Minggu, Mei 10, 2026
Beranda blog Halaman 68

Sorotan Tajam Ombudsman Terkait Rokok Ilegal, Bea Cukai Batam: Kami Tidak Anti Kritik, Inisial R Kuat Jadi Perbincangan

Kantor Bea Cukai Batam dan Rokok Ilegal. (Foto GK)

Batam, GK.com – Menanggapi statmen Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Lagat Parroha Patah Sadari, S.E., M.H yang menegaskan akan mengawasi langsung terhadap peredaran rokok ilegal di Batam, serta mendesak Bea Cukai untuk lebih proaktif dalam menindak pelanggaran bagi mafia rokok ilegal, Bea Cukai Batam melalui Humasnya Jery, Selasa (02/12/2025) sekitar Pukul 09.59 WIB menjawab, “Bea Cukai RI adalah unit vertikal Kementerian Keuangan yang terbuka. kami tidak anti kritik selama untuk tujuan positif dan perbaikan, kami selalu terbuka serta sesuai peraturan yang ada,” tulis Jery melalu pesan WhatsApp.

BACA JUGA: 👇👇👇



Ditanyai oleh Media ini terkait adanya dugaan kuat keterlibatan tokoh masyarakat Sulawesi Selatan, R (inisial nama) yang membeking salah satu peredaran rokok ilegal di Batam, Jery menjawab, “Tidak benar, dan kami dalam melakukan penindakan tidak pilih-pilih. Selama terbukti melakukan pelanggaran pasti kami tindak,” tegasnya.

Lalu, lanjut Media ini bertanya, apakah pihak Bea Cukai mengenal R?

Jawab Jery, “Tidak. Kami tidak mengenal beking-bekingan,” tegas Jery lagi.

Lalu, masih ditanyai lagi oleh Redaksi Media ini terkait keberadaan alamat pabrik rokok ilegal bermerek HD yang diduga berlebel pita cukai palsu, Jery menjawab, “terkait alamat itu termasuk data perusahaan yang tidak bisa kami berikan, jadi bukan karena ada tekanan,” katanya.

Ditanya bagaimana langkah yang akan diambil Bea Cukai Batam untuk menumbuhkan agar masyarakat Batam bisa percaya lagi pada instasi tersebut? Jery menjawab, “kami selalu berusaha melaksanakan tugas dan fungsi kami secara maksimal”. tulis Jery Pukul 09.41 WIB.

Berdasarkan sumber yang dapat di percaya yang diterima oleh Redaksi ini, dugaan kuat nama R mencuat membekingi salah satu rokok ilegal yang tersebar selama ini di Kota Batam.

Sebagai leading sector pengawasan barang masuk, termasuk pada rokok, Bea Cukai dinilai belum optimal dalam menjalankan tugasnya. (QQ)



Ombudsman Soroti Peredaran Rokok Ilegal Dan Keterlibatan Oknum Berseragam, Negara Rugi, Bea Cukai Batam Dinilai Kurang Optimal

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Lagat Parroha Patah Sadari, S.E., M.H soroti peredaran rokok-rokok ilegal. (Foto GK/Kafyan)

Batam, GK.com – Ombudsman RI Perwakilan Kepri menyoroti lemahnya pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal di Batam, dan mendesak Bea Cukai untuk lebih proaktif dalam menindak pelanggaran. Sebagai leading sector pengawasan barang masuk, termasuk pada rokok. Bea Cukai dinilai belum optimal dalam menjalankan tugasnya, meskipun kawasan Batam berstatus FTZ.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Lagat Parroha Patah Sadari, S.E., M.H., kepada gerbangkepri menegaskan bahwa, dengan adanya pemberitaan yang beberapa kali di tayangkan oleh media ini, “Kami menyoroti pengawasan oleh Bea Cukai, karena mereka merupakan leading sector dalam pengawasan barang masuk, termasuk rokok yang dikenai cukai. Di Batam, meskipun terdapat kawasan FTZ, cukai tetap berlaku, dan rokok yang masuk harus melalui kewenangan Bea Cukai, terutama rokok Dalam Negeri,” ucapnya.

