Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 145

Telepon Hangat Prabowo Dan Trump Sepakati Perkuat Kemitraan Strategis

Presiden RI Prabowo Subianto menerima sambungan telepon dari Presiden AS Donald Trump di ruang kerja kepresidenan. (Dok pri)

Jakarta, GK.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima sambungan telepon dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (12/6/2025) malam. Dalam pembicaraan yang berlangsung hampir 15 menit tersebut, kedua Kepala Negara membahas tentang penguatan kerja sama bilateral, serta komitmen menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (13/6/2025) menjelaskan bahwa komunikasi berlangsung hangat dan penuh saling pengertian.

“Keduanya saling menanyakan kabar dan perkembangan terkini di Negara masing-masing”. ujarnya.

Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Sebaliknya, Trump juga menyampaikan selamat atas terpilihnya Prabowo sebagai Presiden ke- 8 RI.

Selain menegaskan komitmen memperkuat kerja sama ekonomi, pertahanan, dan pendidikan, kedua pemimpin juga membahas kebijakan dagang terbaru Amerika Serikat. Pemerintah AS menetapkan tarif impor resiprokal terhadap Indonesia sebesar 32 persen, di luar tarif dasar 10 persen yang diberlakukan secara global.

Menanggapi hal itu, Presiden Prabowo telah mengutus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk memimpin delegasi ke Washington, DC guna membuka jalur negosiasi. Indonesia menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut, dan berharap tercapai kesepakatan yang adil bagi kedua pihak.

Hubungan diplomatik Indonesia–Amerika Serikat telah terjalin sejak 1949. Tahun ini, kedua Negara menandai 76 tahun kemitraan dengan agenda penguatan hubungan strategis di berbagai sektor.

Presiden Prabowo dan Presiden Trump sebelumnya juga sempat berkomunikasi pada November 2024. Dalam sambungan singkat kala itu, keduanya menyatakan keinginan untuk bertemu langsung guna membahas arah kerja sama ke depan. (hdm)

Oknum Sekuriti Sok Keras Ternyata Keluarga Humas Pelindo Tanjungpinang

Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP). (Foto GK.com)

Tanjungpinang, GK.com – Berdasarkan informasi yang di terima oleh Media ini, ternyata sekuriti PT Pelindo (Persero) Regional I Cabang Tanjungpinang, Darto merupakan salah satu anggota keluarga dari bagian Humas PT Pelindo (Persero) Regional I Cabang Tanjungpinang, Riel Fulltimer Harianja.

Saat Redaksi ini menanyakan kebenarannya kepada Riel Fulltimer Harianja pada Jumat (13/6/2025) sekitar pukul 12.28 WIB, Riel Fulltimer Harianja menjawab, “nanti kita komunikasi ya, apa yang bisa dibantu, nanti kami bantu koordinasi kan, terima kasih atas masukan nya ya Bu, kami Check dulu ya Bu, dan kami evaluasi, Mohon Maaf Sebelumnya., makasih,” tulis Riel Fulltimer Harianja, singkat.

Baca juga 👇👇👇

https://gerbangkepri.com/2025/06/13/sok-keras-etika-sekuriti-pelindo-di-sbp-dipertanyakan/



Berdasarkan lagi dari sumber google map yang kita terima, bahkan ada ulasan dari salah satu penumpang yang juga merasa kesel atas perlakuan dari salah satu sekuriti Pelindo di Pelabuhan SBP terkait pelayanan buruk yang diterima.

“Pelayanan satpam nya buruk yang di bagian depan, saat menanyakan arah, malah pake nada tinggi, trus arahin nya sambil buang muka, ga sopan”. tulis akun berinisial SB.

Untuk diketahui, Rabu (11/6/2025), Pemerintah Kota Tanjungpinang bahkan baru memberikan penghargaan kepada PT Pelindo (Persero) Regional I Cabang Tanjungpinang dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik di wilayah Kota Tanjungpinang, khususnya di sektor pelabuhan dan logistik. (YN)


Sok Keras, Etika Sekuriti Pelindo di SBP Dipertanyakan

Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP). (Foto GK.com)

Tanjungpinang, GK.com – Terjadi Insiden yang melukai hati rekan-rekan wartawan di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang pada Jumat (13/6/2025).

Kejadian ini menimpa dari rekan jurnalis Media Gerbang Nusantara, Siska dan Salma yang awalnya hendak mengirimkan koran untuk tujuan ke Kabupaten Lingga sekitar pukul 10.43 WIB.

