Sabtu, Mei 9, 2026
Beranda blog Halaman 42

Permasalahan Rumah Subsidi Rhabayu Estuario di Bahas Dalam RDPU Komisi I DPRD Batam

Permasalahan Rumah Subsidi Rhabayu Estuario di Bahas Dalam RDPU Komisi I DPRD Batam. (Foto DPRD Batam)

Batam, GK.com – Berlangsung di Ruang Rapat Komisi I DPRD Kota Batam pada Jumat (20/2/2026) siang, Komisi I DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait permasalahan rumah subsidi di Perumahan Rhabayu Estuario.

Pada kesempatan itu, Komisi I berjanji akan terus mengurai persoalan tersebut agar duduk perkara menjadi jelas dan solusi dapat ditemukan.

“Meskipun saat ini warga selaku konsumen sudah menggugat ke pengadilan, kami berharap tetap bisa membantu menyelesaikan persoalan antara konsumen, pihak developer, dan pihak bank,” kata anggota Komisi I, Muhammad Fadli.

“Kita akan kembali menjadwalkan RDPU selanjutnya, karena pihak yang paling berkepentingan tidak hadir,” ujar Fadli.

Untuk diketahui, pihak-pihak yang berkepentingan seperti pihak Bank Tabungan Negara (BTN) dan developer PT Intan Karya Lestari tidak hadir meskipun telah masuk dalam daftar undangan RDPU.
RDPU digelar menyusul adanya keluhan warga selaku konsumen rumah subsidi yang menduga terdapat permainan harga terhadap rumah yang mereka beli. Warga menilai harga yang dibayarkan seharusnya bisa lebih rendah dari nilai yang ditetapkan saat transaksi.

Rapat tersebut dipimpin anggota Komisi I Muhammad Fadli bersama Sekretaris Komisi I Anwar Anas, lalu turut dihadiri oleh anggota Komisi I Muhammad Mustafa dan Hendrik. Serta perwakilan sejumlah instansi terkait, diantaranya, Direktorat Lahan BP Batam, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batam, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (Perkimtan), Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR), pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN), pejabat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Bagian Hukum Setdako Batam, Camat Sekupang, Lurah Patam Lestari, pimpinan organisasi GEMPA, dan perwakilan konsumen perumahan. (Rd)

4 Tahun Mandek, Dirreskrimsus Polda Kepri Akhirnya Gelar Perkara Kasus Pengancaman Pimred GK, Berikut Keterangannya

Gedung Dirreskrimsus Polda Kepri. (Foto gerbangkepri.com)

Batam, GK.com – Kasus Pemimpin Redaksi gerbangkepri.com yang diteror akan di tembak oleh Pengusaha Batam Dotar Manalu kini akan digelar perkaranya oleh Direktur Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kepri. Hal ini sesuai dengan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) Nomor B/SP2HP/16AI/RES.2.5/2026/Ditreskrimsus tertanggal 04 Februari 2026 yang diterima oleh Pemimpin Redaksi Media ini, Meydia Hendra Yani atau yang dikenal dengan panggilan akrabnya Qiqi pada tanggal 19 Februari 2026 yang di kirimkan oleh salah satu Penyidik di Dirreskrimsus Polda Kepri melalui WhatsApp.

Dalam SP2HP tersebut tertulis, Dirreskrimsus Polda Kepri telah memanggil dan klarifikasi masing-masing pihak, baik Pelapor, Terlapor, maupun Ahli Pidana ITE untuk dimintai keterangannya.

Untuk diketahui, kejadian ini terjadi pada tahun 2022 lalu. Saat itu, tim Media ini sedang melakukan investisigasi dilapangan terkait pejualan minuman ilegal, rokok tanpa cukai, dan judi online ditempat usaha Dotar Manalu. Tak terima saat itu dirinya diwawancarai serta dilakukan pengambilan vidio sebagai Barang Bukti (BB) oleh tim Redaksi ini, Dotar Manalu lantas meminta Pemimpin Redaksi ini, Qiqi untuk menghapus rekaman tersebut.

BACA JUGA: 👇👇👇




Dihubungi Dotar Manalu, dengan nada keras, saat itu ia berucap akan melakukan penembakan terhadap Qiqi.


“Sebentar lagi saya ambil senjata saya, saya tembak kamu,” tegas Dotar saat itu melalui panggilan telepon sekitar pukul 21.55 WIB.