BACA JUGA: 👇👇👇



Lagat mengungkapkan, diskusi dengan Kepala Bea Cukai Batam, Zaki beberapa waktu lalu, menunjukkan pengawasan dan penindakan memang dilakukan, namun belum mampu menjangkau seluruh wilayah peredaran rokok ilegal. Keterbatasan personel menjadi kendala utama, sehingga laporan dari masyarakat sangat dibutuhkan.

“Idealnya, Bea Cukai harus proaktif. Namun, laporan penindakan yang dilakukan tidak terlalu banyak, sehingga pengawasan di Batam yang luas ini menjadi tantangan,” lanjutnya.

BACA JUGA:


Ombudsman juga menyoroti potensi keterlibatan oknum aparat dalam meloloskan rokok ilegal, terutama melalui jalur laut di Pelabuhan Roro Telaga Punggur. Dugaan ini muncul berdasarkan informasi yang diperoleh Ombudsman Kepri.

“Dari informasi yang diperoleh Ombudsman, terdapat dugaan keterlibatan oknum aparat dalam meloloskan peredaran rokok ilegal, terutama di jalur pengiriman laut. Banyak barang yang keluar dari Pelabuhan Roro Telaga Punggur, tidak hanya melibatkan pengusaha, tetapi juga oknum berseragam,” tegasnya di Ruang kerja, Senin (01/12/2025), Pukul 10.00 WIB.

Ombudsman mendesak Bea Cukai untuk menggandeng TNI dan Polri dalam melakukan pengawasan, serta menindak tegas oknum yang terlibat. Selain itu, Ombudsman juga menyoroti aktivitas pabrik rokok ilegal di Batam yang memproduksi rokok tanpa cukai.

BACA JUGA: 👇👇👇



“Perusahaan rokok di Batam yang memproduksi tanpa cukai harus dipastikan patuh terhadap regulasi. Jika mereka memproduksi satu juta batang rokok, maka mereka harus membayar cukai sesuai jumlah tersebut. Jika melebihi jumlah tersebut, berarti ada rokok yang tidak berbayar cukai, dan ini harus ditindak secara tegas,” katanya.

Ombudsman juga meminta masyarakat, pengusaha untuk aktif melaporkan peredaran rokok ilegal. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan investigasi langsung ke lapangan.

“Kami menegaskan, pengawasan internal harus dilakukan secara ketat dan berkelanjutan. Jika ada laporan dari masyarakat yang tidak direspons, kami akan melakukan investigasi. Kami juga menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi semua pihak, agar peredaran rokok ilegal dapat diminimalisasi dan diatasi secara efektif”. pungkasnya.

Ombudsman mengingatkan, peredaran rokok ilegal bisa merugikan negara hingga triliunan rupiah, dan meminta semua pihak untuk bersinergi dalam memberantas praktik ilegal ini.

Adapun merek-merek rokok ilegal yang masih beredar di Kota Batam diantaranya:

1. OFO BOlD

2. ⁠H&D biru bold bandrol

3. ⁠H&D merah 16

4. ⁠MAXXIS BOLD

5. ⁠MANCHESTER hijau

6. ⁠H MILD menthol

7. UFO Mild

8. ⁠RAVE merah

9. H&D merah  20 btg banderol

10. H&D kuning 20 btg banderol

11. MANCHESTER putih

12. Manchester merah

13. H Mild jumbo merah

14. H Mild merah biasa

14. T3

15. H&M Gold lighte

16. NISE

Penulis: Dwi

Posyandu Botania: Integrasi Program KIA, Imunisasi Dan Gizi Sudah Pakai Aplikasi IPUS

Kepala Bagian Tata Usaha Puskesmas Botania, Hasan, SKM. (Foto GK/Kafyan)

Batam, GK.com – Kegiatan Posyandu di Puskesmas Botania terus dilaksanakan sebagai bentuk mengintegrasikan berbagai program kesehatan lainnya, seperti Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), imunisasi, serta program gizi. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha Puskesmas Botania, Hasan, SKM.

