Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 175

Kreatif! Siswa SMPN 28 Bintan Sulap Barang Bekas Jadi Kostum Fashion Show

Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-79, SMPN 28 Bintan menggelar lomba fashion show antar kelas ( Foto : SIska/GK.com )

Bintan, GK.com – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-79, SMPN 28 Bintan menggelar lomba fashion show antar kelas yang unik. Kegiatan ini diadakan di lapangan sekolah pada Senin, 25 November 2024, pukul 07.30 WIB hingga 12.00 WIB.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, SMPN 28 Bintan mengadakan lomba fashion show dengan memanfaatkan barang bekas. Siswa-siswi perwakilan kelas 7, 8, dan 9 unjuk kreativitas dengan menampilkan kostum hasil daur ulang. Acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lain seperti upacara bendera, pemotongan tumpeng, pembacaan puisi, dan pemberian penghargaan untuk guru.

Kepala Sekolah SMPN 28 Bintan, Samsul Abidin, menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan oleh OSIS. “Tujuan dari lomba ini, selain meningkatkan kebersamaan, juga untuk mengasah kreativitas peserta didik,” ujar Samsul Abidin. “Para peserta tidak hanya menunjukkan keterampilan artistik mereka, tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga lingkungan.”

Berbagai jenis barang bekas, seperti plastik, kardus, dan sendok bekas, disulap menjadi kostum yang indah dan menarik. “Sampah pun memiliki nilai estetik dan dapat dijadikan sebagai kostum,” tambah Samsul Abidin.

Mardiani, wali kelas 8A, mengungkapkan bahwa persiapan lomba ini memakan waktu sekitar 2 minggu, mulai dari pengumpulan barang bekas, menentukan tema kostum, hingga proses pembuatannya. “Kendala selama persiapan adalah cuaca dan waktu. Karena musim hujan, barang bekas sulit didapat,” jelas Mardiani. “Kami membuat kostum ini di luar jam efektif sekolah atau di jam-jam ekstrakurikuler, bahkan lembur sampai jam 5 sore.”

Mardiani menambahkan bahwa proses pembuatan kostum ini dilakukan bersama-sama oleh seluruh siswa di kelas 8A dan wali kelas. “Acara ini tidak hanya memberikan hiburan dan inspirasi, tetapi juga membawa dampak positif bagi kesadaran lingkungan. Kami ingin menunjukkan bahwa barang bekas bisa diubah menjadi sesuatu yang indah dan bermanfaat,” tutup Mardiani. (SISKA)

SDN 005 Lobam Semarakkan HUT PGRI dengan Game Seru dan Kejutan dari Murid

SDN 005 Lobam Semarakkan HUT PGRI dengan Game Seru dan Kejutan dari Murid ( Foto : SISKA / GK.com )

Bintan, GK.com – Suasana meriah menyelimuti SDN 005 Lobam dalam perayaan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-79. Berbagai kegiatan menarik digelar, mulai dari upacara bendera, pembacaan puisi, hingga lomba seru yang diikuti para guru.

Kepala Sekolah SDN 005 Lobam, Humam Mukti, mengungkapkan bahwa perayaan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. “Kami ingin membuat perayaan HUT PGRI lebih berkesan dan melibatkan seluruh warga sekolah. Selain upacara dan pembacaan puisi, kami juga mengadakan lomba-lomba seru untuk guru. Tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi antar guru dan juga sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka,” ujar Humam.

Salah satu momen yang paling menyentuh adalah kejutan yang diberikan oleh para siswa kepada guru wali kelas masing-masing. Dengan penuh semangat, siswa memberikan hadiah dan ucapan terima kasih sebagai bentuk penghargaan atas jasa guru yang telah mendidik mereka.

“Ini adalah inisiatif dari para siswa. Mereka ingin memberikan kejutan kepada guru-gurunya. Kami sangat terharu dengan perhatian mereka,” tambah Humam.

Sugiarti, salah satu guru yang ikut serta dalam lomba, mengungkapkan bahwa perayaan tahun ini sangat berkesan. “Meskipun cuaca kurang mendukung dan beberapa rekan guru tidak bisa hadir, namun semangat kami tetap tinggi. Yang paling berkesan adalah kejutan dari siswa-siswa. Mereka sangat kreatif dan perhatian,” ungkapnya.

