Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 110

JDIH Dan Medsos Jadi Andalan Bawaslu Tanjungpinang

Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Yusuf Mahidin

Tanjungpinang, GK.com. Dalam meningkatkan kapasitas pelayanan, Bawaslu Kota Tanjungpinang sedang mengaktifkan atau menggalak Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH), serta Media Sosial (Medsos) untuk akses umum pemberitahuan informasi tentang kepemiluan, kepengawasan dan tentang penyelenggaraan Pemilu kepada masyarakat.

“Kami juga memiliki beberapa kerja sama dengan perguruan tinggi, dan juga ada bebarapa mahasiswa dari perguruan tinggi yang magang di Kantor Bawaslu Tanjungpinang. Kapasitas SDM juga kami tingkatkan,“ tutur Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Yusuf Mahidin.

“Beberapa kegiatan yang sedang kami jalani ada pelatihan, pencegahan, penindakan kasus pelanggaran Pemilu, dan ada juga kegiatan jumat sehat, serta jumat beraktivitas. Kegiatan ini selang seling kami lakukan. Seperti jumat ini pengajian, atau pun olahraga, dan juga memahami tentang hukum-hukum, produk hukum yang terbaru, termasuk keputusan MK kita berdikusi bersama anggota Bawaslu lainnya demi pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” jelas Yusuf.

“Untuk JDIH, kami juga menyampaikan standing Banner kepada Instansi Pemerintahan, termasuk pustaka-pustaka Kampus. Adapun bentuk pangawasan yang kami lakukan saat ini adalah melakukan pengawasan terhadap kinerja KPU apakah sudah sesuai atau tidak,” ungkap Yusuf.

“Untuk saat ini, terkait Pemilu selanjutnya, kami menunggu atau mengikuti arahan dari pusat. Dan untuk saat ini juga kami melakukan sharing dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan untuk masalah hukum atau bentuk pelanggarannya,“ tutur Yusuf di lobi Hotel Bintan Plaza, Kamis (28/08/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.

“Sementara dikarenakan keterbatasan anggaran, untuk kegiatan Bawaslu ke depannya akan lebih banyak dilakukan di Kantor. Dengan begitu, kewajiban kami tetap berjalan”. tutup Yusuf. (DS)

Rp 240 Juta Rupiah Menanti Pada Lomba Gerak Jalan Sempena HUT RI ke- 80 Tahun

Plt. Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kota Tanjungpinang, Prayoga Dwi Putra. (Foto GK/Dwi)

Tanjungpinang, GK.com – Kepada gerbangkepri.com, mewakili Kepala Dispora Kota Tanjungpinang, Prayoga Dwi Putra selaku Plt. Kabid Pembudayaan Olahraga menuturkan, khusus untuk memeriahkan HUT RI ke- 80, Dispora Kota Tanjungpinang mengadakan kegiatan gerak jalan dengan beberapa kategori, dengan total hadiah sebesar Rp. 240 juta rupiah.

“Sebenarnya kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang memang kita adakan setiap tahunnya, hanya saja sebagai pembeda, untuk tahun 2025 ini, di buka kembali lomba gerak jalan 45 Km, setelah 6 tahun ditiadakan. Serta kami juga menambahkan waktu 30 menit untuk beribadah Sholat Subuh atau istirahat bagi peserta gerak jalan 45 Km,” ungkap Prayoga.

“Tahun ini kami melaksanakan berapa agenda kegiatan yaitu berupa Pekan Olahraga Pelajar Kota Tanjungpinang (POPKOT) yang berakhir pada awal Agustus. Lalu ada lomba gerak jalan 8 Km dan 17 Km dengan 4 kategori yaitu TNI/polri, OPD, Umum dan Pelajar. Untuk 45 Km hanya ada 3 kategori saja, yaitu TNI/polri, OPD, dan Umum. Kedepan, bulan September nanti kami akan mengadakan kegiatan KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) yang bekerja sama dengan Kemenpora,” paparnya, Selasa (26/08/2025) pada Pukuk 11.00 WIB di Kantor Koni Tanjungpinang.

“Tidak ada tema khusus yang kami persiapkan, kami hanya mengikuti tema dari pusat yaitu, ‘Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju’, yang menekankan pentingnya persatuan, kedaulatan Bangsa, kesejahteraan rakyat, dan kemajuan Indonesia secara keseluruhan,” ujar Prayoga.

