Kepri, GK.com – Menanggapi terkait keberangkatan yang dilakukannya pada jam kerja bersama beberapa Staf yang ia bawa, Kepala UPTD Farmasi Provinsi Kepulauan Riau Indri Ayu Ningsih memberikan keterangan bahwa dirinya bersama beberapa orang Stafnya pergi Keluar Negeri hanya untuk bersenang-senang secara spontan, bukan karena melakukan ikatan dinas, meskipun keberangkatan mereka memang diakui Indri pada jam kerja (bolos kerja).
“Aturan dalam pembekalan itu kami 3 hari, yaitu mulai dari tanggal 20 Mei dalam Surat Perintah Tugas. Tanggal 21 kita ke Batam untuk pembekalan di Instansi Farmasi, tanggal 22 nya kita di Sarana Distribusinya yang di PBF Cabang Kimia Farma. Lalu tanggal 23 nya pulang rencananya seperti itu,” ujar Indri kepada Redaksi ini, Rabu (03/06/2026) malam.
BACA JUGA: 👇👇👇
“Kemudian, ditanggal 20 jam 22.44 WIB, saya dapat notif dari Ibu Plt Kadinkes dr Yosi, beliau bilang, kalau besok tuh tanggal 21 hadir Forum Konsultasi Publik di lantai 3 BPOM, Ibu suruh saya mewakili. Jadi saya ikut arahan Pimpinan dong. Saya batalinlah semua agenda yang di Batam. Cuma karena sudah terjadi, karena ini acaranya jam 13.00 WIB, jadi saya mikir ya udah lah, karena kan saya mau ke Batam juga, mampirlah ke Intansi Farmasi saja. Tapi habis itu saya ngacir ke arahan Pimpinan yang jam 22. Jadi di Batam tanggal 21 Ibu Pimpinan masih bilang jam 13.00 WIB itu pastikan undangan ini ya Ndri. Jadi saya cancel lah yang acara saya yang tanggal 21, 22 yang di Batam. Cuma kan SPT saya udah masuk duluan nih, jadi saya ikut lah acara yang di BPOM. Trus, karena saya ikut acara yang di BPOM, berarti kan saya tidak bisa dibayarkan juga yang di Farmasi, memang tidak dibayarkan acara yang tadi, SPT saya tidak mungkin terbit 2 kali di tanggal dan hari yang sama. Karena memang dari Ibu Yosi memberikan saya arahan di jam 22, makanya saya bingung, karena saya sudah di Batam, saya geser lah ke Malaysia dengan 5 orang Staf saya. Tapi kami berangkat tidak menggunakan perjalanan dinas, spontan aja, karena saya sudah di Batam”. jelas Indri.
Jika semua Staf Farmasi Kepri tidak ada yang masuk Kantor, lalu, siapakah yang menghendel obat-obatan yang diambil oleh Instalasi Farmasi Bintan dan Tanjungpinang?
Hingga berita ini tayang, Redaksi ini berupaya untuk meminta tanggapan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad sebagai pucuk Pimpinan di Provinsi Kepulauan Riau terhadap prilaku bawahannya yang tidak terpuji, serta dapat mencoreng nama baik Provinsi Kepulauan Riau. Dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kepri terkait Rekrutmen ASN, Penempatan Posisi Suatu Jabatan ASN dilingkungan Pemprov Kepri, serta mengawasi kinerja ASN. (QQ)
Editor: Milla

