Senin, Juni 22, 2026
Beranda blog Halaman 470

Baznas Karimun Berikan Bantuan Biaya Pengobatan Dan Pendidikan

Baznas Karimun saat memberkan bantuan biaya pendidikan. (Ist).
Baznas Karimun saat memberkan bantuan biaya pendidikan. (Ist).

Karimun, GK.com – Komitmen Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Karimun dalam membantu sesame, terlihat dari Program Kemanusian yang selalu di salurankan kepada masyarakat yang sedang membutuhkannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Baznas Kabupaten Karimun melalui Stafnya, Rahmad. Dikatakan Rahmad, bantuan ini diberikan semata-mata untuk meringankan beban masyarakat.

“Saat ini, beberapa masyarakat kita sedang membutuhkan bantuan, melalui program inilah diharapkan dapat meringankan beban saudara kita yang terkena musibah,” ujar Rahmad, Selasa (22/02/202) sekitar pukul 16.30 Wib melalui pesan Whatsapp.

“Setidaknya ada 5 bantuan yang disalurkan hari ini, yaitu berupa uang tunai untuk dipergunakan sebagai biaya pengobatan dan biaya pendidikan,” jelasnya.

“Adapun penerima biaya pengobatan tersebut diantaranya, M. Arsad yang beralamat Paya Renggas, Kamarruzaman beralamat Kampung Tanjung, Adun Kampung Tengah, dan Mohd khuzairi beralamatdi di Teluk Air. Sementara untuk biaya pendidikan kita salurkan kepada Selfa Dwi yang bersetatus sebagai Mahasiswa di Universitas Karimun. Bantuan yang kita salurkan ini diambil dari dana Zakat”. terangnya. (IWD).

Editor : Nur

Menuju Perubahan Karimun dengan Go Digital

Kabupaten Karimun. (Ist).
Kabupaten Karimun. (Ist).

Karimun, GK.com – Selain meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), perimbangan antara teknologi informasi dan komunikasi menjadi tugas dari Pemerintah sebagai jalur terdepan.

Dengan teknologi yang saat ini terus berkembang secara pesat, Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Karimun, Helmi termotivasi untuk membuat program baru yang akan memanfaatkan bagi teknologi digital.

“Demi mendukung percepatan transformasi digital, tentu memerlukan SDM yang siap saing, melalui program Karimun Go Digital, diharapkan dapat mengimbangi perkembangan teknologi,” ujar Helmi selaku Kadis Kominfo Kabupaten Karimun, Senin (21/02/2022) di Ruang Kerjanya sekitar pukul 11.30 Wib.

Ditambahkan Helmi saat itu, transformasi digital harus disikapi dengan serius, sehingga dapat membawa manfaat positif bagi kehidupan masyarakat.

“Guna membangun Daerah yang tidak kalah saing, perlu juga adanya pembaharuan dan perkembangan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat termasuk mahasiswa. Saat ini, tidak bisa dipungkiri, peran mahasiswa sangatlah dibutuhkan dalam menggali potensi seperti, skill mereka dalam berkreasi dan berekspresi di dunia digital”. pungkasnya. (RP).

Editor : Milla

Realisasi APBD Kepri Tahun 2022 Diyakini Lebih Baik

Gubernur saat memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan APBD TA 2022 bersama OPD Pemprov Kepri. (Ist).
Gubernur saat memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan APBD TA 2022 bersama OPD Pemprov Kepri. (Ist).

Kepri, GK.com – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad yakin dengan adanya restrukturisasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kepri, realisasi pendapatan dan belanja daerah Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2022 akan lebih baik dari Tahun sebelumnya.

“Saat ini kita sudah punya tim yang kuat, tinggal diberdayakan,” ucap Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan APBD tahun anggaran 2022 bersama OPD Pemprov Kepri di Ruang Rapat Utama Lantai 4 Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin (21/02/2022).

Capaian serapan anggaran Pemprov Kepri pada Tahun Anggaran 2021 mencapai di atas angka 94 persen dan menduduki peringkat 4 Nasional. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Ansar berterima kasih atas kinerja tahun lalu, meskipun sempat terseok-seok mengejar capaian realisasi tersebut.

“Saat itu kita sempat mengalami kesulitan, karena ada beberapa hal seperti penyesuaian Perkada, penyesuaian SIPD, dan penataan instrumen. Di tahun ini, dengan adanya restrukturisasi dan persiapan yang lebih baik, saya kira capaian Tahun ini harus lebih baik lagi,” ujar Ansar.

Kembali merujuk arahan Mendagri terkait percepatan realisasi anggaran, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyampaikan dalam 4 triwulan, setiap 1 triwulan seyogyanya minimal 25 persen serapannya.

