Beranda Kesehatan PDP Karimun Bertambah, Kali Ini Dari Perawat RSUD Muhammad Sani

PDP Karimun Bertambah, Kali Ini Dari Perawat RSUD Muhammad Sani

487
0

Karimun, GK.com – Seorang Perawat yang menangani Covid-19 di RSUD Muhammad Sani ditetapkan menjadi seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Kabupaten Karimun. Saat ini, Perawat tersebut diisolasi di RSUD Muhammad Sani setelah dinyatakan non-reaktif usai diuji menggunakan Rapid tes. Perawat tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan kemanapun dan hanya menunjukkan gejala pneumonia yang mengarah kepada virus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Karimun, Rachmadi saat dikonfirmasi Media ini melalui via Handphone, Kamis (18/06) sekitar pukul 22.00 Wib membenarkan hal tersebut, sekaligus menyatakan bahwa, Perawat itu merupakan bagian dari tim penanganan Covid-19 di RSUD Muhammad Sani.

“Karena perawat itu mengalami tanda-tanda seperti batuk, pilek dan pneumonia, kita tetapkan sebagai PDP. Saat ini, sudah diisolasi bersama 2 PDP lainnya dan ditangani seperti sebelumnya,” ucap Rachmadi.

“Yang pasti kita akan melakukan contact tracing atau mendeteksi keluarganya yang berpotensi tinggi dalam penularan virus ini, apakah memiliki gejala yang sama atau tidak,” ujarnya.

Sebagai bentuk perhatian Pemerintah kepada Tim yang menangani Covid-19 di RSUD Muhammad Sani, Rachmadi mengatakan bahwa para petugas Laboratorium, Tim Analis, para Dokter, Perawat, bahkan Cleaning Service diberikan tunjangan khusus yang dialokasikan dari RSUD Muhammad Sani.

“Besok akan kita lakukan pemetaan secara ekologi, apakah Kabupaten Karimun merupakan zona hijau atau kuning dengan adanya penambahan PDP dalam seminggu ini. Namun, kami juga turut prihatin kepada masyarakat yang melupakan protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker, social distancing dan physical distancing setelah menerapkan New Normal untuk beraktifitas dalam menjalankan roda perekonomian,” tutur Rachmadi.

Dikatakan Rachmadi, potensi penularan penyebaran Covid-19 saat ini masih cukup tinggi, karena perjalanan orang-orang dari Kota Batam maupun Provinsi Riau yang dikategorikan sebagai zona merah cukup banyak.

“Oleh karena itu, nantinya kita akan membuat Peraturan Bupati (Perbup) untuk memberikan sanksi bagi yang tidak mengikuti protokol kesehatan, dan kita tekankan kepada para pelaku usaha seperti Kedai Kopi, Restaurant, Supermarket untuk mewajibkan para konsumen mengikuti anjuran Pemerintah.

Dalam perbincangannya, Rachmadi juga mengingatkan kembali akan 3 pokok penting protokol kesehatan, yaitu selalu gunakan masker ketika beraktifitas diluar, sosial distancing, dan selalu mencuci tangan pakai sabun setelah maupun memulai aktifitas.

“Kami mohon kerjasamanya dalam menghentikan penularan penyebaran Covid-19, tentunya kita tidak ingin tertular virus ini dan menularkan ke orang lain”. tutup Rachmadi.

Dalam hal ini, khususnya keperdulian antar sesama manusia dalam memutuskan rantai penyebaran Covid-19 sangatlah dibutuhkan. Terutama bagi para medis yang menangani Covid-19 yang memiliki resiko tinggi tertularnya virus ini.

Adapun penularan virus dari manusia ke manusia ini mengakibatkan beberapa komplikasi, yaitu gangguan pernapasan, jantung, ginjal dan hati, bahkan dapat berujung kematian. Oleh karena itu, penting bagi kita dalam menjaga dan saling mengingatkan untuk mengikuti protokol kesehatan agar keluarga yang dicintai dapat tenang dan senantiasa beraktifitas di masa tatanan New Normal ini. (KR).

Editor : Febri