Senin, Mei 4, 2026
Beranda blog Halaman 27

Harga Bahan Pokok di Pasar Bintan Center Stabil Pasca Lebaran, Berikut Daftarnya

Pasar Bintan Center Tanjungpinang. (Foto gerbangkepri.com/Hasbiadi).

Tanjungpinang, GK.com — Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Bintan Center, Tanjungpinang terpantau mulai stabil pasca Lebaran. Bahkan, beberapa komoditas mengalami penurunan harga, meski masih dipengaruhi oleh ketersediaan stok dan faktor cuaca.

Untuk komoditas sayuran, harga timun saat ini berada di angka Rp 14.000,- per kilogram, turun dari sebelumnya Rp 16.000,-. Sementara itu, kangkung juga mengalami penurunan dari Rp 10.000,- menjadi Rp 8.000,- per ikat.

Salah seorang pedagang, Amri (36) menyebutkan bahwa harga sayuran sangat bergantung pada kondisi stok yang tersedia di pasar.

“Harga sudah mulai stabil, karena stok mulai tersedia,” ujarnya, Jumat (03/04/2026) pukul 10.12 WIB.

Ia menambahkan bahwa hasil panen petani yang tidak maksimal turut memengaruhi harga.
“Hal ini disebabkan hasil panen petani yang berkurang karena kondisi cuaca,” lanjutnya.

Di sisi lain, harga komoditas cabai masih relatif stabil. Cabai rawit dijual sekitar Rp 56.000,- per kilogram, sedangkan cabai merah panjang berada di kisaran Rp 40.000,- per kilogram.

“Harga saat ini masih stabil,” kata Junaidi (55), pedagang cabai.

Pedagang sayur lainnya, Sutrisno (32), menambahkan bahwa harga sempat mengalami kenaikan menjelang Lebaran, namun kini sudah kembali normal.

“Kemarin sempat naik sebelum Lebaran, tapi sekarang sudah stabil lagi Pasca Lebaran,” ungkapnya.

Di sektor perikanan, harga ikan air tawar juga terpantau stabil. Pedagang ikan, Safrizal(33) mengatakan, kondisi ini didukung oleh distribusi yang lancar, sehingga stok tetap terjaga.

“Harga ikan air tawar saat ini stabil, karena stok cukup dan tidak ada hambatan distribusi,” katanya.

Namun, kondisi berbeda terjadi pada ikan laut. Seorang pedagang bernama Irvan (42) mengungkapkan bahwa stok ikan laut saat ini mengalami penurunan akibat faktor cuaca.

“Stok ikan laut menurun karena cuaca, tetapi harga masih tetap stabil seperti biasanya,” ujar Irvan.

Sementara itu, harga daging ayam juga menunjukkan tren stabil. Jika sebelum Lebaran sempat mencapai Rp 43.000,- per kilogram, kini turun menjadi Rp 42.000,- per kilogram.

Kondisi stabilnya harga ini disambut positif oleh masyarakat. Siti (38) salah seorang warga Tanjungpinang yang mengaku merasa terbantu dengan harga kebutuhan pokok yang mulai terjangkau.

“Sekarang harga sudah lebih stabil dibanding sebelum Lebaran. Kami sebagai pembeli tentu merasa terbantu,” ucapnya.

Hal serupa disampaikan oleh Andi (45) yang berharap kondisi ini dapat terus bertahan.

“Mudah-mudahan harga tetap stabil dan tidak naik lagi, apalagi kondisi ekonomi sekarang masih belum sepenuhnya pulih”. ujarnya.