“Di triwulan 1 ini masih dalam proses persiapan, namun saya harap serapan dapat lebih baik daripada triwulan 1 tahun lalu. Saya yakin Presiden Jokowi di akhir triwulan 1 ini akan kembali menyorot capaian masing-masing Provinsi,” ungkap Gubernur.

Ditambahkan Ansar, pada triwulan 1 ini, selain anggaran untuk gaji, percepatan realisasi anggaran bantuan-bantuan sosial juga dapat dipercepat. Karena berkaitan pula dengan percepatan pemulihan ekonomi.

“Mari kita dorong mana yang dapat dipercepat sejauh cashflow memungkinkan. Jangan terlalu kecil, karena nanti presedennya menjadi tidak baik. Dinas-dinas yang ada pagu anggaran untuk bantuan ke masyarakat agar segera di gesa”. tegas Gubernur Ansar.

Berdasarkan Laporan Biro Perekonomian dan Pembangunan, per tanggal 18 Februari 2022, rekapitulasi pendapatan yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah, Pendapatan Transfer, dan Pendapatan Lain yang Sah sudah terealisasi sebesar 249 miliar rupiah atau 7,17 persen dari target sebesar 3,480 triliun rupiah.

Sedangkan rekapitulasi belanja daerah yang terdiri dari Belanja Operasional, Belanja Modal, Belanja Tak Terduga, dan Belanja Transfer sudah terealisasi sebesar 69,5 miliar rupiah atau 1,80 persen dari target sebesar 3,870 triliun rupiah.

Turut hadir pada rapat tersebut, oleh Pj. Sekda Eko Sumbaryadi, para Staf Khusus Gubernur, para Staf Ahli, para Asisten dan para Kepala OPD Pemprov Kepri. (ron).

Editor : Milla

Ansar Ahmad : Masyarakat Kepri Sedang Susah, Belum Pas Kita Bicara Politik

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad

Tanjungpinang, GK.com – Ditanya wartawan terkait persiapannya pada kontestasi Pemillihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2024, Ansar Ahmad hanya melemparkan senyum, sepertinya Ia belum tertarik menjawab pertanyaan tersebut, dan lebih memilih fokus dengan tanggung jawab yang sekarang Ia emban.

“Masyarakat Kepri sedang susah, belum pas jika kita bicara politik sekarang. Kita fokus kerja saja dulu,” ucap Ansar menjawab pertanyaan wartawan, Senin (21/02/2022).

Bukan hanya tidak mau menjawab pertanyaan wartawan, Ansar juga malah mengaku belum merencanakan apapun untuk  Pemilukada 2024 mendatang. Bagi Ansar, saat ini yang terpenting bagaimana agar Kepri bisa lebih baik kedepannya, serta masyarakat harus sejahtera, dan ekonominya tumbuh.

Saat wartawan melemparkan pertanyaan, bagaimana pendapatnya tentang ada salah satu figur politik yang berambisi  untuk maju sebagai calon Gubernur di tahun 2024, yang saat ini terlihat dengan gencar membagi-bagikan beras dengan menempelkan wajahnya di beras tersebut, Ansar kembali hanya melemparkan senyum dihadapan wartawan, dan menjawab, “Itukan bentuk usaha, biarkan saja, kita harus hormati. Lagipula yang dibagikan itu kan bentuknya beras. Kebutuhan pokok masyarakat yang memang dibutuhkan. Kita doakan semoga bantuannya bermanfaat dan berkah, itu saja,” tutur Ansar.

Sebagai Gubernur Kepulauan Riau yang sah berdasarkan Keputusan Presiden RI nomor 40/P tentang pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau dan ditandatagani  pada tanggal 24 Februari 2021, Ansar Ahmad mengaku belum perlu merepotkan diri dengan mempersiapkan diri untuk maju sebagai calon Gubernur di 2024.

“Saya baru saja dipilih oleh sebagian besar masyarakat Kepri untuk menjadi Gubernur. Dan sekarang saya masih Gubernur Kepri sampai 2024 nanti. Sehingga saya rasa belum perlu merepotkan diri untuk buru-buru mempersiapkan diri menjadi calon Gubernur. Biarlah saya maksimal bekerja dulu sebagai Gubernur. Kita semua tau, masyaakat Kepri sedang susah. Nanti kalo semua pemimpinnya terlalu sibuk memikirkan ambisi pribadinya, masyarakat malah jadi tambah susah”. pungkas Ansar. (Red).

Editor : Milla

Persentase Penduduk Miskin di Kota Batam Bertambah 5,05 persen

Batam, GK.com – Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah masyarakat miskin di Kota Batam meningkat pada Maret 2021. Penurunan terjadi seiring dengan dampak pandemi yang mengkikis perekonomian di Kota Batam.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Persentase penduduk miskin Kota Batam pada Maret 2021 sebesar 5,05 persen, meningkat 0,30 persen poin dibandingkan kondisi Maret 2020.

