Selasa, Juni 16, 2026
Beranda blog Halaman 404

Lingkungan Rusak di Areal Hutan Produksi Pulau Rempang,  Diduga Bekas Tambang

Areal hutan produksi Pulau Rempang. (ist)
Areal hutan produksi Pulau Rempang. (ist)

Batam, GK.com – Kerusakan lingkungan yang terlihat secara jelas di areal hutan produksi Pulau Rempang  tepatnya sepanjang Pantai Kalat tak lagi dapat terbantahkan. Areal hutan produksi itu menyisakan bekas galian yang diduga bekas tambang pasir.

Penelusuran tim MD Kepri yang mengunjungi Pantai Kalat beberapa waktu lalu, menemukan bekas galian berbagai bentuk. Ada yang memanjang seperti parit, dan ada pula yang berbentuk lingkaran layaknya kolam. Bekas galian itu kini dipenuhi air yang terlihat gelap dan cenderung pekat.

Vegetasi Pantai Kalat memang sangat ideal sebagai habitat hutan mangrove. Tanah bercampur pasir menjadi media subur bagi hutan produksi.

Kerusakan lingkungan hutan produksi Pulau Rempang bermula dari usaha pemanfaatan lahan untuk kebutuhan komersil oleh pihak swasta yang direstui oleh Pemerintah baik Pusat, maupun Daerah melalui regulasi dan ijin yang diterbitkan.

Sebutlah SK Gubernur Kepri yang menerbitkan Ijin Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Penyediaan Sarana Wisata Alam (IUPJL-PSWA) pada hutan produksi Pulau Rempang, Tanjung Kelinking – Pantai Kalat.

Terlepas dari Perusahaan manapun yang mengantongi IUPJL-PSWA, faktanya areal hutan produksi itu kini cukup mengkhawatirkan dari sisi lingkungan.

MD Kepri tak berhasil menemukan usaha pemanfaatan jasa lingkungan dan sarana wisata alam di areal Pantai Kalat, sebagaimana yang diamanatkan SK Gubernur yang dimaksud.

Tak bermaksud meniadakan. Karena ternyata ada beberapa fasilitas wisata alam yang dikelola mandiri oleh warga setempat. Bukan dikelola profesional oleh Perusahaan yang mengantongi IUPJL-PSWA.

Entah bagaimana menghubungankan IUPJL-PSWA yang di terima Perusahaan dengan dugaan penambangan pasir di hutan produksi Pantai Kalat. Tapi kerusakan lingkungan di  pesisir hutan mangrove itu mulai terlihat setelah terbitnya SK Gubernur Kepri mengenai IUPJL-PSWA.

Azhari Hamid selaku Ketua DPP Masyarakat Peduli Laut dan Lingkungan Hidup (MAPELL) yang mendampingi MD Kepri saat mengunjungi Pantai Kalat mengatakan, mangrove menjadi rusak karena adanya penambangan pasir.

“Mangrovenya rusak, pasirnya diambil. Kita belum tau kemana keluarnya. Dalam regulasi Perda Batam yang terbaru, tambang pasir  di Batam tidak ada. Tidak ada ruang untuk penambangan pasir di Batam,” ungkapnya.

Menurutnya, pesisir Pantai Kalat memang cukup potensial untuk penambangan pasir. Pasir laut yang dikandungnya sangat bernilai. Tapi ancaman kerusakan lingkungan jadi semakin nyata.

“Secara lingkungan, kalau pasirnya diambil, pasti bakaunya rusak. Kalau bakau rusak, perkembangan biota laut yang ekonomis bagi masyarakat hilang. Dan untuk mensubstitusi kerusakan alam menjadi penambangan belum tau keberhasilannya”. jelasnya.

Lalu kapan bermula penambangan pasir di hutan produksi Pantai Kalat ? Banyaknya bekas galian di areal itu menunjukan aktivitas sebelumnya mengarah pada bekas pertambangan pasir laut. Meski kini tak ditemukan lagi aktivitas pengerukan pasir, sisa-sisa kerusakan lingkungan yang ditinggalkan menjadi ancaman keberlanjutan ekosistem hutan produksi di Pantai Kalat, Pulau Rempang secara luas. (MD).

