Lia mengatakan, harga cabai merah saat ini dijual Rp 88 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga cabai merah sempat menembus Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per kilogram.
“Harga cabai merah sekarang sudah Rp 88 ribu per kilo, sebelumnya sempat sampai Rp 200 ribu per kilo,” ujar Lia, Sabtu (20/12/2025) Pukul 10.32 WIB.
Selain cabai merah, harga cabai rawit juga turun menjadi Rp 88 ribu per kilogram, sedangkan cabai hijau dijual Rp 68 ribu per kilogram.
Namun, penurunan harga cabai tidak diikuti oleh komoditas lainnya. Harga bawang justru mengalami kenaikan cukup signifikan. Bawang merah impor asal Birma naik dari Rp 24 ribu menjadi Rp 36 ribu per kilogram. Bawang merah asal India meningkat dari sekitar Rp 20 ribu menjadi Rp 26 ribu per kilogram. Sementara itu, bawang merah Jawa melonjak dari Rp 38 ribu menjadi Rp 68 ribu per kilogram. Harga bawang putih juga mengalami kenaikan, dari sebelumnya sekitar Rp 36 ribu menjadi Rp 48 ribu per kilogram.
Untuk komoditas daging, pedagang daging di pasar tersebut, Thamrin mengungkapkan stok daging beku saat ini kosong, dan harganya mengalami lonjakan. Meski demikian, harga daging sapi segar masih terpantau normal, yakni Rp 150 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga ayam potong juga mengalami kenaikan cukup tajam. Dari sebelumnya Rp 43 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Bahkan, harga sempat menyentuh Rp 55 ribu per kilogram akibat keterbatasan stok.
“Stok ayam potong sedang sedikit, jadi harga naik. Kemarin bahkan sempat Rp 55 ribu per kilo,” kata Deni, pedagang ayam.
Kenaikan harga kebutuhan pokok ini dikeluhkan oleh masyarakat. Salah seorang warga, Winda menuturkan, hampir seluruh bahan pokok mengalami kenaikan harga, sehingga memberatkan masyarakat.
“Sekarang belanja terasa semakin berat, dari cabai, bawang sampai ayam semuanya naik. Kami berharap Pemerintah lebih serius mengawasi dan mengevaluasi harga agar tidak terus membebani masyarakat”. harapnya. (KF)
Cara Dinsos Karimun Menangani Anak Jalanan Hingga ODGJ
Karimun, GK.com – Dinas Sosial terus melaksanakan program pembinaan dan pendampingan sosial yang bersifat spesifik bagi kelompok rentan, mulai dari anak terlantar, kelompok rawan sosial, anak jalanan, lansia, hingga penyandang disabilitas. Program ini dirancang sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok agar intervensi yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Pandawa Putra Arifin, kepada gerbangkepri.com menjelaskan, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi langkah awal dalam penanganan kelompok rawan sosial. Salah satu bentuknya adalah penyediaan bantuan makanan secara rutin untuk memastikan mereka tidak mengalami kelaparan sebelum dilakukan pendampingan lanjutan.
“Kami juga melakukan pembinaan sosial kepada keluarga, khususnya keluarga penyandang disabilitas dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Pendampingan ini bertujuan memotivasi keluarga agar terlibat aktif dalam proses perawatan dan pemulihan anggota keluarganya,” kata Pandawa Putra Arifin saat dihubungi melalui telepon, Jumat (19/12/2025) pukul 09.30 WIB.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Sosial bekerja sama dengan fasilitas layanan kesehatan melalui mekanisme rawat jalan maupun rawat inap sesuai dengan kebutuhan medis klien. Apabila diperlukan perawatan lanjutan, klien akan dirujuk ke rumah sakit, baik di wilayah setempat maupun ke luar daerah seperti Batam dan Bintan. Lama perawatan disesuaikan dengan kondisi kesehatan, umumnya sekitar dua minggu, dengan mempertimbangkan ketersediaan biaya, serta kesiapan keluarga untuk menerima kembali klien setelah perawatan.
Selain itu, Dinas Sosial juga melakukan penjangkauan langsung terhadap anak jalanan, terutama di kawasan pelabuhan dan pasar. Sebagian besar anak jalanan yang ditemukan masih berstatus pelajar. Oleh karena itu, fokus penanganan diarahkan pada pengembalian anak ke dunia pendidikan melalui mediasi dengan keluarga dan pihak sekolah agar mereka dapat melanjutkan sekolah dengan aman dan layak.
Pengawasan terhadap aktivitas pengemis dan gelandangan juga terus dilakukan. Penanganan dilaksanakan secara persuasif melalui pendekatan sosial dan pendataan, serta diarahkan agar mereka tidak kembali beraktivitas di jalanan.
