Sabtu, April 18, 2026
BerandaKepulauan RiauKarimunDalam RDP, Pedagang Sore Puan Maimun Tegas Menolak Relokasi ke Blok D,...

Dalam RDP, Pedagang Sore Puan Maimun Tegas Menolak Relokasi ke Blok D, DPRD Karimun Akan Turun

Karimun, GK.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara pedagang sore Pasar Puan Maimun dengan DPRD Karimun berlangsung alot. Para pedagang secara tegas menolak rencana relokasi ke Blok D yang dinilai sebagai zona mati dan berpotensi mematikan usaha mereka.

Dalam forum tersebut, pedagang mengungkapkan alasan utama penolakan, yakni keberadaan distributor di Blok D yang menjual barang dengan harga yang sama seperti harga beli pedagang eceran. Kondisi itu dinilai akan menghilangkan margin keuntungan pedagang kecil.

Salah satu perwakilan pedagang, Joko menyampaikan jika dipindahkan ke Blok D, mereka akan kesulitan bersaing secara langsung dengan distributor.

“Kami beli barang dari distributor untuk dijual kembali secara eceran. Tapi di Blok D itu, distributor juga tetap menjual dengan harga yang sama seperti harga kami beli. Kalau begitu, kami mau ambil untung dari mana? Itu sebabnya kami menolak relokasi,” ujarnya di Ruang Rapat Dewan, Selasa (31/03/2026) Pukul 11.05 WIB.

Menurutnya, selain persoalan harga, Blok D juga sepi pembeli, sehingga dikhawatirkan omzet pedagang akan turun drastis jika relokasi tetap dipaksakan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Karimun Raja Rafiza, S.T., M.M. menegaskan pihaknya akan mengedepankan kepentingan pedagang kecil sebelum mengambil keputusan.

“Kami mendengar langsung aspirasi pedagang. Jangan sampai kebijakan relokasi ini justru mematikan usaha mereka. Semua harus dikaji matang, baik dari sisi lokasi, persaingan usaha, maupun dampaknya terhadap pendapatan pedagang,” tegasnya Pukul 11.20 WIB.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Karimun Rodiansyah memastikan pihaknya tidak ingin mengambil keputusan terburu-buru. Ia menyatakan akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi Blok D sebelum RDP lanjutan digelar.

“Kami akan turun ke lapangan terlebih dahulu untuk melihat langsung lokasi yang direncanakan. Setelah itu, baru kita akan adakan RDP kembali untuk membahas hasil temuan di lapangan dan mencari solusi terbaik,” kata Rodiansyah.

Di sisi lain, Direktur Perumda Bumi Berazam Jaya Karimun Muhammada Mahsun menyampaikan relokasi dilakukan dalam rangka penataan dan pemerataan aktivitas pasar. Namun pihaknya terbuka terhadap evaluasi dan masukan dari DPRD maupun pedagang.

“Tujuan kami untuk menata pasar agar lebih tertib dan tertata. Namun kami juga memahami kekhawatiran pedagang soal persaingan dengan distributor. Ini akan kami kaji kembali, dan kami siap mengikuti arahan DPRD”. ungkap Mahsun di Ruang Rapat Dewan, Selasa (31/03/2026) Pukul 12.05 WIB.

Pada RDP saat itu belum menghasilkan keputusan final. DPRD dan pedagang sepakat menunggu hasil peninjauan lapangan oleh Komisi II sebelum pembahasan dilanjutkan dalam RDP bmselanjutnya. (DS)

Editor: Milla

Berita Terkait

Berita Populer