Editor : Milla

Pengalihan Fungsi Hutan Lindung di Kawasan Bandara RHA Paling Lama September

Bupati Karimun bersama Wamen LHK RI, Guberrnur Kepri, dan Ketua DPRD Karimun saat meninjau langsung kondisi Bandara RHA Karimun. (ist)
Bupati Karimun bersama Wamen LHK RI, Guberrnur Kepri, dan Ketua DPRD Karimun saat meninjau langsung kondisi Bandara RHA Karimun. (ist)

Karimun, GK.com –Bupati Kabupaten Karimun Aunur Rafiq bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menyambut kedatangan rombongan Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (LHK RI ) Dr Alue Dohong bersama Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad di Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Karimun, pada Sabtu (16/07/2022).

Bupati Karimun, Aunur Raffiq saat memberikan sambutannya. (ist)



Kedatangan Wamen LHK Alue Dohong tersebut guna membahas hutan lindung yang berada di kawasan Bandara Raja Haji Abdullah (RHA), yang mana akan dilakukan pengalihan fungsi hutan lindung, serta meninjau langsung kondisi Bandara RHA Karimun yang kini kondisinya masih belum memadai untuk di lalui pesawat berbadan lebar.

“Kita akan usahakan di Tahun ini, paling lama bulan September 2022 mendatang izin pelepasannya bisa langsung jadi APL. Berdasarkan SK nomor 76 Tanggal 6 Maret 2015, kawasan hutan lindung yang berada di area Bandara RHA seluas 38,29 Hektar dengan statis DPCLS. Artinya, ini hanya tinggal pelepasannya saja. Apalagi yang dibutuhkan untuk pengembangan Bandara hanya seluas 14,8 Hektar,” ujar Alue Dohong.

Suasana saat Rapat dilaksanakan. (ist)



Lebih lanjut, Alue Dohong mengungkapkan kewibawaan Bandara RHA jika telah selesai dan telah sesuai dengan apa yang diharapkan, dikarenakan Kepri khususnya Kabupaten Karimun berbatasan langsung dengan Negara-Negara tetangga.

“Jika Bandara ini telah besar, maka akan menambah kewibawaan Kabupaten Karimun, serta Provinsi Kepri bahkan Indonesia. Marilah kita bersama-sama membangun teras depan ini agar menjadi lebih bagus dan lebih kompetitif, agar kewibawaan Bangsa kita semakin terbentuk.

Bupati Karimun bersama Wamen LHK RI, dan Guberrnur Kepri saat meninjau langsung kondisi Bandara RHA Karimun. (ist)



Sementara itu, Ansar Ahmad setelah mengikuti Rapat mengatakan jika Pemprov Kepri telah mengibahkan Dana sebesar Rp 10 Miliar yang diperuntukkan untuk pembebasan lahan milik warga yang terdampak pengembangan Bandara RHA.

“Semua Daerah yang ada di Kepri akan kita dorong terus pada pengembangan infrastrukturnya. Dan untuk di Karimun, salah satunya pengembangan infrastruktur Bandara,” tegas Ansar.

Bupati Karimun bersama Wamen LHK RI, Guberrnur Kepri, Ketua DPRD Karimun, dan Kepala Dishub. (ist).



Diketahui, kondisi Bandara RHA saat ini hanya memiliki panjang runway 1.430 meter meter. Sementara untuk akses pesawat berbadan besar harus memiliki minimal panjang runway 2000 meter. (Ist).

Editor : Milla










Pesona Vihara Patung Seribu di Mata Wisatawan Mancanegara

Wisatawan Perancis, Jules saat berada di Vihara Patung Seribu
Wisatawan Perancis, Jules saat berada di Vihara Patung Seribu

Bintan, GK.comMenjelang akhir pekan, tempat Wisata di wilayah Bintan ramai di padati pengunjung, mulai dari lokal hingga Mancanegara. Seperti salah satu yang menjadi pilihan pengunjung adalah Vihara Ksitigarbha Badhasttva atau lebih dikenal dengan sebutan Vihara Patung Seribu, karena dinggap memiliki banyak lokasi foto menarik.

 Jules, salah satu wisatawan asal Perancis mengungkapkan kekagumannya kepada awak Media ini tentang Vihara Patung Seribu yang menurutnya bisa memciptakan rasa damai saat berada di situ.

