Senin, Juni 22, 2026
Beranda blog Halaman 477

Gubernur Dukung Program One Village One CEO Diterapkan di Kepri

Gubernur Kepri saat beraudensi dengan pengurus DPD HA IPB. (Ist).
Gubernur Kepri saat beraudensi dengan pengurus DPD HA IPB. (Ist).

Kepri, GK.com – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad mengutarakan dukungannya atas program One Village One CEO (OVOC) yang digagas oleh Institut Pertanian Bogor. Program One Village One CEO tersebut menurutnya akan tepat guna bila diterapkan di daerah Kepulauan Riau.

“Bisa kita terapkan di desa-desa yang ada di pulau-pulau di Kepri, program ini kan sudah terbukti bermanfaat di banyak daerah lain,” ujar Ansar saat beraudensi dengan pengurus DPD Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) di Ruang Kerjanya, Rabu (02/01/2022).

Dalam audiensi kali ini, DPD HA IPB yang diketuai oleh Dr. Rika Azmi menyampaikan jika akan dilakukan nota kesepahaman berupa MoU antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan IPB untuk melaksanakan program One Village One CEO di Kepri.

One Village One CEO (OVOC) merupakan salah satu program inovasi ekosistem bisnis perdesaan berbasis pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kegiatannya terdiri dari fasilitasi lahan, permodalan, pendampingan, teknologi dan kemitraan pasar dengan offtaker yang akan membentuk ekosistem terintegrasi dari hulu sampai hilir.

Sebelumnya, OVOC sudah dikembangkan di 53 Desa di Jawa Barat, dan tahun ini akan ditambah lagi menjadi 100 Desa se- Indonesia. Kedepannya OVOC akan menjadi pusat pertumbuhan baru di Indonesia yang dapat menambah kesejahteraan masyarakat.

Tidak hanya membahas tentang OVOC, audiensi Himpunan Alumni IPB kali ini juga sekaligus membahas pengukuhan dan pelantikan DPD Himpunan Alumni IPB Provinsi Kepri pada tanggal 12 Februari 2022 di Tanjungpinang. Direncanakan pelantikan DPD Himpunan Alumni IPB Provinsi Kepri akan dilakukan oleh Ketua DPP Himpunan Alumni IPB, Walneg S. Jas.

Sementara Gubernur Kepri Ansar Ahmad akan bertindak sebagai keynote speaker dalam seminar One Village One CEO. Tidak hanya Gubernur Ansar, seminar tersebut juga menghadirkan Rektor IPB Dr. Arif Satria dan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Wakil Ketua HA IPB Kepri Beri Prima, Sekjen HA IPB Kepri

Zulhidayat, Wakil Sekjen HA IPB Arga permadi, dan Ketua Dewan Pengawas HA IPB Kepri Burhanudin. (jlu).

Editor : Ron

10 WNA Asal Myanmar Diamkan Imigrasi Kelas I TPI Batam

Gambar ilustrasi paspor. (Ist).
Gambar ilustrasi paspor. (Ist).

Batam, GK.com – Sebanyak 10 Warga Negara Asing (WNA) asal Myanmar kini diamankan oleh Imigrasi Kelas I TPI Batam guna menunggu dilakukannya Deportasi.

Diamankannya 10 WNA tersebut dikarenakan agen perjalanan telah melarikan diri dengan membawa dokumen penting berupa paspor.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi, Tessa Harumdila melalui Stafnya Karimah dan didampingi Staf Inteldakim Aris. Keduanya menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Myanmar.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 10 WNA tersebut, dan saat ini masih menunggu informasi untuk memulangkan mereka ke Negara asalnya, saat ini Surat PerjalananLaksana Paspor (SPLP) juga sudah keluar,” ujar Karimah, Rabu (02/02/2022) sekitar pukul 13.00 Wib di Media Center Imigrasi, Batam.

Lebih lanjut Karimah menyampaikan bahwa tujuan diamankannya 10 WNI tersebut guna menghindari kriminalitas yang rentan terjadi.

