Beranda Hukrim Kasus Dugaan Pelanggaran Pilkada Oleh Walikota Tanjungpinang Dihentikan

Kasus Dugaan Pelanggaran Pilkada Oleh Walikota Tanjungpinang Dihentikan

98
0

Tanjungpinang, GK.com – Kasus dugaan pelanggaran Pilkada yang disangkakan kepada Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma S.IP dihentikan.

Sebelumnya, Rahma sempat menjadi sorotan karena membagikan masker bantuan dari Temasek Foundation Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, dan saat berfoto, Ia berpose dengan mengangkat 3 jarinya, seolah menggambarkan untuk mengajak masyarakat serta mendukung salah satu Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur dengan turut melampirkan stiker Paslon .

Baca juga :

http://gerbangkepri.com/2020/11/09/walikota-abaikan-dua-kali-panggilan-sentra-gakkumdu/

http://gerbangkepri.com/2020/11/07/dugaan-pelanggaran-pilkada-naik-ke-penyidikan/

Dalam proses gelar perkara yang dilakukan oleh Sentra Gakumdu Kota Tanjungpinang, terdapat dua unsur yang tidak terpenuhi, sehingga kasus inipun tidak dapat dilanjutkan.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra didampingi oleh Ketua dan Komisioner Bawaslu Kota Tanjungpinang mengatakan, “kasus dugaan pelanggaran Pilkada ini dihentikan karena tidak ada ditemukan unsur kesengajaan, dan pembagian masker tersebut bukan program Pemerintah,” ujar Rio.

Hasil ini juga diperkuat berdasarkan memorandum Bawaslu RI tanggal 23 Januari 2020 huruf B angka 2 yang mengatur tentang program Pemerintah dan pemeriksaan Saksi Ahli.

“Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Kejaksaan untuk penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3)”. pungkas Kasat Reskrim di Media Center Bawaslu Tanjungpinang, Senin (23/11) malam. (Mis).

Editor : Febri