Beranda Serba-Serbi Opini Hei Penguasa, Kenapa Engkau Lebih Suka Menciptakan Kegaduhan Dari Pada Perdamaian ?

Hei Penguasa, Kenapa Engkau Lebih Suka Menciptakan Kegaduhan Dari Pada Perdamaian ?

327
0
Aliansi Peduli Insan Pers (APIP) saat mendatangi Kantor Walikota Tanjungpinang
Aliansi Peduli Insan Pers (APIP) saat mendatangi Kantor Walikota Tanjungpinang

*Menanti Janji Dan Kepastian, Damai itu Indah*

Sejumlah upaya sudah, dilakukan Aliansi Peduli Insan Pers (APIP) Kota Tanjungpinang untuk mendapatkan penjelasan atas ucapan Walikota Tanjungpinang yang dinilai telah mencederai profesi dan tugas Insan Pers.

Namun entah kenapa, hingga saat ini, Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.Ip seolah dengan sengaja menutup erat bibirnya untuk tidak memberikan penjelasan terkait kegaduhan yang secara tidak langsung telah Ia ciptakan dengan sendirinya bersama sejumlah rekan-rekan Media yang ada di Kota Tanjungpinang, yang secara spontan tergabung dalam Aliansi Peduli Insan Pers (APIP).

Pada tanggal 16 Agustus 2021 lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang bahkan telah menggelar RDP bersama APIP, guna mencari solusi agar kegaduhan ini tidak berlarut-larut hingga berkepanjangan.


Bungkam…

Lagi-lagi Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.Ip menganggap polemik ini hanya bak sebagai Sinetron yang sering kita tonton di layar Televisi sebagai hiburan dan pelepas lelah selepas bekerja.

Kepada Tuan dan Puan para anggota DPRD yang terhormat, Apa kabar hari ini? Sepertinya tak sebaik biasanya? Sama, di sini pun begitu, kita semua memang sedang diuji.

“Hidup memang tak selalu baik, sama seperti kami-kami di APIP ini. Tuan dan Puan juga mungkin lelah banyak bekerja memikirkan masyarakat ini. Jikalau dilihat sewaktu Sidang atau rapat terbuka di Gedung DPRD Kota Tanjungpinang beberapa hari yang lalu, kelihatannya penuh semangat, dikala kami membutuhkanmu dalam suasana menuntut marwah dan jati diri, dimana Tuan dan Puan DPRD kami ?”.

Coba beritahu kepada kami, kepada siapakah kami harus mengadu, kepada siapakah kami antarkan jiwa dan perasaan kami ini, jika ujung-ujungnya semua hanya janji.

Penulis : Meydia Hendra Yani, S.Sos