Beranda Hukrim Batam Bandar Madani, Melirik Aktivitas Perjudian yang Semakin Menjamur

Batam Bandar Madani, Melirik Aktivitas Perjudian yang Semakin Menjamur

0

Batam, GK.com – Kota Batam dengan julukan Batam Bandar Madani, sebagai Kota yang beradab tentu saja menjunjung tinggi budaya dan juga hukum yang berlaku.

Melihat kondisi saat ini, Pedemi Covid-19 yang belum juga usai, tentu saja ada kaitannya dengan aktivitas yang berlangsung selama ini di Kota Batam, hingga semakin hari, kasus terpapar Covid-19 semakin melonjak.

Di sisi lain, selama ini yang terjadi di Kota Batam, jika diperhatikan dari sisi hukum, masih bebasnya praktek unsur perjudian yang terjadi.

Bagaimana Pemerintah Kota Batam dan para Penegak Hukum dalam penerapan Undang-Undang No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian dan PP No. 9 Tahun 1981 tentang Pelaksanaan Penertiban Perjudian. Dan juga di atur dalam KUHP Pasal 303 dan Pasal 303bis KUHP, tentang perjudian.

Tentu saja Pemerintah Kota Batam dan Penegak Hukum yang lebih tahu terkait hal ini ?

Faktanya, hasil penyelusuran tim Media ini di Kota Batam banyak ditemukan aktivitas yang melanggar aturan dan Udang-Undang yang berlaku. Namun mirisnya, Pemerintah Kota Batam dan Penegak Hukum sepertinya sengaja seolah melakukan pembiaran, dan juga seakan dipelihara. Ini dapat dilihat, masih bebasnya aktivitas Perjudian di Kota Batam.

Tersebar hampir keseluruh Wilayah Kota Batam, bahkan aktivitas perjudian seperti Gelanggang permainan ketangkasan elektronik (Gelper), Lapak Casino, Lotto, dan Bola Pimpong, serta yang lebih parahnya lagi, Pujesera bahkan dengan sengaja dijadikan sebagai tempat Penari Separuh Telanjang beraksi.

Apakah oknum Pemerintah Kota Batam dan Oknum Penegak Hukum juga ikut serta dalam aktivitas ini ?

Saat ini, lokasi yang ditemukan masih beraktivitas adanya unsur perjudian, Gelanggang permainan ketangkasan elektronik (Gelper) antara lain : Spur Game yang berlokasi di Perum Merlion Jalan Marina City, Tanjung Uncang, Batu Aji, lalu SP Zone terletak di Sungai Langkai, Kecamatan Sagulung, Urban Game Zone (Batu Aji), Bilyar Center, City Hunter (Komplek Bumi Indah), Saga Game (Komplek Bumi Indah), Nagoya Game Zone (Komplek Bumi Indah), City Zone (Plaza Avava Lantai 2 Lubuk Baja), E Zone (BCS Lantai 5), Hokki Bear, Disney Word (Mall MB), E-Zone, Sky Ligt Zone, Dunia Fantasi (Mall Nagoya Hill), New Sky 88, Duta Game Zone, dan Pacific.

Nama-nama tempat tersebut merupakan Gelanggang permainan ketangkasan elektronik (Gelper) pemainan anak-anak. Namun faktanya, mesin yang bertengger disetiap tempat merupakan mesin berjenis perjudian, coin atau tiket yang didapat oleh pemainnya juga bisa di tukar dengan hadiah, lalu hadiah di tukar dengan uang yang nilainya juga sudah ditentukan oleh pengelolah tempat tersebut.

Ini bukan lagi menjadi rahasia umum di Kota Batam, hampir semua tahu dengan aktivitas selama ini. Pengusaha Gelper yang bisa bertahan dan tetap beroperasi sampai sekarang, tentunya mempunyai jaringan ke Pemerintah serta Penegak Hukum, sedangkan Pengusaha Gelper yang lainnya sudah di tutup.

Pemerintah Kota Batam sendiri sempat di mintai tangapannya terkait aktivitas perjudian ini, bahkan Penegak Hukum, namun tidak mau menanggapinya, seakan sengaja melakukan pembiaran, atau kah ada disebaliknya ? Bersambung..(tim).

Editor : Ron