Pada bulan Maret 2021, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Kota Batam mencapai 77,17 ribu orang. Bertambah sebanyak 10,11 ribu orang dibandingkan kondisi Maret 2020 (67,06 ribu orang).

Garis Kemiskinan pada Maret 2021 tercatat sebesar Rp 740.109,-/kapita/bulan. Angka ini meningkat dibandingkan Maret 2020 yang hanya sebesar Rp 707.856,-/kapita/bulan.
Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Kota Batam naik 0,19 poin dari 0,70 pada Maret 2020 menjadi 0,89 pada Maret 2021.

Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Kota Batam juga mengalami kenaikan dari 0,20 pada Maret 2020 menjadi 0,25 pada Maret 2021. (red).

Editor : Milla

Batam Bandar Madani, Melirik Aktivitas Perjudian yang Semakin Menjamur

Batam, GK.com – Kota Batam dengan julukan Batam Bandar Madani, sebagai Kota yang beradab tentu saja menjunjung tinggi budaya dan juga hukum yang berlaku.

Melihat kondisi saat ini, Pedemi Covid-19 yang belum juga usai, tentu saja ada kaitannya dengan aktivitas yang berlangsung selama ini di Kota Batam, hingga semakin hari, kasus terpapar Covid-19 semakin melonjak.

Di sisi lain, selama ini yang terjadi di Kota Batam, jika diperhatikan dari sisi hukum, masih bebasnya praktek unsur perjudian yang terjadi.

Bagaimana Pemerintah Kota Batam dan para Penegak Hukum dalam penerapan Undang-Undang No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian dan PP No. 9 Tahun 1981 tentang Pelaksanaan Penertiban Perjudian. Dan juga di atur dalam KUHP Pasal 303 dan Pasal 303bis KUHP, tentang perjudian.

Tentu saja Pemerintah Kota Batam dan Penegak Hukum yang lebih tahu terkait hal ini ?

Faktanya, hasil penyelusuran tim Media ini di Kota Batam banyak ditemukan aktivitas yang melanggar aturan dan Udang-Undang yang berlaku. Namun mirisnya, Pemerintah Kota Batam dan Penegak Hukum sepertinya sengaja seolah melakukan pembiaran, dan juga seakan dipelihara. Ini dapat dilihat, masih bebasnya aktivitas Perjudian di Kota Batam.

Tersebar hampir keseluruh Wilayah Kota Batam, bahkan aktivitas perjudian seperti Gelanggang permainan ketangkasan elektronik (Gelper), Lapak Casino, Lotto, dan Bola Pimpong, serta yang lebih parahnya lagi, Pujesera bahkan dengan sengaja dijadikan sebagai tempat Penari Separuh Telanjang beraksi.

Apakah oknum Pemerintah Kota Batam dan Oknum Penegak Hukum juga ikut serta dalam aktivitas ini ?

Saat ini, lokasi yang ditemukan masih beraktivitas adanya unsur perjudian, Gelanggang permainan ketangkasan elektronik (Gelper) antara lain : Spur Game yang berlokasi di Perum Merlion Jalan Marina City, Tanjung Uncang, Batu Aji, lalu SP Zone terletak di Sungai Langkai, Kecamatan Sagulung, Urban Game Zone (Batu Aji), Bilyar Center, City Hunter (Komplek Bumi Indah), Saga Game (Komplek Bumi Indah), Nagoya Game Zone (Komplek Bumi Indah), City Zone (Plaza Avava Lantai 2 Lubuk Baja), E Zone (BCS Lantai 5), Hokki Bear, Disney Word (Mall MB), E-Zone, Sky Ligt Zone, Dunia Fantasi (Mall Nagoya Hill), New Sky 88, Duta Game Zone, dan Pacific.

Nama-nama tempat tersebut merupakan Gelanggang permainan ketangkasan elektronik (Gelper) pemainan anak-anak. Namun faktanya, mesin yang bertengger disetiap tempat merupakan mesin berjenis perjudian, coin atau tiket yang didapat oleh pemainnya juga bisa di tukar dengan hadiah, lalu hadiah di tukar dengan uang yang nilainya juga sudah ditentukan oleh pengelolah tempat tersebut.

Ini bukan lagi menjadi rahasia umum di Kota Batam, hampir semua tahu dengan aktivitas selama ini. Pengusaha Gelper yang bisa bertahan dan tetap beroperasi sampai sekarang, tentunya mempunyai jaringan ke Pemerintah serta Penegak Hukum, sedangkan Pengusaha Gelper yang lainnya sudah di tutup.

Pemerintah Kota Batam sendiri sempat di mintai tangapannya terkait aktivitas perjudian ini, bahkan Penegak Hukum, namun tidak mau menanggapinya, seakan sengaja melakukan pembiaran, atau kah ada disebaliknya ? Bersambung..(tim).

Editor : Ron