Minggu, Juni 21, 2026
Beranda blog Halaman 460

Judi Berkedok Gelper Menjamur di Batam, Warga Tak Terima Hingga DPRD Gelar RDP

Batam, GK.com – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah perangkat RT dan warga perumahan Merlion Square Tanjung Uncang atas keluhan masyarakat terkait keberadaan Gelanggang Permainan (Gelper) Spur Game.

Dalam RDP tersebut dihadiri perwakilan DPMPTSP Kota Batam, Kepala Satpol PP Kota Batam, Camat Batu Aji, Lurah Tanjung Uncang, Pengelolah Gelper Spur Game, Ketua RW 20 Perumahan Merlion Square, dan sejumlah Ketua RT Perumahan Marlion Square Tanjung Uncang.

Diwakili Ketua RT 04 / RW 20 Perumahan Merlion Square Amrizal menyampaikan keluhannya warga saat ini, “Banyak warga yang mengadu ke kami dengan keberadaan Gelper dekat dengan permukiman, sehingga hal ini meresahkan dan mengganggu aktivitas kami sehari-harinya,” ujar Amrizal, Kamis (17/03/2022) sekitar pukul 13.30 Wib.

“Selama ini warga sudah cukup berupaya dalam menolak keberadaan Gelper di pemukiman. Dan sudah juga disampaikan kepada pihak Kelurahan Batu Aji, maupun Polsek Batu Aji, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari laporan kami,” terang Amrizal.

“Kami berharap agar lokasi Gelper atau permainan sejenis lainnya dapat ditinjau kembali. Karena kami menganggap tidak pantas apabila berada berdekatan dengan permukiman penduduk. Kami tidak ingin anak-anak kami terpengaruh dari efek buruk yang di timbulkan dunia perjudian,” tegasnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batam, diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan Pengendalian dan Pengaduan Junaidi membenarkan telah menerima surat penolakan dari warga Merlion Square pada 7 Maret 2022.

Hasil dari pengecekan tim kami di lapangan, kami menemukan kegiatan aktivitas Gelper yang tidak memiliki izin. Persyaratan perizinan memang tidak ada di dalam sistem OSS untuk arena permainan saat ini. Spur Game hanya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB),” jelas Junaidi.

Dalam hal tersebut Safari Ramadhan selaku Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Batam didampingi Anggota Komisi I mengatakan, DPRD sebagai wadah menampung aspirasi masyarakat untuk mencari solusi dari sebuah persoalan.

“Dari hasil rapat ini dapat diambil kesimpulan bahwa ada efek sosial dari Gelper yang jadi keluhan warga Merlion. Warga sangat terganggu dengan keberadaan Gelper yang berada di dekat permukiman,” sebut Safari.

“Kepada Stakeholder terkait, DPMPTSP dan Satpol PP kita berharap agar dapat mengawal proses perizinan yang sama-sama disepakati dalam waktu satu minggu”. tegas Safari.

Lemahnya pengawasan dari Dinas terkait seperti DPMPTSP Kota Batam selaku Dinas yang mengeluarkan Perizinan, Satpol PP Kota Batam sebagai Penegak Perda, maupun Aparat Penegak Hukum yang ada di Kota Batam membuat Gelanggang Permainan (Gelper) yang terindikasi Perjudian di Kota Batam semakin tumbuh subur dan menjamur hampir di setiap sudut Kota Batam, bahkan hingga di Mal-Mal. Namun sayangnya, hal ini justru terkesan mendapatkan dukungan dari pihak-pihak terkait, hingga Kota Batam yang berjuluk sebagai Bandar Mahdani dianggap belum layak. (IWD).

Editor : Ron

Sukseskan MTQ ke- IX Tahun 2022, DPRD Lingga Ekspose Pemakaian Tudung Manto

Foto DPRD Lingga
Foto DPRD Lingga

Lingga, GK.com – Sebagai wujud kebanggaan dan bertujuan untuk mempromosikan warisan budaya yakni Tudung Manto, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga melalui para istrinya yang tergabung dalam Persatuan Istri Anggota Dewan (Piswan) DPRD saat menghadiri kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-IX Tingkat Kabupaten Lingga seragam kenakan kain penutup kepala, yakni Tudung Manto.


Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tersebut berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu tanggal yaitu 19 s/d 20 Maret 2022 yang bertempat di Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga.

Foto DPRD Lingga


Menurut Ketua Persatuan Istri Dewan (Piswan), Lina Nashiruddin mengungkapkan, pihaknya mengenakan penutup kepala Tudung Manto tersebut bertujuan untuk mempromosikan keelokan Tudung Manto pada masyarakat, khususnya generasi muda kaum perempuan.


“Diharapkan dapat mempromosikan dan memperlihatkan kepada anak muda sebagai penerus Bangsa agar dapat turut serta mengembangkan, dan bangga terhadap Tudung Manto,” kata Lina Nashiruddin yang merupakan istri dari Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Ahmad Nashiruddin.


Untuk diketahui, Tudung Manto telah memiliki sertifikat dan diakui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan HAM yang berasal dari Kabupaten Lingga. Lina Nashiruddin berharap keberadaan Tudung Manto tidak hanya sebatas dilestarikan, namun juga harus dapat berdampak pada kehidupan sosial dan perekonomian bagi masyarakat, maupun Pemerintah Daerah.


“Dengan ikut andil dalam pelestarian Tudung Manto, tentunya kita berharap kelestarian ini dapat lebih maju dan bisa merambah ke Luar Daerah,” harap Lina Nashiruddin.
Piswan sepakat, jika Tudung Manto yang telah mengantongi sertifikat HAKI dari Kemenkumham itu harus dapat benar-benar dilestarikan dan di kembangkan hingga dapat berdampak pada perekonomian masyarakat.


Piswan DPRD Lingga juga mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya kaum perempuan generasi muda untuk dapat menjaga, serts dapat melestarikan sekaligus bersama-sama mempromosikan Tudung Manto ke Daerah Luar, bahkan ke taraf Nasional dan Internasional.
Piswan juga sepakat terhadap upaya yang tengah digalakkan oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lingga yang mana beberapa waktu lalu, tepat pada tanggal 07 s/d 21 Maret 2022 menggelar pelatihan pengrajin tenun Tudung Manto yang dilaksanakan di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.


Menurut Piswan, upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga bersama Dekranasda Kabupaten Lingga tersebut bertujuan untuk melestarikan Tudung Manto dengan melahirkan pengrajin tenun Tudung Manto.


“Tentunya dengan semakin banyak pengrajin tenun Tudung Manto, maka produksi Tudung Manto itu sendiri akan banyak dan memiliki stok. Tudung Manto banyak diminati oleh wisatawan yang datang ke Lingga. Dan itu salah satunya dapat meningkatkan perekonomian khususnya untuk para pengrajin Tudung Manto,” tutur Lina Nashiruddin.


Seperti diketahui, Bupati Lingga berharap dengan dilaksanakan pelatihan pengrajin Tudung Manto yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lingga bersama Dewan Dekranasda Kabupaten Lingga menargetkan di tahun 2022 lahir sebanyak 100 orang pengrajin tenun Tudung Manto.


Lina Nashiruddin juga mengungkapkan jika dirinya bersama istri anggota DPRD Kabupaten Lingga lainnya sangat mendukung dan berupaya melestarikan, serta mempromosikan Tudung Manto. Ia menceritakan salah satu upaya yang dilakukannya yakni ketika mengikuti kegiatan Festival Tutup Kepala Perempuan Nusantara, dikesempatan itu kata Lina Nashiruddin, Ia memperkenalkan apa itu Tudung Manto, mulai dari history, cara pakai, dan proses pembuatan Tudung Manto serta sebagainya tentang Tudung Manto.


Upaya-upaya promosi demikian, lanjut Lina Nashiruddin menjelaskan, harus terus digalakkan dengan tujuannya agar Tudung Manto lebih terkenal seantero Negeri ini, bahkan sampai ke Luar Negeri. Dan Tudung Manto dapat menjadi bagian lain dari pendukung perekonomian masyarakat serta Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga.


Lebih jauh Lina Nashiruddin bercerita, Tudung Manto memiliki ciri yang khas dan sangat melekat dengan budaya melayu Lingga. Dalam pembuatannya, untuk dapat menghasilkan satu helai Tudung Manto memerlukan keterampilan, kesabaran dan ketelitian serta membutuhkan waktu yang tidak singkat.


