Rabu, Juni 24, 2026
Beranda blog Halaman 517

Persentase Kemiskinan di Kepri Menurun

Kepala BPS Kepri, Agus Sudibyo

Tanjungpinang, GK.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengkonfirmasi jika data persentase penduduk miskin mengalami penurunan, meski sebelumnya mengalami lonjakan di Tahun 2020 silam.

Saat ditemui oleh awak Media ini, Kepala BPS Kepri Agus Sudibyo menuturkan, hal itu berdasarkan pengeluaran per kapita di setiap bulannya.

“Untuk persentasenya memang menurun. Secara Nasional saat ini kita berada di peringkat enam pada persentase tingkat kemiskinan terkecil dari seluruh Provinsi yang ada di Indonesia,” tutur Agus, Selasa (02/11/2021) sekitar pukul 13.20 Wib di Ruangannya.

Kemudian Agus manyebutkan, namun untuk jumlah penduduk miskin itu sendiri bertambah dari 127.000 jiwa pada bulan Maret 2019 sebelum pandemi, kemudian bertambah lagi menjadi 131.000 pada Maret 2020 saat awal pandemi. Lalu pada Maret 2021 menjadi 144.000 penduduk.

“Walaupun jumlah penduduk miskin angka segitu, tetapi tidak sebanding dengan jumlah penduduk kita. Artinya, persentase ini diukur dari banyaknya orang miskin dibagi dengan banyaknya jumlah penduduk, maka keluarlah persentase tersebut,” terangnya.

Lebih jelas Agus menerangkan, BPS mengategorikan orang miskin itu berdasarkan pengeluaran per kapita, bukan dari penghasilan, sebab rata-rata setiap orang enggan untuk menuturkan berapa penghasilan yang mereka dapatkan perbulannya.

“Dari jumlah pengeluaran berupa angka konsumsi makanan, ditambah dengan angka non makanan seperti operasional dan kebutuhan lainnya, maka didapatkanlah angka Rp. 617.000,- per kapita. jika penghasilannya kurang dari angka tersebut, maka orang tersebut masuk dalam kategori garis kemiskinan”. kata Agus. (AZ).

Editor : Dina

Pengurusan SKTM Warga Sungai Pasir Meningkat

Lurah Sungai Pasir, Aidil Sayawal S.Ip

Karimun, GK.Com – Pengurusan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di Kelurahan Sungai Pasir, Kecamatan Meral meningkat di masa pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Lurah Sungai Pasir, Aidil Sayawal S.Ip Kepada awak Media ini, Selasa (02/11/2021) sekitar pukul 12.30 di Ruang Kerjanya.

“Dimasa pandemi ini SKTM yang paling banyak dibuat adalah SKTM Pendidikan dan Kesehatan. Kita dari Kelurahan tetap membantu masyarakat dalam pengurusan SKTM,” ujar Syawal.

Kemudian, Dirinya juga mengatakan dalam membantu pengurusan SKTM tersebut, pihak Kelurahan sebelumnya sudah mendapatkan surat rekomendasi dari Rukun Tangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Wilayahnya.

“Saya berharap dengan adanya SKTM untuk pendidikan dan kesehatan ini bisa membantu dan bermanfaat untuk masyarakat di tengah pandemi”. tukasnya. (RP).

Editor : Dina

Berikut Tanggapan Kepala KUA Tanjungpinang Kota Terkait Pernikahan Siri

Kepala KUA Kecamatan Tanjungpinang Kota, Taofek

Tanjungpinang, GK.com – Pernikahan siri adalah pernikahan yang tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA). Pernikahan siri sering terjadi karena tidak mencukupi salah satu syarat untuk mengajukan pernikahan resmi di KUA.

Kepala KUA Kecamatan Tanjungpinang Kota, Taofek mengatakan pihaknya akan melakukan pencegahan atau pengurangan adanya pernikahan siri.

“Salah satu upaya yang telah kami lakukan ialah memeberikan penyuluhan atau sosialisasi terkait pentingnya pencatatan pernikahan serta dampak buruk terhadap keluarganya,” ujar Taofek, Selasa (02/11/2021) sekitar pukul 11.00 Wib di Ruang Kerjanya.

Lalu, Taofek juga menghimbau kepada masyarakat agar melakukan pernikahan sesuai aturan yang telah diterapkan oleh Negara, dan bersama – sama mengurangi adanya pernikahan siri.