“Saat ini mereka berada di ruangan Detensi Imigrasi, kami mengamankan mereka agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sebelumnya mereka juga telah membuat laporan ke Kantor Imigrasi, serta meminta solusi agar mereka bisa pulang ke Negara asalnya,” terang Karimah.

Saat ditanyai tindak lanjut agen yang tidak bertanggung jawab tersebut, pihaknya enggan berkomentar lebih jauh, dikarenakan bukan ranah Imigrasi.

“Untuk agen, kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Perlu diketahui, kedatangan WNA tersebut tujuannya untuk bekerja di Indonesia,” tegasnya.

“Para WNA tersebut dikenakan Undang-Undang Keimigrasian tentang WNA yang berada di Wilayah Indonesia tidak dapat menujukan dokumen perjalanan dan visa yang sah, serta masih berlaku sesuai pasal 119 ayat 1 Undang-Undang Tahun 2011. Izin tinggal berakhir, paspor di ambil oleh agen”. pungkasnya. (IWD).

Editor : Ron

3 Yayasan Dapat Bantuan Operasional dari Gubernur Kepri

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat menyerahkan bantuan operasional kepada tiga Yayasan. (Ist).
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat menyerahkan bantuan operasional kepada tiga Yayasan. (Ist).

Dompak, GK.com  – Sebanyak 4 (empat) unit kendaraan operasional diserahkan langsung Gubernur Kepri, Ansar Ahmad kepada 3 (tiga) Yayasan yang berbasis di Kota Tanjungpinang.

Pemberian bantuan kendaraan operasional ini merupakan kegiatan dari Biro Umum Pemprov Kepri Tahun Anggaran Perubahan 2021 lalu. Adapun rincian bantuan kendaraan operasional tersebut antara lain 1 unit kendaraan roda empat yang diserahkan kepada Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) Kepri, 1 Unit kendaraan roda empat kepada Yayasan Relawan Digital Indonesia, dan 2 unit kendaraan roda dua kepada Yayasan Gang Quran Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kepri Ansar Ahmad didampingi oleh Staf Khusus Gubernur Sarafudin Aluan, Karo Umum Abdullah, Kadis Kominfo Hasan dan dihadiri Wakil Ketua II DPRD Kepri Raden Hari Tjahyono menyampaikan harapannya agar kendaraan operasional yang diserahkan ini dapat menunjang kegiatan-kegiatan positif yang menjadi tujuan Yayasan.

“Dengan adanya kendaraan operasional ini, harapan kita tentunya Yayasan-Yayasan ini akan dapat berkontribusi terhadap kemajuan  Kepri, juga bekerja sama dengan Pemprov dalam mencerdaskan dan memakmurkan Kepri”. harap Ansar, Rabu (02/02/2022) di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Dompak. (Red/Ist).

Editor : Ron

Skill Sebagai Jembatan Dalam Meningkatkan Tenaga Kerja Lokal

Kadis Disnakerind Karimun didampingi Sekretaris, Kasi Bidang Industri, dan staf
Kadis Disnakerind Karimun, didampingi Sekretaris, Kasi Bidang Industri, dan staf

Karimun, GK.comDinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Kabupaten Karimun terus berupaya dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan-pelatihan yang bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Karimun seperti PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB), maupun perusahaan lainnya dalam bentuk Sikilling (pelatihan kemampuan) dan Upskilling (peningkatan kemampuan).

Dikatakan Kepala Disnakerind Ir. Ruffindy Alamsyah M.App.Sc yang saat itu didampingi oleh Sekretaris, Raja Jemishak, kualitas SDM melalui Skill (Kemampuan) sangatlah perlu di kembangkan dalam melakukan penggalian potensi yang ada.

“Untuk itu, guna menjaga perekonomian masyarakat, suatu Daerah perlu memprioritaskan tenaga kerja lokal atau Pemuda Daerah, karena tenaga kerja ini erat kaitannya dengan dunia industri,” ujar Ruffindy, Rabu (02/02/2022) di Ruang Kerjanya.

