Minggu, Juni 21, 2026
Beranda blog Halaman 464

Penghargaan Penyelenggara Pelayanan Publik ‘Sangat Baik’ di Lingkup Pemda Tahun 2021 Diterima Pemprov Kepri

Kepri, GK.com – Pemerintah Provins Kepulauan Riau kembali menorehkan prestasi di tingkat Nasional, kali ini melalui inovasi yang dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Sebuah penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) dengan kategori Unit Penyelenggara Pelayanan Publik kategori Sangat Baik di lingkup Pemerintah Daerah Tahun 2021.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Unit Penyelenggara Pelayanan Publik pada Tahun 2021, PAN RB telah melakukan evaluasi kinerja unit penyelenggara pelayanan publik tertentu pada 34 Pemerintah Provinsi dan 514 Pemerintah Kabupaten/Kota. Adapun hasil penilaian tersebut diumumkan pada Selasa (08/03/2022) secara virtual melalui kanal youtube Kementerian PANRB.

Selain DPMPTSP, Unit Penyelenggara Pelayanan Publik kategori Sangat Baik di Lingkup Pemerintah Daerah Tahun 2021 di Kepri juga daraih oleh UPTD PPD Unit Samsat Batam Centre BP2RD. Selain Kepri, Provinsi lain yang mendapatkan penghargaan serupa adalah Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Kalimantan Barat.

Atas penghargaan untuk Unit Penyelenggara Pelayanan Publik kategori Sangat Baik di Lingkup Pemerintah Daerah Tahun 2021 dari Kementerian PAN-RB ini, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad mengaku senang dan memberikan apresiasi kepada jajaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Bagi Gubernur, hal ini merupakan sebuah inovasi yang prestisius dan patut di apresiasi, serta dijadikan contoh oleh unit-unit pelayanan lainnya yang ada di Kepri.

“Hanya pegawai yang mau berkreasi dan berinovasi yang mampu membuahkan karya. Karya yang baik, pasti akan dinilai baik. Semoga prestasi teman-teman di DPMPTSP ini bisa di canton oleh OPD-OPD yang lain, dan dijadikan pemacu. Kita semua harus berlomba-lomba untuk memberikan pelayanan terbaik, dan ini bagian dari pengabdian, serta ibadah kita,” ucap Ansar.

“Pada era industri 4.0 ini, seluruh aparatur daerah dituntut untuk melek digital. Dan pelayanan yang baik saat ini selalu tidak luput dari sentuhan-sentuhan teknologi digital. Olen sebab itu, ayo seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri terus mengembangkan diri agar bisa mengimbangi perkembangan globalisasi saat ini,” harap Ansar.

“Terus kembangkan diri dan ayo belajar untuk mengikuti perkembangan. Kita harus mampu bersaing baik secara internal maupun eksternal. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih dan selamat atas prestasi ini”. tutup Ansar. (*)

Editor : Ron

Ketum TP-PKK Meresmikan Penyengat Sebagai Pulau Digital

Gubernur dan Ketua TP-PKK Kepri saat mendampingi Ketum TP-PKK Tri Tito Karnavian. (Ist).
Gubernur dan Ketua TP-PKK Kepri saat mendampingi Ketum TP-PKK Tri Tito Karnavian. (Ist).

Kepri, GK.com – Dalam kunjungannya  ke Pulau Penyengat untuk meresmikan Pulau Penyengat sebagai Pulau Digital, Ketua Umum TP-PKK Tri Tito Karnavian didampingi oleh Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad dan Ketua TP-PKK Kepri Hj. Dewi Kumalasari Ansar.

Acara peresmia yang dilaksanakan pada Senin (07/03/2022) itu dipusatkan di Rumah Balai Adat, juga disejalankan dengan berbagai kegiatan lainnya.

Kunjungan Tri Tito Karnavian ke Pulau Penyengat merupakan bagian dari salah satu rangkaian  kegiatan  Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK yang ke- 50 Tahun, yang tahun ini diperingati di Provinsi Kepri.