“Saya berharap agar masyarakat bisa mengurangi kasus pernikahan siri, karena dampak buruknya itu akan terasa sampai kepada keluarganya. Jika ada keperluan yang mengharuskan melampirkan buku nikah, kan susah jadinya”. tutupnya. (FS).

Editor : Dina

Lampu Sering Mati, Ini Penjelasan PLN Anambas

Kepala PLN Anambas, Hendriko

Anambas, GK.com – Hendriko, selaku Kepala Perusahaan Listrik Negara (PLN) Anambas, membantah tudingan yang mengatakan bahwa pihaknya tidak bertindak melalukan perbaikan ketika lampu padam, seperti yang terjadi baru-baru ini di Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).

Menurutnya, anggotanya telah melakukan perbaikan secepat mungkin untuk memperbaiki gangguan yang dialami oleh mesin dan saat proses perampalan atau pembersihan jaringan.

“Anggota disana sudah melakukan pengerjaan dengan memperbaiki mesin pembangkit listrik sebisa mungkin, namun jika alat yang mengalami kerusakan itu tidak ada stock di gudang, maka kami akan surati ke pusat untuk segera mengirim alat yang dibutuhkan tersebut, dan Bupati juga sudah mengetahui masalah ini,” jelas Hendriko, Selasa (02/11/2021) sekitar pukul 10.00 Wib, ketika diwawancarai oleh awak Media ini di Kantor PLN Tarempa.

Kemudian Ia juga menambahkan, untuk proses perampalan terus dilakukan sebaik dan secepat mungkin, namun tidak menutup kemungkinan adanya masalah di lapangan.

“Pembersihan jaringan sifatnya gangguan, dan itu artinya musibah yang kita sendiri juga tidak menginginkan. Tapi tim kita tetap melakukan yang terbaik, hanya saja saat di lapangan terjadi masalah yang membuat kerjaan terhenti sementara, seperti dari pemilik lahan yang meminta ganti rugi, dan kita sendiri tidak ada anggaran untuk itu, dan masih banyak lagi masalah di lapangan,” tambah Hendriko.

Lalu Ia juga menuturkan, mesin-mesin yang berada di PLN Ladan itu semuanya dioperasikan jika tidak ada masalah, namun ketika ada masalah pada mesin, tentu saja tidak bisa beroperasi.

“Untuk sementara ini kita sendiri belum bisa berbuat banyak, dengan 8 mesin yang ada di PLN Ladan, 4 mesin tidak dapat difungsikan, karena masalah kerusakan dan juga masalah dokumen kepemilikan mesin yang diberikan oleh pihak Perusahaan sebagai bantuan”. tutur Hendriko.

Saat itu, Hendriko berharap kepada masyarakat agar ketika tim PLN melakukan perbaikan gangguan bisa mengerti keadaan di lapangan, dan jika ada yang ingin disampaikan bisa langsung ke kantor PLN terdekat untuk mencari solusi dan juga saling diskusi bersama.

Untuk diketahui, masalah ini bermula dari pemadaman bergilir yang dilakukan oleh PLN Ladan, sehingga membuat masyarakat resah dan mencoba diskusi bersama Sekretaris Camat Kute Siantan untuk mencari solusi agar meminimalisirkan pemadaman bergilir yang sering di lakukan oleh PLN Ladan. (EN).

Editor : Dina

Dengan Dana 640 Juta Dari BRK, Gubernur Akan Percantik Penyengat

Kepri, GK.com Melalui Dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp. 640 Juta yang diberikan Bank Riau Kepri (BRK) Cabang Tanjungpinang, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H. Ansar Ahmad akan mempercantik dan terus berupaya menggesa percepatan revitalisasil Pulau warisan Budaya Melayu melalui 3 program.

Hal itu dikatakan Ansar Ahmad saat menerima audiensi Pimpinan Bank Riau Kepri, Wan Abdul Rahman beserta jajarannya di Ruang Kerjanya, Senin (01/11/2021).

“Kita akan memaksimalkan pengembangan Pulau yang pernah dijadikan mas kawin oleh Sultan Mahmud Syah III kepada Raja Hamidah ini. Kali ini kita merangkul BRK Cabang Tanjungpinang. Saya rasa akan banyak program yang dapat kita lakukan demi mendukung upaya revitalisasi Pulau Penyengat,” ujar Ansar.