“Ibu Syarifah Puspawati Agusmarli merupakan salah satu pengrajin Tudung Manto, beliau telah memproduksi beberapa Tudung Manto,” ujar Lina Nashiruddin.


Piswan DPRD Lingga mengaku sangat mendukung program Pemerintah Daerah dalam melestarikan Tudong Mantu di setiap kegiatan atau even – even yang diselenggarakan baik oleh Kabupaten maupun Provinsi. Dengan demikian, diharapkan Tudong Manto bisa lebih dikenal oleh masyarakat baik lokal maupun mancanegara. Sehingga bisa menjadi salah satu produk unggulan untuk dipromosikan kepada Daerah lainnya sebagai salah satu produk lokal yg sangat cocok untuk dijadikan sebagai buah tangan ataupun souvenir bagi yang berkunjung ke Kabupaten Lingga.


“Kami juga berpartisipasi dalam mempromosikan Tudong Manto sebagai salah satu produk unggulan dari kabupaten Lingga. Dengan semakin dikenalnya Tudung Manto ini, maka tentu akan mampu menyumbangkan PAD bagi Kabupaten Lingga melalui pengrajin-pengrajin yang memproduksi Tudong Manto,” tegas Lina Nashiruddin.


Untuk itu, mari bersama jadikan pemakaian Tudong Manto menjadi identitas wanita melayu, khususnya di Kabupaten Lingga. Bangga memakai dan memperkenalkan produk lokal kebanggaan Kabupaten Lingga. “Bertudong Manto Berkain dagang itulah perempuan Melayu”.


Diketahui belum lama ini pada pembukaan pelatihan Tudung Manto, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lingga, Marathusholiha mengatakan, pelatihan yang dilaksanakan selain dalam upaya mendukung pelestarian Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2015 lalu juga untuk meningkatkan jumlah produksi Tudung Manto.


Kegiatan ini juga difungsikan untuk memotivasi masyarakat guna mempertahankan maupun mencintai produk lokal yang merupakan khazanah kebudayaan Melayu. Selain itu, pelatihan pembuatan Tudung Manto juga dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan.


“Kita harus serius dan fokus dalam mempertahankan dan melestarikan warisan budaya asli Kabupaten Lingga ini, agar lebih bisa dikenal luas oleh masyarakat luar. Jangan sampai warisan ini tenggelam, dan pada akhirnya diambil daerah lain,” tegas Marathusholiha yang merupakan istri dari Bupati Lingga Muhammad Nizar.


Sebagaimana diketahui, Tudung Manto telah mendapatkan HAKI, sejak 2010 dengan pengakuan secara perorangan atau pribadi. Dan seiringnya waktu, pada tahun 2021 Hak Cipta atas Tudung Manto kini melekat pada Pemerintah Kabupaten Lingga.


Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka perlindungan Pengetahuan Tradisional berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta.


“Saya mengajak untuk mewariskan keterampilan menekat Tudung Manto, dengan cara melakukan perekrutan generasi muda, demi melestarikan khazanah Bangsa Melayu,” ajak Marathusholiha
Senada dengan yang disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lingga.

Muhammad Nizar selaku Bupati Lingga juga terus mendorong dan memberikan dukungan terkait pelestarian dan mempromosikan serta meningkatkan produksi kerajinan tangan penutup kepala Tudung Manto ini.


Menurut Bupati Lingga Muhammad Nizar, sebelum diadakan pelatihan pengrajin Tudung Manto, Ia mencatat hanya terdapat 20 orang pengrajin Tudung Manto. Hal itu diungkapkan Muhammad Nizar pada 13 November 2021 saat membuka secara resmi kegiatan Fashion Show Tudung Manto yang ditaja oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga di Taman Tanjung Buton, Daik Lingga.


“Saat ini hanya tersisa 20 pengrajin, dan untuk kedepannya harus mendapat penambahan jumlah pengrajin serta untuk peningkatan jumlah produksinya,” terang Muhammad Nizar.


Untuk melestarikan dan meningkatkan jumlah prosuksi Tudung Manto, Bupati Lingga meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lingga bersama Dekranasda Kabupaten Lingga untuk bergandengan melakukan upaya menciptakan pengrajin-pengrajin baru Tudung Manto dan meningkatkan jumlah produksi Tudung Manto.


