Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 868

Tambah Satu Orang Lagi Anggota Polri Dan 15 ABK Pelni yang Dinyatakan Sembuh Dari Covid – 19

Batam, GK.com – Rumah Sakit Galang Batam yang sebelumnya memulangkan 2 orang anggota Polri karena telah dinyatakan sembuh dari Covid -19, kini RS Galang kembali memulangkan 1 orang anggota Polri dan 15 ABK Pelni setelah dua kali menjalani tes Swab dengan hasil negatif.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt pada Minggu (3/5) mengatakan, “Mewakili Pimpinan Polri, khususnya Polda Kepri, pada hari ini menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala Rumah Sakit Infeksi Pulau Galang beserta Staf dan tim Medis yang telah memberikan fikiran, tenaga dan upayanya dalam merawat serta menyembuhkan personel kami dan masyarakat lain,” tuturnya.

“Semoga apa yang telah dilakukan tim Medis dapat menjadi ladang amal ibadah pada bulan suci Ramadhan ini, dan hal ini juga menjadi bukti bahwa, Covid-19 bisa disembuhkan dengan perawatan Medis secara intensif, keyakinan pasien dapat sembuh dan berdoa kepada Tuhan yang maha kuasa, Insya Allah Covid-19 bisa disembuhkan,” harap Kabid Humas Polda Kepri.

Sementara itu, Kepala RS khusus Covid-19 Galang menyampaikan, hasil Swab harus dilaksanakan minimal dua kali dengan hasil negatif Covid-19, sebelum akhirnya pasien bisa dipulangkan.

“Kami dari pihak rumah sakit selalu memberi motivasi dan semangat kepada pasien. Kami juga mengajak mereka keluar dari kamar pagi dan sore, kami perhatikan gizinya, kita beri support yang ternyata ini berpengaruh untuk mempercepat penyembuhan pasien Covid-19 di rumah sakit ini”. tutupnya. (Hms/RD).

Editor : Febri

Bupati Natuna Rubah SE Dalam Mendukung Penanganan Covid-19 Skala Nasional

Natuna, GK.com – Bersama Satuan Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Kabupaten Natuna, Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal menggelar Rapat Koordinasi di Gedung Daerah, minggu (03/05) pagi.

Hadir pada kesempatan tersebut diantaranya Dandim 0318 Natuna, Polres Natuna dan beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam sambutannya, Hamid Rizal menjelaskan bahwa dampak Covid-9 terkini mempengaruhi hampir seluruh lapisan masyarakat, diantaranya para pelaku usaha kecil.

Suasana Rakor antara Bupati Natuna bersama Tim Gugus Tugas Covid-19

“Mengingat kondisi Kabupaten Natuna masih dalam Zona Hijau, Pemerintah Daerah berencana untuk sedikit merubah Surat Edaran (SE) yang telah diedarkan sebelumnya, untuk memberikan toleransi kepada para pelaku usaha kecil dalam melakukan aktivitas usahanya,” ucap Hamid Rizal.

Bupati juga menuturkan, Surat Edaran tersebut direncanakan akan segera diterbitkan dengan beberapa ketentuan, diantaranya setiap pelaku usaha maupun pembeli harus menggunakan masker dan menjaga jarak, serta ketentuan lain dimana pembeli diperbolehkan duduk untuk melakukan transaksi paling lama 15 menit.

Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal

Kepada para anggota Satgas, Hamid Rizal menyampaikan bahwa, informasi terkini yang sangat diharapkan oleh masyarakat adalah kepastian terhadap bantuan, baik dari Pemerintah pusat maupun Provinsi, yaitu dalam bentuk bantuan pangan maupun dana langsung tunai.

“Informasi ada atau tidaknya bantuan tersebut harus diperiksa kebenarannya terlebih dahulu. Hal ini menjadi penting mengingat tidak jarang informasi tersebut menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat,” tuturnya.

Bupati Natuna, Hamid Rizal pimpin Rapat Koordinasi

“Saat ini, Bangsa Indonesia dan hampir sebagian besar penduduk dunia dilanda ketakutan akibat wabah Corona, dan kondisi ini mengharuskan seluruh masyarakat maupun Pemerintahan untuk saling peduli dan bekerjasama dalam mengentaskan permasalahan global yang sedang dihadapi ini”. ujar Hamid Rizal.

Untuk itu, Hamid juga mengintruksikan kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar segera merevisi daftar anggaran yang akan dialihkan kepada Pemerintah Pusat bagi mendukung penanganan Covid-19 skala Nasional. (Red/Hms).

Editor : Febri

Lulus Ditengah Covid-19, Siswa SMA Tanjungpinang Coret Tugu Pendidikan Diamankan Polisi

Tanjungpinang, GK.com – Kelulusan SMA tahun ini mengalami perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya, pasalnya Ujian Nasional yang menjadi salah satu syarat penentu kelulusan kini telah dihapuskan, serta pengumuman kelulusan Siswa-Siswi juga dilakukan melalui daring (Online).

