Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang Calon Istri Masih di Bawah Umur, PA Tanjungpinang Kabulkan Permintaan Ketua DPRD...

Calon Istri Masih di Bawah Umur, PA Tanjungpinang Kabulkan Permintaan Ketua DPRD Bintan

67
0
Panitera PA Tanjungpinang, Lukman, S.Ag,M.H
Panitera PA Tanjungpinang, Lukman, S.Ag,M.H

Tanjungpinang, GK.com – Sidang pengajuan izin poligami yang diajukan oleh Ketua DPRD Kabupaten  Bintan, Agus Wibowo atau yang akrab disapa AW selaku Penggugat bersama istrinya yang juga saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kepri, Eis Aswati selaku Tergugat akhirnya telah di putuskan oleh Pengadilan Negeri (PA) Tanjungpinang pada Senin (10/01/2022) lalu.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Lukman, S.Ag,M.H selaku Panitera PA Tanjungpinang kepada tim Media ini, Kamis (13/01/2022) sekitar pukul 11.00 Wib di Ruang Kerjanya.

“Sidang telah dilaksanakan sebanyak 3 kali, yang pertama dilakukan proses mediasi karena saat itu belum bisa ditentukan hari apa oleh mediator. Lalu setelah ditentukan oleh mediator, lanjut lah pada sidang kedua, karena sudah mendapatkan ACC dari istri pertama, maka lanjut pada proses,” ujarnya.

Diakui oleh Lukman saat itu, pada saat membentuk musyawarah majelis, sidang memang sempat ditunda, dan setelah pembuktian musyawarah majelis pada sidang ketiga, langsung dibacakan putusan dari mahkamah agung, hingga hasil akhirnya dikabulkan.

Saat ditanyai oleh tim Media ini terkait apa dasar utama PA dalam mengabulkan permohonan tersebut, sementara jika mengacu kepada UU Nomor 16 tahun 2019, perkawinan hanya diizinkan apabila laki-laki dan perempuan sudah mencapai umur 19 tahun.

Baca juga :

“Kalau menurut saya, pak Agus ini patuh dengan UU dan menghormati UU yang ada. Dia tidak melanggar UU, Dia kepingin beristri 2, tidak ada yang salah kan. Semua jalur hukum sudah ditempuhnya, yaitu mengajukan poligami juga sudah. Laki-laki yang ingin beristri 2, itu wajib mendapatkan izin dari PA, dan itu pun juga sudah ditempuh oleh pak Agus,” terang Lukman.

“Bahkan semua hartanya pak agus juga sudah ditentukan sama istri tua nya. Tidak sembarangan pengadilan untuk mematahkannya,” tambah Lukman.

“Yang kedua, calon istrinya, karena Dia sudah berhasrat dapat jodoh yang dicintai Dia, meskipun saat ini belum cukup umur, dikasihlah jalan keluarnya bagaimana Negara membantunya, yaitu melalui PA. KUA tidak akan mematahkan jika orang yang dibawah umur ingin melakukan pernikahan, jika sudah mendapatkan izin dari PA,” papar Lukman.

“Itu jelas tidak melanggar UU, karena Hakim yang udah ditunjuk oleh Negara dapat menyelesaikannya. Soal calonnya hamil duluan atau tidaknya, saya tidak tau, dan bukan kapasitas saya dalam menjawab serta memeriksanya. Si yang perempuan datang kesini memang umurnya belum cukup, kalau dulu dalam aturannya minimal usia 16 tahun baru boleh menikah, tetapi berdasarkan UU terbaru tahun 2019, usia menikah minimal dilaksanakan pada 19 tahun genap,” tegas Lukman.

Lanjut tim Media ini bertanya, terkait usia calon mempelai perempuan yang katanya masih belum cukup umur tersebut, apa tidak ada saran dari PA dalam hal ini untuk menyarankan pak Agus agar bisa kiranya dapat menunda pernikahan tersebut ? Mengingat, beliau merupakan seorang pejabat publik, dan merupakan orang nomor satu di DPRD Kabupaten Bintan, tentunya beliau bisa sedikit menahan selera dan bersabar hingga calon istri keduanya genap berusia 19 tahun, karena seorang pejabat publik tentunya akan menjadi contoh bagi masyarakat.

“Kalau menurut saya, berkaitan selera itu kembali ke hak asasi seseorang, walaupun Dia seorang publik figur, banyak juga loh  pejabat yang beristrik 2. Ya dari pada dia berbuat yang nggak-nggak kan, lebih baik dia menempuh jalur yang ada,” kata Lukman.

“Saya juga jumpa sama pak Agus cuma bertemu sebanyak 3 kali, yaitu pada waktu sidang perkara yang belum ditetapkan. Awal pertama sempat ditolak perkaranya saat datang ke Pengadilan Agama,” tegas Lukman kembali.

“Yang jelas ditunda ataupun tidak di tundanya pernikahan tersebut, itukan kembali kepada hak asasi seseorang ya. Dan mungkin bisa saja karena pak Agus orang berada dan pejabat, takutnya, kalau tidak segera dinikahi, bisa-bisa rugi mungkin kalau tidak cepat-cepat nikah,” tambah Lukman lagi.

“Saya ini Panitera, Panitera itu adalah sebagai Kepala Administrasi tentang perkara. Jadi masalah pak AW menurut kami selaku Pengadilan Agama itu sudah sesuai prosedur yang ada, kami tidak memihak dan tidak ada membela A dan B, kami Independen serta normal menurut hukum yang berlaku di PA dan di UU Negara kita. Jadi jika masyarakat (laki-laki) yang mau nikah beristri 2, sila ajukan poliami,” tutur Lukman.

“Bagi perempuan atau laki-laki yang belum cukup umur mau nikah, tentunya ada yang harus dipenuhi, yaitu ajukan dispensasi. Apakah kedepannya diterima 100 persen, belum tentu. Tapi yang untuk calon pak AW ini, itu sudah diizinkan oleh PA,” ujar Lukman.

“Awalnya KUA memang tidak mengizinkan, karena tidak sesuai dengan UU yang ada. Namun agar bisa mereka menikah, maka ditempuhlah jalan  yang sudah ditentukan. Akhirnya atas penetapan PA, KUA bisa menikahkan mereka, dengan syarat melapor lagi 10 hari sebelum menikah, dan diumumkan ada yang protes atau tidak. Istri pak AW juga terlihat legowo kok dalam hal ini”. ungkap Lukman.

Beredarnya isu yang berkembang diluar terkait diduga status calon istri AW yang katanya sudah berbadan dua pun semakin menjadi pertanyaan besar dengan dipaksakannya pernikahan yang terkesan terburu-buru. Padahal jika dilihat dari status umur si calon pengantin perempuan dan  jika mengacu pada UU tahun 2019, tentunya untuk menggenapin usia ideal menuju pada pernikahan itu jika AW bersabar hanya menunggu hitungan bulan saja dalam memasuki genap usia 19 tahun.

Hingga berita ini ditayangkan, Eis Aswati selaku istri sah dari Agus Wibowo yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kepri saat dikonfirmasi oleh tim Media ini melalui Whatsapp terkait hal tersebut enggan menjawabnya. (tim). Bersambung…

Editor : Ron