Secara keseluruhan, stabilnya harga bahan pokok di Pasar Bintan Center memberikan kelegaan bagi masyarakat. Meski demikian, faktor cuaca tetap menjadi perhatian, karena berpotensi memengaruhi ketersediaan stok di masa mendatang. (HB)

Editor: Milla

Ibadah Jumat Agung di HKBP Kampung Baru Berlangsung Dua Sesi, Keamanan Diperketat

Jemaah saat melaksanakan ibadah. (Foto gerbangkepri.com/Kafyan)

Tanjungpinang, GK.com — Pelaksanaan ibadah Jumat Agung di Gereja HKBP Kampung Baru berlangsung dengan pengaturan jadwal yang tertib dan pengamanan yang optimal. Pihak gereja membagi ibadah ke dalam dua sesi guna mengakomodasi jemaat serta menjaga kenyamanan selama perayaan berlangsung.

Security gereja, Nelson Alexsander Sihombing menyampaikan bahwa sesi pertama dimulai pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB, sementara sesi kedua dilaksanakan pada pukul 10.30 WIB hingga 12.30 WIB.

Ia menjelaskan, pengaturan ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, sekaligus menghindari kepadatan jemaat dalam satu waktu. Selain itu, pihak keamanan juga disiagakan di sejumlah titik untuk membantu kelancaran arus masuk dan keluar jemaat.

“Kami telah menyiapkan pengamanan agar ibadah dapat berlangsung dengan aman dan tertib. Jemaat juga kami imbau untuk datang tepat waktu dan mengikuti arahan petugas,” ujarnya Nelson.

Sementara itu, salah seorang jemaat, Maria (45) mengaku bersyukur, ibadah dapat berlangsung dengan baik dan tertata. Ia menilai pembagian jadwal sangat membantu jemaat agar lebih nyaman saat beribadah.

“Kami merasa lebih tenang, karena tidak terlalu padat. Ibadah juga berjalan khidmat, dan petugas keamanan sangat membantu mengatur jemaat,” ungkap Maria Pukul 10.42 WIB.

Hal senada juga disampaikan jemaat lainnya, Binsar (38) yang menilai pengamanan dan pengaturan waktu sudah sangat baik.

“Dengan adanya dua sesi, kami bisa memilih waktu yang lebih nyaman. Semoga ke depan tetap seperti ini, karena membuat ibadah lebih tertib”. ujarnya di Ruang Lobi, Pukul 10.31 WIB. (KF)

Editor: MIlla

Ketua DPRD Karimun Angkat Bicara Soal Ketidakhadiran Dewan Pada Pertemuan Bupati Dengan Pedagang

Ketua DPRD Karimun Raja Rafiza S.T., M.M. (Foto GK/Dwi)

Karimun, GK.com – Terkait pertemuan Bupati Karimun bersama para pedagang Pasar Puan Maimun yang tidak dihadiri oleh Anggota Dewan, Ketua DPRD Kabupaten Karimun Raja Rafiza
memberikan penjelasan karena pihaknya tidak mendapatkan undangan resmi untuk menghadiri pertemuan tersebut.

“Kami tidak hadir karena memang tidak diundang dalam rapat yang diadakan di Rumah Dinas Bupati bersama para pedagang,” tegasnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (02/04/2026) malam.

BACA JUGA: 👇👇👇



Menurutnya, DPRD pada prinsipnya terbuka untuk hadir dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, terutama terkait polemik relokasi Pasar Puan Maimun yang hingga kini masih menuai pro dan kontra. Namun, secara kelembagaan, kehadiran DPRD dalam forum resmi tetap harus melalui mekanisme dan undangan yang jelas.

Terkait kemungkinan digelarnya kembali Rapat Dengar Pendapat (RDP), ia menyampaikan keputusan tersebut masih menunggu koordinasi di internal DPRD, khususnya dari Komisi II yang membidangi persoalan tersebut.

“Untuk diadakan RDP selanjutnya, saya masih menunggu keputusan dari Ketua Komisi II. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa segera dijadwalkan”. ujarnya Pukul 19.25 WIB.