“Kami mengkoordinasikan seluruh kegiatan Posyandu agar sejalan dengan program kesehatan lain, seperti KIA, imunisasi, dan gizi. Semua pelayanan tersebut terpusat di Puskesmas sebagai pembina utama Posyandu,” ujarnya di Ruang Kerja, Sabtu (29/11/2025).

Dijelaskannya, dalam hal pendataan, Puskesmas Botania telah menggunakan aplikasi IPUS (Informasi Puskesmas Elektronik) sebagai sistem pendaftaran dan pencatatan pasien berbasis digital.

“Seluruh pasien yang berkunjung didaftarkan melalui aplikasi IPUS. Data tersimpan secara elektronik, sehingga saat dibutuhkan tinggal ditarik. Sistem ini mempermudah pelayanan, mulai dari pendaftaran hingga rujukan ke poli, seperti Poli Lansia, Poli Anak, maupun IGD. Pasien juga tidak perlu lagi mengantre panjang di loket,” jelas Hasan Pukul 13.30 WIB.

Terkait ketersediaan logistik Posyandu, seperti vaksin, vitamin, alat timbang, dan bahan edukasi, perencanaannya dilakukan secara bersama-sama antara Puskesmas dan Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan.

“Perencanaan logistik berasal dari Puskesmas dan Posyandu, kemudian diusulkan ke Dinas Kesehatan. Alat timbang sebagian dianggarkan melalui Posyandu, sedangkan vaksin dan obat-obatan disuplai oleh Dinas Kesehatan,” terangnya.

Dalam peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia, Puskesmas juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk program pembinaan dan pelatihan kader Posyandu.

“Pelatihan serta pendampingan kader dilakukan secara berkala melalui kegiatan lokakarya mini di tingkat Kelurahan. Evaluasi terus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi para kader,” katanya.

Untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas, Puskesmas Botania memanfaatkan teknologi informasi dalam pelayanan dan pelaporan.

“Hampir seluruh pelayanan saat ini sudah berbasis IT melalui aplikasi IPUS. Kendala hanya terjadi pada tahap awal penggunaan, namun setelah beradaptasi, sistem ini sangat membantu dalam pelayanan serta pemantauan kegiatan, termasuk kegiatan Posyandu,” ujarnya.

Hasan juga mengungkapkan, tantangan utama dalam pengembangan Posyandu adalah rendahnya tingkat kehadiran masyarakat akibat kesibukan kerja.

“Jumlah sasaran cukup banyak, namun yang hadir sering tidak sesuai target, karena sebagian besar warga bekerja. Untuk mengatasinya, kami melakukan koordinasi lintas sektor serta menyesuaikan waktu pelayanan agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan Posyandu”. tutupnya. (DS)

Pabrik Siluman, Klaim Rokok H&D Legal, Humas BC: Kita Tau Rokok Resmi Itu Harganya Semakin Tinggi

Kantor Bea Cukai Batam dan Rokok H&D. (Foto gerbangkepri)

Batam, GK.com – Menegaskan jika rokok H&D yang di produksi oleh PT. ADHI MUKTI PERSADA Batam-Indonesia berlebel cukai legal, namun hingga kini, beberapa kali gerbangkepri.com mengkonfirmasi terkait keberadaan pabrik rokok tersebut, Bea Cukai Batam masih enggan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Redaksi ini melalui via WhatsApp.

Kamis (28/11/2025) sekitar Pukul 22.25 WIb, kepada Redaksi ini, Jery Humas Bea Cukai Batam bahkan anehnya seolah tidak nyambung atas pertanyaan yang di tanyakan oleh Redaksi gerbangkepri, atau memang sengaja tidak paham.

Kepada redaksi ini, Jery kembali menjawab dan menegaskan jika, “isu seroran tidak benar, segala jenis tagihan langsung setor ke rekening kas Negara. BC Batam juga akan menindak tegas jika terbukti ada pegawai yang terlibat,” tulis Jery berupaya meyakinkan Redaksi ini.