“Ada pun dampak positif dengan diadakannya kegiatan ini, kita berharap dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Tanjungpinang agar semakin maju lagi. Sebagai bahan evaluasi, kedepan terkait PAD (Pendapatan Asli Daerah), kami juga sudah bekerja sama dengan BPS Kota Tanjungpinang dan KOMINFO Tanjungpinang untuk mengukur tingkat perputaran ekonomi yang terjadi pada saat kegiatan ini berlangsung. Sementara, terkait penilaian penjurian, kami bekerjasama dengan pihak KORMI dan PPI (Purna Paskibraka Indonesia) dengan sistem penilaiannya secara garis besar berdasarkan kekompakan, kerapian dalam berbaris, kecepatan dan ketepatan waktu, serta pakaian yang digunakan peserta. Dan pihak juri juga menilai bukan siapa yang sampai duluan dan dia menang, tetapi lebih mengutamakan ketepatan waktu jarak tempuh sesuai dengan ketetapan masing-masing kategori,” terang Prayoga.

“Dari pihak keamanan juga kami berkolaborasi bersama intansi terkait seperti, Polisi, TNI, Dinas Perhubungan dan Satpol PP agar kegiatan ini berjalan aman dan kondusif. Dan untuk tim medis, kita sudah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang dengan mempersiapkan sekitar kurang lebih 20 personil dengan 6 mobil ambunlan. Juga berkolaborasi dengan pihak BAZNAZ,” jelasnya..

“Walaupun cuaca kurang bersahabat, angin kencang dan hujan, kegiatan ini tetap harus berjalan. Harapan kami dari Pemerintah, semoga ekonomi masyarakat Kota Tanjungpinang bisa maju kedapannya. Dan kami menghimbau, mari lah sama-sama kita menyukseskan acara ini dengan damai dan baik, karena ini termasuk salah satu pesta rakyat yang dapat membawa nama baik kota kita tanpa harus ada perselisihan atau pertengkaran. Saling menghormati satu sama lain. Karena sesuai dengan tema ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju’,” katanya.

Ditambahkan Wawan selaku bagian fungsional, berdasarkan survey dan evaluasi dari kegiatan gerak jalan sebelumnya, saat ini yang lebih kita fokuskan adalah terkait keamanan di lapangan, terutama pada jalan-jalan yang rawan terjadi kemacetan dan sempit.

“Ini bukan hal yang gampang bagi kami dalam mengawasi masyarakat yang ramai, dan ada ribuan peserta. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk kegiatan ini agar tetap berjalan dengan lancar dan baik. Bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dilapangan, kami akan serahkan ke bagian keamanan, yaitu dari pihak Polisi, TNI, Dishub, dan Satpol PP”. tutupnya. (DS)

Peringati Hari Kemerdekaan, SPNF SKB Bintan Gelar Perlombaan

SPNF SKB Bintan Gelar Perlombaan. (Dok. GK/Siska)

Bintan, GK.com – Bertempat dilapangan SPNF SKB Bintan, Plt Kepala Sekolah Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Bintan Roy Suparman, S.Kom menjelaskan tujuan diadakannya beberapa perlombaan oleh SPNF SKB Bintan adalah untuk memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus untuk menumbuhkan kebersamaan.

“Acara ini tidak direncanakan, ini terjadi spontan atas keinginan dari seluruh warga belajar yang ada di SKB Bintan. Karena melihat antusias dan semangat dari warga belajar, makanya kami menyetujui acara ini. Dan juga kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh SKB Bintan. Lalu, mereka membentuk panitia acara, kemudian mempersiapkan beberapa hal guna melancarkan acara ini, seperti menyiapkan anggaran konsumsi untuk acara, perlengkapan perlombaan, bahkan hadiah bagi pemenang lomba. Semuanya disiapkan oleh warga belajar yang memang sebagian besar sudah berstatus sebagai seorang pekerja,” papar Roy.

“Mereka patungan berdasarkan kesepakatan bersama. Perencanaan ini sejak dua minggu yang lalu. Awalnya target peserta berjumlah sekitar 50 orang, namun yang hadir hari ini kurang lebih sekitar 30 orang. Hal ini kita maklumi, karena memang sebagian besar warga yang belajar merupakan pekerja. Dan sebagai informasi, total warga belajar yang ada di SPNF SKB Bintan saat ini berjumlah kurang lebih 130 orang,” tambahnya.