Terhadap Tudung Manto, Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga dan DPRD Kabupaten Lingga bersama-sama sepakat dan mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Lingga yang dijuluki Bunda Tanah Melayu ini untuk melestarikan dan mempromosikan Tudung Manto ke Daerah Luar, Nasional maupun Internasional. (*).

Editor : Milla

Jalan-Jalan ke Taman Rusa Batam Yok !

Batam, GK.com – Bertempat di Kawasan Jogging Track Sekupang Batam persis berseberangan dengan Guest House Jalan RE. Martadinata, serta memiliki akses Jalan yang baik agar masyarakat mampu menjangkaunya dengan mudah, karena menggunakan rute yang sama dengan Rumah Sakit BP Batam (RS BP Batam), Taman Rusa diresmikan Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Muhammad Rudi.

Dengan diawali senam pagi bersama para pegawai BP Batam, Jumat (18/3/2022) serangkaian acara seremonial mulai dari penandatanganan prasasti Taman Rusa Sekupang, penanaman 5 batang Jambu Biji Merah dan 5 batang Kelengkeng Diamond River, pelepasan beberapa ekor ikan patin seberat 7 kilogram, ikan koi serta ratusan benih ikan mas di kolam yang diberi nama Kolam Air Mancur dilaksanakan.

Taman Rusa Sekupang yang mulanya bernama Pusat Kebugaran Persatuan Istri Karyawan Otorita Batam (PIKORI) itu diresmikan pada tanggal 01 April 2000 lalu, hanya memiliki fasilitas Jogging Track sepanjang 1 Kilometer, serta bangunan serbaguna untuk kegiatan gymnasium dan olahraga badminton.

Lalu dalam perkembangannya, fasilitas pusat kebugaran tersebut menambah Satwa Rusa di sekitar Jogging Track dan pada Tahun 2008, dan berganti nama menjadi Taman Rusa. Pengembangan Taman Rusa yang signifikan di mulai pada peresmian pertama pada Tahun 2000, dan berlanjut peresmian kedua di Tahun 2022.

Dijelaskan oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Jogging Track Taman Rusa Sekupang akan terhubung ke Taman Kolam Sekupang, yang merupakan rangkaian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan.

“Kami mohon dukungan dari masyarakat untuk menjadikan Taman Rusa Sekupang ini menjadi destinasi wisata andalan untuk masyarakat. Baik bagi  Batam, Kepri, hingga Nasional,” kata Rudi.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto menerangkan bahwa pengembangan Taman Rusa Sekupang ini sejalan dangan status BP Batam sebagai Badan Layanan Umum (BLU) yang memiliki Indikator Kinerja Utama (IKU), yakni optimalisasi pengembangan aset dan terobosan.

Terobosan yang diusung oleh BP Batam adalah, “Pengembangan Destinasi Wisata yang Pro Lingkungan, Pro Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Pro Edukasi”.

“Taman Rusa Sekupang memiliki luas sekitar 12 hektare, dan kami pilih sebagai lokasi untuk mengusung IKU Terobosan, selain Taman Kolam Sekupang dan Kawasan Fisherism Tanjungriau. Selain sebagai sarana rekreasi, kami juga mendorong dalam peningkatan fungsi Taman Rusa Sekupang sebagai spot untuk edukasi berupa Camping Ground, senam massal, pemotretan pre-wedding dan kegiatan keagamaan lainnya,” Purwiyanto.

“Taman Rusa Sekupang ini dilengkapi dengan Jogging Track sepanjang 1 Kilometer, dua kolam pemancingan, satu kolam budidaya ikan, dan taman bermain anak. Lalu Satwa yang terdapat di Taman ini antara lain, 30 ekor Rusa, 17 ekor Ayam Kate, 150 ekor Merpati, dan 2 ekor Angsa,” ungkapnya.

“Kolam Ikan Air Mancur telah dihiasi ikan koi dan ikan mas. Sedangkan kolam pemancingan telah disemai benih ikan nila dan ikan patin,” tambahnya.

