Tanjungpinang, GK.com – Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan melakukan peningkatan minat baca masyarakat dengan cara mempermudah akses masyarakat untuk membaca dan mencari informasi.
Minat baca masyarakat Kepri sempat menurun karena dampak pandemi, akan tetapi dengan menurunnya pandemi, masyarakat sudah mulai meningkat untuk membaca di Perpustakaan.
Kasi Pengembangan Budaya Kegemaran Minat Baca, Yosi mengatakan pihaknya akan lebih bekerja keras lagi untuk meningkatkan minat baca di Kepri.
“Untuk meningkatkan minat baca masyarakat, kita bekerjasama ke beberapa Perguruan Tinggi, Sekolah, maupun masyarakat agar membimbing peserta didiknya untuk dapat datang ke Perpustakaan,” jelas Yosi, Kamis (21/10/2021) sekitar pukul 11.00 Wib di Ruang Kerjanya.
Tak hanya itu, Yosi juga mengatakan bahwa DPAD Kepri juga memiliki aplikasi Kaca Puri untuk mempermudah masyarakat membaca malalui internet.
“Saya berharap dengan cara ini kita bisa meningkatkan lagi minat baca masyarakat Kepri”. tukasnya. (FS).
Editor : Dina
Ini yang Dilakukan DPK Kepri Tingkatkan Minat Baca
Peringati HUT Partai Golkar ke- 57, DPD Kota Tanjungpinang Santuni Anak Yatim
Tanjungpinang, GK.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golongan Karya (Golkar) yang ke- 57, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Tanjungpinang mengelar kegiatan silahturahmi bersama masyarakat setempat dan menyantuni anak yatim.
Ketua DPD Partai Golkar Tanjungpinang, Untung Budiawan mengatakan kegiatan silaturahmi ini dilakukan untuk menjalin hubungan yang erat dengan masyarakat.
“Kegiatan ini juga merupakan sebagai bentuk kepedulian Golkar kepada masyarakat sekitar, terutama masyarakat yang kurang mampu,” ungkap Untung Budiawan, Rabu (20/10/2021) sekitar pukul 11.30 Wib di Kantor DPC Tanjungpinang.
Saat itu, Untung Budiawan juga menuturkan kedepannya Golkar akan menjalankan kegiatan Kader Penggerak Teritorial Desa (Karakterdes) ketika melakukan konsuldasi ke tingkat Kelurahan/Desa.
“Harapan saya, Golkar semakin solid dan eksis serta dapat menyiapkan kader-kader yang berkualitas di tahun 2024 nanti dengan kerja keras bersama. Saya juga menghimbau kepada masyarakat agar sama-sama mentaati Protokol Kesehatan (Prokes) dalam setiap aktivitas”. tandasnya. (FS).
Editor : Dina
Kelonggaran PPKM, Masyarakat Diharapkan Tetap Disiplin Prokes

Tanjungpinang, GK.com – Meskipun sudah adanya kelonggaran PPKM di Kepulauan Riau khususnya di Kota Tanjungpinang, namun jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib dalam kondisi stabil dan tidak ada peningkatan.
Kabar baik ini disampaikan oleh Asep Guntur Sapari selaku Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Perawatan RSUD Raja Ahmad Tabib, saat dijumpai oleh awak Media ini, Selasa (19/10/21) di Ruang Kerjanya.
“Dibanding dengan kondisi bulan lalu, jumlah pasien Covid-19 ada sekitar 8 sampai dengan 10 pasien yang positif, namun saat ini sudah menurun. Jumlah pasien saat ini hanya tersisa 4 orang saja, diantaranya 2 pasien positif dan 2 lagi pasien yang belum terkonfirmasi positif, namun ada kecurigaan dari hasil pemeriksaan Medis. Ke 4 pasien tersebut saat ini masih dalam perawatan di ruang isolasi Covid-19,” terangnya.
Sementara itu, dalam masa kelonggaran PPKM ini, tidak dipungkiri banyak isu yang beredar akan adanya kelonjakan pada kasus pasien Covid-19. Namun, tentunya pihak RSUD Raja Ahmad Tabib sudah siap untuk mengantisipasi akan hal itu.
