Tanjungpinang, GK.com — Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyoroti sejumlah kendala pelayanan yang dinilai masih menghambat perkembangan di sektor pariwisata daerah.
Menurutnya, masih banyak hal sederhana yang justru menjadi keluhan wisatawan, terutama terkait pemeriksaan barang bawaan. Ia menyebut, setiap individu memang memiliki batasan nilai barang, namun dalam praktiknya sering menimbulkan ketidaknyamanan.
“Kadang wisatawan hanya membawa oleh-oleh sederhana seperti buah atau air mineral, tetapi tetap mengalami penahanan. Hal ini tentu membuat masyarakat atau wisatawan merasa kecewa,” ujarnya.
Lis menegaskan, jika Pemerintah ingin mendorong dan mendukung pariwisata Tanjungpinang, maka pembenahan pelayanan harus segera dilakukan, khususnya di pintu masuk dan keluar wilayah.
Ia juga menyinggung aktivitas wisata seperti memancing yang mulai berkurang akibat kendala teknis di lapangan. Wisatawan yang membawa peralatan, seperti kotak perlengkapan atau tabung oksigen, kerap mengalami kendala saat pemeriksaan.
“Sekarang banyak yang tidak lagi datang karena merasa dipersulit. Bahkan ada yang beralih ke daerah lain. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama,” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti Bea Cukai dan Syahbandar, guna membahas perbaikan sistem pelayanan.
Selain itu, Plemerintah juga akan mengundang para pelaku usaha travel untuk menyerap aspirasi dan keluhan yang selama ini terjadi di lapangan.
“Beberapa hari lalu juga ada kejadian, warga hanya membawa buah dalam tas untuk keluarga, tetapi tetap ditahan. Hal-hal seperti ini yang harus kita benahi, agar pelayanan dapat lebih baik”. katanya di sela-sela kegiatan kepada gerbangkepri.com, Rabu (08/04/2026) pukul 10.37 WIB. .
Ia berharap, melalui perbaikan pelayanan dan koordinasi lintas instansi, sektor pariwisata di Tanjungpinang dapat berkembang lebih optimal, serta memberikan kenyamanan bagi para wisatawan. (KF)
Editor: Endang

