Selasa, Agustus 4, 2026
Beranda blog Halaman 31

14 Kajati Dan Pejabat Kejagung di Lantik

Jaksa Agung ST Burhanuddin saat melantik dan mengambil sumpah jabatan 30 pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung. (Foto Kejaksaan)

Jakarta, GK.com – Sebanyak 30 pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung dilantik dan di ambil sumpah jabatan oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin, Rabu (29/04/2026).

Dalam prosesi pelantikan yang berlangsung di Aula Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung itu, dari total 30 pejabat yang dilantik, 14 menduduki jabatan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang akan ditugaskan berbagai Daerah, dan 16 pejabat eselon II akan bertugas di tingkat pusat.

Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam amanatnya mengatakan, rotasi, mutasi, dan promosi jabatan merupakan momen sakral yang mencerminkan pengabdian kepada Tuhan, masyarakat, dan Negara untuk mengabdikan kemampuan secara optimal.

“Kepada para kajati yang baru di lantik, saya mengingatkan bahwa wajah institusi di daerah harus mampu merespons persoalan secara cepat dan terukur. Sementara untuk pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung yang baru dilantik, saya harapkan agar segera dapat beradaptasi tanpa masa transisi yang panjang. Mengingat peran masing-masing bidang yang memiliki karakteristik dan dinamikanya tersendiri, yang dapat mendukung dalam penegakan hokum,” ujar Burhanuddin.

“Mari kita berikan yang terbaik untuk masyarakat, bukan karena tuntutan jabatan, tetapi sebagai wujud integritas dan kehormatan diri. Tunjukkan kinerja yang tidak hanya memenuhi target, tetapi meninggalkan jejak pengabdian yang bermakna”. tegas Burhanuddin.

Adapun nama-nama para pejabat yang dilantik saat itu diantaranya
1. Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol, S.H., M.H menjabat sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum;
2. Dr. Abd Qohar AF, S.H., M.H menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur;
3. Dr. Sugeng Riyanta, S.H., M.H menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara;
4. Dr. Dwi Agus Arfianto, S.H., M.H menjabat sebagai Direktur D pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum
5. Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, S.H., M.H menjabat sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus;
6. Dr. Sila Haholongan, S.H., M.Hum menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan;
7. Riono Budisantoso, S.H., M.A menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung;
8. Ardito Muwardi, S.H., M.H menajabat sebagai Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus;
9. Dr. Hermon Dekristo, S.H., M.H menjabat sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Militer.;
10. Dr. Sutikno, S.H., M.H menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat;
11. Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum menjabat sebagai Inspektur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan;
12. I Dewa Gede Wirajana, S.H., M.H menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Riau;
13. Muhibuddin, S.H., M.H menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara;
14. Dedie Tri Hariyadi, S.H., M.H menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat;
15. N Rahmat R, S.H., M.H menjabat sebagai Direktur Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus;
16. Zullikar Tanjung, S.H., M.H menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah;
17. Dr. Siswanto, S.H., M.H menjabat sebagai Direktur B pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum.
18. Teguh Subroto, S.H., M.H sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah;
19. Sukarman Sumarinton, S.H., M.H menjabat sebagai Inspektur Keuangan III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan;
20. Budi Hartawan Panjaitan, S.H., M.H menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat;
21. Riyono, S.H., M.Hum menjabat sebagai Inspektur Keuangan I pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan;
22. Dr. Sumurung Pandapotan Simaremare, S.H., M.H menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo;
23. Edi Handojo, S.H., M.H menjabat sebagai Direktur I pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen;
24. Dr. Lila Agustina, S.H., M.Kn., M.M menjabat sebagai Kepala Pusat Kesehatan Yustisial.
25. Suwandi, S.H., M.Hum menjabat sebagai Kepala Pusat Strategi Kebijakan Penegakan Hukum;
26. Dr. Sunarwan, S.H., M.Hum menjabat sebagai Kepala Biro Perlengkapan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan;
27. Dr. Chatarina Muliana, S.H., S.E., M.H menjabat sebagai Kepala Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan pada Badan Pemulihan Aset;
28. Setiawan Budi Cahyono, S.H., M.Hum menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bali;
29. Abdullah Noer Deny, S.H., M.H menjabat sebagai Direktur IV pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen;
30. Saiful Bahri Siregar, S.H., M.H menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu.