Pernyataan ini sekaligus menjawab berbagai pertanyaan publik mengenai sikap DPRD dalam polemik relokasi pasar yang belakangan semakin memanas. Para pedagang sendiri sebelumnya berharap adanya kehadiran Wakil Rakyat dalam pertemuan dengan Pemerintah Daerah agar solusi yang dihasilkan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat kecil.

Hingga kini, persoalan relokasi Pasar Puan Maimun masih belum menemukan titik temu antara Pemerintah Daerah dan para pedagang. Publik pun menanti langkah konkret DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan dan mediasi terhadap persoalan tersebut. (DS)

Editor: Milla

Anggota Dewan Absen, Bupati Karimun Undang Pedagang Pasar Puan Maimun, Berikut Kejelasannya

Bupati Karimun saat dan para pedagang Pasar Puan Maimun di Rumdis Bupati Karimun. (Foto gerbangkepri.com/Dwi)

Karimun, GK.com – Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah mengundang para pedagang di Pasar Puan Maimun pada Rabu (01/04/2026) malam untuk duduk bareng dalam menuntaskan polemik penolakkan relokasi pedagang yang berjualan di Pasar tersebut yang direncanakan akan dijadwalkan pemindahannya pada tanggal 11 April 2026 mendatang.

Pada pertemuan yang cukup alot tersebut bersama para pedagang, tidak ditemukan keputusan final dalam pembahasan yang disampaikan.

BACA JUGA: 👇👇👇



Semua keluhan disampaikan langsung oleh para pedagang saat itu kepada orang nomor satu di Kabupatetn Karimun, mulai dari kekhawatiran mereka saat dipindahkan ke lokasi yang baru dengan sepi pembeli hingga omset yang akan turun, serta belum adanya jaminan kepastian terhadap fasilitas pendukung lainnya.

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah dalam sambutannya menegaskan jika Pemerintah Daerah tidak ingin mengambil keputusan sepihak tanpa mempertimbangkan kondisi riil di lapangan.

“Kami akan turun ke pasar lagi untuk meninjau kembali dan akan melakukan evaluasi di lapangan terkait keluhan Bapak-Ibu para pedagang. Pemerintah tentu tidak ingin merugikan masyarakat, khususnya para pedagang yang menggantungkan hidupnya di Pasar Puan Maimun,” kata Ing Iskandarsyah di Rumah Dinas Bupati Karimun.

Salah satu pedagang Pasar Puan Maimun, Vina menuturkan jika dirinya tetap menolak rencana pemindahan yang akan di lakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun tersebut.

“Kami tetap menolak pindah ke tempat yang sudah dipersiapkan, karena kami harus bersaing dengan para distributor, mereka berjualan dari pagi hingga malam, lalu, kami juga mengambil barang dari mereka untuk dijual kembali dengan harga yang berbeda. Sementara, mereka tetap menjual dengan harga yang lebih rendah, tentu ini sangat sulit buat kita,” keluh Vina Pukul 21.25 WIB.

Keluhan yang sama juga di lontarkan dari pedagang lainnya, Hengki yang dengan tegas menolak rencana pemindahan tersebut. Ia menilai lokasi pasar saat ini adalah tempat strategis yang mereka andalkan untuk membiayai kehidupan sehari-hari.

“Kami menolak pindah dari tempat kami berdagang sekarang. Dari tempat ini kami membiayai sekolah dan kuliah anak-anak kami. Siapa yang bisa menjamin kalau ditempat yang baru nantinya bakal ramai pembeli, minimal samalah dengan pendapatan yang kami peroleh saat ini. Harusnya Pemerintah mengkaji ulang sebelum memutuskan sesuatu. Zaman sekarang, hidup kita ini sudah sulit pak! Jadi, tolong jangan makin dipersulitlah masyarakat dalam mencari rezeki,” ungkap Hengki.

Lalu, pedagang lainnya yang ikut bersuara, Joshua, kepada gerbangkepri.com mengeluhkan kekecewaannya atas pertemuan malam tersebut yang diundang oleh Bupati Karimun.