Ditanyakan oleh gerbangkepri: Jika penindakan di lakukan, kenapa justru peredaran rokok-rokok ilegal tersebut semakin banyak dengan berbagai merek, bukan hanya HD, tetapi ada merek lainnya seperti Rave Merah, Rave Menthol, UFO Bold, UFO Mild, Menchester, dan H Mild?

“Banyak faktor pak yang mempengaruhi, salah satunya kondisi ekonomi masyarakat.
Naluri kita sebagai manusia pasti mencari barang subtitusi yang lebih murah. Kita tau rokok resmi itu harganya semakin tinggi. Itulah kenapa selain penindakan, kami juga intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat”. jawab Jery Pukul 22.44 WIB.

Kembali gerbangkepri bertanya: Manfaat sosial dari dilakukannya sosialisasi untuk apa, kalau pabrik dan mafia rokok ikegal tersebut tidak diamankan?

Hingga berita ini ditayangkan, Bea Cukai Batam belum merespon dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh gerbangkepri.com. (QQ)


Jumat Berbagi Gerbangkepri: Satu Tahun Menyebarkan Senyum Dan Harapan di Kepulauan Riau

Redaksi Gerbangkepri.com pada kegiatan 'Jumat Berbagi'. (Foto gerbangkepri)

Batam, GK.com – Program ‘Jumat Berbagi’ digelar oleh gerbangkepri sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat kurang mampu. Kegiatan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga, sekaligus membawa keberkahan bagi semua yang membutuhkan.

“Kegiatan ini hadir sebagai bentuk nyata kepedulian media kami terhadap masyarakat yang kurang mampu. Kegiatan ini sudah berjalan selama satu tahun, dan pelaksanaan selama ini juga sudah berjalan di tiga Daerah, yaitu Kota Tanjungpinang, Kota Batam, dan Kabupaten Karimun,” jelas Meydia Hendra Yani, Pemimpin Redaksi gerbangkepri.com.

Pemimpin Redaksi GK.com, Meydia Hendra Yani, S.Sos. (Foto GK/Dedi)



“’Jumat Berbagi’ hadir bukan untuk mencari sensasi atau popularitas, tapi disini kami hadir langsung di tengah-tengah masyarakat memang untuk meringankan beban mereka, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial. Karena kami percaya, setiap bantuan, sekecil apa pun, dapat membawa senyum dan harapan baru bagi penerimanya. Semoga program ini bisa terus berjalan dan menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk ikut berbagi dan berpartisipasi, sehingga kebaikan dapat dirasakan oleh masyarakat Kepulauan Riau,” harap Qiqi (sapaan akrab Pemimpin Redaksi ini), Jumat (28/11/2025) Pukul 20.56 WIB.

“Kami akan terus berupaya hadir dan berbagi setiap hari Jumat. Awal mula terciptanya program ini adalah dari hasil liputan tim wartawan kita yang setiap hari nya berada di lapangan selalu mendengar keluhan masyarakat. Lalu kita rapatkan di Kantor, dan alhamdulillah, tak terasa, setahun program ini sudah berjalan,” ungkap Qiqi.

“Untuk anggaran ‘Jumat Berbagi’ ini, kita sisihkan dari hasil kerjasama yang sudah terjalin selama ini dengan berbagai pihak, baik itu dari Instansi Pemerintahan, maupun dari pihak swasta. Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Ibu yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu yang sudah bersedia menjalin kerjasama dengan media gerbangkepri.com selama ini. Inilah hasil dari kerjasama yang sudah terjalin selama ini bersama gerbangkepri,” tutur Qiqi.

Tabilah, salah satu masyarakat Kota Batam menyampaikan rasa terima kasih kepada gerbangkepri, dan terharu setelah menerima bantuan yang dianggapnya sangat berarti.