“Sementara itu, pendampingan terhadap lansia dilakukan melalui kunjungan berkala, baik mingguan maupun bulanan, sesuai dengan kondisi masing-masing. Apabila lansia mengalami gangguan kesehatan fisik maupun mental, Dinas Sosial melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan dan memastikan adanya pendampingan dari pihak keluarga. Dukungan psikologis menjadi bagian penting dalam program rehabilitasi sosial. Mediasi dilakukan antara klien, keluarga, lingkungan, dan lembaga terkait, termasuk sekolah, guna mengurangi stigma serta membantu proses reintegrasi sosial agar mereka dapat kembali berpartisipasi secara wajar di tengah masyarakat,” paparnya.
“Secara keseluruhan, kami telah menjalankan tugas sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab kami. Namun keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan keluarga dan lingkungan. Tanpa peran aktif keluarga, khususnya dalam perawatan dan kepatuhan terhadap pengobatan, permasalahan sosial yang sama berpotensi kembali terjadi”. pungkasnya. (DP)
Baznas Karimun Apresiasi Komunitas Maumere Exercise Bantu Galang Dana Untuk Korban Bencana 3 Provinsi

Karimun, GK.com – Kepedulian terhadap sesama di tengah musibah bencana alam terus ditunjukkan oleh berbagai elemen masyarakat. Semangat gotong-royong dan solidaritas ini menjadi kekuatan penting dalam membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana di berbagai daerah. Salah satunya datang dari komunitas Maumere Exercise yang turut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan melalui penggalangan bantuan bagi korban bencana alam di sejumlah Provinsi.
Drs. H. Nasrial, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karimun menyampaikan apresiasi, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada komunitas Maumere Exercise yang telah menunjukkan kepedulian sosial dengan berhasil mengumpulkan bantuan bagi korban bencana alam di tiga Provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut diharapkan menjadi ladang amal ibadah bagi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
“BAZNAS merupakan lembaga Pemerintah nonstruktural yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang dan bersifat nasional. Oleh karena itu, dalam penyaluran bantuan tidak terdapat prioritas antara satu daerah dengan daerah lainnya. Seluruh proses penyaluran dilakukan secara terkoordinasi dengan BAZNAS Provinsi, BAZNAS RI, serta Pemerintah Daerah setempat,” ujarnya melalui sambungan telepon Jumat (19/12/2025), pukul 15.25 WIB.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Karimun berharap, bantuan dapat disalurkan secepat mungkin ke daerah-daerah terdampak bencana guna meringankan penderitaan saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah.
“Selain itu, kami dari BAZNAS Kabupaten Karimun juga menyampaikan pesan dan harapan kepada seluruh masyarakat, organisasi, serta komunitas olahraga, yang diberikan kelebihan rezeki oleh Allah SWT, agar turut berpartisipasi membantu dan menyumbangkan sebagian hartanya. Partisipasi bersama ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana serta memperkuat semangat solidaritas dan kepedulian sosial”. tutupnya. (DS)
Siap Jalan Nataru! PELNI Tanjungpinang Siapkan Kapal dan Fitur Mudah Pesan Tiket
Tanjungpinang, GK.com — Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat signifikan, khususnya pada moda transportasi laut. Untuk memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mematangkan berbagai persiapan, mulai dari kesiapan armada hingga peningkatan pelayanan kepada penumpang.
PT PELNI Cabang Tanjungpinang memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi arus penumpang Nataru. Hal tersebut disampaikan Kepala Cabang PELNI Tanjungpinang, Putra Kencana.
Ia menyampaikan, secara nasional, PELNI menyiapkan 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis untuk melayani angkutan Nataru di seluruh Indonesia. Sementara di wilayah Kepulauan Riau, khususnya Tanjungpinang, PELNI mengoperasikan satu kapal perintis, yakni Sabuk Nusantara 48.
“Seluruh kapal telah menjalani docking dan perawatan tahunan yang bersifat wajib (mandatory). Selain itu, kapal-kapal juga telah melalui uji petik oleh otoritas yang ditunjuk Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut,” ujar Putra Kencana di Ruang Kerjanya, Jumat (19/12/2025).
Menurutnya, uji petik dilakukan secara menyeluruh guna memastikan kesiapan kapal, mulai dari kondisi mesin, kelengkapan alat keselamatan, sistem navigasi, hingga kelengkapan dokumen awak kapal. Seluruh temuan dan kekurangan dalam proses tersebut telah ditindaklanjuti dan dipenuhi.
Terkait potensi lonjakan penumpang, Putra Kencana mengakui adanya peningkatan selama periode Nataru. Namun, pengangkutan penumpang tetap disesuaikan dengan kapasitas kapal dan batas maksimal dispensasi yang diberikan.
“Kapasitas penumpang mengikuti ketentuan dispensasi. Sebagai contoh, Kapal Bukit Raya memiliki kapasitas maksimal sekitar 1.256 penumpang setelah dispensasi. Jumlah penumpang yang naik di setiap pelabuhan menyesuaikan dengan penumpang lanjutan yang sudah berada di atas kapal,” jelasnya Pukul 11.23 WIB.