Meski begitu, bagaikan tidak ingin melewatkan salah satu kebiasaan buruk yang telah menjadi budaya, yakni melakukan konvoi, para Siswa-Siswi SMA di Tanjungpinang calon penerus bangsa ini tetap turun ke jalanan merayakan kelulusannya di tengah kondisi Pandemik Covid-19 seolah menghiraukan himbauan dari Pemerintah.

Padahal, Polres Tanjungpinang telah menegaskan untuk tidak segan membubarkan serta memberi sanksi tindakan, namun tampaknya himbauan tersebut juga tidak di indahkan oleh para Siswa, bahkan tampak beberapa Siswa memanjat serta mencoret tugu pendidikan di bundaran jalan Wiratno.

Mengetahui hal tersebut, Kasatlantas Polres Tanjungpinang, Anjar Y Widodo kepada Awak Media ini mengatakan bahwa, pihak Kepolisian sudah melakukan antisipasi akan hal tersebut.

“Antisipasi sudah kami lakukan, dan sampai sekarang kami masih melakukan Patroli,” jelasnya melalui pesan Whatsapp, Sabtu (2/4) sekitar pukul 23.00 Wib.

Baca juga : 

Pengumuman Kelulusan Diumumkan, Kapolres Himbau Agar Tidak Kovoi

Sementara itu, salah seorang Guru di salah satu Sekolah Kejuruan di Tanjungpinang yang tidak ingin disebutkan namanya, sangat menyayangkan terjadinya hal tersebut, mengingat pengumuman kelulusan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan.

“Sangat disayangkan, selain saat ini masih dalam kondisi pandemik wabah Corona, pada tanggal 2 Mei ini juga merupakan Hari Pendidikan, tugu yang dicoret dan dikotori juga tugu pendidikan dan yang mencoret orang berpendidikan pula”. sesalnya.

Atas kejadian tersebut, beberapa siswa telah berhasil diamankan ke Polres Tanjungpinang, dan masih terus dilakukan penyisiran serta Patroli oleh pihak Kepolisian. (Mis).

Editor : Febri

Anggota Polisi Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Batam Dinyatakan Sembuh

Batam, GK.com – Kabar baik kembali hadir dari seorang Polisi yang bertugas di salah satu Polsek di Kota Batam, Kepulauan Riau yang pekan lalu dinyatakan positif terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) kini dinyatakan telah sembuh.

Informasi tersebut diketahui langsung dari Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kepulauan Riau, Kombes Harry Goldenhardt saat dihubungi Awak Media ini melalui pesan Whatsapp, Sabtu (02/05) sore.

“Alhamdulillah, setelah melakukan hasil tes swab, anggota Polisi yang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19, kini telah sembuh (negatif).” kata Kabid Humas Polda Kepri.

Baca Juga :

Satu Orang Anggota Polisi di Kota Batam Positif Covid-19

Kasus positif Covid-19 di Batam mengalami perkembangan kesembuhan yang sangat baik saat ini. Tercatat ada 3 pasien positif Covid-19 yang dinyatakam sembuh, salah satunya anggota Kepolisian.

Dengan begitu, total pasien terkonfirmasi positif di Batam saat ini berkurang menjadi 27 orang dari sebelumnya berjumlah 30 orang. (RD).

Editor : Febri

2 Orang Pasien Positif Covid-19 di Tanjungpinang Dinyatakan Sembuh

Tanjungpinang, GK.com – Setelah adanya penambahan sebanyak 3 orang yang dinyatakan positif Covid-19 di Kota Tanjungpinang, kabar baiknya juga disertai dengan adanya kabar pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 2 orang, yaitu laki-laki dengan nomor kasus 7 dan 18.

Seperti informasi yang dihimpun media ini, berdasarkan Pers Rilis pada hari Sabtu (2/5), bahwa 2 orang pasien Covid-19 sudah dinyatakan sembuh, karena telah 2 kali berturut-turut hasil pemeriksaan PCRnya negatif.

Yang pertama adalah seorang laki-laki berinisial RS (52), warga Batu Kucing Kelurahan Kampung Bulang, Kecamatan Tanjungpinang Timur yang terkonfirmasi masuk dalam klaster jamaah tabligh dan masuk dalam kelompok Orang Tanpa Gejala (OTG).