“Selain itu, beberapa spot foto kekinian seperti artifisial Stonehenge, rumah panggung, rumah pohon, tugu bambu, dan ikon Taman Rusa Sekupang yakni dua patung rusa yang megah dan indah berdiri kokoh di area pintu masuk taman,” tambahnnya.

“Dengan kapasitas Halaman Parkir hingga 50 kendaraan, Taman Rusa siap memanjakan masyarakat Kota Batam setiap hari dimulai dari pukul 06.00-18.00 Wib. Dan untuk biaya masuk Taman Rusa Sekupang juga sangat terjangkau. Pada hari Senin hingga Jumat, baik pengunjung dewasa, anak-anak dan pelajar dikenakan tarif Rp 5.000,-,  sedangkan pada akhir pekan, yaitu Sabtu dan Minggu, untuk pengunjung dewasa akan dikenakan tarif Rp 10.000,- dan untuk pengunjung anak-anak serta pelajar dikenakan tarif Rp 5.000,-,” jelasnya kembali.

“Selain pembelian tiket secara manual, BP Batam juga telah melakukan inovasi untuk memudahkan pengunjung memesan tiket, yaitu dengan menyiapkan satu aplikasi khusus pemesanan tiket secara online melalui aplikasi B-Fast yang tersedia di PlayStore dan AppStore, 100 pengunjung pertama yang memesan tiket masuk Taman ini dengan menggunakan aplikasi B-Fast akan mendapat merchandise menarik dari BP Batam,” tuturnya.

“Dengan tampilan yang baru, pelayanan digital yang canggih, serta fasilitas wisata yang ciamik, saatnya menjadikan Taman Rusa sebagai destinasi rekreasi untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang-orang terkasih”. tutupnya.

Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau yang juga menjabat selaku Ketua Persatuan Istri Karyawan BP Batam (PIKORI) Marlin Agustina Rudi, Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Ketua KADIN Kota Batam Jadi Rajagukguk, Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Budiman, Komandan Kodim 0316/Batam Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan, para Deputi dan Pejabat Eselon BP Batam, serta jajaran Forkopimda Kota Batam.  (Red/Ist).

Editor : Milla

Fenomena Alam di Pesisir Kecamatan Moro

Tanpak nelayan saat menghindar dari waterspout di perairan moro (Ist)
Tanpak nelayan saat menghindar dari waterspout di perairan moro (Ist)

Karimun, GK.com Fenomena Waterspout sudah tidak asing lagi di pandangan para nelayan, khususnya bagi nelayan di pesisir Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun.

Kamis (17/03/2022), aat itu kondisi cuaca di wilayah Moro  mendung, beruntung pusaran angin puting beliung itu tidak sampai ke daratan.

“Kondisi cuasa yang mendung, dan pusaran angin tidak sampai ke darat. Hanya di bagian perairan saja. Dan Alhamdulillah tidak ada korban dalam peristiwa ini”. ucap Camat Moro Yusfian. (Ist).

Editor : Milla

Gubernur Kepri Saksikan Penandatanganan MoU Rencana Pembangunan BIC Untuk F1

Kepri, GK.com – Rencana pembangunan Bintan International Circuit (BIC) untuk balapan Formula One (F1) akan segera terealisasi setelah ditandatanganinya Nota Kesepahaman (MoU) antara Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat dan Gallant Venture Pte Ltd.

Penandatanganan dilakukan Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo dan CEO of Gallant Venture Pte Ltd Eugene Cho Park yang disaksikan Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad di Hotel Nirwana Gardens, Lagoi, Bintan, Kamis (17/03/2022).

Dikatakan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dibangunnya Bintan International Circuit akan semakin menyemarakkan gelaran sport tourism di Bintan.

“Sebelum masa pandemi hampir di setiap bulan sepanjang tahun ada even-even sport tourism internasional yang digelar di Bintan, adanya sirkuit ini tentu semakin mendukung dan mengundang wisatawan untuk datang ke Bintan,” ujar Ansar.

“Dengan bentang alam dan pesisir pantai yang indah akan membuat Bintan International Circuit mempunyai nilai jual yang tinggi dan menjadikan sirkuit ini menjadi salah satu yang terbaik di dunia,” ucap Ansar.

“Jika terbangun sirkuit ini bisa melengkapi Bintan untuk menjadi mega resort in the world, kita akan mempunyai infrastruktur entertain kelas dunia,” katanya.