Penulis: DK/*
Editor: Milla


Program MBG Harus Berjalan Efektif, Tepat Sasaran, Dan Tingkatkan Kualitas

Program MBG Harus Berjalan Efektif, Tepat Sasaran, Dan Tingkatkan Kualitas. (Foto HUMAS DISKOMINFO Batam / Ade Rahmatullah)

Batam, GK.com – Diikuti oleh perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait sebagai bagian dari upaya konsolidasi untuk menyempurnakan pelaksanaan program di lapangan, Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Batam mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mengakselerasi peningkatan kualitas pelayanan publik melalui penguatan Program MBG.

Memimpin jalannya Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program MBG di Kantor Wali Kota Batam pada Rabu (29/04/2026), Firmansyah menegaskan, forum strategis untuk memastikan program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan untuk masyarakat

“Dapur MBG merupakan simpul penting dalam pelayanan publik yang mencerminkan kehadiran Pemerintah di tengah masyarakat. MBG bukan sekadar titik layanan, tetapi simbol kehadiran Negara. Di sinilah kualitas pelayanan diuji, apakah benar-benar dirasakan masyarakat atau hanya berhenti pada laporan,” tutur Firmansyah.

“Keberhasilan program sangat ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan di lapangan, kualitas layanan, serta kemampuan dalam merespons dinamika kebutuhan masyarakat,” tambah Firmansyah.

“Saya berharap, seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan untuk dapat memperkuat koordinasi lintas sektor sebagai kunci utama keberhasilan program. Tidak boleh ada yang bekerja sendiri-sendiri. Program ini hanya akan berhasil jika dijalankan secara terintegrasi, responsif, dan saling menguatkan. Koordinasi bukan pilihan, tetapi keharusan,” tegas Firmansyah lagi.

“Evaluasi harus menjadi instrumen perbaikan, bukan sekadar rutinitas. Kita tidak boleh puas pada program yang hanya berjalan. Target kita adalah program yang berdampak. MBG harus menjadi model layanan yang adaptif, presisi, dan berkelanjutan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat,” pesan Firmansyah.

“Dengan semangat kolaborasi dan akselerasi, Batam terus bergerak mewujudkan tata kelola Pemerintahan yang modern, responsif, dan berorientasi pada hasil. Melalui evaluasi ini, Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya untuk terus berbenah, memperkuat sinergi, serta menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya hadir, tetapi juga relevan, berkualitas, dan berdaya saing. (Humas Diskominfo Batam/Robin F/Rd)

Editor: Milla

Malaysia Keluarkan Kombinasi Tak Biasa Hadapi Jepang Pada Thomas Cup 2026

Duo Aaron Chia/Soh Wooi Yik dipisah di Thomas Cup 2026

Malaysia, GK.com – Dalam laga ketiga fase grup B Thomas Cup 2026, Rabu (29/04/2026), tim putra Malaysia akan menghadapi Jepang.

Kombinasi tak biasa ini terbilang dalam kondisi yang sudah aman. Karena dua kemenangan atas Finlandia dan Inggris telah memastikan mereka lolos ke babak 8 besar.

Status juara dalam pertandingan antara Malaysia dan Jepang pun diperebutkan, yang berhasil menang akan menjadi juara grup B, sedangkan yang kalah menempati posisi runner up.

Malaysia dengan menurunkan pasangan ganda putra terbaik mereka yaitu, Aaron Chia/Soh Wooi Yik yang akan dipasangkan dengan Tee Kai Wun sebagai ganda putra pertama.