Baca Juga :

Pasien Positif Covid-19 di Kota Tanjungpinang Bertambah 3 Orang lagi, Salah Satunya Ajudan Walikota

Adapun riwayat perjalanannya adalah mengikuti kegiatan tabligh Akbar yang dilaksanakan di Malaysia pada akhir bulan Februari. Setelah dilakukan pemeriksaan Rapid Test oleh Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk dan KB) Kota Tanjungpinang pada 29 Maret 2020, RS adalah salah satu dari 5 sampel yang dinyatakan reaktif uji rapidtest, selanjutnya pada tanggal 29 Maret 2020 langsung dilakukan karantina di Rumah Singgah RSUD RAT Provinsi Kepri, karena pada tanggal 08 Maret 2020 berdasarkan hasil lab PCR yang diterima, RS dinyatakan positif Covid-19, setelah dilakukan perawatan dan pemeriksaan PCR yang dikeluarkan oleh BTKL Batam tanggal 25 April 2020 dan 1 Mei 2020 yang kedua, hasil sampel dinyatakan negatif dan pasien dinyatakan sembuh.

Selanjutnya, adalah seorang laki-laki inisial FR (27), warga Jalan Pramuka Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Kecamatan Bukit Bestari yanh terkonfirmasi masuk dalam klaster keluarga dengan kontak primer kasus nomor 6 dan masuk dalam kelompok Orang Tanpa Gejala (OTG).

FR tidak pernah melakukan perjalanan keluar daerah terjangkit, namun merupakan kontak erat dengan kasus nomor 6, nomor 11 dan nomor 14. Berdasarkan hasil pemeriksaan PCR yang dikeluarkan BTKL Batam pada tangal 17 April 2020, FR dinyatakan positif Covid-19 dan dilakukan karantina di Rumah Singgah RSUD RAT Provinsi Kepulauan Riau.

Pemeriksaan PCR yang dikeluarkan oleh BTKL Batam tanggal 25 April 2020 dan 1 Mei 2020 yang kedua hasil sampel dinyatakan negatif, maka pasien ini dinyatakan sembuh.

“Namun demikian, kepada pasien yang telah sembuh tetap diharuskan untuk melakukan karantina di rumah selama 14 hari”. ucap Rahma dalam Pers Rilis. (Mis).

Editor : Febri

Pasien Positif Covid-19 di Kota Tanjungpinang Bertambah 3 Orang lagi, Salah Satunya Ajudan Walikota

Tanjungpinang, GK.com – Pasien positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Tanjungpinang kembali mengalami penambahan sebanyak 3 orang, dengan begitu jumlah terkini Covid-19 di Tanjungpinang sebanyak 26 orang.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk dan KB), Rustam kepada Awak Media ini meminta agar masyarakat dapat budayakan keluar rumah menggunakan masker, terapkan pola hidup sehat, cuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar, dan yang terpenting “Stay at Home” jangan keluar rumah bila tidak benar-benar perlu atau terpaksa, kerja dari rumah, juga Ibadah dari rumah.

“Manfaatkan teknologi kuatkan jejaring masyarakat, saling membantu dan saling mengingatkan di masyarakat. Ingat masyarakat adalah garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19, semoga Allas SWT memberkati kita dan melindungi kita semua,” ujar Rustam via Whatsapp, Sabtu (2/5) sore.

Adapun warga Tanjungpinang yang terkonfirmasi positif Covid-19, Rustam merincikan salah satunya adalah seorang laki-laki berinisial AN (12) yang beralamat di Kelurahan Batu Sembilan, dengan kasus positif pasien nomor 24, pasien merupakan kontak dekat dengan kasus terkonfirmasi positif nomor 13 dan teman dekat dari kasus nomor 21, pasien tidak mengalami keluhan kesehatan, dengan begitu saat ini ditetapkan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG).

Selanjutnya, pasien nomor 25 adalah seorang laki-laki berinisial AP (24) yang beralamat di Kelurahan Kampung Bulang, Kecamatan Tanjungpinang Timur, pasien merupakan kontak dekat dengan kasus terkonfirmasi positif nomor 13 dan merupakan Ajudan dari kasus nomor 13, pasien mengalami demam dan telah dilakukan pemeriksaan PCR pertama dengan hasil negatif, kemudian dilakukan pemeriksaan ulang pengambilan swab dan dilakukan pemeriksaan PCR, kemudian hasil pemeriksaan positif

Kemudian seorang laki-laki inisial AL (45) beralamat di Kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur, pasien adalah warga Jakarta yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di salah satu Instansi Vertikal di Provinsi Kepulauan Riau, yang bersangkutan pernah berpergian ke Jakarta dengan tujuan Kota Depok pada tanggal 3 April 2020 urusan kedinasan selama 3 hari, pada hari Kamis tanggal 30 April 2020, dilakukan pemeriksaan rapid test di Instansi yang bersangkutan dan didapati hasil Reaktif. Pada hari yang sama dilakukan pemeriksaan swab untuk dilakukan pemeriksaan PCR, pasien tidak mengalami keluhan sakit dan dikategorikan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG). (Hms/RD).

Editor : Febri