Beranda Serba-Serbi Opini 1 Juta Kasus Postif Covid-19, Prestasi atau Bencana?

1 Juta Kasus Postif Covid-19, Prestasi atau Bencana?

268
0

Belum ada genap setahun Indonesia merasakan pandemi Covid-19, tetapi kasusnya sudah mencatatkan rekor yang cukup fantastis. Apakah ini sebuah prestasi atau sebuah bencana bagi Indonesia? Melonjaknya kasus Covid-19 terjadi pada Selasa (26/1/2021), itu menandakan bahwa masyarakat Indonesia mengabaikan protokol kesehatan yang dibuat oleh Pemerintah, maka dari lonjakan kasus Covid-19 begitu membludak.

Memasuki awal tahun 2021 ini, bukannya kasus positif Covid-19 makin berkurang, tetapi malah menambahkan pasien baru. Sedikitnya sehari bisa terjadi 10.000 kasus positif Covid-19. (sumber: https://covid19.go.id 24/1/2021). Ini menandakan bahwasanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) belum efektif untuk menekan lajunya kasus positif Covid-19 itu sendiri.

Disamping itu, dengan bertambahnya kasus Covid-19, kita masyarakat Indonesia mendapat kabar gembira, yaitu dengan datangnya vaksin dari tiongkok yang bernama Vaksin Sinovac. Tetapi, disamping itu juga banyak masyarakat menilai bahwa Vaksin ini kurang di uji kelayakannya untuk di suntikkan kepada masyarakat Indonesia, karena banyak berspekulasi bahwa Vaksin Sinovac ini mempunyai efek samping ketika digunakan.

Banyak pakar menyebutkan, Corona ini berakhir pada Mei 2020 (sumber: www.sehatq.com/artikel/kapan-pandemi-virus-corona-akan-berakhir-cek-prediksi-ahli), tetapi nyatanya sampai sekarang ini bukannya berakhir, justru Covid-19 ini malah membludak penyebarannya. Virus Corona itu sendiri tidak bisa kita prediksi kapan akan berakhir, karena pertumbuhan kasus positif Virus Corona dari hari ke hari makin tidak dapat dikontrol oleh siapapun. Terlebih pendistribusian vaksin yang lamban karena penduduk Indonesia yang begitu banyak, serta wilayahnya yang terpelosok mengakibatkan lambannya dalam penyaluran vaksin untuk masyarakat Indonesia.

Angka 1 juta kasus positif ini menurut saya bukanlah angka yang membanggakan bagi bangsa Indonesia, karena angka ini adalah sebuah bencana bagi seluruh masyarakat Indonesia, banyak sekali aktivitas masyarakat terganggu oleh Virus Corona ini, yang mengakibatkan banyak sekali keluarga yang mengalami kehilangan pekerjaan, kehilangan orang yang disayangi, dan berbagai macam hal atas pandemi Covid-19 ini yang tak kunjung kapan usainya.

Berbagai cara pemerintah melakukan untuk meredam kasus Covid-19 ini, akan tetapi, hingga saat ini, sama sekali tidak ada perubahan dalam jumlah kasus ini setiap harinya. Ini juga yang mengakibatkan banyaknya Media Asing yang menjuluki Indonesia saat ini dengan sebutan “Indonesia passes one million coronavirus cases” yang artinya, Indonesia telah melampaui 1 juta kasus Virus Corona.

Dari peristiwa 1 juta kasus ini, seharusnya masyarakat Indonesia lebih disiplin lagi dalam menjalankan protokol kesehatan, karena masyarakat kita ini kurang peduli dengan adanya himbauan pemerintah yaitu 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak). Kurangnya partisipasi masyarakat dalam menjalankan himbauan pemerintah dapat mengakibatkan bertambahnya kasus Virus Corona di kemudian harinya, bukan lagi 1 juta kasus, mungkin dalam waktu beberapa bulan bisa menjadi 10 juta kasus jika masyarakat Indonesia mengabaikan himbauan pemerintah dalam beraktivitas sehari-hari.

Dalam menanggapai hal serius seperti ini, pemerintah dan masyarakat sebaiknya bekerjasama dalam mengurangi kasus Covid-19. Dari pemerintah sendiri membuat sebuah kebijakan yang baru untuk kasus Covid-19 itu sendiri dengan melibatkan beberapa ahli kesehatan dalam memberantas Virus Corona.

Pemerintah juga harus cepat dalam pendisbutrian vaksinasi untuk masyarakat Indonesia agar masyarakat bisa beraktivitas sebagaimana semestinya.
Banyak sekali masyarakat Indonesia susah di beri tahu tentang pelaksanaan protokol kesehatan, karena masyarakat Indonesia selalu menganggap remeh atas pandemi yang berlangsung 1 tahun belakangangan ini. Upaya terus dilakukan pemerintah dalam menekan angka kasus positif Covid-19, tetapi sampai sekarang ini, apa yang dilakukan pemerintah berasa percuma saja dengan kelonjakan Covid-19. Ini yang menjadi bahan evaluasi pemerintah Indonesia untuk kedepannya dalam menangani kasus Covid-19 ini.

Angka 1 juta kasus positif Covid-19 ini tentunya menjadikan Indonesia berada di urutan yang ke empat di seluruh dunia, serta menempatkan Indonesia berada di urutan pertama di kawasan Asia Tenggara (sumber: https:// www.kompas.com/tembus-1-juta-kasus-covid-19-Indonesia). Dengan demikian, Indonesia menjadi Negara pertama di kawasan Asia Tenggara ini yang mencatatkan rekor 1 juta kasus Covid-19. Tentunya ini bukan lah menjadi sebuah prestasi yang membanggakan bagi Negara kita.

Di akhir tahun 2020, Presiden Indonesia yaitu Joko Widodo, melakukan reshuffle di lingkungan Kementerian. Saat itu, ada 6 Menteri yang di reshuffle oleh Jokowi, 1 di antaranya adalah Menteri Kesehatan yang sebelumnya dijabat oleh Terawan, yang kini digantikan oleh Budi Gunadi. Ini menandakan tugas berat bagi Menteri yang baru adalah meredam angka kasus positif Covid-19 dan juga pendistribusian vaksinasi untuk seluruh rakyat Indonesia. Kita semua berharap dengan Menteri yang baru ini, dunia kesehatan Indonesia jauh lebih maksimal dalam penanganan dari segala penyakit.

Kita semua masyarakat Indonesia juga tidak boleh terlalu berharap dengan Menteri yang baru, tetapi kita semua masyarakat Indonesia harus ikut berpatisipasi dalam melawan penyebaran Covid-19 ini, karena dengan kita bekerja sama dengan pemerintah, saya yakin dalam waktu beberapa bulan, Virus ini sudah tidak lagi tinggal di Indonesia.

Penulis : Wahyu Nugroho

Editor : Dina