Guna mengantisipasi atas pengancaman tersebut, serta untuk mendapatkan perlindungan hukum sebagai Warga Negara Indonesia, Qiqi bersama tim yang turun saat itu melakukan investisigasi pun mendatangi Kantor Polsek Batam Kota pada Sabtu (19/11/2022). Dikarenakan kasus ini berkaitan tentang pengancaman sekaligus kepemillikkan senjata api, dan Polsek Batam Kota tidak memiliki anggota personal yang memadai, lalu disarankan waktu itu sama Polsek Batam Kota mengarahkan tim Redaksi ini membuat laporan ke Kantor Polresta Barelang atau ke Polda Kepri.


Senin (21/11/2022) sekitar pukul 09.00 Wib, tim Redaksi ini mendatangi Kantor Polda Kepulauan Riau untuk membuat laporan atas kejadian yang masuk kategori kriminal itu.


“Kasus ini sudah cukup lama bergulir, saya berharap kepastian hukum kepada bapak-bapak Polisi yang duduk di Polda Kepri, khususnya di Dirreskrimsus Polda Kepri. Semua bukti-bukti sudah kita serahkan saat itu, dan kita semua juga sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. Jadi mau tunggu apa lagi kira-kira, kan enggak mungkin mau terjadi dulu penembakkan, baru ada aksi dari pihak Kepolisian?,” ujar Qiqi, Jumat (20/02/2026) Pukul 13.11 WIB.


“Saya yakin dan percaya, Dirreskrimsus Polda Kepri dapat menyelesaikan serta menuntaskan PR yang sudah cukup lama ini. Sebagai Warga Negara Indonesia yang taat akan hukum, kemana lagi saya mau mengadu dan mendapatkan jaminan hukum yang pasti, kalau bukan kepada Apara Penegak Hukum, dalam hal ini ke Kantor Polisi. Kan enggak mungkin juga kita mau pakai hukum rimba,” tuturnya.


“Didalam nota kesepahaman (MoU) Dewan Pers – Polri juga jelas tertuang dalam surat Nomor: 03/DP/MoU/III/2022 dan Nomor: NK/4/III/2022, salah satunya adalah memberikan perlindungan hukum terhadap teman-teman jurnalis. Jadi kan enggak mungkin terkait perihal ini sampai saya buat aduan ke Pusat. Apalagi saat terjadi pengancaman tersebut, posisi tim kami lagi sedang melaksakan tugas”. tegas Qiqi. (DS)

Korban Kekerasan Perempuan Dan Anak di Berikan Pendampingan Gratis

Kantor DP3APM Kota Tanjungpinang. (Foto gerbangkepri.com/Kafyan)

Tanjungpinang, GK.com – Pemerintah Daerah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang terus memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan di Kota Tanjungpinang.

Salah satu bentuk kehadiran Pemerintah dilakukan melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tanjungpinang yang memiliki tugas dan fungsi dalam memberikan pendampingan kepada korban.

Kepala UPTD PPA, Zakiah menjelaskan, bahwa layanan yang diberikan meliputi pendampingan hukum serta layanan psikologis bagi korban kekerasan.

“UPTD PPA hadir untuk mendampingi korban agar mendapatkan perlindungan secara maksimal,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (19/02/2026) Pukul 15.32 WIB.

“Seluruh layanan pendampingan hukum dan psikologis diberikan secara gratis, agar korban tidak takut untuk melapor,” tegasnya.

Selain itu, UPTD PPA juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi ke Sekolah serta masyarakat.

“Kami terus melakukan edukasi sebagai langkah pencegahan agar kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan”. tutupnya. (KF)

Gubernur Kepri Lantik Pejabat Eselon II Dan III, Berikut Nama Serta Jabatannya

Kantor Gubernur Kepri. (Foto google)

Kepri, GK.com – Gubernur Kepri Ansar Ahmad melantik sejumlah pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Dikesempatan itu, Ansar meminta kepada pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dan membangun kolaborasi di tempat tugas yang baru.