Ia menilai, pertemuan saat itu tidak memberikan kejelasan, dan hanya membuang-buang waktu saja.

“Tidak ada titik temu antara Pemerintah dan para pedagang. Bapak Bupati terlalu berputar-putar dalam pembicaraannya. Jadi kami tidak mendapatkan kejelasan terkait permasalahan relokasi di Pasar Puan Maimun ini. Padahal, pada masa kampanye Pemilu kemarin, Bapak Bupati berjanji akan mempercantik kawasan pasar pagi-sore, ini justru malah akan membongkarkannya. Jadi, mana omongan Pak Bupati yang bisa kami pegang”. tutur Josua.

Pada pertemuan malam itu, tak tampak satu pun anggota DPRD Karimun sebagai Wakil Rakyat yang duduk di DPRD mewakili suara masyarakat. Padahal sebelumnya, Komisi II DPRD Karimun Komisi II pada Rabu (01/04/2026) pagi sempat melakukan peninjauan langsung ke Pasar Puan Maimun guna menindaklanjuti polemik rencana relokasi pedagang ke Blok D sebagai bentuk menyerap aspirasi masyarakat, serta berjanji akan dan memastikan suara pedagang tersampaikan ke Pemerintah Daerah.

Saat itu, Komisi II juga berjanji akan meminta penjelasan dari Instansi terkait mengenai kajian teknis dan pertimbangan relokasi ke Blok D, termasuk dampak ekonomi terhadap pedagang. Serta akan menyampaikan langsung kepada Bupati Karimun terkait permasalahan ini, dan segera mencari solusi yang adil dan tidak merugikan pedagang.

Hingga berita ini ditayangkan, gerbangkepri.com berupaya mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Karimun pada Kamis (02/04/2026) siang untuk mendapatkan informasi kejelasan atas langkah yang akan diambil selanjutnya oleh DPRD Karimun sebagai Wakil Rakyat terhadap polemik ini. Namun, saat didatangi, para Wakil Rakyat yang duduk di DPRD Karimun pada sedang tidak ada di Kantor karena sedang melakukan Dinas Luar Kota. (DW)

Editor: Milla

9 Kasus Narkotika Selama Maret 2026 di Ungkap Polresta Tanjungpinang

Kasat Resnarkoba, AKP Lajun Siado Sianturi, S.I.K saat menggelar konfrensi pers. (Foto gerbangkepri.com/Kafian)

Tanjungpinang, GK.com — Selama periode Maret 2026, jajaran Polresta Tanjungpinang berhasil mengungkap sejumlah kasus peredaran narkotika dengan berbagai modus yang melibatkan pelaku dari beragam latar belakang.

Hal tersebut disampaikan dalam konfrensi pers yang digelar di Polresta Tanjungpinang pada Kamis (02/04/2026) yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba, AKP Lajun Siado Sianturi, S.I.K.

Dalam kegiatan tersebut, Satresnarkoba mengungkap sembilan kasus dengan total sembilan tersangka, terdiri dari delapan laki-laki dan satu perempuan. Empat di antaranya merupakan residivis. Para pelaku berperan sebagai penjual maupun perantara dalam transaksi narkotika.

Pengungkapan kasus tersebar di beberapa wilayah, yakni Kecamatan Tanjungpinang Kota sebanyak dua kasus, Kecamatan Tanjungpinang Barat empat kasus, serta Tanjungpinang Timur tiga kasus.

AKP Lajun Siado Sianturi menjelaskan, Barang Bukti (BB) yang diamankan berupa sabu seberat 92,47 gram dan ekstasi sebanyak 256 butir atau setara 112,20 gram.

“Setiap kasus melibatkan satu tersangka dengan latar belakang profesi beragam, mulai dari nelayan, buruh harian lepas, karyawan swasta, hingga Pegawai Negeri Sipil,” ujarnya di Lobi Polresta Tanjungpinang Pukul 13.40 WIB.

