Sabtu, April 18, 2026
BerandaKepulauan RiauTanjungpinangBP Batam Jalin Kerjasama Dengan BPPT Untuk Terapkan TMC

BP Batam Jalin Kerjasama Dengan BPPT Untuk Terapkan TMC

Batam, GK.com – Sejak 2018 hingga 2020, Kota Batam dapat dikatakan mengalami kemarau yang berkepanjangan, sehingga tampungan air baku di waduk-waduk menurun dan terjadi penurunan tinggi muka air di waduk, hingga menyebabkan meningkatnya kebutuhan air bersih, baik untuk masyarakat maupun kawasan industri.

Diukur dari tahun-tahun sebelumnya, curah hujan rata-rata yang turun di Kota Batam juga mengalami penurunan, yaitu dari rata-rata 2.200-2.400 mm menjadi 1.800 mm.

Untuk itu, Badan Pengusahan (BP) Batam bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berusaha untuk menambah volume air baku di Pulau Batam dengan menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan, guna mengisi cadangan air Waduk Duriangkang yang menopang kebutuhan air baku Kota Batam.

Pada dasarnya, hujan buatan merupakan aplikasi dari suatu teknologi. Hal ini dilakukan untuk berbagai tujuan, seperti menambah curah hujan, mengurangi hujan es, dan mengurangi kabut.

Namun, di Indonesia TMC biasanya digunakan untuk mengisi waduk, membasahi lahan gambut, memadamkan karhutla, atau mengurangi curah hujan penyebab banjir. Dalam hal ini, TMC digunakan di Batam untuk menambah volume air hujan agar dapat mengisi waduk-waduk yang ada di Pulau Batam.

Sebelumnya, pada tanggal 8 Mei 2020 lalu, telah dilaksanakan penandatanganan MoU antara Kepala BP Batam dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan dengan Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT.

Kepala BP Batam yang juga selaku Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Kepala BPPT, Hammam Riza pada Kamis (18/6) melangsungkan koordinasi dan melihat perkembangan dari TMC yang sudah dilakukan selama sepekan terakhir.

“Barusan saya bertemu dengan Kepala BPPT, kita telah melaksanakan MoU terkait Teknologi Modifikasi Cuasa (TMC) untuk mengatasi permasalahan air di Kota Batam. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 11 Juni 2020 dan mungkin akan dilanjutkan sampai sebulan ke depan,” kata Muhammad Rudi.

“Tentunya kita mengharapkan kerja sama ini dapat menyelesaikan permasalahan air baku di Kota Batam, sehingga supply air tidak terganggu dan suatu waktu proses air di Kota Batam bisa sempurna,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BPPT, Hammam Riza menyampaikan terkait penerapan TMC yang merupakan hujan buatan ini, adalah upaya untuk mempercepat turunya hujan.

“Tentu saja ini membutuhkan teknologi atmosfer, kemudian kemampuan kita untuk bisa menentukan kapan saat yang tepat untuk melakukan teknologi modifikasi cuaca,” ujarnya.

“Hal ini sangat tergantung dari kondisi awan, arah angin, serta seluruh indikator-indikator yang terkait dengan cuaca, dengan demikian kita melaksanakan upaya menyemai awan supaya bisa kondensasi atau pengembunan yang nantinya akan menghasilkan hujan,” lanjut Hammam Riza.

Hammam Riza berharap Kota Batam akan terus memperkuat upaya untuk mengelola lingkungan dengan lebih baik, khususnya dalam ketersedian air, dalam melakukan mitigasi terhadap potensi resiko bencana alam.

“Tentunya BPPT sangat mendukung semua upaya ini, karena pada akhirnya tugas BPPT melakukan pengkajian dan penerapan teknologi yang sesuai kebutuhan masyarakat”. pungkasnya.

Dalam sepekan terakhir, BP Batam dan BPPT melaksanakan penerapan teknologi modifikasi cuaca. Tim BB TMC BPPT menggunakan pesawat Piper Cheyenne II dan untuk inisiasi di awan digunakan Flare Hygroskopic ICE Chrystal.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, anggota Bidang Pengusahaan (BP) Batam Syahril Japarin, Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam Binsar Tambunan, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Dendi Gustinandar dan Tim BB TMC BPPT. (Red/Hms).

Editor : Febri

Berita Terkait

Berita Populer