Lalu Soh Wooi Yik akan berpasangan dengan Nur Izzuddin untuk posisi ganda putra kedua. (LR/DK)

Editor: Milla



13 Proyek Hilirisasi Fase 2 di Resmikan Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto. (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Cilacap, GK.com – Proyek hilirisasi fase 2 di beberapa wilayah di Indonesia dengan nilai estimasi investasi mencapai Rp 116 triliun diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dalam pidatonya, Presiden RI Prabowo Subianto menjelaskan, ada 5 proyek sektor energi, 5 proyek mineral dan 3 proyek pertanian.

“Tadi sudah disebut hilirisasi tahap pertama ada 13 proyek di 13 lokasi, dan tahun ini juga kita akan tambah hilirisasi 6 lagi proyek, lalu terus menerus akan kita tambah. Mungkin ada tahap ke 4, 5, 6, Insya Allah tahun ini juga,” ujar Prabowo di Cilacap, Jawa Tengah pada Rabu (29/04/2026).

Menteri Investasi dan Hilirisasi atau BKPM sekligus CEO Danantara, Rosan P Roeslani menyatakan bahwa, groundbreaking diadakan secara serentak di 13 titik di wilayah Indonesia.

“Sebelumnya kita sudah melakukan hilirisasi Fase 1 pada Februari lalu (13 proyek). Proyek Fase 2 akan diresmikan. Dan masih ada fase ke- 3 yaitu ada 6 proyek hilirisasi, kalau kita jumlah ada sekitar 30-an proyek. Kita lihat proyek hlirisasi ini dalam nilai tambah, industri, dan penciptaan lapangan kerja. Akan mencapai 600 ribu orang,” kata Rosan di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/04/2026).

Berikut daftar lengkap 13 proyek hilirisasi fase 2:

Proyek 1-2:
Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline
BUMN Holding: PT Pertamina (Persero)
Lokasi: Dumai (Riau), Cilacap (Jawa Tengah)

• Pengembangan kapasitas kilang gasoline pada fasilitas eksisting RU II Dumai dan RU

IV Cilacap dengan total kapasitas 62 MBSD yang ditargetkan onstream pada Q4 2030.

• Proyek ini mensubstitusi impor gasoline hingga 2 juta KL per tahun atau 9,47% gap

supply-demand nasional, mendukung pemenuhan Pertamax Series dari produksi

domestik, serta menurunkan impor produk sampingan termasuk propylene dan LPG.

• Proyek ini berkontribusi pada penguatan ketahanan energi nasional sekaligus

menjaga stabilitas harga energi, yang pada akhirnya mendukung daya beli dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Proyek 3-4-5:
Pembangunan Tangki Operasional BBM
BUMN Holding: PT Pertamina (Persero)
Lokasi: Palaran (Kalimantan Timur), Biak (Papua), Maumere (Nusa Tenggara Timur)

• Pengembangan tiga Terminal BBM di Palaran (37 ribu KL), Biak (46 ribu KL), dan Maumere (70 ribu KL) dengan total tambahan kapasitas 153 ribu KL, meningkatkan kapasitas penyimpanan nasional sebesar 3,1%.

• Dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga dan ditargetkan onstream bertahap pada 2027 (Maumere) dan 2028 (Palaran, Biak).

• Proyek ini memperkuat keandalan distribusi energi, khususnya di wilayah Indonesia Timur, sehingga mendorong pemerataan pembangunan dan memperkecil kesenjangan harga antar wilayah.

Proyek 6:
Fasilitas Pengolahan Batu Bara menjadi DME
BUMN Holding: PT Pertamina (Persero), PT Mineral Industri Indonesia (Persero)
Lokasi: Tanjung Enim (Sumatera Selatan)

• Pengembangan fasilitas produksi DME berkapasitas 1,4 juta ton per tahun di Tanjung Enim, dengan PTBA sebagai operator dan Pertamina Patra Niaga sebagai o_taker.