“Kita buru-buru ngejarkan kapal ke Lingga untuk mengirim koran, kebetulan saat kejadian tersebut, Pemimpin Perusahaan kita, ibu Salma juga ikut, karena beliau sekalian meninjau/mengecek dilapangan wartawan kita yang sedang bertugas hari ini. Pas pintu kedatangan terbuka, kami ditanya oleh sekuriti Pelindo yang namanya pak Darto dengan bahasa ketus ‘hei mau kemana’? Lalu kita menjawab sambil berjalan, ‘permisi ya bang, kami dari Media’. Saat itu, kita tidak dihiraukan oleh sekuriti tersebut. Karena posisi kita buru-buru, lalu, kami langsung masuk berlari ke arah kapal. Tiba-tiba, kita di teriakin oleh sekuriti tersebut, dan sambil berkata kasar, sehingga semua orang yang ada di sekitar kejadian pada melihat ke arah kita,” terang Siska.

“Kita kaget dong, kan kita bukan maling. Selesai koran kami titipkan di Kapal tujuan keberangkatan Lingga, kami hampiri lagi abang sekuriti tersebut, dengan niat ingin bertanya, apa masalahnya, sampai dia bersikap kasar seperti itu. Dan ini sudah kejadian yang ketiga kalinya dengan sekuriti yang sama. Sementara, sekuriti lain tidak ada yang seperti itu, padahal kita sering bolak-balik beraktivitas di Pelabuhan tersebut, dan itu pun karena arahan dari petugas Pelindo sebelumnya, bagi rekan-rekan wartawan kalau mau masuk ke Pelabuhan boleh melewati pintu di Kedatangan, dengan catatan, wajib isi buku tamu yang telah disiapkan oleh PT Pelindo (Persero) Regional I Cabang Tanjungpinang,” papar Siska

“Yang bikin kita kaget lagi, saat kami menghampiri pak Darto, tiba-tiba dia mengumpulkan kawan-kawannya, seolah-seolah kita kayak serasa mau dikeroyok,” kata Siska.

“Disini kita juga tau etika kok, tapi yang lucunya, justru si pak Darto ini dimana ya atitut nya? Kalaupun memang masuk harus bayar, alangkah baiknya kasih tau secara baik-baik, bukan teriak-teriak seolah-olah kita ini penjahat. Nggak masalah juga kalau pun kita masuk wajib bayar,” ucap Siska.

Humas PT Pelindo (Persero) Regional I Cabang Tanjungpinang, Riel Fulltimer Harianja saat di konfirmasi oleh Media ini melalui pesan WhatsApp sekitar pukul 12.17 WIB membalas, “Terima kasih Ibu, mohon maaf sebelum nya, terima kasih atas masukannya. Pada dasarnya, itu pintu memang merupakan jalur kedatangan. Nanti kami Check dilapangan ya, mohon maaf Sebelumnya… Saya lagi sama Pimpinan di agenda kunjungan kerja di Bintan”. tulis Riel Fulltimer Harianja. (YN)

Sane Bergabung ke Galatasaray, Ambisi Turki Tembus Liga Champions

Leroy Sane (Instagram)

Istanbul, GK.com — Klub papan atas Liga Turki, Galatasaray resmi mengumumkan perekrutan winger tim nasional Jerman, Leroy Sane, dari Bayern Muenchen. Pemain berusia 29 tahun itu bergabung dengan status bebas transfer dan menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun hingga 2028.

Dalam pernyataan resmi klub, Galatasaray menyebutkan bahwa Sane akan menerima gaji sebesar 9 juta euro per musim, atau sekitar Rp169 miliar, belum termasuk bonus tambahan berdasarkan performa dan pencapaian tim.

“Saya sangat bersyukur atas sambutan dari para penggemar. Atmosfer di sini luar biasa, dan saya tidak sabar untuk bermain di depan mereka,” ujar Sane dalam laman resmi klub.

Kehadiran Sane menjadi amunisi baru bagi Galatasaray, yang musim depan akan berlaga di fase liga Liga Champions setelah menjuarai Super Liga Turki 2024/2025.

Rekam Jejak Mentereng
Leroy Sane bukan nama baru di panggung sepak bola Eropa. Sejak bersinar bersama Schalke 04, ia melanjutkan karier di Inggris bersama Manchester City (2016–2020). Di bawah asuhan Pep Guardiola, Sane memenangkan dua gelar Liga Inggris (2018 dan 2019), satu Piala FA, dua Piala Liga Inggris, dan dua Community Shield.