Meskipun diadakan di lingkungan sekolah, perayaan HUT PGRI di SDN 005 Lobam tetap berlangsung meriah dan penuh semangat. Para guru berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan setiap tahunnya untuk meningkatkan kekompakan dan kreativitas para pendidik. (SISKA)

Editor : Ronnywar

Krisis Air Bersih Hingga Nasib Nelayan Terabaikan

Warga Tanjung Piayu Mengadu ke Ombudsman, dari Krisis Air Bersih Hingga Nasib Nelayan Terabaikan

Batam, GK.com – Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) menggelar kegiatan “Ombudsman Temu Warga” di Kelurahan Tanjung Piayu pada Sabtu (23/11/2024). Acara ini menjadi wadah bagi warga, khususnya Ketua RT dan RW, untuk menyampaikan keluhan mereka terkait pelayanan publik.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Dr. Lagat Siadari, menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari adanya laporan masyarakat mengenai permasalahan penyambungan air bersih yang tak kunjung terealisasi sejak tahun 2017.

“Kami hadir di tengah warga Tanjung Piayu untuk mendalami laporan tersebut dan sekaligus menampung keluhan lain terkait pelayanan publik,” ujar Lagat.

Diskusi yang diawali dengan pemaparan Kepala Keasistenan Penerimaan dan Verifikasi Laporan (PVL) Ombudsman RI Perwakilan Kepri, Cindy M. Pardede, mengenai peran Ombudsman, pelayanan publik, dan maladministrasi, membuka kran keluhan warga.

Tak hanya soal krisis air bersih, warga juga mengeluhkan status lahan Kampung Tua, bantuan pemerintah untuk nelayan yang tak kunjung diterima, serta kesulitan membeli BBM.

“Kami meminta Pertamina membangun SPBU terapung untuk nelayan di Tanjung Piayu, Punggur, Bagan, Air Raja, dan Ngenang,” ungkap salah seorang warga.

Warga juga menyoroti perusahaan kontraktor yang dituding merugikan nelayan akibat pemotongan lahan, namun tidak memberikan Corporate Social Responsibility (CSR).

Menanggapi curahan hati warga, Lagat meminta mereka untuk mengisi formulir konsultasi dengan data yang valid.

“Lampirkan fotokopi KTP dan nomor telepon yang bisa dihubungi agar keluhan dapat ditindaklanjuti,” tegas Lagat.

Selanjutnya, keluhan warga akan diverifikasi oleh Keasistenan PVL. Jika memenuhi syarat formil dan materil, laporan akan diteruskan ke Keasistenan Pemeriksaan Laporan untuk diproses lebih lanjut.

Kegiatan “Ombudsman Temu Warga” ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan pelayanan publik. Warga berharap keluhan mereka mendapatkan perhatian serius dan solusi konkret dari pihak-pihak terkait.(*)

Peringati HUT Korpri 53, dengan Tablig Akbar

ASN Pemprov Kepri Peringati HUT Korpri dengan Tablig Akbar, Gubernur Ingatkan Pentingnya Pemilu dan Penyelesaian Program Kerja

Kepri, GK.com – Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) memadati Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin (25/11). Mereka menghadiri Tablig Akbar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-53.

Ustaz A. Muhaidir Ritonga dihadirkan sebagai penceramah dalam acara tersebut. Dengan gaya khasnya yang humoris, Ustaz Muhaidir menyampaikan tausiah bertema “Jadikan Kerja sebagai Amal”. Ia mengingatkan para pegawai bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan dengan ikhlas dapat bernilai ibadah.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dalam sambutannya mengucapkan selamat memperingati HUT Korpri ke-53. Ia berharap Korpri terus menjadi wadah komunikasi yang efektif dalam memperjuangkan hak-hak anggota.

“Semoga kerja kita semua menjadi amal saleh,” ujar Gubernur Ansar.

