Sabtu, Mei 9, 2026
Beranda blog Halaman 57

Waspada Kebakaran Selama Perayaan Nataru

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tanjungpinang, Juliadi Halomoan, S.Pi

Tanjungpinang, GK.com — Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu diiringi dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, baik di lingkungan rumah tangga maupun ruang publik. Kondisi ini turut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran apabila tidak diimbangi dengan kewaspadaan dan kepedulian terhadap keselamatan.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tanjungpinang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap risiko terjadinya kebakaran selama perayaan Nataru, demi terciptanya suasana yang aman dan kondusif.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tanjungpinang, Juliadi Halomoan, S.Pi menyampaikan bahwa momen Nataru biasanya diiringi dengan meningkatnya aktivitas rumah tangga, penggunaan peralatan listrik, serta keramaian yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.

Ia mengingatkan masyarakat agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan, terutama bagi warga yang bepergian untuk merayakan libur Natal dan Tahun Baru. Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak lalai dalam penggunaan sumber api serta instalasi listrik, seperti kompor, lilin, dan peralatan elektronik lainnya.

“Pastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, matikan peralatan listrik yang tidak digunakan, serta perhatikan sumber api agar tidak menimbulkan risiko kebakaran”. ujarnya melalui pesan WhatsApp, Jumat (26/12/2025) Pukul 14.57 WIB.

Damkar Kota Tanjungpinang berharap, dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat, perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan terhindar dari musibah kebakaran. (KF)

Jelang Nataru, KSOP Khusus Batam Optimalkan Layanan Dan Keselamatan Pelayaran

Kantor KSOP Khusus Batam.

Batam, GK.com — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), kesiapan layanan transportasi laut menjadi perhatian utama, khususnya di wilayah dengan mobilitas penumpang yang tinggi. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam memastikan seluruh aspek keselamatan, kesiapan armada, serta kelancaran pelayanan angkutan laut telah dipersiapkan secara optimal guna menghadapi lonjakan penumpang pada masa Nataru 2025/2026.

Kepala KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku memprediksi jumlah penumpang angkutan laut akan meningkat sekitar 8 persen dibandingkan periode Nataru tahun lalu. Oleh karena itu, kesiapan difokuskan pada kelancaran mobilitas masyarakat, kesiapan armada, serta peningkatan aspek keselamatan pelayaran, terutama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.

“Kami memprediksi adanya kenaikan sekitar 8 persen jumlah penumpang angkutan laut pada Nataru tahun ini. Untuk itu, kesiapan kapal, keselamatan pelayaran, dan antisipasi cuaca ekstrem menjadi prioritas utama,” ujar Takwim melalui pesan Whatsapp, Kamis (25/12/2025) Pukul 15.07 WIB.

Sebagai upaya menjamin keselamatan, KSOP Khusus Batam telah melakukan pemeriksaan kelaiklautan kapal (ramp check) terhadap 177 unit kapal yang akan beroperasi selama periode Nataru.

Selain itu, Posko Angkutan Laut Nataru 2025/2026 akan diaktifkan mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 dan ditempatkan di sejumlah terminal utama, di antaranya Terminal Penyeberangan Harbour Bay, Batam Center, dan Telaga Punggur.

“Kami juga memperkuat koordinasi dengan BMKG untuk mitigasi risiko cuaca ekstrem serta penanganan berbagai potensi keadaan darurat, termasuk penumpukan penumpang, agar pelayanan kepada masyarakat tetap aman dan lancar ”. ujarnya. (DS)

Perkuat Pengawasan Pendidikan SMP, Transportasi Masih Jadi Tantangan

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, Budi Arjo. (Foto GK/Kafyan)

Bintan, GK.com — Isu keselamatan dan akses pendidikan masih menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Keterbatasan sarana transportasi, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang, kerap dihadapkan pada upaya menjaga kedisiplinan aturan sekaligus memastikan hak pendidikan anak tetap terpenuhi. Melalui pengawasan yang berkelanjutan, Pemerintah Daerah terus berupaya menjaga mutu pendidikan serta mencari solusi atas berbagai kendala di lapangan.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, Budi Arjo menuturkan, pemantauan dilakukan secara rutin dan langsung ke lapangan. Urusan peserta didik menjadi tanggung jawab bidang pembinaan SMP, sementara pembinaan guru ditangani oleh bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK).

