Sabtu, April 11, 2026
BerandaKepulauan RiauKarimunCara Dinsos Karimun Menangani Anak Jalanan Hingga ODGJ

Cara Dinsos Karimun Menangani Anak Jalanan Hingga ODGJ

Karimun, GK.com – Dinas Sosial terus melaksanakan program pembinaan dan pendampingan sosial yang bersifat spesifik bagi kelompok rentan, mulai dari anak terlantar, kelompok rawan sosial, anak jalanan, lansia, hingga penyandang disabilitas. Program ini dirancang sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok agar intervensi yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Pandawa Putra Arifin, kepada gerbangkepri.com menjelaskan, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi langkah awal dalam penanganan kelompok rawan sosial. Salah satu bentuknya adalah penyediaan bantuan makanan secara rutin untuk memastikan mereka tidak mengalami kelaparan sebelum dilakukan pendampingan lanjutan.

“Kami juga melakukan pembinaan sosial kepada keluarga, khususnya keluarga penyandang disabilitas dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Pendampingan ini bertujuan memotivasi keluarga agar terlibat aktif dalam proses perawatan dan pemulihan anggota keluarganya,” kata Pandawa Putra Arifin saat dihubungi melalui telepon, Jumat (19/12/2025) pukul 09.30 WIB.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Sosial bekerja sama dengan fasilitas layanan kesehatan melalui mekanisme rawat jalan maupun rawat inap sesuai dengan kebutuhan medis klien. Apabila diperlukan perawatan lanjutan, klien akan dirujuk ke rumah sakit, baik di wilayah setempat maupun ke luar daerah seperti Batam dan Bintan. Lama perawatan disesuaikan dengan kondisi kesehatan, umumnya sekitar dua minggu, dengan mempertimbangkan ketersediaan biaya, serta kesiapan keluarga untuk menerima kembali klien setelah perawatan.

Selain itu, Dinas Sosial juga melakukan penjangkauan langsung terhadap anak jalanan, terutama di kawasan pelabuhan dan pasar. Sebagian besar anak jalanan yang ditemukan masih berstatus pelajar. Oleh karena itu, fokus penanganan diarahkan pada pengembalian anak ke dunia pendidikan melalui mediasi dengan keluarga dan pihak sekolah agar mereka dapat melanjutkan sekolah dengan aman dan layak.
Pengawasan terhadap aktivitas pengemis dan gelandangan juga terus dilakukan. Penanganan dilaksanakan secara persuasif melalui pendekatan sosial dan pendataan, serta diarahkan agar mereka tidak kembali beraktivitas di jalanan.

“Sementara itu, pendampingan terhadap lansia dilakukan melalui kunjungan berkala, baik mingguan maupun bulanan, sesuai dengan kondisi masing-masing. Apabila lansia mengalami gangguan kesehatan fisik maupun mental, Dinas Sosial melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan dan memastikan adanya pendampingan dari pihak keluarga. Dukungan psikologis menjadi bagian penting dalam program rehabilitasi sosial. Mediasi dilakukan antara klien, keluarga, lingkungan, dan lembaga terkait, termasuk sekolah, guna mengurangi stigma serta membantu proses reintegrasi sosial agar mereka dapat kembali berpartisipasi secara wajar di tengah masyarakat,” paparnya.

“Secara keseluruhan, kami telah menjalankan tugas sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab kami. Namun keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan keluarga dan lingkungan. Tanpa peran aktif keluarga, khususnya dalam perawatan dan kepatuhan terhadap pengobatan, permasalahan sosial yang sama berpotensi kembali terjadi”. pungkasnya. (DP)

Berita Terkait

Berita Populer