Minggu, Mei 10, 2026
BerandaKepulauan RiauBatamHampir 50% Korban Kecelakaan adalah Pelajar, Jasa Raharja Turun Tangan

Hampir 50% Korban Kecelakaan adalah Pelajar, Jasa Raharja Turun Tangan

Batam, GK.com — Jasa Raharja menegaskan komitmennya dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar dan mahasiswa di Kota Batam melalui serangkaian program keselamatan yang terus digencarkan di Sekolah, Kampus, hingga lingkungan perusahaan.

Pejabat Pelayanan Humas Jasa Raharja, Irfan Ardiansyah mengatakan, fokus utama pihaknya saat ini adalah keselamatan generasi muda. Data Jasa Raharja menunjukkan pelajar dan mahasiswa menyumbang hampir 49 persen korban kecelakaan, didominasi oleh generasi milenial yang aktif menggunakan kendaraan bermotor.

“Ini menjadi perhatian serius. Karena itu, kami rutin turun ke SMP, SMA, hingga perguruan tinggi seperti Politeknik Batam dan Universitas Batam. Kami ingin memastikan generasi muda memahami pentingnya keselamatan sejak dini,” ujarnya di Ruang Tamu, Kamis (04/12/2025) Pukul 14.36 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, Jasa Raharja bersama Forkopimda dan instansi terkait melakukan edukasi dan pemeriksaan standar keselamatan kendaraan, termasuk pengecekan kelayakan mesin dan uji kir pada perusahaan penyedia kendaraan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan yang melibatkan pengendara muda.

Tak hanya edukasi, Jasa Raharja juga membangun kerja sama khusus dengan pihak Sekolah dan Kampus. Salah satunya melalui Program Kampus Keselamatan di Politeknik Batam yang mencakup pelatihan safety riding, pelatihan PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat), hingga pemberian alat keselamatan. Pelajar dan mahasiswa juga diajak berkolaborasi dalam kegiatan pemantauan lalu lintas serta kesiapsiagaan jika terjadi kecelakaan di sekitar lingkungan mereka.

Setiap kegiatan yang dilakukan didokumentasikan dan dipublikasikan melalui media online serta akun resmi Jasa Raharja. Tujuannya, untuk menunjukkan peran Jasa Raharja tidak sebatas memberikan santunan, tetapi turut mendorong budaya keselamatan di tengah masyarakat.

Edukasi keselamatan juga disampaikan dengan menunjukkan fakta-fakta lapangan, termasuk kasus nyata siswa yang mengalami kecacatan akibat kecelakaan.

“Kita ingin mereka sadar bahwa ugal-ugalan di jalan bisa menghancurkan masa depan. Ini bukan sekadar teori,” kata Irfan.

Jasa Raharja turut memberikan materi edukasi, buku panduan, rambu lalu lintas, hingga kuis interaktif. Pada akhir Oktober lalu misalnya, sebanyak 15 rambu keselamatan diserahkan ke dua sekolah yang berada di titik rawan kecelakaan.

Namun, Irfan tidak menampik adanya tantangan besar dalam mengubah perilaku generasi muda, terutama kebiasaan berkendara ugal-ugalan dan penggunaan sepeda motor oleh pengendara di bawah umur. Karena itu, Jasa Raharja bekerja sama dengan Sekolah untuk membatasi siswa SMP menggunakan kendaraan bermotor, sementara siswa SMA yang sudah cukup umur diwajibkan memakai helm saat berkendara.

Menurut Irfan, keberhasilan program keselamatan tidak hanya bergantung pada regulasi atau kegiatan Jasa Raharja semata, tetapi membutuhkan kesadaran dari setiap individu.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap melalui edukasi yang konsisten, angka kecelakaan di Batam bisa terus ditekan”. ucapnya.

Ke depan, Jasa Raharja akan terus mengembangkan program keselamatan yang lebih interaktif, kreatif, dan kolaboratif, melibatkan Sekolah, Kampus, hingga komunitas lokal. Targetnya, membentuk budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda sejak dini. (KF)

Berita Terkait

Berita Populer