“Terima kasih saya ucapkan kepada panitia dan semua yang terlibat pada acara hari ini. Mudah-mudahan apa yang kita siapkan berjalan lancar. Semoga kedepan kita bisa buat acara yang lebih seru dan lebih kreatif lagi. Serta semoga SKB Bintan tidak hanya dianggap Sekolah Non Formal biasa, namun lulusan dari Spnf SKB Bintan juga mampu ikut bersaing dengan sekolah-sekolah Formal untuk meraih cita-cita dan impian dimasa mendatang,” tutur Roy, Sabtu (23/8/2025)

Sementara, Rizky selaku tim panitia penyelenggara menuturkan, setelah dapat persetujuan dari Kepala Sekolah, awalnya kami rapat membentuk tim panitia, lalu menentukan acara, mempersiapkan anggaran, menentukan tempat dan waktu, serta menulis nama-nama peserta yang akan mengikuti lomba. Sejauh ini tim kami sangat kompak, dan juga teman-teman dari warga belajar lainnya juga sangat luar biasa, mereka turut membantu dalam mempersiapkan acara ini.

“Persiapan kita sebenarnya sudah lama, namun untuk yang lebih optimal itu dalam 5 hari sebelum acara ini berlangsung, bahkan sempat kita mengerjakan sampai malam untuk mempersiapkannya. Adapun jenis lomba diputuskan melalui musyawarah dengan mendengar usulan warga belajar dan panitia, serta inspirasi dari beberapa media serta ditentukan juga berdasarkan jumlah peserta yang juga menjadi salah satu pertimbangan utama kita. Intinya, dari persiapan sampai dengan acara ini berlangsung semangat gotong-royong, dan anstusias semuanya benar-benar terasa. Kami berkumpul, bekerja sama, hingga akhirnya acara ini sukses,” ungkap Roy.

Lalu, Nana selaku Ketua Panitia penyelenggara menambahkan, adapun perlombaan yang kami adakan yaitu, lomba memasukan paku kedalam botol, lomba bawa kelereng pakai sendok, lomba makan kerupuk, lomba estafet air, dan lomba goyang balon.

“Untuk para pemenang telah kita siapkan beberapa hadiah. Hadiah ini hanya untuk seru-seruan saja, biar tambah semangat. Adapun hadiah yang telah kita siapkan berupa perlengkapan rumah tangga seperti wajan, kuali, piring dan lain-lain. Anggaran dalam mempersiapkan acara ini juga dari hasil patungan yang telah kami sepakati bersama sesama warga belajar,” ujarnya.

“Selain untuk seru-seruan, sekaligus agar kita bisa ngumpul dan saling kenal satu sama lainnya. Karena jujur, sebagian besar kan warga belajar merupakan pekerja, jadi kadang kita enggak saling kenal satu sama lainnya. Dengan kata lain, acara ini tidak hanya sebagai bentuk menyambut hari kemerdekaan saja, namun juga sebagai ajang mempererat silaturrahmi serta menjaga kekompakan antara guru dan warga belajar,” katanya.

“Dengan adanya kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa perayaan kemerdekaan tidak hanya milik satu golongan, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia, baik itu dari Sekolah Formal maupun Non Formal, kita memiliki hak yang sama untuk bergembira, berekspresi, dan lainnya. Pesan saya buat seluruh teman-teman disini, mari terus jaga kekompakan, lakukan hal-hal positif, dan junjung tinggi rasa kebersamaan”. pungkasnya.

Kegiatan tersebut di mulai dari pukul 09.00 WIB s/d pukul 14.30 WIB, dan panitia berasal dari warga belajar SKB Bintan. (Siska)

Bintan Masuk TOP 25 KIPP Kemenpan-RB

Bintan, GK.com – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) RI menggelar ajang bergengsi tingkat nasional Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP).

Kegiatam inj diselenggarakan guna menyaring inovasi-inovasi pelayanan publik se- Indonesia, karena kompetisi ini tidak sekedar menilai muatan dari inovasi, melainkan dampak nyata yang dirasakan masyarakat dari inovasi tersebut.

Sebanyak 2.298 Proposal Inovasi yang berasal dari Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota) hingga BUMN dan BUMD se- Indonesia yang terdaftar sebagai peserta KIPP pada tahun ini. Melalui serangkaian tahapan, terpilih lah TOP 25 Inovasi Pelayanan Publik dari 9 kategori yang diperlombakan.

