Beranda Kepulauan Riau Karimun Sekolah Libur Selama 5 Hari, Para Siswa Ditegaskan Tidak Boleh Pergi Keluar...

Sekolah Libur Selama 5 Hari, Para Siswa Ditegaskan Tidak Boleh Pergi Keluar Daerah

69
0

Karimun, GK.com – Kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karimun, salah satunya dengan meliburkan para siswa PAUD, SD, SMP atau MTs, PKBM, dan LKP se- Kabupaten Karimun resmi dilaksanakan berdasarkan surat edaran Bupati Karimun Nomor  420/DISFIK.SEKR/III/232/2020.

Surat Edaran Bupati Karimun

 

Pernyataan diliburkannya aktifitas belajar-mengajar kepada para siswa-siswi selama 5 hari itu, merupakan upaya Pemda Karimun dalam mengantisipasi atau mencegah penyebaran  Corona Virus Disease (Covid-19), khususnya di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun.

Hal tersebut tentunya mendapat pro dan kontra diberbagai kalangan masyarakat, karena berkaitan dengan Covid-19 ini membuat Pemda melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun mengambil tindakan tegas untuk mengantisipasi terjangkitnya penyebaran virus tersebut dengan meliburkan siswa dari Sekolah. Dimasa libur tersebut, para siswa juga dilarang untuk berpergian ke luar Daerah. Hal ini dilakukan guna menghindari  terjangkitnya Covid-19, atau mengantisipasi penyebarannya.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim saat dikonfirmasi Media ini melalui via Telephon Selulernya pada Senin (16/03) sekitar pukul 13.00 Wib menegaskan, “saat ini kita hanya memberikan penekanan serta himbauan kepada para Wali Murid agar dapat mengawasi anak-anaknya selama aktifitas belajar diliburkan, untuk dapat kiranya beraktifitas di dalam rumah saja,” tegasnya.

“Peran dan kerjasama bagi Wali Murid saat ini sangatlah diperlukan, sesuai dengan surat edaran yang sudah disampaikan Bupati Karimun, tidak dibenarkan para siswa untuk keluar Daerah, apalagi pergi ke tempat yang sudah dinyatakan terpapar Covid-19 tersebut,” jelas Bakri.

Saat disinggung bagaimana jika andaikata kedapatan ada Wali Murid yang membawa anaknya keluar Daerah ? Kadisdik Karimun, Bakri Hasyim hanya menjawab, apabila hal itu sampai terjadi, Pemda tidak bisa berbuat apa-apa selain memberikan arahan dan penekanan.

“Mulai besok sampai dengan hari Sabtu, para siswa diliburkan dan diminta untuk belajar dirumah, sedangkan para Kepala Sekolah, Guru dan Tata Usaha tetap masuk seperti biasa, karena harus mempersiapkan administrasi untuk menghadapi Ujian Nasional (UN), serta diminta mempersiapkan alat antiseptik tangan (Hand Sanitizer) di sekolahnya”. tutup Bakri.

Berkaitan terkait pencegahan penularan Covid-19 ini dengan meliburkan siswa sekolah untuk dapat beristirahat dan belajar dirumah sebenarnya merupakan langkah yang baik diambil oleh Pemda setempat. Hal ini tentunya sebagai wujud perhatian dari Pemerintah Daerah kepada masyarakatnya dan bagi para pelajar sebagai penerus Bangsa. Akan tetapi sangat disayangkan, tidak adanya ketegasan atau sanksi hukuman yang berlaku sebagai efek jera bagi yang melanggarnya dari Dinas terkait. Padahal untuk kita ketahui, Covid-19 ini merupakan sebuah virus yang tidak bisa dianggap sebelah mata bagi setiap individu. (KR).

Editor : Milla