“Dengan memberikan pelayanan serta informasi yang seluas-luasnya, terkait pasar kerja dan pembinaan potensi, tentu kami tetap memprioritaskan tenaga kerja lokal atau anak Daerah sesuai dengan Skill yang di miliki mereka”. tegasnya. (RP).

Editor : Ron

Gubernur Ansar Simak Ekspose Pengembangan PTLS Karimun dari PT. Indonesia Power

Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat membahas pengembangan proyek PLTS Kepri
Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat membahas pengembangan proyek PLTS Kepri

Kepri, GK.com – Dalam rangka mendukung upaya Presiden Joko Widodo untuk mentransisikan sumber energi dari energi mineral ke sumber Energi Baru Terbarukan (EBT), Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad kembali menerima ekspose presentasi potensi pengembangan salah satu bentuk EBT yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berskala besar di Kepri dari PT. Indonesia Power (IP) di Ruang Kerja Gubernur, Dompak, Rabu (02/02/2022).

Ekspose dan diskusi yang berlangsung selama lebih kurang 1 jam ini membahas pengembangan proyek PLTS Kepri untuk Ekspor ke Singapura. Rencana pengembangan PLTS untuk kebutuhan ekspor ke Singapura ini berkapasitas kurang lebih 2.800 MWp yang berlokasi di Pulau Kundur dan Pulau Alai, Kabupaten Karimun yang akan melibatkan 4 Perusahaan Internasional.

Sebelumnya, telah disepakati MoU antara PT. IP yang merupakan anak dari Perusahaan PT. PLN (Persero) dengan EDF Renouvelables SA (Perusahaan pengembang energi listrik terbarukan dari Perancis), Tuas Power Ltd (Perusahaan pembangkit listrik dan retail dari Singapura), serta Abu Dhabi Futuri Energy Company PJSC – Masdar (Perusahaan pembangikit listrik dari Uni Emirat Arab).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyambut baik atas ekpose yang telah disampaikan. Namun menurut Ansar, sampai saat ini sudah ada sekitar 9 ekspose yang telah disampaikan berkaitan dengan EBT dan Pemprov Kepri akan melihat urgensi dari masing-masing ekspose tersebut.

“Bagi kita yang terpenting karena semangat pengembangan EBT disampaikan oleh Bapak Presiden tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan Luar Negeri saja. Tadi juga sudah disampaikan beberapa ketentuan, saya concern dengan itu. Bahwa kita wajib dulu memenuhi kebutuhan-kebutuhan energi di dalam Negeri. Maka, pengalaman di masa lalu tidak boleh terjadi lagi. Banyak produksi gas kita seperti dari Natuna yang dikontrak jangka panjang dengan Singapura, sehingga kebutuhan PLTG kita menjadi terbatas,” tutur Ansar.

Untuk itu, lanjut Ansar menuturkan, karena nantinya PT. IP akan memiliki market share di Singapura, namun kebutuhan dalam Negeri perlu dibicarakan terlebih dahulu. Karena ini berkaitan dengan Business to Business dengan PLN, nantinya porsi untuk wilayah mana yang memungkinkan secara bisnis perlu dipetakan.

“Saya nanti akan coba undang semua PLN kita, juga perwakilan PLN Pusat yang akan kita bahas jika punya sumber energi dari kundur, maka kita sepakati ke depan porsi-porsi kebutuhan dimana yang bisa dipenuhi, seperti di Kundur sendiri, Karimun, dan lain-lain. Nanti akan kita minta itu semua dipetakan. Untuk pasar ekspor saya kira Bapak-Bapak sudah memiliki gambaran porsi untuk pilot project ini,” ucap Ansar.

Berkaitan dengan multiplayer effect untuk masyarakat, Ansar juga menginginkan adanya gambaran pasti. Sehingga ada informasi lengkap untuk masyarakat yang bisa diberikan. Contohnya pemanfaatan tenaga kerja lokal.