“Jika terjadi peningkatan pada pasien Covid-19, maka kami akan buka lagi ruang yang baru untuk dijadikan ruang isolasi Covid-19, dan untuk SDM sendiri kita sudah mempunyai Dokter dan perawat yang cukup memadai,” katanya.
Pada kesempatan itu, pihak RSUD Raja Ahmad Tabib juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga Protokol Kesehatan, hal ini tentunya guna mencegah terjadinya kelonjakan pada pasien Covid-19 yang tidak diinginkan oleh pihak manapun.
“Walaupun PPKM sudah dilonggarkan, kami berharap kepada masyarakat untuk tetap disiplin pada Prokes yang sudah ada, karena dari hal kecil saja akan berdampak besar bagi diri sendiri, keluarga, maupun orang lain. Ingat, kesehatan itu sangat penting dan mahal”. tutupnya. (AZ).
Editor : Milla
Gubernur Kepri Dukung Hadirnya LPK Bintan Cakrawala
Bintan, GK.com – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H. Ansar Ahmad sangat mendukung atas hadirnya Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bintan Cakrawala. Hal itu disampaikan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat meresmikan langsung LPK Bintan Cakrawala pada Selasa (19/10/2021) di Auditorium Wisma PT. Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) Lobam.
Tak hanya itu, Ansar juga turut mengapresiasi penyelenggaraan program pelatihan berbasis 3 in 1 sektor pengelasan. Hal ini sejalan dengan program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Industri dari Kementerian Perindustrian RI melalui Badan Pengembangan Industri.
“Melalui program pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan kemampuan SDM Industri di Kepri. Ini program positif dalam usaha kita mempersiapkan SDM kedepannya, agar memiliki daya saing yang baik dan terampil tentunya,” ujar Ansar.
Kemudian Ansar menuturkan, nantinya ini akan menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung Visi-Misi Kepri Tahun 2021-2026. Dirinya yakin SDM yang berkualitas pasti memiliki daya saing yang tinggi.
“Dengan adanya strategi ini, kita harapkan dapat langsung menyelesaikan persoalan dasar industri agar memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhannya. Pentingnya peran industri dalam ketercapaian program melalui saling sharing kurikulum, modul, silabus, maupun tenaga pengajar atau silver expert. Sehingga industri dan SDM mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap keberhasilkan,” tutur Ansar.
Lalu Ia mengemukakan, untuk pemenuhan ini pelatihan menjadi model baru yang sangat cemerlang. Artinya output dari pelatihan ini peserta harus memiliki kompetensi yang ditunjukan dengan sertifikasi yang memadai agar bisa ditempatkan di tempat yang tepat pula, begitu juga halnya dengan pengembangan dan pembentukan ekosistem ekonomi khusus di bidang industri.
“Adapun beberapa instrumen dan komponen antara lain manejemen pengelolaan industri atau kawasan industri, teknologi dan regulasi. Baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah yang memberikan iklim pengembangan ekonomi yang lebih baik, yang perlu kita dorong dan menjadi perhatian bersama adalah ketersediaan SDM yang memiliki kualifikasi dan kompetensi yang bisa memperkuat ekosistem industri,” kata Ansar.
“Tidak hanya berorientasi kerja lokal saja, kalau bisa bekerja keluar Negeri, maka kita persiapkan SDM kita untuk mengisi pasar-pasar kerja,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Pelatihan Vokasi SDM Industri Kementerian Perindustrian RI, Arif Fadilah menjelasakan, industri sebagai salah satu sektor strategis memiliki peranan penting dalam upaya perbaikan dimasa pandemi Covid-19. Industri berperan penting dalam penyerapan lapangan pekerjaan, memberikan kontribusi bagi penerimaan Negara dan menjadi penggerak ekonomi dengan multiplier effect sangat besar dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Secara umum pertumbuhan di sektor industri pengolahan non migas pada triwulan II pada tahun 2021 meningkat cukup signifikan sekitar 6,91%, angka ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Nasional sebesar 7,07%. Sehingga dalam kontribusi PNBP dalam industri pengolalaan non migas sebesar 17,34%, angka ini lebih tinggi dari peningkatan ekonomi lainnya,” jelas Arif.