• Proyek ini mensubstitusi impor LPG yang saat ini memenuhi 80% kebutuhan nasional.

• Selain memberikan efisiensi devisa, proyek ini memperkuat ketahanan energi domestik serta menciptakan peluang kerja baru dalam pengembangan industri hilir berbasis energi.

Proyek 7:
Pengembangan Fasilitas Manufaktur Baja Nirkarat dari Nikel
BUMN Holding/Mitra: PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. / Tsingshan Group
Lokasi: Indonesia Morowali Industrial Park (Sulawesi Tengah)

• Pengembangan fasilitas produksi stainless steel slab berkapasitas 1,2 juta ton per tahun berbasis nikel lokal melalui proses peleburan dan pemurnian modern.

• Inisiatif ini meningkatkan nilai tambah mineral dalam negeri sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja industri serta pertumbuhan ekonomi kawasan industri secara berkelanjutan.

Proyek 8:
Pengembangan Fasilitas Produksi Slab Baja Karbon dari Bijih Besi Lokal
BUMN Holding/Mitra: PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. / Xin Hai Group
Lokasi: Cilegon (Banten)

• Pengembangan fasilitas produksi steel slab berkapasitas 1,5 juta ton per tahun melalui peningkatan proses produksi dan modernisasi fasilitas existing untuk mencapai efisiensi operasional.

Sebagai bagian dari industri dasar, proyek ini memperkuat fondasi industrialisasi nasional serta mendukung efisiensi pembangunan infrastruktur dan peningkatan daya saing industri domestik.

Proyek 9:
Ekosistem dan Fasilitas Produksi Aspal Buton
BUMN Holding: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Lokasi: Karawang (Jawa Barat)

• Pengembangan Aspal Buton diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan dari 5 ribu ton pada 2025 menjadi 300 ribu ton pada 2030.

• Proyek ini mendorong optimalisasi sumber daya lokal sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi daerah penghasil serta membuka peluang kerja di sektor konstruksi dan material.

Proyek 10:
Hilirisasi Tembaga dan Emas
BUMN Holding: PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT Len Industri (Persero)
Lokasi: Gresik (Jawa Timur)

• Pengembangan fasilitas Brass Mill, Brass Cup, serta manufaktur logam mulia berbasis anode slime.

• Proyek ini memperkuat industri strategis nasional serta membuka peluang kerja bernilai tambah tinggi di sektor manufaktur logam.

Proyek 11:
Pengolahan Sawit menjadi Oleofood dan Biodiesel
BUMN Holding: PT Perkebunan Nusantara III (Persero)
Lokasi: Sei Mangkei (Sumatera Utara)

• Pengembangan klaster hilirisasi sawit melalui fasilitas oleofood dan biodiesel.

• Proyek ini meningkatkan nilai tambah komoditas sawit sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani serta penguatan ketahanan energi nasional.

Proyek 12:
Fasilitas Pengolahan Pala menjadi Oleoresin
BUMN Holding: PT Perkebunan Nusantara III (Persero)
Lokasi: Maluku Tengah (Maluku)

• Pengembangan fasilitas pengolahan pala menjadi oleoresin.

• Proyek ini memperkuat ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan serta meningkatkan pendapatan petani melalui produk bernilai tambah lebih tinggi.

Proyek 13:
Fasilitas Terpadu Kelapa
BUMN Holding: PT Perkebunan Nusantara III (Persero)
Lokasi: Maluku Tengah (Maluku)

• Pengembangan fasilitas pengolahan kelapa terintegrasi menghasilkan MCT, coconut flour, dan activated carbon.

• Proyek ini mendorong diversifikasi produk berbasis kelapa sekaligus meningkatkan pendapatan petani dan memperluas akses ke pasar ekspor bernilai tinggi.