Kemudian, Ansar menyebutkan adapun kegiatan yang akan dilakukan dengan dana CSR ini diantaranya, penataan taman, digitalisasi, serta pengadaan pelatihan tenun. Penataan taman dapat berkoordinasi dengan Dinas PU, pelatihan tenun dengan Dinas PPPA dan digitalisasi oleh BRK.

“Program tersebut akan sangat mendukung rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri yang akan menjadikan Pulau Penyengat sebagai salah satu destinasi wisata budaya untuk kapal pesiar yang bisa singgah ke Kepri 2 kali dalam sebulan. Dengan penataan dan program tersebut, misalnya dengan adanya mesin tenun dan pelatihan yang diselenggarakan, akan ada aktivitas tenun saat wisatawan berkunjung, disitu juga hasil tenun dapat dijual dan jadi sumber pemasukan masyarakat” sebut Ansar.

Saat itu, Ansar juga berbicara mengenai remaja Pulau Penyengat yang diproyeksikan menjadi Milenial Digital Penyengat (MDP) nantinya. Adapun rencana program di luar CSR diantaranya, revitalisasi infrastruktur, pembangunan pusat kerajinan, pusat kuliner, serta Pulau Penyengat bebas polusi.

“MDP inilah yang akan menjadi salah satu tonggak digitalisasi Pulau Penyengat. Bantuan ini adalah program pinjaman dari BRK untuk UMKM yang bunganya akan ditanggung Pemprov dari APBD. Segera selesaikan hambatan yang ada karena untuk kloter pertama bantuan yang cair akan kita serahkan lagi secara simbolis sebagai salah satu sarana sosialisasi juga hingga bantuan ini akan terserap seluruhnya,” tukasnya.

Sementara itu, Pimpinan BRK Cabang Tanjungpinang Wan Abdul Rahman menuturkan terkait rencana pembangunan Bank Mini di Pulau Penyengat. Adapun pengelola bank mini itu nantinya bukan merupakan karyawan BRK namun dari masyarakat Penyengat tempatan.

“Terutama pemuda pemudi yang tadi disebut Ansar Ahmad, yaitu Milenial Digital Penyengat”. jelasnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas PUPR Abu Bakar, Kepala Dinas PPPA Misni, dan Staf Khusus Gubernur Suyono. (*).

Editor : Dina

BMKG Tanjungpinang Imbau Cuaca Buruk di Akhir Tahun

Tanjungpinang, GK.com – Badan Meteorologi, Klimatoligi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang mengingatkan kepada masyarakat agar waspada terhadap cuaca buruk yang terjadi di akhir tahun.

Kepada awak Media ini, Prakirawan Cuaca BMKG Tanjungpinang, Hayu Nur Mahron menjelaskan berdasarkan data, pada bulan November hingga Desember biasanya berpotensi terjadi peningkatan hujan.

“Hal ini disebabkan karena masih adanya pertumbuhan awan Kumulonimbus. Jadi potensi peningkatan hujan di Tanjungpinang dan Bintan masih akan berlangsung sampai bulan Desember kedepan. Penyebab dari pertumbuhan awan ini yaitu, adanya pusaran siklonik di sekitaran Kepulauan Riau (Kepri) yang mengakibatkan konvergensi dan belokan angin di wilayah Pulau Bintan,” jelas Hayu, Senin (01/11/2021) sekitar pukul 13.30 Wib.

Diharapkan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dalam menjalankan rutinitas sehari-hari. Saat itu, Dirinya juga mengatakan bulan November dan Desember adalah puncak dari peningkatan curah hujan. Maka dari itu, bisa berdampak buruk bagi penerbangan dan nelayan.

“Terutama apabila terjadi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Untuk di penerbangan yang baling berbahaya adalah terkait jarak pandang dan kecepatan angin, jadi ada batas minimum pada pesawat untuk landing dan take off. Dan untuk nelayan sendiri yang harus diwaspadai adalah petir dan juga angin utara yang menyebabkan gelombang tinggi pada lepas pantai”. ucapnya.

Sebagai informasi, jika masyarakat ingin mengetahui predeksi cuaca yang ada di Pulau Bintan dan sekitarnya, agar dapat mengikuti akun Instagram @bmkgtanjungpinang yang selalu update prakiraan cuaca disetiap harinya. (AZ).

Editor : Dina