“Salah satu persoalan yang masih menjadi dilema adalah masih banyaknya siswa SMP yang menggunakan sepeda motor ke Sekolah. Secara aturan, siswa SMP memang tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor,” ujarnya.

Namun demikian, Budi menjelaskan kondisi geografis dan keterbatasan transportasi umum membuat persoalan tersebut tidak mudah diselesaikan. Di sejumlah wilayah, jarak tempuh dari rumah ke Sekolah cukup jauh, bahkan mencapai 15 hingga 20 kilometer, sementara angkutan umum hampir tidak tersedia.

Sebagai solusi, Pemerintah Daerah telah menyediakan fasilitas transportasi Sekolah berupa bus sekolah dan kapal sekolah, khususnya untuk Wilayah Kepulauan. Saat ini, tersedia sekitar 43 unit bus sekolah serta puluhan kapal yang melayani siswa antarpulau. Meski demikian, jumlah tersebut masih belum mampu mencukupi kebutuhan secara keseluruhan.

“Secara ideal, dibutuhkan sekitar 50 hingga 60 bus sekolah agar seluruh rute dapat terlayani secara maksimal. Satu bus pun hanya boleh mengangkut maksimal 35 siswa demi keselamatan,” terangnya di salah satu warung makan, Kamis (25/12/2025).

“Keterbatasan armada tersebut menyebabkan sebagian siswa yang tidak terjangkau rute bus sekolah terpaksa menggunakan sepeda motor. Meski begitu, pihak sekolah tetap menegakkan aturan dengan melarang siswa memarkir kendaraan di lingkungan Sekolah. Aparat Kepolisian juga rutin melakukan penertiban, meskipun di sisi lain muncul kekhawatiran larangan yang terlalu ketat justru berdampak pada kehadiran siswa di Sekolah,” katanya.

“Untuk mencegah terjadinya putus Sekolah, Pemerintah Daerah terus menggulirkan berbagai program bantuan, mulai dari pendidikan gratis, bantuan seragam, buku dan alat tulis, Program Indonesia Pintar (PIP), hingga penyediaan transportasi Sekolah. Seluruh program tersebut ditujukan agar tidak ada anak yang terhambat mengenyam pendidikan karena faktor ekonomi,” paparnya.

Selain transportasi, pembangunan sekolah baru juga menjadi perhatian Pemerintah Daerah. Namun menurut Budi, pembangunan SMP tidak dapat dilakukan sembarangan, dan harus melalui kajian mendalam, mulai dari ketersediaan sekolah pendukung (SD), jumlah peserta didik, kesiapan lahan, hingga tenaga pendidik.

“Tidak semua wilayah memungkinkan dibangun SMP baru, karena keterbatasan lahan dan jumlah murid. Jika syarat tidak terpenuhi, maka solusi transportasi tetap menjadi pilihan utama,” ungkapnya.

Dari sisi keselamatan, Pemerintah Daerah juga menekankan pengawasan ketat terhadap penyedia transportasi Sekolah. Kecepatan kendaraan dibatasi maksimal 4 kilometer per jam, kecuali di tanjakan tertentu yang membutuhkan tenaga tambahan. Aturan ini diterapkan untuk meminimalkan risiko kecelakaan, terutama pada jam penjemputan dan pengantaran siswa.

Budi menambahkan, pengalaman insiden di masa lalu menjadi pelajaran penting. Sejak pengawasan diperketat, kejadian serupa tidak pernah terulang. Jam pulang sekolah saat ini umumnya sekitar pukul 14.15 WIB, khususnya sejak diberlakukannya kebijakan sekolah lima hari, dengan penyesuaian jam belajar pada hari Jumat.

“Untuk Wilayah Kepulauan, transportasi laut juga menjadi perhatian serius. Saat ini tersedia sekitar 24 kapal sekolah yang melayani siswa dan guru, dengan pemisahan armada demi keamanan dan kenyamanan. Pengawasan kelayakan kapal serta kelengkapan keselamatan, seperti pelampung, terus dilakukan terutama saat cuaca kurang bersahabat,” terangnya.