“Harus memberikan kontribusi serta menyesuaikan diri. Saya berharap tingkat kemampuan dan segera berkolaborasi di tempat yang baru,” tegas Ansar Kamis (19/02/2026) di Dompak, Tanjungpinang.
Adapun nama-nama serta jabatan yang diisi adalah sebagai berikut, Ika Hasilah di lantik sebagai Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kepri definitif setelah sebelumnya menjabat Pelaksana Tugas (Plt), M. Bisri yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, kini dipercaya memimpin Perpustakaan dan Arsip Pemprov Kepri, lalu Kepala Satpol PP Kepri yang sebelumnya dijabat Marteen L Maromon kini digantikan Guntur Sakti, dan Kepala Dinas Kebudayaan diisi oleh Harry Andriyanto. (RD)


Kekerasan Seksual Dominan Terjadi Pada Anak, Intip Penyebab

Gambar ilustrasi google

Tanjungpinang, GK.com – Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Tanjungpinang sepanjang tahun 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tanjungpinang, Zakiah menyampaikan bahwa, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 99 kasus kekerasan terhadap anak. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 80 kasus.

Menurutnya, dari seluruh laporan yang masuk, kasus kekerasan seksual masih menjadi jenis kasus yang paling dominan terjadi.

“Kasus yang paling banyak kami tangani masih didominasi oleh kekerasan seksual terhadap anak,” ujarnya.

Dijelaskan Zakiah bahwa, peningkatan kasus dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya kondisi ekonomi keluarga, serta kurangnya ketahanan dan ketangguhan dalam lingkungan keluarga.

“Faktor ekonomi dan kondisi keluarga yang kurang harmonis menjadi salah satu pemicu terjadinya kekerasan terhadap anak,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa meningkatnya laporan juga menunjukkan kesadaran masyarakat untuk melapor mulai tumbuh.

“Saat ini, masyarakat sudah mulai berani melapor, sehingga kasus yang sebelumnya tidak terungkap kini bisa ditangani,” katanya.

Selain itu, pihaknya terus melakukan berbagai langkah pencegahan melalui edukasi ke Sekolah dan masyarakat.

“Kami rutin melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami bentuk-bentuk kekerasan dan cara melaporkannya,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (19/02/2026) Pukul 15.32 WIB.

Zakiah menegaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak menjadi tanggung jawab bersama.

“Kami berharap peran keluarga dan lingkungan semakin kuat, agar kasus kekerasan terhadap anak dapat ditekan”. harapnya. (KF)

Ketua STAIN SAR Kepri: Mari Ikhlaskan Hati, Buka Pikiran, Dan Hilangkan Semua Prasangka Buruk

Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag saat menyampaikan tauziah. (Foto STAIN SAR Kepri)

Bintan, GK.com – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman (STAIN SAR) Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag menyampaikan Kultum perdana Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Kampus STAIN SAR Kepri pada Kamis (19/2/2026). Kultum yang bertema “Menyambut Bulan Suci Ramadan” tersebut menjadi pembuka rangkaian kegiatan Ramadan di lingkungan Kampus, sekaligus sebagai momentum refleksi spiritual bagi civitas academica.

Dalam tausyiahnya, Dr. Faisal menegaskan, Ramadan merupakan ruang strategis untuk membangun karakter melalui komitmen pada nilai-nilai kebaikan, meskipun dimulai dari hal sederhana.

“Untuk membangun sebuah karakter, cukup satu nilai kebaikan saja, tetapi dampaknya dalam hidup kita sangat besar,” ujarnya melalui pesan WhatsApp Pukul 14.15 WIB.

Pada kesempatan itu. ia menjelaskan karakter yang kuat berawal dari niat yang tulus. Menurutnya, niat adalah bentuk komitmen yang menentukan arah perubahan perilaku seseorang.

Ramadan, kata dia, menghadirkan perubahan nyata dalam pola hidup umat Islam, mulai dari kebiasaan sahur, menahan diri dari makan dan minum, hingga memperkuat kepedulian sosial melalui sedekah dan kebersamaan dalam ibadah.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan Ramadan sebagai kesempatan membersihkan hati dan menghilangkan prasangka buruk terhadap sesama. Menurutnya, pikiran negatif dapat mengganggu ketenangan dan kebahagiaan hidup.

“Mari kita ikhlaskan hati, buka pikiran kita, dan hilangkan semua prasangka buruk terhadap sesama. Ramadan adalah waktu terbaik untuk menjadi pribadi yang lebih positif”. pesannya. (DS)