“Penjualan tiket dilakukan secara Daring. Penumpang yang lebih awal membeli tiket memiliki peluang lebih besar mendapatkan tempat, dengan tetap memperhatikan kapasitas penumpang yang berada di atas kapal (onboard),” tambahnya.
Untuk mendukung kelancaran angkutan Nataru, PELNI juga menyiapkan armada tambahan, yakni KMP Mutiara (Mutu). Kapal tersebut akan melayani rute Periuk – Tanjungpinang – Kijang – Letung – Tarempa – Natuna – Midai – Pontianak – Semarang.
Putra Kencana menyebutkan, lonjakan penumpang biasanya mulai terasa sejak libur sekolah dan semakin meningkat seiring pemberlakuan cuti bersama Aparatur Sipil Negara. Adapun periode angkutan Nataru PELNI ditetapkan mulai 11 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, sesuai ketentuan Pemerintah Pusat.
Di akhir keterangannya, ia mengimbau buat masyarakat untuk yang merencanakan perjalanan lebih awal serta memantau informasi resmi yang disampaikan PELNI melalui media dan kanal komunikasi resmi.
Selain itu, Putra Kencana juga mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi Pelni Mobile dalam melakukan pemesanan tiket.
“Melalui Pelni Mobile, masyarakat dapat memesan tiket dengan mudah, memilih jadwal dan rute perjalanan, serta memantau ketersediaan tiket secara real time. Kami mengimbau penumpang agar membeli tiket lebih awal, terutama saat puncak arus Nataru. Penggunaan aplikasi Pelni Mobile turut membantu mengurangi antrean di loket pelabuhan serta meminimalkan risiko praktik percaloan”. ungkapnya. (KF)
Konflik Informasi Izin Rokok di Batam: Disperindag Kepri Bilang ‘Bukan Kami’, BP Batam Menutup Mulut
Batam, GK.com – Hampir satu bulan ini, gerbangkepri.com gencar memberitakan terkait peredaran rokok ilegal yang kian menjamur di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Pemberitaan-pemberitaan yang sudah tayang tersebut bahkan mendapat perhatian luas dan respons positif dari Pemerintah Pusat, khususnya dari Kementerian Keuangan, maupun menjadi sorotan bagi berbagai pihak.
Guna mendapatkan pemberitaan yang berimbang, berbagai sudut pandang baik itu dari masyarakat, tokoh masyarakat, Aparat Penegak Hukum, maupun Instansi lain yang terkait pun dimintai statmennya oleh media ini, tanpa bermaksud menyudutkan pihak-pihak tertentu.
BACA JUGA: 👇👇👇
Mewakili Pimpinannya, kepada Redaksi ini, Adi Staf Disperindag Kepri, Selasa (09/12/2025) bahkan secara terang-terangnya dan spontan menyampaikan sekaligus menegaskan jika syarat-syarat izin buat Perusahaan Rokok ada di BP Batam, bukan di Disperindag Provinsi Kepri, seperti yang dikatakan oleh Disperindag Kota Batam melalui bagian Penyuluh Perindustrian, Bani Sader pada pemberitaan gerbangkepri.com yang tayang sebelumnya.
“Syarat-syarat izin buat Perusahaan Rokok itu ada di BP Batam, bukan di kami”. tegas Adi melalui Telepon.
Pertanyaan besar yang timbul kepada Humas BP Batam, kenapa setiap kali di konfirmasi oleh Media, mereka seolah enggan menanggapinya? Salah posisi kah Kepala BP Batam Amsakar Achmad dalam menempati SDM yang duduk disana? Atau memang mereka bingung untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh rekan Media? Atau Bahkan memang sengaja ingin menjatuhkan nama Pimpinan biar terkesan kelihatan salah di mata publik!
Persoalan rokok ilegal yang dinilai masih marak dan belum tuntas penanganannya ini memang sudah seharusnya mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Daerah, Instansi terkait, Aparat Penegak Hukum, maupun Pemerintah Pusat. Karena hal ini bukan saja merugikan Negara, tetapi juga merugikan Daerah, karena tidak adanya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masuk.
Media sebagai Kontrol Sosial, mempunyai peranan penting dalam mengawasi jalannya pemerintahan, menyuarakan aspirasi masyarakat, serta menjadi sarana komunikasi antara pemerintah dan rakyat.
Hingga berita ini ditayangkan, Humas BP Batam mulai dari Kepala Biro Umum Mohamad Taofan, Kasubbag Dokumentasi dan Hubungan Komunikasi Media Radin Kusuma, serta Kabag Humas dan Protokol BP Batam Afthar Fallahziz sampai saat ini belum menanggapi pertanyaan yang di kirim oleh Redaksi ini melalui WhatsApp, Kamis (18/12/2025). (QQ)