“Selain bisa menikmati pemandangan yang indah, tempat ini bisa digunakan sebagai sarana ibadah. Sangat menarik untuk dikunjungi,” ungkap Jules, Sabtu (16/07/2022) sekitar pukul 12.30 Wib.

Jules menggaku, dirinya bersama keluarga datang ke Vihara ini atas rekomendasi temannya yang sebelumnya pernah datang liburan ke Vihara Patung Seribu.

“Ini merupakan rekomendasi dari teman saya, kami memang ingin berlibur ke Bintan, dan tempat ini menjadi salah satu opsi menarik untuk dikunjungi”. ucapnya.

Diketahui, Vihara Ksitigarbha Badhasttva di resmikan oleh mantan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun pada Tahun 2017 silam, dan dikelola oleh Yayasan Ling Shan Ji Yu Si. Sedangkan untuk biaya masuk sendiri di bandrol dengan tarif Rp 5.000,-. (YI).

Editor : Milla

Siswa Lakukan Perilaku Tidak Terpuji, Kadisdik : Sekolah Harus Lakukan Pembinaan

Tanjungpinang, Gk.com  Sekelompok Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Tanjungpinang terlihat sedang asyik menghisap rokok layaknya orang dewasa di Taman Tungu Pensil Tepi Laut pada Jumat (15/07/2022) sekitar pukul 11.30 Wib.

Pantauan awak Media ini, Siswa tersebut berasal dari Sekolah terdekat. Mirisnya lagi di antara segerombolan Siswa itu terlihat juga beberapa Siswi.

Menyikapi pemandangan yang tidak elok tersebut, Media ini pun menghubungi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tanjungpinang Endang Susilawati. Saat dikonfirmasi awak Media ini melalui pesan Whatsapp, Endang Susilawati turut menyampaikan rasa kekecewaan terhadap perilaku yang tidak wajar dilakukan oleh sekelompok pelajar itu.

“Secepatnya saya akan melakukan koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tanjungpinang guna menindak lanjuti laporan ini. Sehingga perilaku yang tidak terpuji ini tidak terulang lagi kedepannya,” ungkap Endang Susilawati, sekitar pukul 13.05 Wib.

Ditegaskan Endang Susilawati, pihaknya juga akan meminta kepada pihak Sekolah untuk dapat melakukan pengecekan, serta pembinaan terhadap Siswanya.

“Dalam hal ini, pihak Sekolah diminta untuk memberikan efek jera kepada siswa dengan memberikan hukuman yang setimpal sesuai dengan kesalahan yang diperbuat, dan saya serahkan semua kepada pihak Sekolah, serta meminta pihak Sekolah untuk lebih ketat lagi dalam membentuk pengawasan kepada siswanya”. tegas Endang Susilawati. (RM).

Editor : Milla

11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik Plt Bupati Bintan

Bintan, GK.com – Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dilantik oleh Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan untuk mengisi kekosongan jabatan demi kelancaran jalannya roda Pemerintahan. Pelantikan ini merupakan akhir dari tahapan open biding yang dimulai sejak awal tahun lalu.

Pada kesempatan itu, Roby mengambil sumpah kepada sebelas Pejabat Eselon II, Jum’at (15/07/2022) di Aula Bandar Seri Bentan.

Dalam sambutannya, Roby menuturkan bahwa ini adalah dinamika dalam tatanan Pemerintahan.

“Pelantikan, perpindahan jabatan dan pengisian tempat merupakan hal yang pasti akan terjadi dalam sistem Pemerintahan. Semua mekanisme yang dijalani adalah sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam UU, serta semua regulasi terkait,” ucap Roby.

Ia juga meminta kepada semua pejabat yang baru saja dilantik untuk segera mengerjakan segala sesuatu yang dianggap perlu di lingkup OPD nya masing-masing.

“Segera beradaptasi dengan tanggung jawab kerja yang baru. Keluarkan lagi semua terobosan dan inovasi, untuk kebangkitan Bintan”. pungkas Roby.

