Sabtu, April 11, 2026
BerandaKepulauan RiauKarimunMasyarakat Tertekan Menunggu Tindakan Nyata Pemerintah

Masyarakat Tertekan Menunggu Tindakan Nyata Pemerintah

Karimun, GK.com – Harga cabai di Pasar Puan Maimun melonjak secara drastis sejak seminggu lalu, terkait kenaikan tersebut membuat para pembeli yang mayoritas ibu-ibu terkejut, sehingga membuat daya beli masyarakat menurun. Meskipun kini mulai ada penurunan, angka nya tetap masih belum berada pada nilai normal.

Andi, salah satu pedagang di pasar Puan Maimun mengungkapkan, minggu kemarin harga cabai rawit sempat mencapai di atas Rp 100 ribu per kilogram, cabai merah Rp 90 ribu, dan cabai setan bahkan mencapai Rp 125 ribu per kilogram.

“Hampir semua barang naik seperti bawang dan labu siam, tapi kenaikannya tidak begitu drastis seperti cabai. Sekarang turunnya cuma sekitar Rp 5 ribu saja,” ungkap Andi.

Kenaikan cabai salah satu disebabkan oleh bencana alam di Sumatera yang ikut mengganggu pasokan, sedangkan bawang naik karena kapal pengangkut tidak bisa masuk. Ongkos kirim yang tinggi juga membuat harga belum stabil, sehingga pengambilan stok terpaksa di kurangi.

“Kalau ambil banyak pasti rugi dan busuk. harapan kami agar Pemerintah membantu mengatur pengelolaan sembako agar harga terjangkau,” harap Andi di tempat jualannya, Sabtu (06/12/2025), Pukul 08.00 WIB.

Lalu, Saipul pedagang lain di pasar yang sama menegaskan, harga cabai hingga saat ini masih belum stabil.

“Seminggu lalu harga cabai benar-benar di atas Rp 100 ribu, bikin pembeli kaget banget. Kami tidak berani ambil stok banyak, takut tidak habis dan busuk. Bawang merah dan bawang putih juga masih sulit diperoleh di Karimun. Mungkin karena cuaca ekstrem, jadi kapal tidak bisa masuk. Pembeli banyak tanya-tanya, karena stok kosong, kalo pun ada harganya tinggi banget,”. jelas Saipul tempat berdangnya, Sabtu (06/12/2025), Pukul 08.15 WIB.

Sementara, Ibu Fatimah salah satu pembeli, kepada gerbangkepri.com mengeluhkan terkait kenaikan bahan pokok seperti cabai dan bawang yang saat ini harganya nelonjak sangat mahal.

“Bawang aja sekarang Rp 45 ribu per kilogram. Saya harus ganti pola belanja, beli sedikit-sedikit aja, tapi mau tidak mau harus beli, karena butuh. Kita suka masak pakai cabai, kalau tidak ada rasanya pasti seperti ada yang kurang,” tuturnya.

“Kami berharap kepada Pemerintah dapat turun tangan, agar harga tidak terlalu mahal, karena pendapatan kita sedikit,” ujarnya di Pasar Maimun, Sabtu (06/12/2025), Pukul 08.20 WIB.

Ibu Yanti, pembeli lainnya menambahkan, jika minggu kemarin cabai masih berkisar Rp 15 ribu seperempat kilo, tapi sekarang sudah naik jadi Rp 25 ribu.

“Bawang juga mencapai Rp 42 ribu per kilogram, karena stok kosong. Harga sudah naik seminggu ini, dan turunnya cuma sedikit, saya sebagai ibu rumah tangga mengaku sangat keberatan, dan terpaksa beli lebih sedikit dari biasanya. Kami harap Pemerintah bisa stabilkan harga biar masyarakat bisa berbelanja kembali normal, apalagi mau tahun baru”. harapnya, Sabtu (06/12/2025), Pukul 08.35 WIB. (DS)

Berita Terkait

Berita Populer