Tanjungpinang, GK.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengkonfirmasi jika data persentase penduduk miskin mengalami penurunan, meski sebelumnya mengalami lonjakan di Tahun 2020 silam.
Saat ditemui oleh awak Media ini, Kepala BPS Kepri Agus Sudibyo menuturkan, hal itu berdasarkan pengeluaran per kapita di setiap bulannya.
“Untuk persentasenya memang menurun. Secara Nasional saat ini kita berada di peringkat enam pada persentase tingkat kemiskinan terkecil dari seluruh Provinsi yang ada di Indonesia,” tutur Agus, Selasa (02/11/2021) sekitar pukul 13.20 Wib di Ruangannya.
Kemudian Agus manyebutkan, namun untuk jumlah penduduk miskin itu sendiri bertambah dari 127.000 jiwa pada bulan Maret 2019 sebelum pandemi, kemudian bertambah lagi menjadi 131.000 pada Maret 2020 saat awal pandemi. Lalu pada Maret 2021 menjadi 144.000 penduduk.
“Walaupun jumlah penduduk miskin angka segitu, tetapi tidak sebanding dengan jumlah penduduk kita. Artinya, persentase ini diukur dari banyaknya orang miskin dibagi dengan banyaknya jumlah penduduk, maka keluarlah persentase tersebut,” terangnya.
Lebih jelas Agus menerangkan, BPS mengategorikan orang miskin itu berdasarkan pengeluaran per kapita, bukan dari penghasilan, sebab rata-rata setiap orang enggan untuk menuturkan berapa penghasilan yang mereka dapatkan perbulannya.
“Dari jumlah pengeluaran berupa angka konsumsi makanan, ditambah dengan angka non makanan seperti operasional dan kebutuhan lainnya, maka didapatkanlah angka Rp. 617.000,- per kapita. jika penghasilannya kurang dari angka tersebut, maka orang tersebut masuk dalam kategori garis kemiskinan”. kata Agus. (AZ).
Editor : Dina

