Karimun, GK.com – Inovasi pendidikan terus dikembangkan SLBN Negeri Karimun melalui program Green Art berbasis ecoprint dan Sahabat Angklung. Program ini menjadi langkah konkret Sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kreatif, sekaligus membangun karakter peserta didik.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kecamatan, Kelurahan, RT/RW, Dinas Pertanian, SLB Swasta, hingga SDN 001 Tebing sebagai mitra jejaring. Kolaborasi tersebut dilakukan guna memastikan program berjalan optimal dan berkelanjutan.
Green Art dirancang sebagai program berbasis lingkungan yang memadukan penghijauan, ketahanan pangan, serta kreativitas seni. Para siswa diajak menanam dan merawat tanaman, kemudian memanfaatkan daun dan bunga menjadi karya seni melalui teknik ecoprint. Motif alami yang dihasilkan pada kain tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga ramah lingkungan.
Sementara itu, program Sahabat Angklung menjadi sarana penguatan seni dan budaya. Melalui permainan angklung, siswa dilatih membangun harmoni, kerja sama, disiplin, serta rasa percaya diri. Kekompakan dalam memainkan nada menjadi simbol kebersamaan, sekaligus bentuk kecintaan terhadap budaya Indonesia.
Kepala SLBN Negeri Karimun Eni Rosita menyampaikan program ini tidak sekadar berorientasi pada hasil akhir, melainkan pada proses pembelajaran yang menyenangkan dan inklusif.
“Kami ingin menciptakan suasana belajar yang membuat anak-anak merasa dihargai dan mampu. Green Art melatih kepedulian terhadap lingkungan dan kemandirian, sementara Sahabat Angklung menumbuhkan rasa percaya diri dan cinta budaya. Inilah pendidikan yang kami dorong, pendidikan yang membentuk karakter,” ujarnya di area sekolah, Selasa (07/04/2026).
Ia juga menegaskan dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Menurutnya, sinergi antara Sekolah dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan ruang belajar yang lebih luas bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
“Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap, mulai dari pengenalan, praktik langsung, hingga unjuk karya dan penampilan siswa. Hasil ecoprint yang dipamerkan serta pertunjukan angklung yang ditampilkan menjadi bukti nyata bahwa siswa SLBN Negeri Karimun mampu berkarya dan tampil dengan penuh percaya diri”. katanya Pukuk 13.35 WIB.
Melalui inovasi ini, SLBN Negeri Karimun membuktikan pendidikan dapat menjadi jembatan antara pelestarian lingkungan dan budaya. Program tersebut diharapkan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Kabupaten Karimun. (DS)
Editor: Endang

