Minggu, April 12, 2026
BerandaKepulauan RiauKarimunKarimun Duduki Peringkat Kedua HIV Tertinggi, Dinkes Gencar Lakukan Sosialisasi

Karimun Duduki Peringkat Kedua HIV Tertinggi, Dinkes Gencar Lakukan Sosialisasi

Karimun, GK.com – Upaya Pemerintah Daerah dalam menekan laju penularan HIV terus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Melalui berbagai program pencegahan, edukasi, serta layanan kesehatan yang terintegrasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun berkomitmen memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat, sekaligus memastikan akses layanan HIV yang aman, berkualitas, dan bebas biaya.

Kepada gerbangkepri.com, Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Drg. Soerjadi menuturkan, upaya pencegahan dan penanggulangan HIV terus dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, sosialisasi, serta skrining dini di masyarakat. Sosialisasi tidak hanya dilakukan di lingkungan Dinkes, tetapi juga melibatkan kampus, mahasiswa, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

“Karimun termasuk daerah dengan jumlah kasus HIV yang cukup tinggi di Provinsi Kepulauan Riau, bahkan berada di posisi kedua setelah Batam. Karena itu, kami memiliki klinik layanan khusus, dan tim pendamping yang mengawal pasien sejak terdeteksi hingga menjalani pengobatan,” ujarnya di Ruang Kerja, Rabu (7/6/2025).

Pola penularan HIV saat ini lebih banyak disebabkan oleh perilaku seksual berisiko, termasuk hubungan sesama jenis (HSJ), selain faktor penggunaan narkotika suntik. Penularan melalui hubungan seksual berisiko dinilai memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan hubungan seksual yang aman.

Sebagai langkah pencegahan, seluruh tindakan medis seperti operasi di Rumah Sakit juga menerapkan prosedur skrining ketat, termasuk pemeriksaan HIV, guna melindungi pasien maupun tenaga kesehatan. Apabila pasien terdeteksi positif HIV, Rumah Sakit telah memiliki SOP khusus dengan perlindungan medis yang lebih ketat.

“HIV bukan penyakit yang langsung mematikan. Dengan kepatuhan mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) secara rutin, banyak orang dengan HIV (ODHIV) yang mampu hidup sehat hingga belasan tahun. Bahkan, terdapat ODHIV yang sudah berkeluarga dan memiliki anak,” ungkapnya Pukul 11.45 WIB.

Dalam penanganannya, layanan konseling dan pendampingan dilakukan melalui program tertentu, sementara pengambilan obat ARV tetap harus dilakukan di Rumah Sakit sesuai ketentuan medis.

Peran lintas sektor juga terus diperkuat, mulai dari Sekolah, tempat kerja, komunitas, hingga organisasi masyarakat. Setiap awal tahun ajaran, Dinkes rutin menjadi narasumber di sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi tentang bahaya HIV, kesehatan reproduksi, dan pencegahan penyakit menular seksual.

“Selain itu, Dinkes juga berupaya menekan stigma negatif di masyarakat terhadap ODHIV. Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak mendiskriminasi. Penularan HIV tidak selalu dari perilaku berisiko, tetapi bisa juga melalui faktor lain, termasuk risiko medis jika tidak ditangani dengan benar”. tegasnya

Dengan berbagai langkah tersebut, Dinkes Karimun berharap upaya pencegahan HIV dapat berjalan lebih efektif, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini demi kebaikan bersama. (DS)

Berita Terkait

Berita Populer