“Kami memilih kegiatan ulang tahun ke- 50 Tahun TP-PKK di Kepri karena, kami tahu bahwa TP-PKK Kepri memiliki banyak program kegiatan yang menyentuh langsung ke masyarakat,” ucap Tri Tito Karnavian.

Keberadaan Ketua Umum TP-PKK di Penyengat sekaligus meninjau kegiatan vaksinasi untuk lansia. Dalam acara ini juga dilakukan penyerahan berbagai bantuan, diantaranya bantuan sembako untuk lansia, lenyerahan stimulus UMKM, Penyerahan Merchant QRIS, dan penyerahan Voucher Bantuan Kemasan Cetak Stiker.

Diresmikannya Pulau Penyengat sebagai Pulau Digital sebagai langkah untuk membuat Pulau Penyengat sebagai Pulau Budaya dan Sejarah yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman secara digital. Sebab pembayaran yang dilakukan para wisatawan dapat dilakukan menggunakan QR Code, sehingga mengedepankan transaksi non tunai.

Tri Tito juga mengaku terkejut dengan perubahan yang ada di Pulau Penyengat sejak pertama Ia datang pada tahun 2017 silam, bahkan Tri Tito mengapresiasi atas apa yang dilakukan oleh Pemprov Kepri dalam upaya melindungi cagar budaya dan nilai-nilai budaya yang ada di Pulau Penyengat.

“Saya sangat terkejut melihat perubahan Pulau Penyengat saat sekarang, tentunya sangat berbeda yang saya lihat pada tahun 2017 lalu, dan saya sangat optimistis bahwa Gubernur Kepri dapat membangun Kepri khususnya pulau Penyengat dengan lebih baik lagi kedepannya,” tutur Tri Tito Karnavian.

Saat itu, Tri Tito Karnavian didampingi Dewi Ansar menyempatkan mengunjungi setiap Stan masakan Bazaar UP2K yang dibuka oleh para pengurus TP-PKK Kepri maupun TP-PKK Tanjungpinang.

“Saya sangat puas dengan masakan khas Melayu yang ada di Kepri, saya sangat merekomendasikan kepada para pengunjung wisatawan untuk mencoba masakan yang ada di Kepri, khususnya di Pulau Penyengat ini untuk mencoba berbagai makanan khas yang ada disini,” ujar Tri Tito Karnavian.

Dikesempatan yang sama, Gubernur Kepri Ansar Ahmad pun tidak ketinggalan memanfaatkan kunjungan Tri Tito Karnavian untuk menyampaikan program-program pembangunan yang akan di lakukan oleh Pemprov Kepri.

Dihadapan Tri Tito Karnavian, Ansar mengungkapkan bahwa Pemprov Kepri akan melakukan pembenahan jalan di Pulau Penyengat, dan akan dilakukan juga pembehan fasilitas-fasilitas di sekitar Masjid.

“Ini dilakukan agar Pulau Penyengat lebih cantik lagi, dan wisatawan yang berkunjung di Pulau Penyengat ini akan lebih nyaman”. tegas Ansar. (Ist/Red).

Editor : Milla

Sisi JPO Renggang, Ini Penjelasan Dinas PUPR

Bentuk JPO Karimun
Bentuk JPO Karimun

Karimun, GK.com Masyarakat Karimun mencemaskan adanya bangunan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) yang baru di bangun renggang. Rengganggan yang tampak jelas itu menjadikan perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Masyarakat melihat ada satu sisi bangunan yang renggang. Yaitu, antara bangunan utama dengan tangga naik, Sub Koordinator Reservasi Jalan dan Jembatan di Dinas PU Karimun, Agus Susanto angkat bicara, Ia menyebut bahwa JPO itu dipastikan aman, kokoh dan sesuai prosedur.

“Isu yang beredar di Media Sosial (Mensos) soal JPO itu keliru, sisi bangunan memang sengaja terpisah yang disebut dengan sistem dilatasi bangunan,” ucap Agus, Senin (07/03/2022).

Ia menjelaskan, sistem dilatasi bangunan adalah pemutusan struktur yang sengaja dilakukan untuk bangunan yang panjang.

