Minggu, Mei 10, 2026
BerandaKepulauan RiauKarimunWaspadai ISPA Dan DBD, Ini Cara Pencegahan Dari Puskesmas Balai Kota

Waspadai ISPA Dan DBD, Ini Cara Pencegahan Dari Puskesmas Balai Kota

Karimun, GK.com – Dengan kondisi alam yang tidak menentu, penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kerap dialami oleh masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Puskesmas Balai Kota, Muhammad Aristo Wibowo, S.KM.

Dijelaskan Muhammad Aristo Wibowo, gejala ISPA yang sering muncul pada umumnya berupa batuk, flu, dan demam. Namun demikian, jumlah kunjungan pasien yang datang ke Puskesmas tidak menunjukkan peningkatan signifikan. Justru, kunjungan cenderung menurun akibat faktor hujan.

“Edukasi kepada masyarakat terus kita lakukan, terutama terkait pencegahan flu, batuk, dan demam dengan cara menjaga imunitas atau daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh erat kaitannya dengan penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ujar Muhammad Aristo Wibowo.

“Beberapa indikator pola hidup bersih dan sehat yang bisa diterapkan di antaranya dengan rutin berolahraga, mengkonsumsi makanan bergizi seimbang yang terdiri dari sayur dan buah, menjaga kebersihan lingkungan rumah, serta membiasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Selain itu, saat mengalami flu atau batuk, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dimana pun mereka berada,” tuturnya di Ruang Kerja, Senin (08/12/2025), Pukul 09.15 WIB.

Ditambahkan dr. Bambang Eka Jaya Karokaro selaku Epidemiolog Ahli Muda, selain ISPA, masyarakat juga diimbau agar waspada terhadap meningkatnya resiko demam berdarah di musim hujan. Pasalnya, banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes Aegypti.

“Puskesmas terus mengedukasi masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan 3M Plus, yakni Menguras bak mandi, Menutup tempat penampungan air, serta Mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air. Sementara, untuk penanganan penyakit, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke Puskesmas apabila mengalami demam atau gejala ISPA yang tidak kunjung sembuh selama tiga hari. Dan untuk gejala demam berdarah, biasanya baru dapat teridentifikasi setelah tiga hingga empat hari mengalami demam,” ungkap Bambang.

“Dalam hal edukasi kesehatan, Puskesmas Balai Kota rutin melakukan penyuluhan melalui kegiatan Posyandu, serta turun langsung ke lapangan setiap beberapa bulan. Terkait fogging, tindakan tersebut dilakukan apabila telah ditemukan kasus demam berdarah. Hal ini bertujuan mencegah nyamuk menjadi kebal apabila fogging dilakukan tanpa adanya kasus,” kata Bambang.

Pada kesempatan itu, pihak Puskesmas Balai Kota, kepada gerbangkepri.com menegaskan, pelayanan diberikan kepada seluruh kelompok usia, mulai dari balita, dewasa, hingga lansia. Kerentanan terhadap penyakit sangat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh masing-masing. Asupan gizi yang cukup dan pola hidup sehat menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan.

“Di tengah cuaca pancaroba yang berganti antara panas dan hujan, ditambah kurangnya istirahat dan asupan gizi, tubuh menjadi lebih mudah terserang penyakit. Untuk itu, kami menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa menjaga pola makan bergizi, rutin berolahraga, cukup beristirahat, menggunakan masker saat flu dan batuk, serta selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan ataupun setelah beraktivitas”. pesan Muhammad Aristo Wibowo. (DP)

Berita Terkait

Berita Populer