Jumat, Mei 15, 2026
BerandaKepulauan RiauHarga Pangan di Tanjungpinang Berfluktuasi, Bawang Dan Ayam Potong Kian Mahal

Harga Pangan di Tanjungpinang Berfluktuasi, Bawang Dan Ayam Potong Kian Mahal

Tanjungpinang, GK.com — Fluktuasi harga kebutuhan pokok kembali dirasakan masyarakat di Kota Tanjungpinang. Pasar Bintan Center sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi warga mencerminkan dinamika tersebut, dimana sejumlah komoditas mengalami perubahan harga dalam beberapa waktu terakhir. Setelah sempat melonjak tajam, harga cabai kini mulai menunjukkan tren penurunan. Namun kondisi ini belum sepenuhnya melegakan, karena beberapa bahan pokok lainnya justru mengalami kenaikan.

Kenaikan harga bawang dan ayam potong menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat. Selain berdampak pada pedagang, kondisi ini juga memengaruhi daya beli warga yang harus menyesuaikan pengeluaran belanja harian. Fluktuasi harga ini menambah kekhawatiran akan stabilitas kebutuhan pokok, sehingga masyarakat berharap adanya pengawasan dan langkah konkret dari pihak terkait untuk menjaga ketersediaan, serta kestabilan harga di pasaran.

Salah seorang pedagang cabai, Lia mengatakan, harga cabai merah saat ini dijual Rp 88 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga cabai merah sempat menembus Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per kilogram.

“Harga cabai merah sekarang sudah Rp 88 ribu per kilo, sebelumnya sempat sampai Rp 200 ribu per kilo,” ujar Lia, Sabtu (20/12/2025) Pukul 10.32 WIB.

Selain cabai merah, harga cabai rawit juga turun menjadi Rp 88 ribu per kilogram, sedangkan cabai hijau dijual Rp 68 ribu per kilogram.

Namun, penurunan harga cabai tidak diikuti oleh komoditas lainnya. Harga bawang justru mengalami kenaikan cukup signifikan. Bawang merah impor asal Birma naik dari Rp 24 ribu menjadi Rp 36 ribu per kilogram. Bawang merah asal India meningkat dari sekitar Rp 20 ribu menjadi Rp 26 ribu per kilogram. Sementara itu, bawang merah Jawa melonjak dari Rp 38 ribu menjadi Rp 68 ribu per kilogram. Harga bawang putih juga mengalami kenaikan, dari sebelumnya sekitar Rp 36 ribu menjadi Rp 48 ribu per kilogram.

Untuk komoditas daging, pedagang daging di pasar tersebut, Thamrin mengungkapkan stok daging beku saat ini kosong, dan harganya mengalami lonjakan. Meski demikian, harga daging sapi segar masih terpantau normal, yakni Rp 150 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga ayam potong juga mengalami kenaikan cukup tajam. Dari sebelumnya Rp 43 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Bahkan, harga sempat menyentuh Rp 55 ribu per kilogram akibat keterbatasan stok.

“Stok ayam potong sedang sedikit, jadi harga naik. Kemarin bahkan sempat Rp 55 ribu per kilo,” kata Deni, pedagang ayam.

Kenaikan harga kebutuhan pokok ini dikeluhkan oleh masyarakat. Salah seorang warga, Winda menuturkan, hampir seluruh bahan pokok mengalami kenaikan harga, sehingga memberatkan masyarakat.

“Sekarang belanja terasa semakin berat, dari cabai, bawang sampai ayam semuanya naik. Kami berharap Pemerintah lebih serius mengawasi dan mengevaluasi harga agar tidak terus membebani masyarakat”. harapnya. (KF)

Berita Terkait

Berita Populer