Beranda Kesehatan Bayi Berusia 42 Hari Alami Patah Tulang Usai Dapatkan Perawatan di RSUD...

Bayi Berusia 42 Hari Alami Patah Tulang Usai Dapatkan Perawatan di RSUD M Sani

2318
0
Bayi Berusia 42 Hari Alami Patah Tulang Usai Dapatkan Perawatan di RSUD M Sani
Ayah dan Nenek AR saat menunjukan hasil rontgen

Karimun, GK.com – AR bayi mungil berusia 42 hari warga Sungai Raya, Kecamatan Meral mengalami patah tulang di tangan kanan nya diduga usai mendapatkan perawatan inkubator di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Sani Karimun.

Saat ditemui awak Media ini, Nenek dari AR, Suryani mengaku bahwa saat cucu nya itu lahir semua dalam keadaan normal dan tidak tampak seperti mengalami patah tulang di tangannya.

“Memang cucu saya ini lahir prematur, namun kondisinya saat lahir baik-baik saja, tidak ada yang tidak normal. Setelah menjalani perawatan inkubator selama satu bulan lebih di RSUD M Sani, kami sekeluarga tiba-tiba dikejutkan dengan kabar dari pihak Rumah Sakit bahwa AR mengalami pergeseran tulang tangan, sehingga diharuskan untuk melakukan operasi,” ungkap Suryani, Kamis (14/10/2021) sekitar pukul 14.00 Wib di Ruang Pelayanan Informasi.

Lebih lanjut Suryani mengatakan, bukannya melakukan operasi, pihak RSUD malah menunjukan hasil rontgen tangan AR yang telah patah tanpa sepengetahuan pihak keluarga.

“Kami dari keluarga tidak mendapatkan informasi apapun terkait proses rontgen yang dilakukan terhadap AR, disaat kami meminta penjelasan terkait hasil rontgen itu, kami malah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari pihak medis,” ujar Suryani.

“Mereka malah membentak dan berkata, “kenapa ibu turun ke bawah lalu mengadu di bagian pelayanan informasi, kan saya sudah suruh ibu tunggu di samping, kami di sini kena marah jadinya. Jadi tidak usah mengadu’. Tak hanya itu saja, saya juga dibilang setres dengan pihak medis yang menangani cucu saya, karena saya ingin membawa pulang cucu saya dari sana,” lanjutnya.

Ketika dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Pusat Layanan Informasi Promosi dan Penanganan RSUD M Sani, Okto Puji Ganjar membenarkan adanya permasalahan tersebut.

“Untuk kepastiannya saya tidak bisa menjelaskan sekarang, karena di Rumah Sakit ini ada kode etik dan prosedur yang harus kami terapkan dalam memberikan penjelasan. Jika mau mencari kejelasannya kami akan menghadirkan langsung unit terkait yang menagani pasien tersebut, kemudian harus ada juga pihak keluarga yang hadir, sehingga informasi yang didapatkan berimbang,” papar Okto Puji.

Kemudian, kepada pihak keluarga, Okto Puji berjanji untuk meneruskan laporan terkait pelayanan yang buruk ini kepada Direktur RSUD, agar secepatnya ditangani dan akan menjadi jembatan bagi keluarga untuk bisa mendapatkan kejelasan terkait tindak lanjut pasien serta hasil pelayan medis yang diberikan kepada pasien selama ini.

“Saya berjanji untuk meneruskan laporan dan keluhan dari keluarga pasien kepada pimpinan saya, agar ada titik terang”. katanya. (RP).

Editor : Dina