“Tujuannya adalah agar nantinya bangunan tidak akan terdampak apabila terjadi keretakan atau putusnya sistem struktur akibat beban pada bangunan yang berpotensi benturan seperti pergeseran tanah atau gempa bumi. Dengan menggunakan dilatasi sebagai jarak antar bangunan, maka benturan tidak terjadi bila terjadi gempa atau pergeseran tanah,” jelas Agus.

Namun, adanya celah atau renggangan yang terlihat di JPO yang dibangun di Karimun, karena tidak rapinya pengerjaan proyek tersebut, “Sekali lagi saya katakan, bahwa jembatan itu sangat kokoh dan kuat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Agus juga memaklumi timbulnya kekhawatiran di tengah masyarakat, ketika melihat adanya jarak antara sisi tangga dan jembatan utama tersebut. Untuk di sisi renggangan atau dilatasi yang sengaja dibuat itu nantinya akan diberi bantalan.

“Pembangunan jembatan masih berjalan, sehingga masyarakat kami harapkan tidak perlu khawatir soal keamanan JPO ini, bangunan jembatan sangat kokoh untuk digunakan masyarakat”. pungkasnya. (Red/Ist).

Editor : Milla

Ranperda Inisiatif DPRD Soal BOS Ditolak Pemko Batam

Suasana berjalannya Rapat Paripurna di DPRD Batam. (Ist).
Suasana berjalannya Rapat Paripurna di DPRD Batam. (Ist).

Batam, GK.com – Dalam Rapat Paripurna yang di gelar oleh DPRD Kota Batam yang beragendakan ‘Koordinasi Walikota Batam terhadap Ranperda tentang Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah Bagi Satuan Pendidikan yang di Selenggarakan Masyarakat’, Pemerintah Kota Batam, menolak Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif DPRD setempat mengenai hal tersebut.

Dikatakan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dalam pemaparannya di hadapan para anggota DPRD Batam sekitar Pukul 11.00 Wib, Ranperda itu tidak dapat dilanjutkan atas dasar banyak pertimbangan, guna mengantisipasi potensi implikasi hukum di kemudian hari.

“Kiranya usulan Ranperda perlu pengkajian secara komprehensif, mengingat potensi overlapping pada tahap pelaksanaan,” tutur Amsakar.

Adapun beberapa pertimbangan yang di maksud diantaranya adalah, Sekolah Negeri dan Sekolah Swasta di Batam sama-sama telah mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik baik dari APBD maupun APBN.

“Sekolah yang diselenggarakan masyarakat (Swasta) mendapat bantuan yang sama seperti Sekolah Negeri. Sekolah Swasta sebagai Sekolah penggerak mendapatkan bantuan Biaya Operasional Sekolah (BOS) kinerja,” ucap Amsakar, Senin (07/03/2022).

“Lalu, Sekolah Swasta juga mendapatkan bantuan media pendidikan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) sesuai kebutuhan dalam daftar Data Pokok Pendidikan (Dapodik),” jelasnya.

“Sekolah Swasta juga mendapat bantuan kelembagaan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan Dapodik. Itu juga sama dengan bantuan yang didapat Sekolah Negeri”. terang Amsakar. (Ist/Red).

Editor : Ron

Gubernur Kepri : Kompetensi ASN Untuk Pelayanan Publik Harus Baik

Kepri, GK.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Provinsi Kepulauan Riau wajib meningkatkan kompetensi dan kapabilitas demi memberikan pelayanan publik yang terbaik untuk masyarakat. Hal ini dikatakan Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Kediklatan Provinsi Kepri yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kepri di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin (07/03/2022).

“Pelayanan apapun bentuknya dapat diberikan dengan baik, efisien, dan tepat waktu kalau dilayaninya oleh ASN yang berkualitas. Karena itu, kita harus terus mendorong peningkatan kompetensi ASN secara menyeluruh,” tegas Ansar.

Dengan mengambil tema “Sinkronisasi dan Kolaborasi Pengembangan Kompetensi ASN Menuju Smart ASN di Provinsi Kepulauan Riau”, Rakor juga menghadirkan narasumber dari Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN LAN RI Muhammad Taufiq, dan Asisten Deputi Perancangan Jabatan, Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur KemenPAN-RB Aba Subagja.