Pada musim panas 2020, Sane kembali ke Bundesliga membela Bayern Muenchen. Bersama raksasa Bavaria, ia tampil dalam 220 laga di semua kompetisi, mencetak 61 gol dan 55 assist. Ia turut mempersembahkan empat gelar Bundesliga bagi Die Roten.

Musim lalu, meski tak selalu menjadi pilihan utama pelatih anyar Vincent Kompany, Sane tetap mencatatkan 13 gol dan 6 assist, membantu Bayern mengunci gelar Bundesliga 2024/2025.

Di level internasional, Sane telah mencatatkan 70 penampilan untuk timnas Jerman dan menjadi bagian dari skuad di beberapa turnamen besar.

Ambisi Besar Galatasaray
Transfer Sane menegaskan ambisi Galatasaray untuk tidak sekadar menjadi penggembira di Liga Champions. Dengan skuad yang kini diperkuat pemain-pemain berpengalaman Eropa, klub yang bermarkas di Stadion RAMS Park itu menargetkan prestasi lebih baik di panggung kontinental.

Kehadiran Sane akan melengkapi lini serang Galatasaray yang sudah dihuni Mauro Icardi dan Wilfried Zaha. Pelatih Okan Buruk disebut telah merancang formasi baru untuk mengakomodasi gaya main cepat dan agresif khas Sane.

Galatasaray menjadi satu dari sedikit klub non-liga top Eropa yang berhasil menggaet pemain bintang berstatus bebas transfer. Selain efisiensi finansial, langkah ini menunjukkan daya tarik kompetisi Turki yang kian meningkat. (hdm)

Mancini Ingin Kembali, Italia Cari Nakhoda Baru

Ekspresi Roberto Mancini saat tim Italia dikalahkan Prancis dalam laga persahabatan di Stadion Allianz Riviera, Nice, Prancis pada 1 Juni 2018. (AFP/Frank Fife)

Jakarta, GK.com – Hampir dua tahun setelah meninggalkan kursi pelatih tim nasional, Roberto Mancini menyatakan keinginan kembali membesut Italia. Dalam wawancaranya dengan Gazzetta dello Sport, pelatih berusia 59 tahun itu menyebut masih menyimpan ambisi yang belum tuntas bersama Gli Azzurri.

“Saya merasa masih memiliki sesuatu yang belum selesai bersama Italia,” ujar Mancini, seperti dikutip media Italia, Kamis (12/6/2025).

“Melihat perkembangan para pemain sekarang, saya yakin kita bisa membangun kembali kejayaan seperti yang pernah kita capai,” katanya.

Mancini menambahkan, pengalaman menjadi juara Piala Eropa 2020 adalah momen spesial yang membangkitkan kerinduan untuk kembali ke tim nasional.

“Saya pernah juara bersama klub, tetapi juara bersama Italia itu hal yang berbeda. Anda juga selalu ingin kembali ke tempat di mana Anda bahagia. Saya senang di Coverciano, atmosfernya luar biasa”. tuturnya.

FIGC hingga Kamis malam belum memberikan tanggapan resmi soal pernyataan terbuka Mancini. Posisi pelatih utama Italia memang sedang kosong setelah pemecatan Luciano Spalletti pasca kekalahan telak 0-3 dari Norwegia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, Sabtu (7/6/2025).

Jejak Mancini Bersama Italia

Roberto Mancini sebelumnya mengundurkan diri dari jabatan pelatih timnas Italia pada Agustus 2023 dan memilih menangani timnas Arab Saudi. Keputusannya kala itu sempat menimbulkan kontroversi, terutama karena ia mundur menjelang dimulainya babak kualifikasi Euro 2024.

Selama masa kepemimpinannya sejak 2018, Mancini berhasil mencatatkan 37 pertandingan tak terkalahkan secara beruntun—rekor dunia yang belum terpecahkan. Puncaknya, Italia merebut trofi Euro 2020 setelah menundukkan Inggris melalui adu penalti di Stadion Wembley, London.

Mancini juga dikenal memberi kepercayaan besar kepada pemain muda. Nama-nama seperti Gianluigi Donnarumma, Nicolo Barella, dan Federico Chiesa mengawali kiprah cemerlang di pentas internasional di bawah asuhannya.

