Beranda Serba-Serbi Galeri Foto Studi Banding ke Lingga, Pansus C DPRD Natuna Bahas Daerah Pusaka

Studi Banding ke Lingga, Pansus C DPRD Natuna Bahas Daerah Pusaka

36
0
Pansus C DPRD Natuna Studi Banding ke Lingga
Pansus C DPRD Natuna Studi Banding ke Lingga (Ist)

Lingga, GK.com – Ketua Pansus C DPRD Natuna Marzuki, bersama sejumlah anggota DPRD lainnya melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Lingga selama dua hari.

Kedatangan mereka di Kabupaten Lingga pada Kamis (22/10) disambut baik oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga Kamaruzzaman, beserta jajaran stafnya, Kabid Badan Perencanaan Pengembangan dan Penelitian (BP3D) Lingga, di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM).

“Tujuan dari Kunker ini adalah untuk membahas tentang daerah-daerah atau Kota yang akan dijadikan daerah pusaka atau Kota Pusaka di Kabupaten Natuna nantunya,” ucap Marzuki, Jum’at (23/10) siang.

Selama Kunker di Kabupaten Lingga, banyaknya pelajaran yang bisa diambil, sebagai contoh salah satunya program penataan dan pelestarian Kota Pusaka (P3KP) Kementrian PUPR.

Pansus C DPRD Natuna. (Ist).

Untuk diketahui, DPRD Kabupaten Natuna telah membentuk alat kelengkapan lain berupa Panitia Khusus (Pansus) yang keberadaannya bersifat tidak tetap, namun komposisi keanggotaan Pansus sudah teruji yang di bentuk pada Rapat Paripurna tempo hari. Atas usul-usulan anggota setelah mendengar pertimbangan Badan Musyawarah, lalu ditetapkan dengan Keputusan DPRD.

Adapun jumlah anggota Pansus ditetapkan dengan mempertimbangkan jumlah anggota setiap Komisi terkait, dan disesuaikan dengan program-program kegiatan serta kemampuan dari anggaran DPRD.

Anggota Pansus C sendiri, terdiri atas anggota Komisi yang diusulkan oleh masing-masing Fraksi selama periode 2019-2024, yaitu Marzuki sebagai Ketua, Lamhot Sijabat sebagai Sekretaris dan Ibrahim, Eryandy serta Andes Putra sebagai anggotanya.

Foto bersama. (Ist).

“Sangat disayangkan kalau di Kabupaten Natuna belum bisa masuk didalam program tersebut. Padahal begitu banyak situs-situs bersejarah dan juga cagar budaya, baik berupa benda, maupun non benda yang menjadi kewajiban kita dalam melestarikannya,” kata Marzuki.

“Untuk mengikuti program P3KP tersebut, tentunya harus melalui Kementerian Pusat yang akan menguncurkan anggaran untuk Kabupaten Natuna tanpa menyedot anggaran APBD yang serba terbatas,” ungkapnya.

“Kita akan berupaya untuk memperjuangkan sekuat tenaga dalam hal menjolok ke Pusat, yaitu melalui Perda pelestarian budaya dan situs bersejarah ini,” ujarnya.

“Kabupaten Natuna banyak sekali kebudayaan dan pelestarian cagur budaya, salah satunya adalah objek Wisata, tradisi Budaya, sejarah dan barang antik,” tuturnya.

“Salah satu untuk kemajuan daerah yang bisa menjadi potensi daerah Pusaka untuk di kembangkan melalui Nasional maupun Internasional yang akan menjadi objek dan pengembangan wisata baik wisata situs bersejarah atau wisata religi didaerah Natuna, juga memiliki kekayaan barang-barang antik kuno tersebut. Selain itu, Natuna juga memiliki Gedung Museum, tinggal bagaimana kedepannya kita upayakan barang-barang kuno/antik yang memang sebagian sudah dimiliki masyarakat bisa diupayakan untuk menghiasi museum Pemerintah Daerah”. tutupnya. (*).

Editor : Milla