Karimun, GK.com – Dunia pendidikan terus berinovasi untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan bermakna bagi peserta didik. Salah satu terobosan menarik dilakukan oleh SLBN Karimun melalui program Green Art, yaitu pembelajaran berbasis lingkungan yang dipadukan dengan kegiatan seni ramah lingkungan.
Dalam rangka mengembangkan program tersebut, SLBN Karimun menyelenggarakan pelatihan ecoprint yang diikuti oleh beberapa sekolah, di antaranya SLB YPBB, SLB Sehati, dan SDN 001 Tebing. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antar sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang inovatif dan aplikatif.
Pelatihan ecoprint merupakan teknik mencetak motif pada kain menggunakan bahan alami seperti daun dan bunga. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga mengajarkan peserta untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam secara bijak.
Kepala SLBN Karimun, Eni Rozita, S.Pd kepada gerbangkepri.com menyampaikan, program Green Art tidak hanya berfokus pada hasil karya, tetapi juga pada proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna, khususnya bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Ia menegaskan kegiatan seperti ecoprint mampu menjadi media pembelajaran yang efektif, karena melibatkan siswa secara langsung dalam praktik.
“Melalui pelatihan ecoprint ini, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup dan menyenangkan bagi anak-anak. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan, sehingga mampu mengasah kreativitas, kemandirian, serta keterampilan motorik mereka,” ujarnya melalui sambungan pesan WhatsApp, Jumat (17/04/2026).
Ia juga menambahkan dalam keterangannya, kolaborasi antar Sekolah menjadi kunci penting dalam mengembangkan inovasi pendidikan. Dengan saling berbagi pengalaman dan metode, diharapkan kualitas pembelajaran di setiap sekolah dapat terus meningkat.
“Harapan kami, program Green Art ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, ramah lingkungan, serta berpusat pada kebutuhan siswa”. tuturnya Pukul 14.15 WIB.
Peserta pelatihan tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pengenalan bahan, teknik penyusunan daun, hingga proses pencetakan pada kain. Kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi praktik antar guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih variatif.
Dengan adanya pelatihan ini, SLBN Karimun menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya kreatif dan inklusif, tetapi juga peduli terhadap lingkungan. (DS)
Editor: Endang