Momentum HUT Korpri ini juga dimanfaatkan Gubernur Ansar untuk mengingatkan pentingnya partisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan digelar dua hari mendatang. Ia mengajak para ASN untuk menjadi contoh dengan menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab.

Tak lupa, Gubernur Ansar meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memastikan konsolidasi dan penyelesaian pekerjaan tahun 2024 dengan baik. Finalisasi penyusunan anggaran tahun 2025 juga menjadi perhatiannya.

“Kita berada di triwulan ke-4 tahun 2024, mari pastikan semua program dan pekerjaan terselesaikan dengan baik,” tegasnya.

Acara Tablig Akbar ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran dan keamanan Pilkada serentak di Kepri.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Gubernur Kepri Hj. Marlin Agustina, Sekretaris Daerah Adi Prihantara, para pejabat fungsional utama, staf ahli, asisten, pimpinan OPD, dan seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Kepri.(*)

SMKN 1 Bintan Utara Gelar Karya P5, Tampilkan Kreativitas Siswa dan Budaya Melayu

SMKN 1 Bintan Utara Gelar Karya P5, Tampilkan Kreativitas Siswa dan Budaya Melayu ( Foto : Siska/GK.com )

Bintan, GK.com – SMKN 1 Bintan Utara sukses menggelar acara “Gelar Karya dan Pentas Seni” pada 20-21 November 2024 lalu. Kegiatan yang merupakan bagian dari program P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) ini berhasil menampilkan beragam kreativitas siswa dan kekayaan budaya Melayu.

Dengan mengangkat tema “Kearifan Lokal dan Kebekerjaan”, acara ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi diri dan mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh di sekolah. Kegiatan pameran yang menampilkan hasil karya dari 8 jurusan menjadi daya tarik tersendiri, memungkinkan siswa untuk menunjukkan keahlian mereka di bidang masing-masing.

“P5 ini sangat penting untuk meningkatkan karakter siswa,” ujar Joko Subiakto, Ketua Panitia Kegiatan. “Dengan tema kearifan lokal, kami ingin melestarikan budaya Melayu. Sementara itu, melalui pameran, kami ingin mempersiapkan siswa untuk dunia kerja.”

Selain pameran, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni seperti tarian gurindam, dance modern, dan solo vokal. Antusiasme siswa terlihat dari persiapan yang matang dan penampilan yang memukau.

“Saya sangat senang melihat antusiasme siswa,” tambah Joko. “Meskipun cuaca tidak mendukung, mereka tetap semangat untuk menampilkan yang terbaik.”

Kepala Sekolah SMKN 1 Bintan Utara, Nuraisah, berharap kegiatan ini dapat memberikan banyak manfaat bagi siswa. “Selain sebagai penilaian karakter dalam kurikulum merdeka, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan mempersiapkan siswa untuk dunia kerja,” ujarnya.

Acara ini juga menjadi ajang promosi bagi sekolah. Dengan mengundang orang tua siswa dan sekolah-sekolah di sekitar, SMKN 1 Bintan Utara berharap dapat menarik minat siswa baru.

“Kami ingin menunjukkan bahwa lulusan SMK tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki jiwa wirausaha,” kata Nuraisah.

Meskipun pelaksanaan acara berjalan lancar, panitia mengakui adanya beberapa kendala seperti keterbatasan waktu dan cuaca yang tidak menentu. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat para siswa dan guru untuk memberikan yang terbaik.

Ke depannya, panitia berencana untuk melakukan evaluasi dan perbaikan agar acara serupa dapat diselenggarakan dengan lebih baik lagi. (SISKA)

Editor : Ronnywar

Desentralisasi Terhadap Penanganan Stunting di Kota Tanjungpinang

Penulis : Nadia irani (2205010069)

Tanjungpinang, GK.com – Stunting dikenal sebagai gizi buruk kronis, dimana suatu kondisi perkembangan anak mengalami hambatan dan penurunan suhu tubuh dibandingkan dengan anak lain seusianya. Dikenal juga dengan sebutan gizi buruk kronis yang merupakan suatu kondisi dimana perkembangan anak mengalami hambatan dan terjadi penurunan suhu tubuh dibandingkan dengan anak lain seusianya. Ada beberapa faktor yang akan terjadi selama perkembangan fisik seorang anak, seperti reaksi panjang mengenai kecerdasan, kapasitas belajar, dan mungkin tingkat produktivitas selama masa dewasa.