“Setiap tahun ajaran baru, jumlah siswa biasanya meningkat, dan kebutuhan transportasi ikut bertambah. Kami terus berkoordinasi dengan sekolah, orang tua, dan penyedia transportasi untuk mencari solusi terbaik,” ucapnya Pukul 14.41 WIB.

Ditegaskannya, bahwa persoalan pendidikan di Wilayah Kepulauan sangat erat kaitannya dengan ketersediaan transportasi. Jika tidak disiapkan dengan baik, risiko anak tidak bersekolah akan semakin besar, terutama bagi keluarga kurang mampu.

“Kami mengimbau orang tua agar mengantar dan menjemput anaknya apabila fasilitas transportasi belum mencukupi. Pemerintah akan terus berupaya meningkatkan layanan, namun dukungan orang tua dan masyarakat tetap sangat dibutuhkan demi keselamatan dan keberlangsungan pendidikan anak-anak”. pesannya. (KF)

14 Personel Siaga Pada Pengamanan Natal di Pasar Maimun Dan Gereja GPDI Siloam

Satbinmas Polres Karimun, Bripka Safriadi

Karimun, GK.com – Dalam rangka memberikan kenyamanan, serta perkuat keamanan di perayaan Natal, Aparat Kepolisian Polres Karimun menyiagakan Pos Pengamanan (Pospam) di Pasar Maimun, Kabupaten Karimun.

Pengamanan yang melibatkan 14 personel yang bertugas selama 1×24 jam dengan sistem rolling ini, dikatakan oleh Bripka Safriadi dari Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Karimun bertempat di Pasar Maimun berada di bawah tanggung jawab Kasatgas yang di jabat oleh Kasatlantas Polres Karimun.

“Wilayah penugasan Pospam meliputi Pasar Maimun dan Gereja GPDI Siloam. Untuk mekanismenya, personel melakukan patroli setiap dua jam sekali. Hari ini, Kamis 25 Desember, sebagian personel juga melaksanakan pengamanan (PAM) di Gereja GPDI Siloam yang berada di wilayah Sei Lakam,” ujar Bripka Safriadi di Pos Pengamanan pasar Maimun Pukul 13.20 WIB.

Ia menambahkan, setiap Pospam memiliki titik pengamanan masing-masing. Untuk Pospam Pasar Maimun, titik fokus pengamanan berada di Pasar Maimun dan Gereja GPDI Siloam. Sementara itu, wilayah Coastal Area, Meral, dan kawasan Gedung Olahraga (GOR) juga memiliki titik pengamanan tersendiri.

“Sebelum pelaksanaan operasi pengamanan ini, seluruh instansi terkait telah menggelar rapat sektoral bersama unsur Musyawarah Koordinasi Pimpinan Daerah (MKPD). Rapat tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya Pangakalan Angkatan Laut (Lanal), Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) guna memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.

“Pospam Pasar Maimun ini lebih mengarah pada pengamanan khusus di area pasar dan gereja. Sedangkan untuk arus mudik dan balik, fokus pengamanan berada di Pospam Pelabuhan Domestik dan KPK,” jelasnya.

Bripka Safriadi juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga keamanan, terutama saat meninggalkan rumah untuk mudik. Ia mengingatkan agar rumah dipastikan dalam keadaan terkunci dan seluruh peralatan listrik dimatikan.

Selain itu, masyarakat yang hendak mudik melalui jalur laut diminta memperhatikan keselamatan dengan memprediksi arus puncak mudik dan arus balik. Imbauan keselamatan juga telah disampaikan oleh Polisi Perairan (Polair) dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengingat kondisi gelombang laut yang cukup kuat menjelang akhir tahun.

Di kawasan Pasar Maimun yang ramai dikunjungi masyarakat untuk berbelanja, petugas juga mengingatkan agar pengunjung selalu waspada. Pengendara diminta memastikan tidak meninggalkan barang berharga di kendaraan, seperti dompet atau barang berharga lainnya di dashboard motor.

“Kita tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi, karena malang tidak berbau. Oleh karena itu, kewaspadaan tetap harus dijaga”. pesan Bripka Safriadi. (DP)

Rutan Karimun Jalankan Program Pembinaan Kemandirian Dan Kepribadian Warga Binaan

Kasubsi Pelayanan Tahanan menuturkan, Rutan Kelas IIB Karimun, Novi Irwan. (Foto GK/Dwi)

Karimun, GK.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Karimun terus berupaya membekali warga binaan dengan berbagai program pembinaan guna meningkatkan keterampilan dan membentuk kepribadian agar siap kembali ke tengah masyarakat.