Ditambah dengan dibangunnya sirkuit ini, menurut Ansar, para investor semakin tertarik untuk menanamkan modalnya dengan membuka resor-resor dan hotel baru di kawasan Bintan.

Pada kesempatan tersebut, Ansar mewakili masyarakat Kepri juga menobatkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sebagai ‘Bapak Otomotif Indonesia’.

“Presiden Jokowi terbukti mampu membuat dunia otomotif Indonesia lebih baik dan semakin berkembang,” ujar Ansar.

Sementara itu, Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo mengatakan, kesuksesan sirkuit Mandalika yang menggelar even MotoGP membuat pertumbuhan ekonomi di NTB jadi melesat bisa ditiru oleh Kepri.

“Dampak ekonomi dengan adanya gelaran balapan tingkat dunia bisa langsung dirasakan instan, terlebih Bintan sudah lebih dulu terkenal dengan pariwisatanya”. ungkap Bambang Soesatyo.

Pria yang menjabat Ketua MPR RI ini juga mengarahkan agar Pemerintah Daerah serta pengelola Bintan Resort bisa mengajak investor membuka hotel-hotel baru untuk mengakomodasi kamar yang akan ditempati para wisatawan.

Adapun Group General Manager PT Bintan Resort Cakrawala Abdul Wahab menjelaskan jika Bintan International Circuit akan dibangun di tiga calon lokasi. Ketiga calon lokasi sirkuit tersebut adalah Lagoi Bay, Kepri Bay, dan area Berakit.

Nantinya konsultan dari Inggris yaitu Populous akan menentukan lokasi yang paling tepat untuk dibangun sirkuit F1 Bintan. Abdul Wahab mengatakan setiap lokasi dari ketiga tempat tersebut sama-sama menawarkan panorama alam yang indah. Diperkirakan sirkuit akan selesai dalam waktu dua tahun.

Usai penandatanganan MoU, Gubernur Ansar bersama Bambang Soesatyo, Eugene Cho Park, dan Frans Gunara melakukan groundbreaking sebagai tanda dimulainya pembangunan Bintan International Circuit.

Turut hadir dalam acara tersebut Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Muhammad Ali, Kejati Kepri Gerry Yasid, Danrem 033/WP Brigjen TNI Jimmy Ramos Manalu, Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Rudi Pranoto, Kabinda Kepri Brigjen Pol. Riza Chelvian Gumay, dan Plt. Bupati Bintan Roby Kurniawan. (jlu).

Editor : Milla

Karimun Berupaya Membuka Pelabuhan Internasional

Kantor Pelindo Cabang Tanjung Balai Karimun (Ist)
Kantor Pelindo Cabang Tanjung Balai Karimun (Ist)

Karimun, GK.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun berupaya maksimal agar dapat dibukanya jalur pelayaran Internasional melalui Pelabuhan Tanjung Balai Karimun.

Hal itu disampaikan langsung Bupati Karimun Aunur Rafiq pada Rabu (16/3/2022). Ia menyebut, Pemerintah Daerah (Pemda) telah mengirimkan surat ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dan Pusat.

“Kita sudah mengirim surat, bagaimana caranya Karimun juga bisa membuka pintu pelabuhan Internasional yang akan mulai di buka pada awal April mendatang,” ucap Aunur Rafiq.

Aunur Rafiq mengaku, saat ini Pemkab Karimun telah siap jika hal tersebut dapat terwujud. Baik dalam segi  kedatangan maupun keberangkatan salah satunya adalah untuk lokasi tempat isolasi atau karantina jika adanya orang yang terdeteksi atau terkonfirmasi Covid-19.

“Kita siap untuk menerima, persiapan kita juga bisa dikatakan sudah cukup baik,” ungkap Aunur Rafiq.

Meskipun demikian, wisatawan yang datang tentunya juga telah melengkapi persyaratan. Sehingga, kehawatiran  Covid-19 cukup minim. Bagitu juga dengan syarat untuk keberangkatan.

“Tentunya salah satu syarat wajib adalah sudah melakukan vaksin 1 dan 2, serta booster. Kalau diperlukan hasil PCR juga dilengkapi”. pungkasnya. (Red/Ist).

Editor : Milla