Sabtu, April 18, 2026
BerandaKepulauan RiauTanjungpinangAksi Demo FMPK Dan Masyarakat Dihalau Swab Anti-Gen

Aksi Demo FMPK Dan Masyarakat Dihalau Swab Anti-Gen

Tanjungpinang, GK.com – Forum Mahasiswa Pemerhati Kebijakan (FMPK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama masyarakat yang mayoritasnya pedagang berencana akan menggelar aksi demo dengan melakukan long mars (gerak jalan jarak jauh) dari titik kumpul Lapangan Pamedan ke Kantor Gubernur Provinsi Kepri. Namun, aksi tersebut dihalau dan dipaksa untuk membubarkan diri oleh Aparat Kepolisian yang berjaga, dikarenakan masih dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Level 4.

Koordinator Umum Aksi, Erik Kantona menuturkan, Aksi Demo dilakukan untuk menuntut pertanggungjawaban dan keadilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) terhadap masyarakat kecil yang merasakan dampak PPKM.

“Kami (Mahasiswa) bersama masyarakat ingin melakukan aksi dari Lapangan Pamedan ke Kantor Gubernur Pemprov Kepri dengan jumlah masa sekitar 30 orang, namun aksi kami dihadang oleh Aparat Kepolisian, jika kami bersikeras akan melakukan aksi, maka kami di paksa untuk melakukan Swab Anti-Gen,” jelas Erik Kantona yang juga selaku perwakilan FMKP, Kamis (05/08/21) pukul 10.47 Wib di Lapangan Pamedan.

“Padahal kami sudah terapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dengan memakai masker dan menjaga jarak, namun tetap saja dihalangi, kami hanya ingin menyampaikan aspirasi kami terhadap Pemprov Kepri,” tambah Erik.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kabag Ops Polres Tanjungpinang AKP Reza Anugrah Arif Perdana, SH, SIK sangat menghargai aksi dari rekan Mahasiswa dan masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi kepada Pemprov Kepri.

“Tetapi melihat situasi yang saat ini sedang dalam masa pandemi dan PPKM, takutnya akan menambah jumlah kasus positif Covid 19. Jadi aksi ini kami paksa untuk dibubarkan demi kebaikan bersama,” ujar AKP Reza.

Saat itu, AKP Reza juga menuturkan, jika rekan Mahasiswa dan sejumlah pedagang akan tetap menggelar aksi dari Lapangan Pamedan ke titik aksi Kantor Gubernur Provinsi Kepri, maka mereka harus melakukab Swab Anti-Gen terlebih dahulu agar bisa ditindak cepat apabila ada yang terpapar Covid-19.

“Kami menyediakan Tes Swab Anti-Gen kepada rekan-rekan yang akan melakukan aksi, agar bisa ditindak lanjuti apabila ada yang terpapar Covid”. tutupnya.

Setalah terjadi perdebatan antara Aparat dan masa aksi, akhirnya Koordinator Umur aksi memutuskan untuk membubarkan diri, dan menunda aksi demo. Masa juga mengatakan akan melanjutkan diskusi terbuka bersama para pedagang lainnya di Gedung Gonggong Tepi Laut untuk membahas langkah selanjutnya, kemungkinan aksi akan kembali dilanjutkan setelah PPKM darurat Level 4 berarkir. (Erl).

Editor : Dina

Berita Terkait

Berita Populer