Kasubsi pelayanan tahanan Karimun, Novi Irwan mengatakan, saat ini pihaknya menjalankan dua program pembinaan utama, yakni pembinaan kemandirian dan pembinaan kepribadian.

“Pembinaan ini kami jalankan untuk memberikan bekal nyata kepada warga binaan, baik dari sisi keterampilan maupun mental dan kepribadian, sehingga setelah bebas, mereka bisa lebih siap kembali ke masyarakat,” ujar Novi Irwan dir ruangan kerjanya, Rabu (24/12/2025) Pukul 15.00 WIB.

Dalam program pembinaan kemandirian, warga binaan dilibatkan dalam berbagai kegiatan produktif, seperti pembuatan kerajinan tangan berupa miniatur kapal. Selain itu, Rutan juga menyediakan layanan laundry internal yang diperuntukkan khusus bagi warga binaan.

“Kegiatan laundry ini untuk membantu warga binaan, meskipun sebagian besar sebenarnya mencuci sendiri. Kami tetap fasilitasi bagi yang membutuhkan,” jelasnya.

Rutan Karimun juga mengembangkan kegiatan pertanian dan perkebunan dengan memanfaatkan lahan di dalam dan di luar tembok rutan, hasil panen berupa sayur-mayur seperti kangkung, sawi, dan pokcoy. Sekitar lima persen hasil panen dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi warga binaan, sementara sisanya dijual ke masyarakat.

Selain pertanian, terdapat pula kegiatan perikanan serta mini zoo yang kini menjadi salah satu ikon Rutan Karimun. Mini zoo tersebut ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada akhir pekan, dan pengelolaannya melibatkan warga binaan yang telah menjalani masa asimilasi di bawah koordinasi petugas rutan.

Untuk keterampilan lain seperti pembuatan mebel, pengelasan, dan kerajinan tertentu, Novi Irwan menuturkan bahwa sistem yang diterapkan bersifat berdasarkan pesanan.

“Kami tidak memproduksi massal karena keterbatasan anggaran. Biasanya kalau ada pesanan, misalnya miniatur kapal untuk cenderamata instansi, baru kami kerjakan,” katanya.

Sementara itu, dalam program pembinaan kepribadian, Rutan Karimun menyediakan pembinaan yang cukup lengkap. Pembinaan kerohanian difasilitasi melalui tiga rumah ibadah, yakni masjid, gereja, dan vihara, dengan dukungan penyuluh agama dari Kementerian Agama.

Di bidang pendidikan, Rutan juga menyediakan program sekolah paket A, B, dan C bagi warga binaan yang ingin melanjutkan pendidikan setara Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Selain itu, terdapat kegiatan pembinaan disiplin seperti latihan baris-berbaris, pramuka, penyuluhan hukum bekerja sama dengan Kantor Wilayah (KANWIL) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), serta penyuluhan kesehatan.

Layanan kesehatan terus ditingkatkan melalui program kesehatan keliling, di mana petugas medis mendatangi langsung blok hunian warga binaan.

“Dengan sistem jemput bola ini, warga binaan lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan dan merasa lebih dekat dengan petugas,” ungkap Novi Irwan.

Meski secara fungsi rutan lebih berfokus pada perawatan tahanan, keterbatasan jumlah lapas di daerah membuat Rutan Karimun turut menjalankan fungsi pembinaan layaknya lembaga pemasyarakatan.
Dalam pelaksanaannya, Rutan Karimun juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik Pemerintah maupun Swasta.

Dukungan tersebut datang dari Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, hingga pihak swasta seperti Apindo dan Bank Republik Indonesia (BRI) yang membantu penyediaan sarana prasarana dan fasilitas pendukung.
Ke depan, Novi Irwan berharap program pembinaan dapat terus ditingkatkan, khususnya pelatihan keterampilan yang dilengkapi sertifikat.