“Terlalu besar rasa syukur kami kepada Media gerbangkepri atas bantuan yang diberikan. Saya memang tidak mampu membalas apa pun, tetapi kami serahkan semuanya kepada Allah SWT. Biarlah Allah yang membalas segala kebaikan dan jasa gerbangkepri kepada kami,” ucap Tabilah di rumahnya, Jumat (28/11/2025) Pukul 18.32 WIB.

Ia menambahkan, perhatian seperti ini menjadi penyemangat bagi warga yang jarang tersentuh bantuan. Meskipun tidak besar, bantuan tersebut sangat membantu masyarakat kecil dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Semoga semakin banyak orang-orang mampu dan lembaga yang peduli seperti gerbangkepri membantu masyarakat kecil seperti kami. Kami ini masyarakat kurang berpendidikan, tidak Sekolah, bicara pun seadanya saja, jadi ketika menerima bantuan dari gerbangkepri, hati kami benar-benar tersentuh. Kami sangat berterima kasih, karena ini perhatian yang selama ini kami harapkan,” ungkap Tabilah.

Terpisah, Norma salah satu masyarakat Kabupaten Karimun juga menyampaikan ucapan yang serupa.

“Bantuan ini sangat berarti buat kami sekeluarga, apalagi untuk saya selaku janda dengan memiliki anak 5 orang, tentu ini sangat-sangat membantu. Semoga Allah SWT melapangkan pintu rezeki gerbangkepri”. tutup Norma. (Sis)

Operasi Zebra Seligi 2025 Ramai di Jalan Utama Batam

Satlantas Polresta Barelang saat menggelar rangkaian kegiatan Operasi Zebra Seligi 2025. (Foto Humas Poltabes Barelang)

Batam, GK.com – Tingkatkan kesadaran berlalu lintas demi menjaga keselamatan, Satlantas Polresta Barelang menggelar rangkaian kegiatan Operasi Zebra Seligi 2025 yang menyasar ke berbagai lokasi strategis di Kota Batam. Operasi yang digelar pada Jumat, (28/11/2025) sejak pukul 08.00 WIB ini juga bertujuan sebagai upaya menurunkan angka kecelakaan di wilayah hukum Polresta Barelang.

Kegiatan difokuskan di sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Yos Sudarso, Jalan Gajah Mada, Jalan R. Suprapto, dan Jalan Ahmad Yani, lokasi-lokasi tersebut dipilih karena merupakan jalur padat dan menjadi titik lintasan harian masyarakat Batam.

Sejumlah kegiatan dilaksanakan di antaranya pembagian brosur keselamatan, himbauan langsung kepada masyarakat, patroli di jalur utama, pengaturan lalu lintas, serta pemasangan spanduk himbauan. Pada dokumentasi kegiatan yang berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman, tampak personel Satlantas Polresta Barelang memasang spanduk bertuliskan “Jangan Lupa Menggunakan Safety Belt – Safety Belt untuk Keselamatan”. Pemasangan spanduk ini dilakukan untuk mengingatkan para pengendara agar selalu menggunakan sabuk keselamatan demi meminimalisir risiko fatalitas saat berkendara. Pengguna jalan menjadi sasaran utama dalam pemberian edukasi dan himbauan keamanan berlalu lintas.

Dengan menggelar pelaksanaan Operasi Zebra Seligi 2025, Satlantas Polresta Barelang berharap terciptanya situasi lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan terkendali. Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap aturan merupakan kunci utama dalam mewujudkan Batam sebagai Kota yang berkeselamatan dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. Operasi ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menekan potensi pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas di Kota Batam.

Adapun personel Satlantas yang bertugas dalam kegiatan tersebut diantaranya ada Ipda Yudhi Patra, Aipda Yoga Indromiko, SH, Aipda Hulk Hogan, SH, serta Brigpol Dwi Andi. Selain itu, Kasatgas Preventif Operasi Zebra Seligi 2025 turut mengerahkan 12 personel gabungan dari Satgas Patroli dan Satgas Pengaturan untuk memperkuat pengawasan di lapangan dan memaksimalkan kegiatan preventif. (KF)