Adapun para tersangka berinisial AN, RA, P, DC, EW, dan H dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Pasal tersebut mengatur ancaman pidana penjara seumur hidup atau paling singkat lima tahun hingga 20 tahun, serta denda antara Rp 1 miliar hingga Rp 10 miliar. Sementara itu, Pasal 609 ayat (1) huruf a KUHP memuat ancaman penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun, dengan denda Rp 200 juta hingga Rp 2 miliar.

Lalu tersangka MR dan R dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a KUHP.

Pada pasal tersebut, ancaman hukuman berupa pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun hingga 20 tahun, serta denda maksimum sebagaimana ayat (1) ditambah sepertiga. Sedangkan Pasal 609 ayat (2) huruf a KUHP mengatur ancaman penjara seumur hidup atau paling singkat lima tahun hingga 20 tahun, serta denda antara Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar.

“Polresta Tanjungpinang berkomitmen memberantas peredaran narkotika di wilayah ini. Masyarakat diimbau berperan aktif memberikan informasi apabila menemukan aktivitas mencurigakan”. imbuhnya. (KF)

Editor: Endang

Sony Andriana Kusuma: Dukungan Dari Sekolah, Orang Tua, Dan Media Diharapkan Dapat Memperkuat Budaya Literasi di Kalangan Generasi Muda

Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang. (Foto gerbangkepri.com/Hasbiadi)

Tanjungpinang, GK.com — Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang terus mendorong peningkatan minat baca anak melalui berbagai program serta layanan yang menyasar kepada Sekolah dan masyarakat.

Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan, Sony Andriana Kusuma menyampaikan bahwa kegiatan tidak hanya berfokus di dalam gedung saja, melainkan juga dilakukan dengan pendekatan proaktif ke Sekolah.

“Upaya peningkatan minat baca dilakukan melalui layanan kunjungan ke perpustakaan dengan sistem penjemputan berdasarkan permohonan dari Sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMP,” ujarnya di Ruang Kerja, Kamis (02/04/2026) Pukul 10.09 WIB.

Ia menjelaskan, keterbatasan armada menjadi salah satu kendala, sehingga belum seluruh Sekolah dapat terlayani secara optimal. Meski demikian, antusiasme tetap tinggi. Sejumlah Sekolah bahkan menyediakan transportasi secara mandiri agar siswa dapat berkunjung.

Selain itu, program perpustakaan keliling turut dijalankan dengan menjangkau empat Kecamatan di Tanjungpinang. Layanan tersebut hadir di Sekolah maupun ruang publik guna memudahkan akses buku bagi anak.

“Kami memiliki dua unit kendaraan perpustakaan keliling yang rutin turun ke lapangan untuk melayani siswa TK, SD, hingga SMP,” ungkapnya.

Beragam kegiatan literasi seperti lomba dan program edukatif juga digelar untuk menarik ketertarikan anak terhadap buku. Informasi kegiatan disampaikan melalui media sosial resmi agar mudah diakses masyarakat.

Sony menambahkan, pihaknya telah menjalin sekitar 114 kerja sama dengan berbagai Sekolah, baik Negeri maupun Swasta, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB), guna memperluas jangkauan layanan.

Ia menilai, minat baca di Tanjungpinang menunjukkan perkembangan positif yang terlihat dari tingginya partisipasi dalam berbagai kegiatan.

Namun, tantangan utama saat ini berasal dari penggunaan gadget di kalangan anak.

“Anak-anak saat ini cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dengan handphone. Karena itu, diperlukan peran orang tua dan guru dalam mengawasi, serta mengarahkan agar lebih gemar membaca,” katanya.

Ke depan, dukungan dari berbagai pihak, termasuk Sekolah, Orang Tua, dan Media diharapkan dapat memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda.

“Harapan kami, minat baca semakin meningkat sehingga kualitas pendidikan juga ikut berkembang”. tutupnya. (HB)

Editor: Milla