“Kami berharap warga binaan memiliki skill yang benar-benar bisa dimanfaatkan setelah bebas nanti. Antusiasme mereka sangat tinggi, dan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pembinaan”. harapnya. (DP)

Overkapasitas, Rutan Karimun Pastikan Keamanan Kondusif

Kasubsi Pelayanan Tahanan menuturkan, Rutan Kelas IIB Karimun, Novi Irwan. (Foto GK/Dwi)

Karimun, GK.com – Keamanan, ketertiban, dan kualitas pelayanan menjadi prioritas utama dalam pengelolaan Rumah Tahanan Negara (Rutan). Di tengah tantangan yang dihadapi, termasuk kondisi overkapasitas, Rutan Kelas IIB Karimun menunjukkan upaya nyata untuk memelihara lingkungan yang kondusif bagi warga binaan serta memberikan layanan yang optimal.

Novi Irwan, Kasubsi Pelayanan Tahanan menuturkan, Rutan Kelas IIB Karimun memastikan kondisi keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan hingga saat ini tetap dalam keadaan kondusif dan aman. Seluruh warga binaan dilaporkan dalam kondisi sehat, sementara situasi keamanan dapat terjaga dengan baik berkat penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara konsisten.

Petugas Rutan Karimun secara rutin melakukan deteksi dini terhadap potensi kerawanan, serta menjalankan tugas dengan pendekatan humanis. Permintaan warga binaan yang tidak bertentangan dengan aturan tetap dilayani, khususnya terkait layanan kunjungan keluarga.

“Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan, Rutan Karimun menerapkan pengaturan jadwal kunjungan yang terstruktur. Kunjungan bagi narapidana dijadwalkan setiap Senin dan Rabu, sedangkan bagi tahanan yang belum putus sidang dilayani pada Selasa dan Kamis. Selain itu, Kepala Rutan juga menghadirkan inovasi berupa layanan kunjungan tambahan, yakni Jumat minggu pertama untuk narapidana dan Jumat minggu kedua untuk tahanan,” terangnya di Ruang Rapat Kantor Rutan, Rabu (24/12/2025).

Rutan Karimun juga membuka layanan kunjungan khusus bagi pelajar yang dilaksanakan satu kali dalam sebulan pada hari Minggu. Kebijakan ini bertujuan agar anak-anak warga binaan tetap dapat bersekolah tanpa harus mengorbankan kegiatan belajar demi menjenguk orang tua mereka. Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai sangat membantu.

“Dalam hal pelayanan dasar, Rutan Karimun tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pokok dan layanan kesehatan warga binaan. Seluruh warga binaan mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal. Meski sempat mengalami keterbatasan stok obat akibat meningkatnya jumlah penghuni, khususnya kasus narkotika, pihak rutan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan layanan tetap berjalan,” jelasnya pada pukul 15.35 WIB.

“Saat ini, jumlah warga binaan di Rutan Karimun mencapai sekitar 567 orang, sementara kapasitas ideal hanya sekitar 290 orang. Kendati demikian, kondisi tersebut masih dapat dikendalikan melalui pengelolaan yang optimal. Dari sisi pengamanan, setiap regu penjagaan terdiri dari sekitar tujuh petugas yang bertugas secara bergiliran dalam tiga shift, yakni pagi, siang, dan malam. Pola kerja ini diterapkan untuk menjaga kesiapsiagaan dan kesehatan petugas,” tuturnya.

Untuk mengatasi persoalan overkapasitas, Rutan Karimun juga melakukan upaya pemindahan atau mutasi warga binaan ke lapas lain seperti Batam dan Tanjungpinang, melalui mekanisme usulan dan persetujuan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Selain itu, perhatian terhadap kesehatan petugas juga terus ditingkatkan, terutama sejak masa pandemi COVID-19. Petugas yang tidak dalam kondisi fit dianjurkan untuk tidak bertugas sementara, dan hingga kini tidak ditemukan kasus penularan serius di lingkungan rutan. Saat ini, Rutan Karimun juga mendapat tambahan 31 personel bantuan dari pusat dengan masa tugas selama enam bulan.

“Ke depan, Rutan Karimun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan dengan memperkuat koordinasi bersama Pemerintah Daerah dan instansi terkait, mengajukan kebutuhan anggaran ke Pemerintah Pusat di tengah kebijakan efisiensi, serta meningkatkan sarana dan prasarana pendukung pembinaan warga binaan. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan Rutan Karimun secara berkelanjutan”. ungkapnya. (DS)