Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang Strategi BNNK Tanjungpinang Dalam Pencegahan Dan Pemberantasan Narkoba

Strategi BNNK Tanjungpinang Dalam Pencegahan Dan Pemberantasan Narkoba

191
0

Tanjungpinang, GK.com – Penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di Indonesia telah menjadi masalah serius dan memprihatinkan, khususnya di Kota Tanjungpinang. Untuk itu, Badan Narkotikan Nasional Kota (BNNK) Tanjungpinang telah mempersiapkan stategi khusus untuk pencegahan, Pemberantasan dan Rehabilitas bagi Penyalahguna Narkotika.

Kepada Awak Media ini, Kepala BNNK Tanjungpinang AKBP Sazili mengatakan, saat ini BNNK Tanjungpinang telah mempersiapkan strategi dalam pencegahan dan pemberantasan sampai ke ruang lingkup sekecil-kecilnya.

“Saat ini, kami sedang berupaya membentuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya dan efek negatif dari penyalahguna Narkoba, salah satunya dengan membentuk Desa Bersih Narkoba (Bersinar) yang saat ini sudah terbentuk di Kelurahan Tanjungpinang Barat,” ujar Sazali, Kamis (9/6) di Ruang Kerjanya.

Saat itu, Sazali menuturkan, semoga dengan adanya progam dan kegiatan yang telah Ia rencanakan dapat mencegah dan memberantas peredaran Narkoba di Kota Tanjungpinang, sehingga dapat menjadikan Kota Tanjungpinang menjadi Kota yang sehat dan bebas Narkoba.

“Umumnya Penyalahgunaan Narkoba itu terjadi dikalangan masyarakat Dewasa, namun tidak menutup kemungkinann akan terjadi dikalangan para pelajar, ditambah saat ini prosees belajar-mengajar dilakukan secara virtual. Jadi, peraan orang tua sangatlah dibutuhkan,” tuturnya.

Dirinya juga menyatakan siap untuk membantu dalam mengobati masyarakat yang sudah terlanjur sebagai penyalahguna Narkoba hingga sembuh, dan ini merupakan suatu bentuk mensukseskan salah satu program Badan Narkotika Nasional (BNN) yaitu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Jika ada Anggota keluarga yang sudah terlanjur terlibat dalam penyalahguna Narkoba bisa dibawa kesini untuk dilakukan Rehabilitas atau pengobatan hingga sembuh, dan itu gratis. Syaratnya cukup dengan membawa Identitas diri, kemudian dilakukan Asesment untuk mengetahui sejauh mana dia menggunakan Narkoba”. tukasnya. (WP).

Editor : Dina