Dalam ajang ini, Kabupaten Bintan berhasil mengukir prestasi membanggakan, dimana salah satu inovasi pelayanan yang di gagas dan telah dijalankan berhasil masuk dalam TOP 25 Finalis. Inovasi Serving The Villager atau disingkat STV merupakan sebuah inovasi pelayanan adminduk (administrasi kependudukan) yang diluncurkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bintan.

“Saya bersyukur, inovasi yang menjadi terobosan birokrasi ini mendapat pengakuan secara nasional,” ujar Bupati Bintan, Roby Kurniawan.

Pada kesempatan itu, ia juga mengapresiasi seluruh Tim STV Disdukcapil Bintan yang seolah tak kenal waktu menyusuri wilayah pesisir hingga pulau terluar.

“STV ini memang menjadi jawaban sekaligus solusi. Geografis Bintan yang terbentuk dari gugusan kepulauan memang mengharuskan model pelayanan publik yang lebih aktif. Adminduk ini hak semua warga negara, kita beri kemudahan, kita yang mendatangi masyarakat untuk pelayanan. Sesuai slogannya, STV menjangkau yang sulit terjangkau,” terang Roby, Selasa (19/08/2025).

Untuk diketahui, inovasi STV pada tahun 2024 lalu juga berhasil membawa Kabupaten Bintan meraih IGA (Innovative Goverment Award) dari Kementerian Dalam Negeri RI. STV sendiri merupakan pola pelayanan jemput bola untuk kepengurusan administrasi kependudukan.

Tim Disdukcapil secara rutin menyusuri pedalaman hingga pulau-pulau yang secara akses masih cukup sulit dijangkau untuk memberi pelayanan langsung di tempat. Tak jarang, mereka kadang harus menginap beberapa malam di pulau terluar (seperti pulau-pulau kecil di Kecamatan Tambelan) untuk memastikan seluruh masyarakat, tercatat secara resmi dalam administrasi kependudukan. Sasaran yang dituju bahkan mencapai rumah tahanan hingga ODGJ.

Dijelaskan Kepala Disdukcapil Bintan Rusli, inovasi ini meliputi layanan perekaman dan percetakan langsung KTP elektronik, KIA, KK, Akta Kelahiran/Kematian maupun Perkawinan, Akta Pengesahan Anak, Pindah-Datang hingga kepengurusan data bermasalah. Sejak diluncurkan hingga akhir 2024 lalu, STV telah melayani 2.906 dokumen kependudukan. STV juga bekerjasama dengan Rumah Sakit, Rumah Tahanan dan Kantor Urusan Agama (KUA).

“Masyarakat kita, apalagi yang di pulau-pulau ada yang harus setiap hari melaut. Di samping tidak ada waktu, jarak tempuh juga jadi perhitungan untuk mengurus berkas-berkas. Nah, menjawab tantangan itu lah maka lahir program STV ini”. ungkap Rusli.

Kabupaten Bintan menjadi satu-satunya Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau yang berhasil lolos dalam ajang KIPP tahun ini. Tak tanggung-tanggung, 10 inovasi dari ‘Bumi Tak Berganjak’ ini dinyatakan masuk pada tahapan lulus administrasi. Hingga akhirnya mengerucut menjadi 5 inovasi yang masuk pada tahapan selajutnya, mulai dari STV milik Disdukcapil Bintan, Bintan Peduli Lansia dari Dinsos Bintan, Si-Lancar (Aplikasi Pencari Kerja) dari Disnaker Bintan, Kredit Mikro Bangkit (Subsidi Bunga 0 Persen) dari DKUPP Bintan dan terakhir BOS (Bintan Ojek Sampah) dari Kelurahan Tanjung Uban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan. (Red)

19 Pejabat di Lantik Bupati Bintan

Bintan, GK.com – Sebanyak 19 pejabat yang terdiri dari satu pejabat Administrator dan 18 pejabat Fungsional dilantik oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan.

“Pelantikan ini menjadi bagian dari dinamika Pemerintahan, sekaligus penyegaran dalam sturktur organisasi untuk kinerja yang lebih optimal,” ucap Roby saat memberikan arahan kepada seluruh Pejabat baru.

“Saya berharap, ini bisa menjadi semangat baru dalam pengabdian, karena pelantikan ini merupakan hal biasa bagi ASN dimana pun. Silahkan laksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas, jalankan semuanya dengan sepenuh hati. Selamat untuk semua yang dilantik,” ujar Roby.