Untuk diketahui, pembangunan proyek hilirisasi fase 2 ini menjadi langkah dan strategi Pemerintah dalam mempercepat industrialisasi berbasis Sumber Daya Alam, guna meningkatkan nilai tambah dan memperkuat ketahanan energi nasional. (DK/*)

Dalam Masa Persidangan III Tahun 2026, Ranperda Jadi Fokus Utama DPRD Batam

DPRD Kota Batam saat melaksanakan Rapat Paripurna Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026. (Foto Sekretariat DPRD Kota Batam)

Batam, GK.com – Beragendakan penutupan Masa Persidangan II sekaligus pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 pada Rabu (29/04/2026), dalam Rapat Paripurna DPRD Batam yang dilaksanakan di Ruang Utama, Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin, memimpin jalannya Rapat yang didampingi oleh Wakil Ketua I Aweng Kurniawan, serta Wakil Ketua III Muhammad Yunus Muda.

Kamaluddin dalam pidatonya menerangkan bahwa pembagian masa sidang DPRD mengacu pada ketentuan Pasal 87 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018, yang menetapkan satu tahun sidang yang terdiri dari tiga masa persidangan. Oleh karena itu, penutupan dan pembukaan masa sidang dilakukan secara berkesinambungan dalam satu forum resmi.

“Sebelum melaksanakan tugas dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, perlu dilakukan pembukaan masa persidangan berikutnya. Untuk itu, dengan mengucapkan ‘Bismillahirrahmanirrahim’, Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 DPRD Kota Batam saya nyatakan dibuka”. ucap Kamaluddin.

Memasuki masa sidang baru, Kamaluddin menegaskan bahwa DPRD Kota Batam akan dihadapkan pada sejumlah agenda strategis yang membutuhkan perhatian serius. Fokus utama di antaranya adalah pembahasan beberapa Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang dinilai penting bagi pembangunan daerah.

Ranperda yang menjadi prioritas meliputi revisi Perda Nomor 11 Tahun 2013 tentang pengelolaan persampahan, Ranperda terkait penyelenggaraan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) perumahan, serta sejumlah Ranperda lain yang telah masuk dalam daftar Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026. (Rd/*)

Editor: Milla


Minum Kopi Tidak Dianjurkan Sore Dan Malam Hari

Secangkir Kopi. (Foto gerbangkepri.com)

Menikmati secangkir kopi yang baik ternyata ada waktunya, karena kopi mengandung kafein, senyawa bioaktif yang bekerja sebagai antagonis reseptor adenosine, sehingga membantu meningkatkan kewaspadaan. Kafein juga dapat memengaruhi sistem dopamin yang berperan dalam suasana hati. Selain itu, kopi juga mengandung asam klorogenat yang memiliki aktivitas antioksidan dan dikaitkan dengan potensi antidiabetes.

Sejumlah studi menunjukkan, minum kopi sekitar 2-3 cangkir per hari masih dapat memberikan manfaat kesehatan, meskipun efeknya bisa berbeda pada tiap orang, tergantung sensitivitas tubuh terhadap kafein.

Sebagai informasi, komposisi kimia kopi sangat dipengaruhi proses pengolahan, terutama roasting atau pemanggangan. Selama proses ini, gula mengalami reaksi Maillard dan karamelisasi, sehingga membentuk senyawa penyusun aroma serta rasa khas kopi.

Beberapa senyawa turunan seperti gula alkohol atau polyols juga memiliki nilai kalori lebih rendah dibanding gula sederhana. Tetapi, hal tersebut tetap memberikan kontribusi energi. Maka dari itu, manfaat kopi tetap bergantung pada jumlah konsumsi dan cara penyajiannya.

Waktu minum kopi yang baik disarankan pada pagi hingga siang hari untuk membantu menjaga fokus dan performa tubuh. Sementara, konsumsi kopi pada sore atau malam hari sebaiknya dihindari, karena bisa mengganggu siklus bangun dan tidur anda.

Banyak orang mengandalkan kopi untuk menambah energi sebelum beraktivitas, tetapi hendaknya kita mengikuti saran yang telah disarankan dari pakarnya.

Penulis: Yani
Editor: Milla