Kini, seiring dengan pencarian pelatih baru oleh FIGC, nama Mancini kembali mencuat sebagai kandidat potensial. Namun, belum ada sinyal resmi dari federasi, yang disebut-sebut juga mempertimbangkan beberapa nama lain, termasuk pelatih muda dari Serie A. (hdm/jor)

Warga: Jangan Cuma Kurir Terus, Tangkap Bandarnya, Pak!

BNN memamerkan BB sabu seberat hampir 2 ton beserta enam tersangka dalam acara pemusnahan narkoba di Alun-Alun Batam Centre. (Foto BNN)

Batam, GK.com — “Jangan cuma kurir terus, tangkap bandarnya, pak!”. Seruan itu meluncur lantang dari tengah kerumunan saat Badan Narkotika Nasional (BNN) memamerkan Barang Bukti (BB) sabu seberat hampir 2 ton beserta enam tersangka dalam acara pemusnahan narkoba di Alun-Alun Batam Centre, Kamis (12/6/2025).

“Pak, bandarnya mana? Kenapa cuma kurir yang ditangkap?” teriak warga dengan nada penuh kecewa.

Acara yang semula di gelar dengan nuansa meriah itu mendadak terasa getir. Di antara tenda-tenda putih dan spanduk besar bertuliskan “Perang Melawan Narkoba”, warga justru mempertanyakan sesuatu yang lebih substansial: di mana para bandar yang menjadi otak penyelundupan narkoba lintas Negara ini?

Adi, salah satu warga yang hadir menyampaikan keresahan yang kerap ia simpan sendiri. Ia mengaku mengikuti pemberitaan soal penangkapan narkoba di Kepulauan Riau sejak lama. “Selalu kurir. Dari dulu. Bandarnya seolah tak tersentuh,” katanya, lirih.

Baca juga 👇👇👇

https://gerbangkepri.com/2025/06/12/presiden-apresiasi-kerja-tim-gabungan-gagalkan-penyelundupan-sabu-2-ton/



Bukan tanpa dasar keresahan itu disuarakan. Dalam setiap pengungkapan besar, nama-nama bandar kerap di sebut, tetapi wajah-wajah mereka nyaris tak pernah tampil. Kali ini, Kepala BNN RI Komjen Pol Martinus Hukom menjawab dengan serius: pengendali utama sedang di buru. Namanya Chancai, warga Negara Thailand, buronan lintas Negara yang disebut sebagai otak pengendali dari jaringan sabu-sabu yang masuk dari Laut Andaman ke wilayah perairan Kepri.

“Kami bekerja sama dengan PPATK, interpol, dan melakukan operasi intelijen. Pergerakan kapal mereka dikendalikan oleh Chancai. Saat ini dia berada di Myanmar dan sudah masuk dalam daftar buron internasional,” terang Martinus.

Bukan hanya Chancai. Nama lain yang juga mencuat adalah Dewi Astutik, WNI yang disebut sebagai pengendali utama jaringan Golden Triangle. Empat dari enam tersangka yang di tangkap disebut memiliki hubungan langsung dengan Dewi.

Namun di sisi lain panggung, potret yang lebih sunyi dan getir muncul dari salah satu tersangka. Lelaki muda dari Samosir itu, dengan tangan diborgol, tak mampu membendung air mata.

“Saya di jebak, saya dijebak,” ucapnya berulang-ulang, suaranya tenggelam dalam isak.

Di hadapan kamera dan mikrofon media, pria itu menunduk. Sadar bahwa ancaman hukuman mati menantinya. Ia seperti mewakili wajah-wajah muda yang terjebak dalam pusaran narkoba, menjadi pion dalam permainan besar yang tak sepenuhnya mereka pahami.

Ketika wartawan menanyakan pernyataan sang tersangka, Komjen Martinus memilih tidak menanggapi jauh. “Biarin saja dia berkomentar,” ucapnya pendek.

Pemusnahan narkoba memang menjadi bagian penting dalam pemberantasan jaringan gelap ini. Namun, suara dari lapisan bawah masyarakat memperlihatkan harapan yang lebih besar, agar perang melawan narkoba tidak hanya menargetkan ekor, tetapi benar-benar menyasar kepala ular yang selama ini terus menyelinap dalam gelap.

“Kalau bandarnya masih berkeliaran, kurir akan selalu ada”. ucap Adi, kembali menyuarakan kegelisahan yang terasa sangat nyata. (hdm)