“Kalau tenaga kerja lokal itu umpamanya memang mesti dilatih, kita sama-sama melatih mereka. Jangan orang dari mana-mana lagi yang datang, sehingga angka pengangguran kita tak turun-turun walau investasi meningkat, ternyata pekerjanya dari luar semua. Kita bukan alergi dengan pekerja antar daerah, namun potensi lokal harus diutamakan”. tegas Ansar.

Untuk diketahui, PT. Indonesia Power sendiri merupakan Perusahaan yang bergerak dalam bidang pembangkitan dan penyediaan energi listrik. Salah satu fungsi yang dijalankan oleh PT Indonesia Power adalah mengembangkan dan meningkatkan kapasitas daya terpasang dengan jalan melaksanakan pengembangan dan pengembangan potensi energi yang ada, salah satunya adalah Energi Baru Terbarukan. Saat ini PT Indonesia Power memiliki pembangkit di Jawa Bali dengan total kapasitas 8,440 MW di 8 lokasi dan 6,073 MW O&M pembangkit.

Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Pengembangan dan Niaga PT. IP Harlen beserta jajaran dan Direktur Business Development EDF Andi Marjono beserta jajaran. Turut mendampingi Gubernur Ansar saat itu, Staf Khusus Gubernur Sarafudin Aluan dan Suyono, Asisten 2 Syamsul Bahrum, Kadis ESDM M. Darwin, Kadis PMPTSP Hasfarizal Handra, Kadis Kelautan dan Perikanan Arif Fadilah, Kadis Perhubungan Junaidi, Kaban Kesbangpol Lamidi, Karo Ekbang Misbardi, dan Karo Pemerintahan dan Otda Zulhendri. (*).

editor : Ron

Tanggapi Dugaan Walpri Gubernur Ditangkap Karena Narkoba, Ini Komentar Kadiskominfo Kepri

Kepala Diskominfo Kepri, Hasan
Kepala Diskominfo Kepri, Hasan

Kepri, GK.com – Menanggapi ditangkapnya tiga orang pria oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungpinang atas kepemilikan sabu-sabu, bahkan diduga  sebagai pengawal pribadi Gubernur Kepri, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kepulauan Riau langsung angkat bicara dan  membantah jika hal tersebut tidak benar adanya.

Hasan mengaku  jika dirinya baru saja mengetahui  adanya berita penangkapan  tersebut, dan ada oknum pengawal Gubernur Kepri yang diamankan terkait kepemilikan sabu.

“Sudah saya cek. Berita tiga orang yang diamankan polisi terkait narkoba tersebut tidak semuanya pengawal pribadi Gubernur.  Salah satunya diduga pengawal pribadi Gubernur,” kata Hasan, Senin (31/1/2022) malam.

Jika berita tersebut benar, ditegaskan Hasan, jelas ditangkapnya oknum pengawal pribadi Gubernur ini tidak ada hubungannya dengan Gubernur Kepri. Hal tersebut juga di luar aktifitas kedinasan.

“Itu oknum dan tidak ada hubungannya dengan Gubernur Kepri, dan diluar kedinasan,” tegas Hasan.

Menurut Hasan, Gubernur Kepri juga sangat mendukung tindakan polisi untuk mengusut tuntas kasus ini. Dan Gubernur, lanjut Hasan lagi, menyampaikan jika dirinya sangat mengapresiasi pihak Kepolisian dalam pengungkapan kasus ini. Gubernur Kepri juga berharap polisi mengusut kasus ini hingga tuntas.

“Menanggapi informasi ini, Gubernur  justru berterimakasih kepada Kepolisian yang telah bertindak sigap, cepat dan tepat menindak siapapun yang terlibat dalam jaringan pengedar narkoba di Kepri. Sejak awal kita semua sudah berkomitment babwa narkoba adalah musuh kita bersama. Maka kita harus mencegak peredarannya. Tanpa pandang bulu, siapapun yang terlibat harus ditindak. Dan pihak polisi telah melakukan hal itu”. pungkas Hasan. (*).

Editor : Milla