Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang Bongkar Pasang PLT Dirut RSUD RAT Menuai Kontroversi

Bongkar Pasang PLT Dirut RSUD RAT Menuai Kontroversi

6
0

Tanjungpinang, GK.com – Diangkatnya Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Kepri Raja Ahmad Thabib, Dr. dr. HA Yusmanedi MMRS, Sp. EM pada tanggal 12 Oktober 2020 oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, TS. Arif Fadillah berdasarkan Surat Perintah Pelaksana Tugas (Plt) Nomor : 8820 / 3324 / BKPSDM/SP 2020, ternyata menuai pro dan kontra.

Pasalnya, stigma mengenai ketetapan itu dianggap ada maksud tertentu yang tersisip didalamnya, karena pengangkatan tersebut atas nama Gubernur Kepri. Namun, saat di jumpai oleh Awak Media, Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharudin menyangkal dengan mengatakan bahwa tidak ada unsur politik dalam jabatan Plt RSUD RAT Tanjungpinang.

“Saya menyatakan dengan tegas, Rumah Sakit ini jabatan netral, Rumah Sakit ini bukan jabatan politik. Ini tempat pelayanan manusia,” tegas Bahtiar.

Di sisi lain, politisi Fraksi PDI-Perjuangan yang juga anggota DPRD Provinsi Kepri, Lis Darmansyah ikut angkat bicara dan mempertanyakan persoalan pergantian Pejabat di masa politik.

“Seharusnya, Pjs Gubernur harus memahami suasana Pilkada ini, terlebih masyarakat Kepri, karena masih banyak yang harus dijalankan dengan suasana masyarakat yang terimbas dampak Covid-19, terlebih yang di bongkar Plt ke Plt, mengingat Rumah Sakit adalah garda terdepan dalam pelayanan dasar kesehatan,” ujar Lis melalui Whatsapp, Kamis (15/10) sore.

Ia juga merasa heran terhadap keputusan Pjs Gubernur Kepri dan menganggap keputusan tersebut kurang tepat.

“Beliaukan baru di sini, tidak mungkin kalau tidak ada apa-apa dan tiba-tiba ada pergantian, kecuali Plt diganti dengan defenitif hasil open biding, kalau itu kita paham, sementara yang terjadi saat ini Plt di ganti dengan Plt lagi,” ujarnya.

“Saat ini RSUD RAT perlu mengklarifikasi beberapa persoalan yang sedang berjalan, harusnya Pjs lebih cermatlah dalam mengambil kebijakan”. pungkasnya. (Mis).

Editor : Febri