“Peningkatan kompetensi ASN Pemprov Kepri ini juga harus sejalan dengan visi yang diusungnya bersama Wakil Gubernur Hj. Marlin Agustina yaitu, mewujudkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, sehat, dan berdaya saing dengan berbasiskan iman dan taqwa,” ucapnya.

Saat itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad akan menginstruksikan setiap OPD agar membuat minimal satu inovasi pelayanan publik setiap tahunnya, agar kualitas pelayanan publik semakin meningkat.

“Nantinya akan kita beri penilaian kepada para pimpinan OPD beserta outputnya, yaitu maksimalnya pelayanan publik,” kata Ansar.

Dikesempatan yang sama, Kepala BPSDM Provinsi Kepri Sardison menerangkan, kegiatan ini diikuti 164 ASN dari seluruh Kabupaten/Kota se- Kepri.

“Tujuan dari Rapat ini adalah agar dapat semakin meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi pengembangan ASN menjelang Musrenbang,” terang Sardison.

Selain itu, dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara BPSDM Provinsi Kepri dan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepri untuk mengembangkan aplikasi Smart ASN sebagai daya dukung pengembangan ASN melalui digitalisasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Eko Sumbaryadi, Kepala BKPSDM Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepri, sejumlah Staf Khusus Gubernur Kepri, dan seluruh Kepala OPD Pemerintah Provinsi Kepri. (Ist/Red).

Editor : Milla

Suryani Alami Luka Tusukan, Ini Kronologinya

Gambar Ilistrasi penusukan (Ist)
Gambar Ilistrasi penusukan (Ist)

Karimun, GK.com – Seorang Wanita muda Suryani (22) menjadi korban perampokan dengan luka tusuk di bagian perut. Peristiwa Naas yang dialaminya terjadi di rumah miliknya yang terletak di Jalan M. Yani, RT 002 / RW 009 Kelurahan Tanjungbatu Kota, Minggu (06/03/2022) dini hari sekira pukul 02.00 Wib.

Saat kejadian, wanita 22 Tahun itu tengah tertidur nyenyak dalam kamarnya. Disela -sela mimpi indah, Suryani terbangun lantaran mendengar adanya suara pintu terbuka.

Melihat adanya orang masuk dalam kamarnya, sontak dia menjadi kaget dan langsung bertanya kepada tamu misterius tersebut “Siapa kamu?”

Alih – alih menjawab pertanyaan, tikaman pisau langsung mendarat di perutnya. Tidak hanya di perut, pelaku juga melukai bahu dan telinga korban. Usai melancarkan aksinya, pelaku lantas meninggalkan korban dengan  keadaan pasrah.

Hal tersebut juga turut di benarkah oleh Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano.

“Pelaku langsung menghampiri korban yang sedang berbaring saat itu. Lalu tiba-tiba menusukan pisau ke bagian perut, bahu dan telinga korban,” terang AKBP Tony Pantano, Minggu Malam.

Setelah melumpuhkan korban, pelaku yang tidak dikenal itu meminta korban untuk menyerahkan barang-barang berharga miliknya. Pelaku diketahui juga sempat mengancam korban untuk kembali melukai jika tidak menuruti pinta pelaku

Korban sempat berusaha untuk melawan dengan mempertahankan barang miliknya yang telah dirampas, yaitu sebuah Dompet dan Handphone.

“Korban berusaha merebut kembali Dompet dan Handphone tersebut, saat itu juga pelaku mengancam korban. Dimana jika tidak menyerahkan barang berharga itu, korban akan di bunuh,” ujar Tony.

Pelaku berhasil kabur membawa satu unit Handphone dan Dompet berisi uang tunai Rp 200 ribu.

“Saat ini Pelaku melarikan diri dan masih kita buru. Sementara untuk kondisi korban saat ini sudah di tangani medis berkat bantuan tetangganya”. tegas AKBP Tony Pantano. (Ist).

Editor : Milla