Beranda Hukrim WASI Kritisi Ketua DPRD Bintan Dan Minta Bupati Tegas Tegakkan Perda

WASI Kritisi Ketua DPRD Bintan Dan Minta Bupati Tegas Tegakkan Perda

496
0

Bintan, GK.com – Ketua LSM Wahana Sosial Indonesia (Wasi) Provinsi Kepri, Rajikun, S.Sos ikut menyoroti polemik pembangunan Gedung 2 (dua) lantai tanpa IMB yang masih terus berlanjut tanpa dilakukan pembongkaran, meski dinilai menyalahi aturan teknis bangunan sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Gedung.

Terhambatnya upaya penegakan Perda terhadap Pembangunan Gedung dua lantai di wilayah Gesek, yang tidak memiliki Garis (jarak) Sempadan Bangunan (GSB) itu, dan mulai meresahkan warga sekitar, diakui di dukung oleh Ketua DPRD Bintan, Agus Wibowo.

Menyikapi kejahatan kewenangan itu. Rajikun berharap agar penyalahgunaan kewenangan yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat sekitar, dan daerah serta terhambatnya pelaksanaan perundang-undangan, dapat di usut oleh penegak hukum.

“Bangunan sudah hampir jadi, tapi izin belum keluar, ini bisa saja ada lebih dari satu oknum dibaliknya. Kalau ini diusut, pasti bisa berbuntut panjang ke pihak-pihak terkait lainnya,” tegas Rajikun, Selasa (27/4) sore.

Baca Juga :

Menurut Rajikun. Tindakan Agus Wibowo sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bintan tidak sesuai dengan fungsinya yang seharusnya melakukan pengawasan atas pelaksanaan Perda yang sudah disahkan sebagai Produk Hukum Daerah, bukan malah bertindak melakukan pembelaan terhadap tindakan-tindakan yang melanggar Perda.

“Dia seorang wakil rakyat, memang benar membela rakyat, tetapi membela yang mana, yang benar dan sesuai aturan ya dibela, tetapi tidak membela yang melanggar aturan,” tuturnya.

Ditegaskan Rajikun, siapapun yang ada dibalik berlangsungnya pembangunan, baik itu Dewan, atau siapapun yang membenarkan melanggar aturan, sebaiknya pembangunan di stop.

“Wakil rakyat dipilih rakyat, bukan untuk mengatur sekelompok, segelintir orang, atau bahkan pihaknya saja, harus merata dong”. ucap Rajikun.

Ia berharap, kepada Bupati yang membuat kebijakan Daerah juga harus tegas, tidak peduli siapapun itu, aturan ya tetap aturan, jangan ragu dan jangan takut.

Secara terpisah. Terkait proses IMB atas bangunan dua lantai yang sudah berdiri. Kepala Bidang Cipta Karya dan Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bintan, Dulfikar Ali Achmad, ST., MT mengatakan, berkas permohonan IMB bangunan tersebut baru saja sampai ke Tata Ruang pada Kamis (22/4).

Lanjut Dulfikar menerangkan bahwa pengecekan ke lapangan (lokasi) belum dilakukan oleh tim terkait.

Sebelumnya, Camat Toapaya, Nepy Purwanto mengatakan bahwa pengurusan IMB tersebut sudah dilakukan sejak dua minggu lalu, saat di wawancara di Kantor Camat Toapaya, Jumat (23/04) pagi.

Mekanisme IMB. Lanjut Dulfikar menjelaskan aturan yang mengatur apabila bangunan sudah terbangun, tetapi seharusnya pembangunan tersebut diberhentikan terlebih dahulu.

“Mekanismenya, pembangunan dihentikan dulu, sembari menunggu ijinnya keluar,” kata Dulfikar, Senin (26/4) siang, di Ruangannya.

Menurut Dulfikar, bangunan akan dicek kembali apakah sesuai dengan standar izin yang berlaku atau tidak.

“Kalau misalnya tidak sesuai, otomatis harus ada penyesuaian pada bangunan tersebut,” jelasnya.

Perlu diketahui, bangunan dua lantai di Gesek tersebut hingga kini masih tetap beroperasi dalam menyelesaikan pembangunan, meskipun sebelumnya sudah ada teguran dari Satpol PP Bintan yang meminta untuk menghentikan pembangunan sebelum mengantongi IMB. (Tim).

Editor : Febri