Dalam laporannya GM PT. BIIE, Aditya Laksmana mengaku telah meneken kerjasama bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian RI terkait penyelenggaraan pelatihan berbasis 3 in 1 sektor pengelasan. Program pelatihan yang dilaksanakan adalah upskilling sektor las yang sudah memiliki keahlian dasar las namun belum memiliki sertifikasi.
“Melalui program ini, para peserta mengikuti pelatihan selama 14 hari sebelum mengikuti sertifikasi BNSP. Program pelatihan ini akan diikuti oleh 100 orang peserta. Pelatihan sendiri dibagi dalam 5 angkatan, masing-masing sebanyak 20 peserta. Peserta yang dididik sesuai dengan kemampuannya dengan jenis SMAW dan GMAW. Melalui program ini, kita dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil yang kita butuhkan”. tukasnya. (*).
Editor : Dina
SDS 018 Avicenna Karimun Gelar Peringatan Maulid Nabi 1443 H
Karimun, GK.com – Sekolah Dasar Swasta (SDS) 018 Avicenna Karimun menggelar kegiatan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah (H), Selasa (19/10/21) sekitar pukul 08.00 Wib, di Aula Sekolah.
Kepala SDS 018 Avicena Karimun, Budianto Saragih menyebutkan, adapun tema yang diambil pada peringatan kali ini adalah meneladani sikap rasul dalam menghadapi musibah.
“Kegiatan hari ini kami awali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, menyanyikan lagu religi dan mendengarkan Tausiah Agama yang terlaksana dengan lancar, dan tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat,” ujar Budianto di Ruang Kerjanya.
Dikesempatan itu juga, Ketua Panitia Kegiatan Rizka Azyanti S.Pd mengatakan bahwa, kegiatan ini telah menjadi rutinitas SDS 018 Avicenna Karimun setiap tahunnya sebagai wujud untuk mengenali tauladan Nabi Muhammad SAW kepada para siswa.
“Dengan harapan agar siswa siswi SDS 018 Avicenna Karimun bisa menerapkan dan mengaplikasikan ajaran Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan”. tutupnya. (RP).
Editor : Dina
Alami Patah Tulang di Tangan Kanan, AR Hanya Diberikan Surat Rujukan
Karimun, GK.com – Dugaan kelalaian yang dilakukan Tim Medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani, terhadap pasien (AR) seorang bayi berusia 42 hari yang mengalami patah tulang di tangan kanan yang diduga usai mendapatkan perawatan, kini hanya dimendapatkan fasilitas surat rujukan dari pihak RSUD M Sani.
Hal itu disampaikan langsung oleh, Kepala Pusat Layanan Informasi Okto Puji Ganjar, didampingi Kepala Bidang Pelayanan Medis dr. Dedi Abriyanto, pada Senin (18/10/2021) di Halaman RSUD Muhammad Sani sekitar pukul 15.30 Wib.
“Kami akan memberikan surat rujukan agar bayi tersebut mendapatkan tindak lanjut di Rumah Sakit (RS) Otorita Batam,” tuturnya kepada awak Media ini.
Baca Juga :
Namun apa yang diberikan pihak Rumah Sakit tersebut justru memberikan kekecewaan bagi pihak keluarga. Sebab, pasien AR saat ini masih kekurangan biaya untuk menjalankan perawatan di RS Otorita Batam.
“Kami merasa kecewa kepada pihak RSUD M Sani atas tidak adanya pertanggungjawaban biaya pengobatan terhadap anak kami. Kami perlu biaya akomodasi serta perawatan yang maksimal agar anak kami AR bisa cepat sehat, bukan hanya sekedar surat rujukan,” ujar Zulyan Sahputra, Ayah kandung AR.
Saat itu, Zulyan menegaskan jika pihak RSUD M. Sani tidak juga memberikan tanggungjawab atas biaya perobatan untuk anaknya, Ia akan menindaklanjuti perkara ini hingga ke jalur hokum guna memperoleh keadilan.
“Kami akan melanjuti perkara ini ke jalur hukum jika pihak RSUD memang buang badan terkait pertangungjawaban biaya perobatan AR”. tegasnya. (RP).
Editor : Dina






