Beranda Sulawesi Debit Air Berkurang, DI Kelara Butuh Pengkawalan

Debit Air Berkurang, DI Kelara Butuh Pengkawalan

28
0

Sketsa Jaringan Irigasi DI Kelara

 

Sulsel, GK.com – Pengamat Daerah Irigasi (DI) Kelara dari Balai Besar Pompengan Jeneberang, Tajuddin menyayangkan keadaan tidak seimbangnya kebutuhan air dengan debit air yang tersedia di Kabupaten Jeneponto. Hal ini diungkapkannya kepada Awak media ini pada Selasa (10/3).

Tajuddin menjelaskan bahwa, ada sebanyak enam Kecamatan di Kabupaten Jeneponto lahan pertaniannya  yang mengandalkan air irigasi dari Daerah IrigasiKelara, diantaranya Kecamatan  Tarowang, Kecamatan Batang, Kecamatan Turatea, Kecamatan Rumbia, Kecamatan Kelara dan Kecamatan Binamu.

“Total DI Kelara mengairi sawah masih kurang sekitar 10.000 hektar,” ungkapnya.

“Sangat disayangkan, kebutuhan volume air untuk areal persawahan seluas tersebut masih belum seimbang,  ditambah lagi saat ini debit air yang semakin berkurang, karena debit air hanya berkisar 3,8 kubik, sedangkan untuk lahan seluas 10.000 hektar membutuhkan  debit air berkisar10 kubik,”katanya.

Diterangkan Tajuddin, berkurangnya  debit air mulai terlihat sejak Tahun 2015, yang disebabkan oleh kondisi jaringan  irigasi yang masih belum maksimal, serta erosi akibat penggundulan pohon disekitar jaringan irigasi primer yang menyebabkan terjadinya pendangkalan.

“Walau dikeruk pada musim kemarau,  nanti pada musim hujan akan kembali terjadi pendangkalan,”ujarnya.

Lanjut Tajuddin, alur aliran air adalah dari bendungan baku utama ke jaringan irigasi primer, lalu membagi ke jaringan-jaringan  irigasi sekunder, dikawal oleh Juru Sekunder selaku petugas pintu air,  dan kembali mengalir  ke kotak-kotak tersier sawah masyarakat, kemudian dikawal oleh Mandor Air.

“Walau sudah terjadwal terkait giliran pembagian air irigasi tersebut,  di lokasi irigasi kadang terjadi kesalahpahaman sesama masyarakat dan Petani, sehingga demi keamanan, sangat diharapkan kehadiran aparat terkait dalam hal ini TNI-Polri, Bidang Pengairan Kabupaten dan Pemerintah setempat, seperti pengkawalan yang dilakukan pada Tahun 2016-2017, mengawal dan mengawasi langsung pengaturan pembagian air secara bergilir yang telah terjadwal demi pemerataan dan kesejahteraan bagi masyarakat”. pungkasnya. (Chepy).

Editor : Febri