Adapun sebelas Pejabat PTP yang dilantik adalah :

1. Riang Anggraini, S.STP

Jabatan lama : Kepala Bagian Umum dan Keuangan Sekretariat DPRD Kabupaten Bintan

Jabatan baru : Sekretaris DPRD Kabupaten Bintan

2. Ramlah, S.Sos

Jabatan lama : Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bintan

Jabatan baru : Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bintan

3. Dra. Hatriah

Jabatan lama : Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bintan

Jabatan baru : Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bintan

4. Asy Syukri, SE

Jabatan lama : Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Bintan

Jabatan baru : Kepala Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bintan

5. M. Lukman, S.Ag, M.Hi

Jabatan lama : Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bintan

Jabatan baru : Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bintan

6. Nafriyon, S.STP

Jabatan lama : Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan

Jabatan baru : Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bintan

7. Wan Affandi, ST, MM

Jabatan lama : Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bintan

Jabatan baru : Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bintan

8. Samsul, S.IP

Jabatan lama : Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bintan

Jabatan baru : Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bintan

9. Arief Sumarsono, ST

Jabatan lama : Camat Gunung Kijang

Jabatan baru : Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan

10. Suwarsono, S.Sos

Jabatan lama : Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bintan

Jabatan baru : Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bintan

11. Ii Santo, SH

Jabatan lama : Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Bintan

Jabatan baru : Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bintan

(Red/Ist).

Sisca Sartika : Saya Siap Memperkuat, Bersinergi Serta Berkolaborasi dari Unsur ABCG

Batam, GK.com – Nama sisca Sartika wanita berparas cantik ini belakangan santer digadang-gadang akan menduduki jabatan sebagai Walikota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Batam.

Sisca meyakini bahwa dibawah komandonya, kepengurusan Lira Batam nanti memiliki skill serta kompetensi untuk sama-sama membangun Kota Batam.

“Jika saya diamanahkan menjabat Walikota LIRA Batam, pertama sekali saya harus membentuk kepengurusan yang solid dan saling mendukung. Sebab, sangat dibutuhkan dalam menjalankan sebuah organisasi untuk lebih produktif dan maju dalam menjalankan visi dan misinya sesuai dengan AD / ART,” kata Sisca, Jumat (15/07/2022).

Jika diamanahkan, sambungnya, “Bismillah, ini amanah dan saya merasa terhormat bisa memimpin sebuah organisasi yang punya visi dan misi yang kongkrit untuk pengembangan LIRA di Kota Batam dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat, kontrol sosial, dan advokasi. Ini jadi momentum bagi kami berkolaborasi dengan berbagai pihak demi kemajuan bersama,” ucap Sisca.

Sisca juga memaparkan jika dirinya nanti menjabat Walikota LIRA Batam, ia akan menjalankan visi dan misi LIRA, diantaranya kesiapan dalam bersinergi dengan Pemko Batam, serta dengan DPRD Batam terkait program pembangunan daerah, dan siap membantu salah satu fungsi dewan yaitu pengawasan.

“LSM LIRA bisa lebih bersinergi dengan pemerintah, khususnya terkait dengan pengawasan program pembangunan daerah demi terwujudnya Batam yang lebih baik lagi. Ia juga mengajak didalam kepengurusannya nanti LSM LIRA untuk turut serta dalam mengawal APBD Batam sehingga pengelolaan APBD menjadi lebih transparan, akuntabel dan tepat sasaran,” tuturnya.

Ke depan, Sisca juga berharap pengurus LIRA Batam selain sebagai lembaga kontrol, juga bisa memperkuat sinergi dan kolaborasi dari unsur ABCG, yang terdiri dari Akademisi, Bisnis, Community, dan Government.

“Sekarang eranya kolaborasi, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Ia berharap LIRA Batam dapat memberikan kontribusi positif yang dapat dirasakan oleh masyarakat banyak.

“LIRA Kota Batam akan menjadi mitra strategis pemerintah untuk membangun daerah. Menurutnya, bermitra tidak hanya positif konstruktif ataupun kritis, lebih dari itu harus disertai solusi, Kita semua inginkan pembangunan di Batam semakin maju”. imbuhnya.

Diakhir pembicaraan, Sisca juga menyinggung peran wanita dalam mengikuti perkembangan zaman saat ini, menurutnya wanita juga dituntut peka akan kedaan lingkungan sekitar dan up to date soal teknologi informasi yang akan menambah keilmuan serta pengetahuan dalam cegah dini agar paham – paham radikalisme, terorisme serta ideologi kegamaan yang menyimpang tidak mudah masuk ke dalam lingkungan keluarga terlebih lagi lingkungan masyarakat sekitar. (Ist).

Editor : Milla