Untuk diketahui, pelantikan tersebut terlaksana sesuai lampiran SK Bupati Bintan Nomor 800.1.3.3/145-148/BKPSDM-MP/2025 mencatat satu Pejabat Administrator dan 18 Pejabat Fungsional. Adapun pejabat Administrator tersebut adalah Direktur UPTD RSUD Bintan yang memang mengalami kekosongan, dan diisi oleh drg. Toni Masruri Sp.PM yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan RSUD Bintan.

“Satu administrator itu Direktur RSUD yang memang sudah cukup lama kosong dari pejabat definitif. 18 fungsional yang lain sebagian besar perubahan nama jabatan, sehingga harus dilantik”. terang Roby.

Sementara, pejabat Fungsional yang dilantik berasal dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan. Lalu Inspektorat Daerah, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP), Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan itu dilaksanakan pada Jumat (15/08/2025) di Ballroom Awandari Resort. (Red)

Siswa/Siswi SMKN 1 Binut Bagi-Bagi Bendera Gratis, ini Alasannya

Bintan, GK.com – Untuk menggugah rasa cinta tanah air dan meningkatkan semangat Nasionalisme Tanah Air Indonesia kepada anak-anak SMKN 1 Bintan Utara khususnya, dan seluruh keluarga besar, serta masyarakat pada umumnya, siswa dan siswi SMKN 1 Bintan Utara (Binut) melakukan bagi-bagi bendera gratis di simpang empat depan makam pahlawan dwikora, Selasa (12/08/2025) sekitar pukul 09.00 WIB s/d selesai.

Diterangkan Nanik Sukihartatik, S.Pd, selaku Pembina Kesiswaan, “kegiatan bagi-bagi bendera ini diberikan dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran dari Gubernur Kepri, maka saya selaku Pembina Kesiswaan mengkoordinasi OSIS untuk turut bergerak,” ungkapnya.

“OSIS SMKN 1 Bintan Utara melakukan gerakan pembagian bendera merah putih tahun 2025 secara gratis

“Adapun kegiatan ini melibatkan kesiswaan bersama anggota OSIS dengan persetujuan Kepala Sekolah Ibu Nuraisah, S.Pd. Kegiatan ini diselenggarakan hanya pada kesempatan tertentu saja. Titik lokasi tempat kita membagikan bendera secara gratis yaitu disimpang empat depan Makam Pahlawan Dwikora Tanjung Uban. Proses pelaksanaannya juga tadi alhamdulillah berjalan lancar. Dimana masyarakat juga sangat antusias untuk mendapatkan bendera secara gratis dari SMKN 1 Bintan Utara. Sementara, target atau sasaran kita adalah masyarakat yang belum memasang bendera dir rumahnya, para pengendara motor maupun mobil yang belum ada benderanya. Ada 3 jenis bendera yang kita bagikan, yaitu bendera besar ukuran 80 x 200, bendera ukuran kecil untuk motor, dan bendera kecil untuk hiasan kaca depan mobil. Dengan total jumlah benderanya ada 60 pcs dari ukuran besar sampai dengan kecil. Dan penyediaan bendera tersebut oleh Sekolah secara langsung dengan menggunakan anggaran Sekolah,” papar Nanik Sukihartatik.

Sementara, Kepala SMKN 1 Bintan Utara, Nuraisah mengucapkan terimakasih dan sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena selain dapat menumbuhkan rasa semangat nasionalisme dan cinta tanah air oleh peserta didik, kegiatan ini juga membangun rasa tanggung jawab, mengembangkan keterampilan sosial, meningkatkan rasa empati, serta membangun karakter positif.

“Melalui kegiatan ini, peserta didik kita dapat berperan aktif secara langsung dalam kegiatan sosial, sehingga bisa menjadi pengalaman berharga bagi mereka, dan membantu mereka tumbuh menjadi warga Negara yang baik dan bertanggung jawab di masa mendatang,” harap Nuraisah.

“Hal ini juga penting untuk mengingatkan masyarakat kita agar mengibarkan bendera merah putih dimanapun mereka berada, terutama menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pengibaran bendera ini bukan hanya simbol perayaan, tetapi juga sebagai wujud penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan. Selain itu, mengibarkan bendera merah putih juga menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air”. imbuhnya. (Siska)