Beberapa faktor yang akan terjadi selama perkembangan fisik seorang anak, seperti reaksi panjang mengenai kecerdasan, kapasitas belajar, dan mungkin tingkat produktivitas selama masa dewasa .

Desentralisasi dalam kasus stunting di Kota Tanjungpinang mendukung upaya Pemerintah Daerah dan kolaborasi sektoral untuk mengatasi masalah gizi yang parah pada anak-anak. Kepala Diskominfo Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, ST menyatakan, berdasarkan data BPS, inflasi Kota Tanjungpinang pada bulan Januari 2024 mencapai 0,37 % atau lebih besar dibandingkan inflasi Nasional. BPS terkait inflasia telah disikapi secara serius oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang secara langsung didukung oleh Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang. Sementara itu, terkait penanganan stunting di Tanjungpinang, berbagai langkah kebijakan juga telah dilakukan melalui Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS). Kegiatan Kegiatan yang dilakukan antara lain yaitu pemantauan di setiap puskesmas dan posyandu ibu hamil, serta pemberian pendampingan yang sebagian besar berupa asupan gizi. Ada juga berbagai lembaga seperti TP PKK Kota Tanjungpinang, juga bersinergi melaksanakan kegiatan deteksi dan pencegahan dini guna menekan angka stunting (Dikutip dari Pemko TanjungPinang, Kamis 7 Maret 2024).

Dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia dan Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional
Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021-2024, Pemerintah Daerah melaksanakan Percepatan Penurunan Stunting. Dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting merupakan peraturan presiden yang bertujuan untuk mengatur ditujukan untuk menganalisis angka stunting di Indonesia. Salah satu prioritas utama Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI) adalah, pelaksanaan upaya pencegahan stunting bagi seluruh masyarakat, pengawasan terhadap masyarakat terkait stunting, dan pendampingan seluruh pengantin / calon Pasangan Usia Subur (PUS).

Berdasarkan Perda Kota Tanjungpinang No. 1 Tahun 2019 terkait dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2018-2023 juga membahas mengenai berbagai permasalahan dan isu strategis di wilayah Kota Tanjungpinang. Ada bebrapa angka kasus stunting di Kota Tanjungpinang yang pada tahun 2018 meningkat 3,3%, tahun 2019 naik 1,9%, kemudian turun 1,3 % tahun 2020, dan kembali terjadi lonjakan tinggi 3,49 % tahun 2021. Sejak pandemi tahun 2020, angka kemiskinan terus meningkat. Jika hal ini berdampak buruk pada perekonomian, maka akan berdampak buruk pula pada pertumbuhan angka stunting. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, angka stunting pada tahun 2022 sebesar 3,91%.

Hal ini menandakan bahwa pencegahan stunting masih belum berjalan dengan baik, dan para pelaksana perlu lebih mengintensifkan upayanya. Di samping itu, ada faktor lain yang turut menyebabkan terjadinya stunting, seperti minimnya birokrasi di tingkat paling bawah yang memiliki hubungan dekat dengan masyarakat, dan minimnya kepedulian masyarakat, yang mana akan sangat krusial dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak .

Untuk menurunkan angka stunting, Pemerintah Kota Tanjungpinang melaksanakan program pemberian asupan darah dan gizi tambahan untuk ibu hamil dan remaja putri, penyediaan tenaga kesehatan, dan pemberian gizi untuk anak usia dua tahun. Selanjutnya, ibu ibu yang baru melahirkan juga didorong untuk melakukan hal-hal sebagai berikut : imunisasi /daya tahan tubuh lengkap dengan Vitamin A; pemberian ASI dini; pemberian ASI eksklusif; pemberian ASI makanan pendamping ASI untuk balita; dan pemantauan proses laju pertumbuhan di Posyandu.


Penulis : Nadia irani (2205010069)
Mata Kuliah : Desentralisasi dan Reformasi Teritorial